Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video

Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
BAB 90


__ADS_3

Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video


Bab 90


Seandainya Kayla bisa berpikir sedikit lebih jernih maka ia mungkin bisa melihat bahwa Gusmon tidaklah biasa, bagaimana mungkin Seorang petinggi Gangster beserta anak buahnya bisa tunduk begitu saja di hadapan Gusmon. Pastilah anak muda ini sesuatu!. Dan Kayla melihat itu seharusnya bisa lebih bersikap baik kepada Gusmon. Namun egonya yang tinggi menganggap bahwa Gusmon adalah lebih rendah dari dirinya yang merupakan teman dari Kiuna dan Sentung, membutakan mata dan jalan pikirannya  


Hari ini Gusmon menyuruhnya untuk diam agar tidak di tampar oleh para pemuka Keluarga Eham dan Yolk namun ia malah marah dan berbicara seolah-olah ia adalah Nona Besar dari Keluarga Kelas Atas. Dan ternyata dirinya memang kena tampar, tapi ia lagi-lagi menyalahkan Gusmon atas hal itu. Jika Gembel ini pergi ketika di usir oleh Tuan lodong Eham, maka kejadian ini tidak akan terjadi. Pandangan mata orang-orang menatapnya sepanjang perjalanan menuju ke kelompok bangku untuk masyarakat biasa. Ia menghenyakkan bokongnya ke sebuah kursi yang kosong dengan wajah merah dan malu. Betapa tidak di saat ia mengusir orang, malah dirinya sendirilah yang kena usir.


“Sekarang kamu!, apa yang kamu pikirkan. Cepat pergi ke barisan kursi untuk masyarakat biasa!” Tubang Yolk membentak Gusmon dengan kasar. Adapun Lodong Eham malah menatap putrinya dengan heran, kenapa putrinya kelihatan takut dengan pria ini. bukankah ia hanya orang miskin yang tidak tahu di mana tempat duduknya.


Gusmon hanya bersiul-siul mendengar ucapan dari pria paruh baya itu, kemudian ia melihat ke arah Tommy.


“Bisa minta rokoknya” Gusmon minta rokok, karena ia melihat Tommy sepertinya sangat menikmati rokok itu.


“Boleh” Kata Tommy sambil memberikan rokok yang di hisapnya. 


“Maksudku rokok yang baru” Gusmon menyeringai tatkala melihat ulah Tommy ini.

__ADS_1


”Oh tentu!” Tommy juga terkejut karena Gusmon tidak mau rokok bekas hisapannya. Ia melirik kepada Bodyguard di belakangnya. Bodyguard itu paham maksud Tommy, ia kemudian memberikan sebatang rokok kepada Gusmon. Gusmon menerimanya dan membakarnya dengan geretan api dari Bodyguard itu.


“Hufff, Rokok orang kaya memang enak” Kata Gusmon sambil menghembuskan asap rokok ke atas. Tommy mulai merasa senang dengan pemuda di sampingnya ini. kelihatannya orang ini tidak biasa masih bisa bersikap tenang dengan dua pemuka keluarga peringkat atas menginterogasinya. Siapa peduli dengan pakaian yang di pakainya. Tommy penasaran sampai dimana daya tahan Gembel ini.


Walaupun sikap Tommy terkadang bisa berubah-ubah seperti memiliki  dua sisi yang berbeda, namun sebenarnya ia adalah Tuan Muda yang cerdas, bisa melihat semua situasi. Terlebih situasi saat ini. pemuda yang terlihat biasa ini berani mengabaikan dua orang Pemuka Keluarga yang terhormat ini bagaimana mungkin ia tidak kagum, pasti ada sesuatu. Tidak mungkin Burung Penenun akan bersarang rendah bila tidak ada ular berbisa di sekitarnya.


Melihat Gusmon mengabaikan kata-katanya Tubang Yolk murka, anak ini tidak memandang dirinya malah asyik merokok bersama tuan muda dari keluarga Huddeg. Apakah Pengemis ini temannya Tuan Muda ini?.


“Tuan Muda Tommy Huddeg, apakah Pengemis ini teman mu?” Tubang Yolk mempertanyakan status Gusmon, meski teman Tommy sekalipun ia tidak takut. Ia adalah dari keluarga peringkat dua Yolk!, sementara Tommy ini hanya dari Keluarga Peringkat 3 jelas sekali kesenjangannya.


“Oh bukan, ia hanya kebetulan duduk di samping ku” Kata Tommy dengan datar. Terlihat bahwa Tommy ini bisa menguasai keadaan, meski orang-orang tahu bahwa sifatnya kadang-kadang sering berubah.


Tubang Yolk ingat bahwa di siaran langsung itu Sentung kalah telak meski sudah melakukan kecurangan, dan mereka bertarung catur dengan memakai taruhan.  Kemudian di akhir-akhir Sentung yolk berteriak "akhiri siaran langsung!". Dan siaran langsung sontak terputus.


Apakah Pemuda ini berhasil mendapatkan taruhannya?, lalu ... jika benar itu terjadi berarti ketidak hadiran Sentung Yolk di acara konser ini pasti berkaitan dengan hal itu. Sentung Yolk sangat menggemari konser yang menampilkan penyanyi misterius, apalagi jika penyanyi misteriusnya adalah seorang perempuan. Maka jelaslah Sentung ini pastinya akan datang di konser kali ini. namun sekarang ia tidak datang, pasti ini berkaitan dengan taruhan itu.  


“Kamu apakah kamu orang yang bertanding catur dengan Sentung Yolk!” Tanya Tubang menyelidik

__ADS_1


“Benar itu aku” Gusmon menjawab jujur sambil menghembuskan asap rokok. Sebenarnya Gusmon tidak biasa merokok, ia hanya ingin mencobanya karena melihat Tommy Huddeg begitu nikmat dalam merokok.


“Tolong jawab dengan jujur, kenapa Sentung Yolk Tidak datang Ke sini, apa itu ada sangkut pautnya dengan dirimu?, apakah kamu mengambil taruhan yang nyata-nyata bukan hak mu?”  Tanya Tubang lagi.


“Aku dengar ada yang menyebut Sentung Yolk, apakah ada kabar kenapa ia tidak datang?” Seorang pria paruh baya lainnya dari Keluarga Yolk datang dan bertanya perihal Sentung Yolk. ia adalah Lawet Yolk Ayah dari Sentung Yolk sekaligus sebagai Kepala Keluarga Yolk. pria ini terlihat menggenggam sebuah tongkat dengan gagang seperti gagang payung, ini adalah kebiasaannya selalu membawa tongkat karena sebenarnya usianya belum termasuk tua hanya paruh baya saja. 


“Kepala Keluarga Yolk” Beberapa orang yang ada di sekitar tempat Lawet Yolk berada langsung membungkuk memberi hormat, termasuk Tubang Yolk dan Lodong Eham.


“Aku malas dengan pertanyaan kalian, dengan anggota keluarga sendiri malah tanya ke orang lain. Soal Sentung Yolk dan taruhannya silahkan tanya sendiri kepada orang nya, kenapa malah tanya kepada ku?” Gusmon berkata dengan acuh tak acuh.


“Beraninya kamu!, apa kamu tidak sadar dengan siapa kamu berhadapan!!” Tubang terlihat gusar dengan jawaban Gusmon yang seperti tidak menghargai orang-orang dari keluarga Yolk, apalagi di hadapannya sekarang ini ada Lawet Yolk Kepala Keluarga Yolk. ini seperti penghinaan kepada keluarga mereka.


“Oh ya... dari awal aku sama sekali tidak bermaksud menyinggung kalian, tapi kamu sudah berani mengusirku hanya gara-gara penampilanku. Ingat penampilan luar itu sering kali menipu!” Gusmon tidak kalah sengit.


Lawet Yolk tertegun dengan kata-kata pemuda ini. siapa dia, masih muda tetapi sangat berani. Apa karena Tubang mengusirnya?, Lawet Yolk menatap Gusmon dengan tajam. Sementara itu Lodong Eham sekarang hanya diam, ia merasa ada yang salah dengan pemuda ini, kenapa begitu berani!. Saat ini di atas panggung penyanyi sudah berganti dengan penyanyi baru, namun masih belum penyanyi misterius. Penyanyi kali ini adalah seorang perempuan yang masih sangat muda, suaranya terdengar cukup menawan.


Tommy Huddeg sedikit mengerutkan kening ia merasa ada hal menarik dengan Gusmon ini. 

__ADS_1


Saat ini seorang perempuan cantik tinggi dan langsing dengan rambut sebahu mendatangi tempat itu, ia menatap kearah Gusmon dan tersenyum cerah. Perempuan ini membawa beberapa anggotanya yang kekar dan sangar.


“Niya Noune”. Beberapa orang berseru kagum.


__ADS_2