Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video

Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
BAB 75


__ADS_3

Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video


Bab 75


Gusmon saat ini berada di ruang tamu Keluarga Duns, di sana juga ada beberapa anggota Keluarga Duns. Gusmon tahu bahwa hari ini ia harus keluar dari Villa keluarga ini. ini terlepas dari perkataannya dua hari yang lewat, bahwa ia hanya akan menginap 2 atau 3 hari di kediaman keluarga ini. Tetapi Gusmon juga mengerti bahwa beberapa orang dari keluarga ini tidak suka akan kehadirannya di Villa ini. 


Saat ini Gusmon sudah berganti pakaian dengan pakaian olahraga dan training, tidak mungkin Pakaian bermerek kemarin terus-terusan di pakainya. Itu tetap adalah pakaian untuk tamu VIP yang disediakan keluarga ini. meskipun begitu baju kaos dan training ini juga dari keluarga ini yang di dapatnya dari lemari pakaian di kamar tamu itu. 


Gusmon segera pamit kepada Kepala Keluarga Duns dan juga Virani, terlihat Virani sepertinya enggan untuk membiarkan Gusmon meninggalkan Villa ini. Pieter dan Fanny juga tahu apa yang dirasakan oleh putri mereka. 


Mereka berjalan keluar dari Villa itu, sampai akhirnya mereka semua berada di pekarangan depan Villa. Dimana terparkir mobil Kijang Innova Silver milik Gusmon.


Sebenarnya sewaktu sarapan tadi Gusmon juga mendengar kata-kata tidak enak dari beberapa anggota Keluarga Duns, yang intinya adalah ini waktu terakhirnya tiggal di Villa ini. memang kelompok Alex memiliki konspirasi untuk menjatuhkan Kepala Keluarga Duns saat ini, untuk itu keberadaan Gusmon yang cukup misterius ini sedikit banyak menguras pemikiran mereka. serta hubungan Gusmon dengan Virani sepertinya tidak biasa. 


Tahap sekarang mengeluarkan Gusmon dari Kediaman ini adalah merupakan sebuah prestasi yang cukup bagus bagi kubu Alex. Untuk hal-hal selanjutnya akan dipikirkan lagi apa yang akan diperbuat.


Pieter sebenarnya ingin mempertahankan keberadaan Gusmon di Villa ini, namun ia masih belum memiliki cara. Mengingat bahwa 2 atau 3 hari tinggal bagi Gusmon adalah kata-kata yang di ucapkan oleh Gusmon sendiri. Ini tidak bisa dipertahankannya di hadapan anggota keluarga, meskipun ia adalah kepala keluarga. Ia paham Konspirasi yang terjadi. Kecuali ia mengumumkan bahwa Gusmon adalah calon menantunya, dan ini tentu saja akan membuat suatu ledakan besar. Tapi ini belum saatnya, ia akan membereskan terlebih dahulu kekacauan dalam keluarga ini.


“Virani aku permisi dulu” Gusmon menatap Virani dengan senyum. Namun Virani justru memandangnya dengan tatapan tak rela.

__ADS_1


“Kepala Keluarga, hari ini saya Gusmon mohon izin, dan terima kasih atas tumpangannya di Rumah ini” Gusmon menyalami Pieter dan menempelkan tangannya dijidat, demikian juga kepada Fanny Wen. Namun ia tidak menyalami anggota keluarga yang lainnya.


“Sudah kalau mau pergi, pergi saja sana. Tidak usah sok-sok an, sungkem-sungkeman segala” Wirda berbicara dengan sinis.


“Emangnya siapa yang mau sungkem dengan kamu” Kata Gusmon menaikkan alisnya. Ia segera menuju mobilnya. 


“Gusmon!” Virani berteriak tatkala Gusmon akan menjalankan mobilnya


“Tenang saja aku kan hanya tidak tinggal di rumah mu lagi, bukan keluar dari South Coast, kita masih akan terus bertemu” Kata Gusmon sambil tersenyum


“Gusmon kamu harus ingat dengan kata-kata mu. Kamu harus selalu ada untuk Virani” Kali ini Pieter yang mengingatkan Gusmon.


Tak lama kemudian Kijang Innova Silver tersebut keluar dari pekarangan Villa Keluarga Duns. Virani menatap dengan perasaan sedih namun satu hal ia senang Gusmon memakai sepatu yang dibelikan olehnya.


Alex beranjak pergi dari halaman depan Villa itu, ia sedikit tersenyum atas kepergian Gusmon, meskipun ia masih bertanya-tanya tentang Gusmon ini, adakah kedekatannya dengan Keluarga Bene, namun bukankah dengan kepergiannya ini sedikit banyak mengurangi resiko akan rencananya. Terhadap sesuatu yang belum jelas keberadaannya ada baiknya dihindari dulu untuk mempermasalahkannya. Ini berlaku untuk Gusmon yang masih misteri di mata Alex. 


Alex Duns ingat, bahwa ia harus menemui anak buahnya untuk mengetahui laporan dari hasil pengintaian mereka akan situasi di Kediaman Keluarga Bene selama ini. ia segera menuju mobilnya dan pergi dari Villa itu.


Saat ini di selatan Kota South Coast, tepatnya di halaman belakang Villa Keluarga Bene. sesosok tubuh tangah melayang di udara. Tepat di bawahnya adalah padang rumput milik keluarga bene yang sudah di pasangi waring untuk memagari 30 ekor kerbau yang ada di dalamnya.

__ADS_1


Sosok ini adalah Jhon Karabau, ia berniat menyerap Jiwa Kehidupan dan Enersi dari kerbau-kerbau yang ada di bawahnya. Beberapa orang melihatnya dari bawah, ini benar-benar pemandangan yang menakjubkan bisa melihat bahwa ada orang yang melayang di udara, benaar-benar di luar nalar.


Di tempat itu sudah berkumpul para anggota keluarga Bene, anak-anak murid Jhon Karabau termasuk Pujin Hento yang tangannya sudah sembuh total, beberapa anak buah dari Murdi Bene termasuk kepala Keamanan Keluarga Bene. 


Kepala Keamanan Keluarga Bene ini Bernama Padeng Hunu, sebenarnya baru beberapa bulan ini bergabung dengan keluarga Bene, sehingga ia belum mengetahui kekuatan yang sesungguhnya dari Jhon Karabau. Tatkala melihat Jhon karabau melayang di udara dia sangat kagum dan tentu saja sedikit ketakutan. Apakah ini masih bisa di katakan manusia? Eksistensi seperti ini jelas hanya ada dalam Novel-novel ataupun Mitos orang-orang tua terdahulu.


Jhon Karabau memberi isyarat kepada orang-orang di bawahnya untuk menjauh dari lokasi itu, sebab efek tekanan udara dari kekuatannya yang akan menyerap jiwa kehidupan dari kerbau-kerbau jantan itu akan sangat berbahaya bagi para anggotanya.


Setelah orang-orang yang ada di bawah sana menyingkir dengan radius puluhan meter, barulah Jhon Karabau melancarkan aksinya dalam menyerap Enersi dari kerbau-kerbau itu sekaligus  Jiwa Kehidupan mereka.


Perlahan-lahan langit siang menjadi gelap seolah-olah terjadi gerhana, orang-orang sedikit merinding. Akan halnya Murdi Bene dan Sorto Bene yang sudah terbiasa melihat hal tersebut tetap saja tidak luput dari perasaan takjubnya melihat kekuatan orang ini.


“Duar!”


Kemudian tiba-tiba saja petir menyambar tepat di kedua tanda bulatan merah di kening Jhon Karabau.


“Nggraaaarkkkkkh!” Jhon Karabau mengaum dahsyat, kemudian gelombang kejut yang dahsyat membungkus tempat itu. Angin yang sangat kuat menekan dari atas kebawah. Orang-orang yang sudah menjauh sejarak puluhan meter tetap saja tertekan ke tanah dan berlutut, bahkan ada yang berbaring saking tidak kuatnya menahan tekanan yang berat itu.


“ngoook!” Kerbau-kerbau yang berada yang berada di padang rumput itu, menggerung dengan histeris. Terlihat samar-samar sejumlah energi kehidupan yang keluar dari seluruh kerbau yang ada di tempat itu terbang dan terhisap oleh mulut Jhon Karabau, ia menghisap seluruh Jiwa Kerbau dan Juga Enersinya hingga perlahan-lahan tubuh kerbau-kerbau yang gemuk menjadi kurus kering dan beberapa saat kemudian hanya menyisakan tulang-belulang yang berserakan di sekitar padang rumput tersebut.

__ADS_1


Suasana tempat itu menjadi hening, dan perlahan-lahan cuaca kembali cerah seperti semula. Angin berat yang menekan itu pun telah hilang secara misterius. Perlahan-lahan tubuh Jhon Karabau yang melayang di udara turun kembali dengan mantap. Ia menjejakkan kaki di tanah dan menatap orang-orang yang berusaha bangkit dengan susah payah.


__ADS_2