
Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
Bab 48
Gusmon mengerutkan dahinya sejenak, demi mendengarkan penjelasan dari orang itu. Orang tersebut adalah sosok laki-laki yang berumur sekitar 30 tahun, namun karena memang hobinya bermain catur atau barangkali karena memang sudah kecanduan catur ia bertekad untuk mendaftar apapun rintangannya.
Gusmon hanya menarik nafas, ternyata ada juga hal yang seperti ini di Bumi Super Bagian Satu ini. Mendaftar gratis namun harus belanja, bukankah itu sama juga dengan bohong!
“Kenapa tidak beli barang yang paling murah?” tanya Gusmon lagi
“Kamu tahu berapa barang paling murah di toko itu?, ialah 60 Dolar. Bagi orang berduit itu memang cukup murah, tapi bagi orang-orang biasa seperti kami, itu adalah cukup mahal.” Kata orang itu pasrah. Ia memang lelaki yang tidak memilki banyak uang namun sebagai seseorang yang sudah terlanjur menjadi pecandu catur, ia tidak bisa menolak Pertandingan yang menggiurkan tersebut. Dimana nantinya pasti banyak Pecatur-Pecatur kawakan yang akan mengikuti event tersebut.
“Ya sudah karena itu merupakan pilihan saudara, saya harap saudara dapat memenangkan pertandingan ini sehingga jerih payahnya dapat terobati” Kata Gusmon menaruh simpati atas pilihan hidup Orang itu.
“Terima kasih sobat” Orang itu segera berlalu dari hadapan Gusmon. Tinggallah Gusmon yang menatap antrian itu yang makin sedikit.
Seorang pelayan toko perempuan yang sedang senggang mendatangi Gusmon.
“Tuan, apakah ingin mendaftar pertandingan ini?” bertanya pelayan toko perempuan itu, ia bertanya dengan hormat demi melihat penampilan Gusmon yang necis dan steady layaknya seorang tuan muda dari suatu keluarga yang berperingkat. Gusmon menatap Pelayan Toko itu sesaat, Pelayan itu tersenyum.
“Aku tidak ahli dalam bermain catur” Kata Gusmon.
“Kalau begitu, apakah Tuan ingin berbelanja di toko kami?” Tanya Pelayan itu masih dengan sopan dan senyum yang merekah dibibir, berharap dapat menarik perhatian Gusmon. Bagi perempuan dari golongan biasa atau boleh juga Keluarga Peringkat Atas di Bumi Super ini, dapat menikah dengan Tuan Muda yang berasal dari Keluarga satu tingkat atau lebih dari Keluarga mereka adalah merupakan suatu anugerah dan kebahagiaan yang tiada terkira. Tentu saja ada beberapa yang tidak sependapat dengan hal itu, salah satunya adalah Virani.
__ADS_1
“Aku hanya melihat saja, apakah boleh?” Tanya Gusmon dengan berwibawa.
“Oh tentu saja boleh Tuan” Pelayan Perempuan itu tidak berani lagi bertanya, ia segera mundur dengan menjaga sikap manisnya kepada Gusmon. Pelayan Perempuan itu kembali ke kursinya guna mengawasi orang-orang yang berbelanja di toko itu.
Sesaat setelah Pelayan Toko itu kembali ke kursinya, empat orang manusia muncul dari tangga eskalator di ujung depan toko. Dua laki-laki dan dua orang perempuan, dengan cepat mereka berjalan menuju ke toko peralatan olahraga tersebut.
Orang-orang ini adalah Sentung Yolk dan Kekasihnya Kiuna Eham, kemudian ada Kayla Ridz serta tentu saja Pengawal Pribadi Tuan Muda Sentung Yolk yakni Domes Jikon seorang Ahli Beladiri tingkat dua.
Sentung Yolk berjalan kearah meja pendaftaran Pertandingan Catur, yang saat ini tinggal lima orang yang antri dalam mendaftar. Tentu saja kelima orang itu sudah mengantongi karcis pendaftaran gratis setelah mereka membeli salah satu barang di toko itu.
Dengan sikap perkasa Sentung Yolk memasuki Toko miliknya itu menuju meja pendaftaran Pertandingan Catur, Pelayan yang ada di sekitar situ dekat Sentung Yolk kontan membungkuk dengan hormat.
Ketiga pengikutnya juga memasuki tempat itu tanpa melirik kepada Gusmon padahal sewaktu akan memasuki toko mereka sempat bersisian.
Sikap Kiuna Eham di dalam toko tampak acuh tak acuh, berbeda dengan Kayla Ridz yang memasang wajah garang seolah-olah semua pelayan toko adalah sampah di matanya, sesaat ia memandang keluar toko tatkala ingat seseorang sewaktu ia berpapasan tadi. Sepertinya ia kenal orang itu, tapi dimana?.
Di meja pendaftaran ada dua orang laki-laki yang tampaknya bertindak sebagai panitia pertandingan catur tersebut. Semua orang yang berada di sekitar meja pendaftaran langsung membungkuk hormat tatkala Tuan Muda Sentung Yolk menghampiri meja itu, termasuk Panitia Pertandingan Catur yang kontan berdiri dan membungkuk kepada Tuan Muda mereka.
“Apakah sudah selesai semua pendaftaran?” Sentung Yolk bertanya dengan berwibawa
“Tinggal lima orang lagi tuan muda!” Jawab salah seorang panitia dengan nada hormat.
“Hmm, jika sudah jam empat sore segera tutup pendaftarannya, meskipun nantinya masih banyak orang yang akan mendaftar. Karena kita akan mulai pembukaannya jam delapan malam nanti dan sekaligus memulai pertandingan setelah pembukaan tersebut.” Kata Sentung Yolk menasehati anggotanya.
__ADS_1
“Oke Tuan Muda Yolk” Panitia itu berbicara dengan hampir berbarengan.
“Apakah panitia yang lain sudah mempersiapkan arena dan teknis permainannya” Kata Sentung Yolk lagi, bertanya kepada orangnya itu.
“Ya Tuan Muda, Tempat pertandingan sesuai konsep ada di lantai atas. Masing-masing peserta wajib membawa peralatan catur termasuk jam catur yang dibeli di toko ini. Kontrol waktu setiap pemain adalah lima menit tanpa increment” Jawab Panitia Pendaftaran itu dengan mantap.
“Bagus!, Lanjutkan pekerjaan kalian. Aku ingin Pertandingan ini berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan sedikitpun.” Tuan Muda Sentung Yolk berlalu dari meja pendaftaran. Kegiatan pendaftaran yang sempat berhenti sejenak dengan sisa peserta lima orang pendaftar tersebut, segera berlanjut.
Di sisi lain Gusmon masih memperhatikan kegiatan pendaftaran tersebut, ia tahu ke empat orang yang baru memasuki Toko itu. Mereka adalah orang-orang yang sempat mengganggunya ketika ia sedang makan bersama Virani di Cafe Purnama kemaren.
Gusmon beranjak dari Toko tersebut ingin menuju ke tempat Virani berada namun seseorang menyapanya.
“Hei kamu, berhenti...!” Itu suara Kayla Ridz yang ternyata sudah memperhatikan Gusmon dari tadi. Sontak Gusmon berhenti demi mendengar suara teguran itu. Ia berpaling ke arah suara, dan terlihatlah Kayla Ridz yang menuju ke arahnya.
“Ya ada apa?” tanya Gusmon dengan santai, tampaknya ia sudah mencium bau-bau pembulian.
“Kamu... kita agaknya pernah bertemu kan?” kata Kayla lagi tatkala ia lebih dekat dengan Gusmon. Matanya memandang menyelidik. Wajah orang ini terlihat tampan dan pakaian di tubuhnya termasuk jenis pakaian yang berkelas. Ia berusaha mengingat-ingat.
“Kamu mungkin salah orang!” Kata Gusmon lagi masih tetap dengan gayanya yang santai. Kemudian ia segera berlalu dari tempat itu. Sesaat kemudian mata Kayla terbelalak.
“Tunggu!” Kayla menghardik kembali kali ini dengan intonasi yang tinggi. Gusmon segera menahan langkah kakinya. Ia tampak menarik nafas dalam “sepertinya perempuan binal ini ingin mencari gara-gara”.
Kayla Ridz terlihat tersenyum jahat, ia melangkah memutari Gusmon. Sementara Gusmon hanya menyeringai sambil mengorek-ngorek kupingnya yang sedikit gatal.
__ADS_1
“Kamu gembel itu kan?. Ternyata sudah pandai memakai baju yang bagus ya?” Kayla tersenyum sinis tatkala mulutnya mengucapkan kata-kata provokasi.
“kalau tidak ada yang dirasa perlu disampaikan sebaiknya kamu menyingkir” kata Gusmon masih tetap dengan gaya yang santai. Namun kali ini sedikit serius. Kayla tampak tertawa mengejek.