Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video

Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
BAB 82


__ADS_3

Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video


Bab 82


Dua orang satpam langsung masuk ke jarak serang, demi melihat posisi Gusmon yang berada di lantai. Dengan membabi buta mereka memukuli Gusmon. Namun Gumon menyelinap ke balik badan Satpam yang patah kaki tadi, dan mengangkatnya dengan menggunakan tangan dan kaki.


“Buk, Buk, Buk” 


“Rasakan itu” Dua orang satpam merasa gembira, mengira mereka berhasil memukul Gusmon. Namun sesaat kemudian mereka menjadi tertegun karena ternyata yang mereka pukul adalah rekan mereka yang patah kaki itu. Kontan pukulan itu membuat cedera rekannya itu menjadi parah.


“Aduh....aduhhh!” terdengar erangan pilu satpam yang patah kaki tersebut. dua orang satpam itu terpaku sesaat.


Saat mereka tertegun Gusmon langsung meraih kaki keduanya sehingga menyebabkan mereka hilang keseimbangan. Salah satu satpam terjatuh dan di tunggu oleh siku Gusmon dan langsung pingsan di tempat. Satu orang lagi terjatuh dengan posisi membelakang, dengan cepat Gusmon melakukan kuncian triangle dengan posisi leher Satpam yang terjepit kuncian. 


Gusmon hanya menekan sedikit, sehingga Satpam kehabisan nafas dan Pingsan, ia melepaskan Kunciannya dan langsung berdiri memasang kuda-kuda baru. Dapat dibayangkan jika ia menekan kuncian dengan lebih keras maka dapat dipastikan Satpam itu akan mati, paling tidak dengan leher patah.


Dari dua belas orang Satpam sekarang tersisa hanya 6 orang. melihat rekannya bergelimpangan kesakitan dan cedera parah bahkan ada yang pingsan, ke enam satpam itu tampak saling pandang. Terlihat mereka sedikit takut dengan kemampuan beladiri lawan. Apakah pemuda ini adalah seorang ahli beladiri?. Lalu berada pada tingkatan berapa?. Satpam-Satpam ini rata-rata berada pada tingkat dasar.


Ero saat ini juga merasa bingung atas kejadian yang dilihatnya, ia tidak menyangka pemuda miskin yang kurus ini mampu menjatuhkan Satpam yang memiliki kemampuan beladiri. Perawat cantik juga merasa surprise ketika melihat Gusmon dengan santainya menghajar satu persatu satpam itu. Pria yang kecelakaan itu juga merasa terkejut dengan kejadian yang tidak disangkanya itu, awalnya ia sudah pasrah akan keadaan ini, namun saat ini semangatnya jutru bangkit demi melihat kemampuan Gusmon.


“Beraninya kamu memukul petugas, cepat minta maaf, dan hukum dirimu sendiri!” Teriak perawat perempuan berusia 40 tahunan itu marah, namun saat Gusmon memandang ke arahnya, perawat tersebut mundur dengan wajah kecut.


Saat itu terdengar langkah-langkah kaki yang mendatangi ruang UGD tersebut. beberapa orang langsung masuk, ada sekitar tujuh orang.


Ternyata mereka adalah para tukang parkir di rumah sakit tersebut. 

__ADS_1


Melihat bala bantuan telah datang, Ero menjadi bersemangat. Yang datang ini adalah tukang parkir Rumah Sakit. Meski mereka hanya tukang parkir, jangan pernah diremehkan. Faktanya masalah perparkiran di Rumah Sakit ini di kelola oleh Gangster Elang Hitam. Pihak Rumah Sakit bekerja sama dengan mereka. Tentunya menyangkut keamanan rumah sakit, selain dipercayakan kepada satpam , mereka juga boleh meminta bantuan kepada anggota gangster Elang Hitam. 


“Tunggu apa lagi, cepat habisi orang itu!!” Ero berteriak lantang, tampaknya pemuda ini pasti akan habis kali ini. mereka ini adalah anggota Gangster Elang Hitam yang tidak mengenal takut.


Tujuh orang tukang parkir mulai bergerak. Para satpam yang tersisa enam orang mendadak semangat bertarungnya kembali bangkit. Meskipun rata-rata tukang parkir ini adalah peringkat dasar, namun kemampuan mereka sedikit lebih tinggi dibandingkan para satpam itu. 


Salah seorang Tukang parkir yang merupakan anggota Gangster senior kontan berhenti bergerak, tatkala menyadari bahwa orang yang akan mereka hajar adalah Ketua Besarnya sendiri. Tukang Parkir ini adalah orang yang memakai lencana plastik sewaktu bertemu dengan Gusmon di pelataran parkir rumah Sakit ini.


“Tunggu dulu!!” Tukang Parkir dengan lencana plastik itu menyuruh juniornya untuk berhenti. Memang ke enam orang itu hanya memakai lencana kayu sedangkan hanya senior itu seorang yang memakai lencana plastik. 


Ia memantap ke arah Ero Mex. Sementara para satpam tersisa ikut berhenti, dan menatap senior dengan lencana plastik itu dengan heran.


“Apakah maksud Dokter Ero yang akan dihabisi itu adalah orang ini?” Tanya Senior dengan Lencana Plastik itu. Sambil menatap Gusmon dengan bingung.


“Apa kamu berani?” Gusmon hanya mengatakan beberapa patah kata kepada tukang parkir dengan lencana plastik itu.


“Sa... saya tidak berani” Dengan cepat Tukang Parkir berlencana plastik itu berlutut, hal itu jelas membuat rekan-rekannya menjadi heran, namun dikarenakan ia adalah senior mereka, maka anggota yang lain yang hanya berlencana kayu, jadi ikut-ikutan berlutut di hadapan Gusmon. 


“Kenapa kalian malah berlutut di hadapan orang miskin itu, maksudku, aku ingin kalian membunuhnya bukan malah menghormatinya!!” Ero terlihat terkejut dengan ulah para tukang parkir ini.


“Diamm!” Pria dengan lencana Plastik itu membentak. 


Ero Mex ternganga sejenak. sejak kapan para tukang parkir berani membentaknya.


“Tuan Hantu, katakan apa yang harus kami lakukan terhadap orang ini” Tukang Parkir dengan lencana Plastik bertanya,. Terlihat sekali bahwa ia tidak peduli dengan posisi Ero Mex sebagai Dokter dan sekaligus Tuan Muda dari Keluarga Mex. Ia lebih takut kepada Tuan Hantu, yang merupakan Pemimpin sesungguhnya dari Gangster Elang Hitam.

__ADS_1


“Dia ingin menghajar ku” Kata Gusmon tenang.


Pria dengan lencana plastik itu mengangguk paham. Ia berdiri dan menghampiri Tuan Muda Ero Mex. 


“Apa yang akan kamu lakukan, aku peringatkan kamu jika berani macam-macam maka aku akan mengadukannya kepada Kak Awin”. Ero yang melihat gelagat tidak baik berusaha memperingatkan tukang parkir itu. 


“Kak Awin ya.... “ Kata tukang parkir itu dengan tatapan dingin. Dengan tiba-tiba tangannya menghantam ke perut Ero.


“Buk!”


Ero Mex terlihat bergulingan memegang perutnya. Sementara para satpam hanya terlihat melongo tidak mengerti apa yang telah terjadi. Demikian juga dengan orang-orang yang berada di sekitar tempat itu. Dokter Ero Mex yang terkenal angkuh itu, justru di hajar oleh Tukang Parkir yang nyata-nyata adalah orang-orang suruhannya sendiri.


“Bahkan Kak Awin sendiri harus berlutut di hadapan orang itu!” Kata Tukang Parkir dengan lencana plastik itu. Saat ini kaki nya menendang rusuk Ero Mex membuat Sang Dokter kembali bergulingan. Orang-orang yang berada di tempat itu tidak berani menolong, ini adalah anggota Gangster Elang Hitam. Meskipun mereka sebagai tukang parkir, siapa yang berani.


“Cukup!” Gusmon memperingatkan, ia hanya ingin memberi pelajaran kepada Dokter angkuh itu. Bukan berarti Gusmon ingin menghabisinya. Pria dengan lencana plastik kontan berhenti.


“ini adalah peringatan untuk mu, sebagai seorang dokter sudah sepantasnyalah pasien melayani mu” Kata Gusmon dengan berwibawa.


“Bukannya itu terbalik” Terdengar desas desus dari orang-orang.


“Eh maksudku, Sudah seharus seorang dokter melayani pasien yang memerlukan pertolongan” Gusmon meralat ucapannya sambil mengulum senyum. 


Ero Mex bangkit dengan terhuyung-huyung, perutnya terasa sakit akibat tendangan dan pukulan orang itu.


“Kamu... pemuda miskin, ini akan aku ingat. dan juga kamu Saeg Lao aku akan melaporkan hal ini kepada Kak Awin. Kalian semua tunggu saja pembalasan ku” setelah mengatakan itu Dokter Ero yang sombong dan angkuh itu berlalu dari hadapan mereka semua.

__ADS_1


__ADS_2