
Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
Bab 45
Truk-Truk itu bergiliran membongkar muatannya, masing-masing truk membawa sepuluh ekor kerbau jantan dengan kualitas terbaik. Para kenek truk saling bahu-membahu membantu untuk menurunkan hewan pemakan rumput tersebut, sopir truk yang sudah selesai dalam bongkar muatan juga ikut membantu rekan mereka dalam kegiatan tersebut.
Semuanya ada tiga puluh ekor kerbau jantan yang memiliki kualitas. Semua kerbau telah selesai dimasukkan kedalam padang rumput yang dipagari Waring Kawat di halaman belakang Villa Bene. Kerbau-kerbau itu tampak bahagia demi melihat padang rumput hijau yang menggugah selera, tidak ada yang mampu mengalahkan rumput ini, bahkan rumput tetangga sekalipun. Demikian kemungkinan apa yang dirasakan oleh kerbau-kerbau itu. Seketika lelah para kerbau dalam bepergian dengan truk terbayarkan, dan mereka melupakan perjalanan yang membosankan dan menyiksa itu.
Ketiga truk telah pergi dari Villa bene. Seorang Kepala Keamanan bergegas masuk ke dalam Villa menuju Ruang Utama Keluarga Bene, saat ini Murdi Bene sedang menghisap cerutu mahal yang baru saja ia beli. Murdi Bene Kepala Keluarga Bene itu nampak sangat rileks dalam menikmati cerutu. seketika ia mendengar ketukan dari luar ruangan, meskipun tidak ada pintu yang tertutup dan Kepala Keamanan itu sudah melihat sosok Murdi Bene sang Kepala Keluarga, namun ia masih memberi tanda dengan ketukan ini adalah adab sopan santun darinya kepada Kepala Keluarga Bene ini.
“Masuk” Murdi Bene mempersilahkan orangnya itu memasuki Ruang Utama. Dengan membungkuk hormat Kepala Keamanan itu bergegas masuk.
“Lapor .. Kepala Keluarga, 30 ekor kerbau telah sampai dengan selamat dan berada di dalam padang rumput belakang Villa. Laporan selesai” Dengan gaya militer Kepala Keamanan Keluarga itu menyampaikan apa yang telah berlaku beberapa waktu yang lalu.
“Bagus.... bawa orang untuk merawatnya, pastikan kondisinya sehat dan gemuk sampai orang itu tiba” Murdi Bene berkata acuh tak acuh, bahkan ia sama sekali tidak memalingkan wajahnya ke arah bawahannya itu.
__ADS_1
“Siap... laksanakan” Kepala Keamanan itu segera berlalu setelah menerima perintah dari sang Kepala Keluarga. Sementara Murdi Bene kembali menghisap cerutunya tidak peduli dengan bawahannya yang telah berlalu, ia begitu menikmati hisapan cerutu itu bahkan dengan mata sampai terpejam-pejam.
Pada waktu yang hampir bersamaan di arah utara dari pusat kota. Sebuah Villa megah yang ditempati oleh Keluarga Duns. di Ruang Pertemuan Utama Keluarga itu sedang berlangsung Pertemuan yang membahas masalah Virani dan Keluarga Bene. Rapat itu berlangsung cukup alot, dimana Pihak dari Alex ingin mengetahui Siapa Gusmon sebenarnya dan apa hubungannya dengan Gangster terkuat di Kota South Coast ini serta apa pula hubungan Gusmon dengan Sorto Bene mengingat Grudul Hiko adalah kaki tangan Keluarga Bene.
Namun semua pertanyaan itu di jawab langsung oleh Pieter, ia tidak membiarkan Gusmon ataupun Virani yang menjawabnya. Dapat dipahami bahwa Pieter ingin menjadikan Gusmon sebagi Kartu As nya dalam menghadapi Kelompok dari Alex ini.
“Gusmon adalah teman Virani, Kebetulan ia berada di Kelompok Grudul Hiko makanya ia berinisiatif untuk menyelamatkan Virani” Begitu jawaban Pieter yang menyimpan rahasia bahwa Gusmon adalah Ketua Sesungguhnya dari Gangster Elang Hitam.
“Mengenai mobil Grudul Hiko itu Gusmon meminjamnya dari Ketua Gangster itu untuk membawa Virani kabur dari tempat penyekapan” Jawaban dari Pieter antara logis dan tidak logis, membuat Alex semakin penasaran apa sesungguhnya yang sedang terjadi?.
“Saya sudah menjelaskan bahwa Gusmon adalah temannya Virani, terserah apakah dia Gembel atau bukan sebagai seorang teman sudah sepantasnya ia menyelamatkan Virani, mengenai hubungannya dengan Virani seperti yang saya katakan ia adalah teman, apakah mereka pacaran? Itu... urusan anak muda, terserah mereka?.” Jawaban dari Kepala Keluarga tampak menohok wajah Wirda, tampaknya Kepala Keluarga tidak mengambil pusing terhadap segala permasalahan apakah itu Virani atau Keluarga Bene ataupun Gangster Elang Hitam, ini terbukti dengan jawaban-jawaban yang diberikannya itu terdengar santai seolah-olah ia sangat tenang. Ini mencurigakan bagi Kelompok Alex.
“Oke seperti yang Kepala Keluarga katakan bahwa mereka hanyalah teman, bagaimana dengan Keluarga Bene atau secara khusus Tuan Muda mereka Sorto Bene itu. Dengan penyelamatan ini bukankah menyulut perang dengan Keluarga Bene?” Kali ini Alex yang melanjutkan bertanya.
“Kalian lihat sampai saat ini Keluarga Bene sama sekali tidak mengirim utusan kesini, itu berarti mereka tidak ambil pusing soal Virani.” Pieter menjawabnya dengan acuh tak acuh. Namun Alex tampak merah padam wajahnya. “jawaban seperti apa ini, tidak biasanya Jahanam ini berbicara seperti ini” demikian dalam hati Alex. Alex tahu betul bahwa Keluarga Bene tidak sesederhana ini, jika mereka memang tidak mengirim utusan ataupun tidak merencanakan penyerangan pasti ada sesuatu yang salah. Ataukah Gusmon ini seseorang bagian dari koalisi Keluarga Bene yang membuat rencana?. Tapi seandainya memang demikian, rencana apa? Toh jika mereka menyerang dengan sekaligus apalagi melibatkan Jhon Karabau maka Keluarga Duns pasti akan hancur lebur tidak bersisa.
__ADS_1
Lagi pula sikap dari Kepala Keluarga tampaknya sedikit berubah, tidak seperti biasanya ia menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan jawaban yang masa bodoh. Sebelumnya setiap pertanyaan pasti di jawabnya dengan pemikiran yang matang dan akurat. Tapi semenjak pagi ini semuanya sedikit berubah dan mengandung aura misteri.
“Maaf Tetua Genol saya ingin tahu, jimat keberuntungan apa yang diberikan oleh Alex kemarin malam” Bertanya Pieter kepada Genol. Kali ini nada bicaranya terdengar sedikit serius.
Genol sedikit gelagapan namun cepat menguasai dirinya, sambil mengangkat tangan kirinya ia berkata.
“Ini “ Di jari manis tangan kirinya terpasang sebuah cincin giok kuno berwarna hijau, cincin itu tampak manis melingkari jarinya itu dengan corak artefak yang antik.
Pieter melihat sesaat, sebelumnya memang jari tangan Genol sama sekali tidak memilki benda apapun yang terpasang dan sekarang ada cincin kuno. “tampaknya memang sudah di atur, bukankah cincin itu hanya cincin kuno koleksi dari Alex, seolah-olah saya tidak tahu apa hobi dari Alex”. Pieter membatin di dalam hatinya. Ia sangat paham bahwa hobi Alex yang gemar mengoleksi barang-barang antik.
Alex melirik sesaat, tampaknya rencana memasangkan cincin di jari ayahnya sedikit banyak berguna di saat ini, terlepas apakah Pieter percaya atau tidak yang jelas ia punya alasan yang kuat tentang jimat keberuntungan itu. Tetapi Genol sudah mencium jejak kecurigaan dari Pieter, tampaknya Pieter sudah mulai mengendus adanya permainan jahat yang tersembunyi dari garis keturunannya. Demikian pandangan dari Genol.
Beberapa saat berlalu, dengan masing-masing pihak bermain dalam bayang-bayang. tampaknya semuanya berjalan dengan sembunyi-sembunyi. Masing-masing pihak masih penuh misteri menurut pihak lainnya.
Matahari sudah beranjak tinggi di atas cakrawala, dan Rapat Keluarga itu akhirnya di tutup dengan keputusan yang ambigu. Bahwa Keluarga Duns tidak perlu khawatir terhadap keluarga Bene untuk kedepannya. Keluarga Duns juga tidak perlu Khawatir dengan Gangster Elang Hitam. Untuk selanjutnya Virani bebas menentukan siapa yang akan mendampingi hidupnya.
__ADS_1