
Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
Bab 95
“Jahanam, apa kau gila, terang-terangan akan menculik anak gadis orang disaat banyak mata melihat, meskipun kau kuat tapi tentu saja keluarga ku nantinya akan disudutkan. Apalagi di sana ada Hantu Penunggu Sumur itu, apa kalian kira bisa menang melawannya!!” Suara bentakan tertahan keluar dari bibir Tuan Muda Sorto Bene atas ketololan dari anak buahnya ini. ia masih terbayang bagaimana tangan Pujin Hento diremukkan dengan mudah oleh Hantu Penunggu Sumur itu.
Gandal Rong membeku mendengar bentakan dari Tuan Muda Sorto Bene, wajahnya terlihat cemberut demikian juga halnya dengan Gundul Rong terlihat mimik wajahnya seperti ingin meminta petunjuk lebih lanjut.
“Huh”
Tuan Muda Sorto Bene mendengus gusar, ia melirik salah satu dari Pengawal Keluarga Bene yang di bawanya, seorang laki-laki yang tidak terlalu berotot dan tinggi badan sedang. Orang ini adalah salah satu ahli strategi dalam kelompok Ahli Beladiri Keluarga Bene.
Mengetahui arti lirikan dari Tuan Mudanya Orang itu mengangguk, berpikir sejenak dan berjalan menuju arah tempat duduk Mirandea Hwaken. Namun ia berjalan dengan cara memutar, seolah-olah ia tidak datang dari arah kelompok Tuan Muda Sorto Bene berada.
Ahli Strategi itu melirik sekeliling dengan sekilas, ia tidak menemukan ibu dari Mirandea Hwaken. Dengan langkah tenang ia menuju ke arah Mirandea berada.
Beberapa pengawal keluarga Hwaken menghentikan ahli strategi itu untuk mendekati Mirandea.
“Maafkan kelancangan saya, saya hanya ingin menyampaikan sesuatu kepada Nona Muda Hwaken” Kata Ahli Strategi itu dengan sopan.
“Nona Muda kami sedang menikmati konser, tidak bisa di ganggu!” terdengar datar suara para pengawal Keluarga Hwaken. Apa lagi saat ini Mirandea sedang duduk di sebelah Fitria Duns, Tentunya membuat pengawal keluarga Hwaken itu menjadi semakin garang. Mengingat status Fitria sebagai anggota dari Keluarga Peringkat Dua Kota South Coast.
“Tentu saja, saya harap anda dapat menyampaikan berita dari saya” Ahli Strategi itu berkata dengan mimik wajah seolah-olah tidak berdaya.
__ADS_1
“katakan saja!” Pengawal Keluarga Hwaken itu berkata dengan datar.
“Tadi di luar taman aku bertemu dengan seseorang yang mengatakan bahwa ibu dari Nona Muda Hwaken kecelakaan” Ahli Strategi Keluarga Bene mulai beraksi, terlihat ia memasang wajah serius, seakan-akan apa yang dikatakannya itu adalah benar.
Pengawal itu terlihat mengernyitkan keningnya ingin menangkap keseriusan di wajah orang itu.
“Oh...ya...., kenapa kami justru tidak tahu” Terlihat kecurigaan membekas di wajah Pengawal Keluarga Hwaken itu.
“Itulah aku juga hanya mendapat informasi dari seseorang yang ada di tempat kejadian” Ahli strategi itu mendesah tidak berdaya. Pengawal itu tampak ragu-ragu sejenak. akhirnya iapun mendekati tempat di mana Mirandea Hwaken duduk.
Pengawal itu terlihat membisikkan sesuatu, dan mata indah dengan bulu mata lentik milik Mirandea tampak bergetar. Mirandea terlihat melirik kearah ahli strategi keluarga Bene itu. perlahan ia berdiri, dan dengan anggun melangkah menuju laki-laki yang tidak terlalu berotot dan tinggi badan sedang itu.
“Apa benar informasi yang kamu katakan?” Mirandea bertanya dengan suara yang lembut.
“Itu ... benar, kalau Nona Muda Hwaken tidak percaya mari kita periksa ke luar taman. Nona Muda sebaiknya juga membawa semua pengawal untuk berjaga-jaga, sebab saya juga dapat informasi dari seseorang di luar taman ini” Ahli strategi itu berkata dengan begitu meyakinkan.
Mirandea menangguk dengan anggun, warna rambutnya yang pirang menjadi daya tarik tersendiri bagi kalangan pemuda. Ahli Strategi itu sempat menahan nafas demi melihat betapa cantiknya Mirandea Hwaken, dalam hati ia menyayangkan perempuan secantik ini akan menjadi korban napsu bejat Tuan Muda Sorto Bene bersama dua botak mesum. Mereka kemudian beranjak pergi dari tempat itu untuk menuju luar taman, demi memastikan informasi dari orang yang tidak mereka kenal ini.
Saat ini lagu pertama dari Virani sudah habis dan memasuki lagu kedua namun sebelum itu panggung menampilkan deretan penari yang masih muda-muda untuk mengisi acara menjelang Virani keluar kembali untuk meluncurkan lagu kedua nya.
Gusmon masih berdiri menatap panggung meski Virani saat ini tidak berada di panggung. Gusmon kembali duduk namun saat itu kursinya tergeser sedikit kebelakang akibat dorongan kakinya sendiri.
“Aw!” Saat itu terdengar jeritan seorang wanita. Itu adalah Mirandea Hwaken, salah satu kakinya tersandung kaki kursi Gusmon yang tiba-tiba tergeser kebelakang. Sontak Mirandea hilang keseimbangan, ia memakai sepatu tumit tinggi menyebabkan keseimbangan cepat hilang jika terbentur sesuatu.
__ADS_1
Melihat keadaan itu, dengan cepat Gusmon berbalik melintasi kursi dan dan menangkap tubuh Mirandea yang akan membentur tanah. Meski begitu ia telah mengorbankan punggungnya sendiri dan membentur tanah dengan keras. Mirandea tepat berada dalam pelukan Gusmon, sehingga tidak menderita luka apapun.
Wajah Mirandea terlihat merah karena jatuh dalam pelukan Gusmon. Dengan cepat ia berdiri keluar dari pelukan itu. Gusmon juga berdiri sambil menepuk nepuk baju membersihkan kotoran membandel yang menempel di bajunya.
“Plak !!”
Gusmon terbengong, ia ditampar oleh Mirandea. Namun gadis itu tidak dengan sepenuh hati menamparnya. Terlihat Mirandea bingung dengan tindakannya menampar Gusmon. Mungkin itu di lakukannya karena tidak terbiasa dengan pelukan seorang pria. Padahal Gusmon tadi hanya berniat menolong.
“Ma.. maaf... saya tidak sengaja. Dan terima kasih karena telah menolong saya tadi” Mirandea berkata dengan terbata-bata antara ragu dan malu. Beberapa pengawal Mirandea tampak menatap dengan penuh ancaman ke arah Gusmon.
“Ah tidak apa-apa !” Gusmon berkata meskipun dengan satu tangan mendekap pipi sebelah kirinya yang kena tampar Mirandea. Dalam hati ia menyesali kejadian apesnya kali ini, namun dibilang apes tampaknya tidak juga. Karena tanpa sadar ia menyelamatkan gadis cantik lagi, meskipun tidak sengaja memeluknya.
Ahli Strategi itu memandangi Gusmon sejenak, kemudian melanjutkan jalannya menuju ke luar taman, diikuti oleh Mirandea Hwaken dan para pengawal setianya. Pandangan mata Gusmon mengikuti rombongan itu.
Gusmon ingin menatap panggung kembali, namun saat itu Dua orang berkepala Botak dengan Seringai bahagia tampak berjalan mengikuti rombongan Mirandea Hwaken ke luar Taman. Gusmon tertegun melihat kedua orang ini. Bukan kah dua botak ini sebelumnya duduk di kelompok bangku Tuan Muda Sorto Bene?
Mendadak Gusmon merasakan ada sesuatu yang aneh. Apalagi melihat ekspresi kedua botak ini yang sepertinya tidak wajar.
“Sistem... Pindai kedua orang botak itu” Gusmon memberi perintah kepada Sistemnya
[Ding]
[Pemindaian Selesai]
__ADS_1
[Kedua orang tidak berambut itu merupakan murid Jhon Karabau, Kemampuan masing-masing setara dengan Pujin Hento yang Host kalahkan sewaktu di pabrik terbengkalai]
[nama mereka adalah Gundul Rong dan Gandal Rong, mereka 3 bersaudara, satu lagi saudara bungsunya adalah Gendel Rong]