Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video

Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
BAB 35


__ADS_3

Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video


Bab 35


Setelah Pelayan Keluarga itu berlalu dari hadapannya, Fanny Wen segera ingin membangunkan Gusmon. Namun ia terpana beberapa saat, melihat betapa lugu dan polosnya wajah pemuda itu tatkala sedang tidur. Tampaknya ia memang pemuda yang baik. Namun sayang sekali ia seorang gembel, namun Fanny Wen segera mengusir pemikiran itu manakala ia menyadari bahwa pemuda inilah yang telah menyelamatkan putrinya. terlepas dari konsekwensinya apakah Keluarga Bene akhirnya akan menyalahkan Keluarga mereka ataukah mereka nanti akan memburu Gusmon habis-habisan.


Mendadak saja ada rasa kasihan di dalam hatinya tatkala melihat pemuda itu. Akankah pemuda ini masih hidup dalam dua minggu mendatang?. Mengingat bahwa keluarga Bene tidak akan sesederhana itu dalam hal harga dirinya. 


“Nak... Bangun, kamarnya sudah disiapkan” Kata Fanny Wen menepuk bahu Gusmon dengan lembut, layaknya seorang ibu yang membangunkan anaknya.


“Ngggg” Gusmon menggeliat sesaat namun tidak kunjung bangun.


“Nak..Gusmon bangun, tidak bagus tidur di kursi, ayo pindah ke kamar” Fanny Wen kembali membangunkan Gusmon kali ini dengan mengguncang-guncang bahu Gusmon.


“Nggg, Virani kamu kenapa sih, gangguin aku tidur melulu!” Kata Gusmon antara sadar dan tidak, kemudian ia membuka matanya. Dan mengerjap sesaat kemudian terkejut saat melihat yang ada di hadapannya ternyata bukan Virani namun ibunya.


“Eh.. Ibu ...ngg nganu, maaf saya kira tadi Virani”. Kata Gusmon dengan menunduk malu.


“Ah tidak apa-apa, segera tidur di kamar sana” Kata Ibu Virani dengan tersenyum. Fanny Wen segera melangkah menuju Kamar Tamu yang ada di Ruang Tamu VIP Villa itu. Ia menjadi penunjuk jalan bagi Gusmon yang sama sekali belum mengenal seluk beluk ruang Villa ini, apalagi Villa ini memang luas dan banyak ruangnya sehingga ia bisa-bisa tersesat ke kamar yang salah bila tidak ada yang menunjukkan jalan. Dapat dibayangkan jika ia tersesat dan malah mampir ke kamarnya Fitria.

__ADS_1


Setelah mengantar Gusmon ke kamar tamu tersebut, Fanny Wen segera menuju ke Ruang Pertemuan Utama Keluarga ini. Terserah apa yang akan dilakukan oleh Gusmon di kamarnya. Apakah ia akan langsung tidur dengan tubuh yang kotor, ataukah ia akan mandi terlebih dahulu dengan air hangat dan kemudian tidur. 


Di Ruang Pertemuan itu, saat ini sedang berlangsung rapat yang cukup penting dan seru. Mereka membahas dampak dari bebasnya Virani kepada Keluarga Dun dan antisipasi seperti apa yang harus dilakukan oleh keluarga ini. Disamping itu mereka juga ingin tahu, siapa sebenarnya pemuda gembel yang katanya secara kebetulan menyelamatkan Virani itu. Apakah ini skenario dari Tuan Muda Bene yang terkenal licik, ataukah Pemuda Gembel itu sesuatu yang lain?. Kemudian bagaimana ia bisa mendapatkan mobil Ketua Gangster Elang Hitam?. Ataukah mereka memiliki semacam hubungan?. 


Ini tentunya belum bisa mereka dapatkan jawabannya sekarang. Tentunya mereka akan menanyai mereka berdua yakni Virani dan Gusmon esok paginya. Sementara itu biarkan mereka istirahat sekarang ini.  


Yang menjadi pokok utama pembahasan ini adalah mengenai tindakan Keluarga Duns selanjutnya.


“Baiklah... untuk sekarang ini kita hanya memperketat penjagaan keamanan dari ahli beladiri kita kedepannya. Kapan perlu mendatangkan ahli beladiri peringkat 3 atau 4 dari kota lain” Kepala Keluarga mengutarakan hasil pemikirannya.


“Mendatangkan ahli beladiri yang lebih tinggi dari Kota Lain, itu tampaknya bukan solusi yang baik. Disamping menghabiskan banyak dana, karena dengan ahli beladiri yang ada sekarang saja sudah cukup memakan keuangan. Juga itu tidak bisa menahan Jhon Karabau itu, bahwa orang itu di kabarkan sudah menaklukkan hampir seluruh Bumi Bagian Satu ini!” Yang berbicara kali ini tentu saja Alex Duns yang dari dulu selalu bertentangan pemikirannya dengan Kepala Keluarga Duns.


“Lantas” Tanya Alex lagi


“Kita akan mengutus orang untuk meminta maaf kepada Keluarga Bene dan berusaha untuk mendapatkan simpatinya apapun caranya, jika itu bisa menenangkan mereka. Kapan perlu dengan menyerahkan separuh dari kekayaan kita” Kata Pieter lagi mengungkapkan idenya.


“itu tidak akan cukup. Keluarga Bene tidak akan semudah itu melepaskan kita” kali ini yang berbicara adalah Genol adik dari Gingger.


“Apa yang bisa tetua gambarkan mengenai pendapat tetua” Pieter bertanya agar Genol bisa menyampaikan pikirannya di depan forum.

__ADS_1


“Saya pikir, meminta maaf kemudian menyerahkan Pemuda Gembel itu dan menikahkan Virani dengan Tuan Muda Duns. Itu sedikit banyak akan meredakan permasalahan ini. Bukankah pangkal dari masalah adalah Virani yang menolak Tuan Muda Bene itu?” Genol menyampaikan wawasannya dengan mantap tanpa sedikitpun peduli tentang menyinggung perasaan Kepala Keluarga.


“Itu.....” Kepala Keluarga Duns terdiam sesaat. Tampaknya pemikiran itu sama sekali tidak sejalan dengan dirinya. Ia sama sekali tidak keberatan jika pemuda gembel itu diserahkan kepada Keluarga Bene sebagai bentuk permintaan maaf. Namun Putrinya harus dipaksa menikahi pemuda bejat seperti itu!. Adalah sesuatu yang sama sekali tidak diinginkannya.


Sebagai seorang ayah yang baik, ia senantiasa menghormati keputusan Putrinya. ia tidak pernah memaksakan kehendak, apalagi menyangkut pernikahan. Ini adalah masalah masa depan putrinya. ia sama sekali tidak bisa.


“Begini. Mengenai Pemuda Gembel itu, aku setuju untuk menyerahkannya. Namun menyangkut pernikahan itu sebaiknya aku akan menanyakannya terlebih dahulu kepada Putriku. Aku tidak bisa memaksakan kehendak” Demikian perkataan dari Pieter ia tidak bermaksud untuk menolak pendapat dari Genol secara keseluruhan. Namun prinsipnya yang tidak mau memaksa anaknya tetap harus ia tegakkan.


“Kepala Keluarga. Aku bukannya tidak menghargai prinsipmu itu. Tapi ini adalah demi kelangsungan hidup Keluarga Duns kita. Toh dengan menikahkan putrimu itu tidak akan membunuhnya!” Genol akhirnya mengeluarkan uneg-unegnya secara blak-blakan. Sudah tanggung, keluarga ini sudah di ujung tanduk karena sudah berani menentang keluarga Bene meskipun yang di tentang adalah keinginan Tuan Muda Mereka artinya bukan secara terang-terangan menentang Keluarga Bene.


Pieter Duns terkesiap mendengar nada dari Genol. Sementara itu Gingger melihat adiknya dengan wajah datar. 


“Ya aku mendukung pendapat dari Tetua Genol” Alex Duns ikut bersuara mendukung pendapat ayahnya.


“Ya kami juga mendukung” Kali ini Wirda dan Fitria yang bersuara untuk mendukung pendapat dari kakeknya.


Pieter Duns termenung beberapa saat. Tidak menyangka bahwa begitu banyak yang mendukung pendapat tetua Genol. Apakah ia tidak begitu becus sebagai kepala keluarga?. Apakah memang ia terlalu mementingkan rumah tangganya sehingga mengabaikan keselamatan keluarga Duns ini?. Namun sekelebat pikiran lain merasuk ke otaknya.


“Apakah mereka sudah sedemikian jauh bersekongkol untuk menentang ku?, sekarang baru kelihatan warna asli kalian semua. Alex dan Fitria yang bersikap aneh sewaktu hendak pergi ke tempat tinggal keluarga Bene tadi. Dan Alex juga menawarkan jimat keberuntungan kepada ayahnya, Genol. Apa ini!”. Pemikiran lain berkeliaran dalam otak Pieter.

__ADS_1


“Baiklah masalah ini akan aku bicarakan dengan Virani esok hari”.  Akhirnya Pieter hanya bisa mengucapkan kata-kata itu untuk meredam sebagian hadirin yang menginginkan Virani dan Gusmon diserahkan kepada Keluarga Bene sebagai bentuk permintaan maaf yang tulus dari keluarga Duns.


__ADS_2