
Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
Bab 96
Gusmon tertegun setelah mendengar hasil pindai dari Sistemnya, ini gawat jika mereka berdua adalah murid dari Jhon Karabau. Gusmon sendiri ingat bagaimana berbahayanya murid Jhon Karabau ini. saat ia melawan Pujin Hento di tepi Sumur Batu Pabrik terbengkalai, ia sama sekali tidak dapat melihat kecepatan gerakan Pujin Hento. Beruntung ia dengan reflek berhasil menangkis pukulan itu dengan Double Cover. Meskipun mengandalkan bantuan dari Sistemnya sehingga ia dapat memenangkan pertarungan itu.
Namun Gusmon menduga bahwa kekuatan murid Jhon Karabau itu sangat tidak normal, meski dihadapi oleh para ahli beladiri sekalipun. Itu bukanlah sesuatu yang sanggup dihadapi oleh manusia biasa meski dengan kemampuan beladiri.
Dengan cepat Gusmon mengikuti kedua botak itu dari belakang. Tommy Huddeg terlihat melirik kearah Gusmon sejenak. setelah itu ia meminta rokok kepada Bodyguardnya.
“Pantau dia dari jauh” Tommy Huddeg berkata kepada salah satu Bodyguardnya dengan perlahan. Seorang Bodyguard segera berjalan mengikuti Gusmon dengan cara sembunyi-sembunyi.
Di luar taman, suasana terlihat cukup ramai dan beberapa anak-anak muda bersiap menyalakan kembang api untuk menyambut tahun baru yang tersisa dua jam lagi. Rombongan Mirandea Hwaken yang dipimpin oleh Ahli Strategi dari Keluarga Bene baru saja keluar dari dalam Taman Bintang Pusat kota South Coast ini.
Ahli strategi itu berhenti sejenak, kemudian menjulurkan leher dan kepala seolah-olah memantau sesuatu.
“Aku rasa orang itu ada di balik jalan sana” Kata Ahli startegi itu bersungguh-sungguh.
Mirandea Hwaken menyipitkan matanya berusaha menangkap kejujuran di mata orang itu. namun Ahli Strategi itu sudah beranjak menuju ke arah yang ditunjuknya tadi. Mirandea melirik kearah para Bodyguardnya dan terpaksa mengikuti Ahli Strategi itu memenuhi rasa ingin tahunya.
Di balik jalan terlihat cukup sepi, Ahli Strategi itu kembali berhenti. Seolah-olah mencari-cari seseorang. Kemudian ia menunjuk ke bangunan yang sepi.
“Iya... dia ada di sana!” Kata Ahli Strategi itu dengan cepat, kemudian ia pun pergi ke arah bangunan yang sepi tidak ada orang itu. Mirandea ragu sejenak, ia melirik kembali para pengawalnya yang berjumlah dua belas orang.
“Tidak apa-apa, kami akan melindungi Nona Muda” Kata salah seorang pengawalnya dengan yakin. Akhirnya Mirandea kembali mengikuti, kali ini dengan sedikit was-was.
__ADS_1
Tiba di bangunan sepi itu, terlihat orang itu menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap ke rombongan Mirandea Hwaken. Bibirnya menyungingkan senyum aneh. Melihat itu Mirandea merasa ada yang tidak beres.
“Ada apa, mana orang itu! dan mana ibuku!” Mirandea bertanya dengan heran. Ia tidak berniat lagi mengikuti pria ini, melainkan berniat pergi ke telepon umum dan menelepon ke rumahnya untuk mengetahui keadaan ibunya.
Pria itu menyeringai lebar.
“Kamu gampang sekali dibohongi Nona Muda!” Orang itu mendengus seram. Mirandea terkejut dan ketakutan. Namun para pengawalnya dengan sigap berdiri di hadapan Mirandea membentuk barikade perlindungan.
“Jahanam apa keinginanmu sebenarnya!!” Salah seorang yang bertindak sebagai kepala pengawal membentak Ahli Strategi Keluarga Bene itu. ia paham pasti pria ini memiliki sesuatu, sehingga dengan percaya diri berani menantang pengawal keluarga Hwaken yang berjumlah dua belas orang dengan seorang diri.
Kretek!!
Terdengar suara berkeretakan dari arah belakang. Sontak beberapa pengawal Mirandea Hwaken waspada, dan berbalik melihat kebelakang.
Mirandea Hwaken merasa takut dan menyesal telah mengikuti orang tadi, meski ia dilindungi oleh dua belas orang ahli beladiri pilihan. Entah kenapa ia masih merasa takut, hal ini tidak pernah ia rasakan sebelumnya jika ada ancaman.
“Kalian semua, jangan macam-macam kami ahli beladiri keluarga Hwaken tidak akan memaafkan siapa saja yang sengaja mengganggu nona muda kami!!” terdengar lantang suara orang yang bertindak sebagai kepala pengawal. Meski mereka unggul jumlah, namun pria yang bertindak sebagai kepala pengawal entah mengapa merasa dua orang botak ini sangat tidak biasa. Dari wajahnya terpancar aura membunuh dan sesuatu yang mengerikan. Ia menjadi tidak percaya diri.
“hahaha, kami menginginkan nona muda kalian yang cantik itu. cepat berikan!!, aku jamin nyawa kalian akan tetap di badan” berkata Gundul Rong sambil meleletkan lidahnya membayangkan tubuh Mirandea Hwaken.
“Keparat!!” Kepala Pengawal sangat tersinggung oleh ucapan yang sangat meremehkan mereka sebagai ahli beladiri. Bagaimanapun mereka telah dilatih dengan keras sehingga bisa lolos menjadi ahli beladiri untuk keluarga peringkat tiga ini. mereka tidak takut meskipun harus berkorban nyawa. Memang itulah resiko yang sudah mereka ketahui.
Namun yang mereka takutkan hanya satu, yakni keselamatan Nona Muda mereka. keselamatan Nona Muda adalah prioritas, hanya itu yang membuat mereka diakui dalam keberhasilan tugas sebagai ahli beladiri. Mereka tidak apa-apa mati asalkan Nona Muda mereka selamat!, itu adalah kehormatan bagi ahli beladiri, yakni keberhasilan dalam menjalankan tugasnya.
“Bentuk Formasi!” Kepala Pengawal memberi perintah. Dengan cepat rombongan itu terbagi menjadi tiga tim. Empat orang segera menghadang Ahli Strategi Keluarga Bene, Enam Orang menghadang Dua Botak dan dua orang lagi bertindak membawa lari nona muda mereka.
__ADS_1
Empat orang segera menerjang Ahli Strategi, dua orang segera beranjak menjauh membawa lari Nona Muda Mirandea Hwaken dan Enam orang dengan ganas menyerang Dua Botak.
Namun sebelum empat orang mencapai Ahli Strategi itu, orang itu sudah kabur entah kemana. Memang Ahli Strategi hanyalah Ahli Beladiri Biasa yang kebetulan berotak encer, melawan empat orang Ahli Beladiri tentu saja tidak memungkinkan. Yang jelas tugasnya hanyalah menjebak di tempat sepi sehingga dua botak bisa leluasa dalam menggasak.
Empat Orang Kecele sewaktu yang akan dihantam sudah tidak ada lagi, mereka berbalik ingin bergabung dengan rekan mereka dalam menghadapi dua orang botak.
“Buk!” “Buk!”
“Wung!”
“Akkhhh!”
Namun baru saja mereka berempat berbalik, terdengar beberapa teriakan dari arah rekan mereka yang menghadang dua botak.
Beberapa rekan mereka tampak terbang berpelantingan. Setelah jeritan terkhir terdengar, tidak bersisa satu orang pun di antara enam penyerang yang menyerang.
Mereka berempat menelan liur melihat peristiwa itu. padahal mereka baru akan bersiap membantu namun keadaan rekan mereka sudah berguguran, entah mati entah pingsan.
Bagaimana ini bisa terjadi bukankah Dua Orang Botak itu hanya berdua?, sedangkan mereka ada enam orang dan masing-masing adalah ahli beladiri yang terlatih. Ke empatnya tidak habis pikir.
Dua orang pengawal yang baru saja melarikan diri bersama Mirandea tidak terlalu jauh, mereka juga terkesiap, ini sangat cepat. Apa-apaan ini!. terlihat pucat wajah mereka masing-masing. Dua Botak berjalan dengan tenang sambil tertawa terbahak bahak.
“Cepat!! lindungi Nona Muda lari....!!” Kepala Pengawal berteriak gusar.
Empat pengawal segera menghadang dua botak. Kepala pengawal segera menyambar pinggang Mirandea, bergerak dan membawanya lari, diikuti oleh seorang pengawal rekannya. Kali ini ia tidak melihat kebelakang lagi, ia terus berlari sambil menggendong Nona Mudanya.
__ADS_1