Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video

Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
BAB 92


__ADS_3

Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video


Bab 92


“Oh iya Tuan Lodong Eham, aku mau mengingatkan bahwa aku sudah membatalkan kerja sama kita dalam penjualan produk kecantikan ku. apakah hal ini sudah disampaikan oleh putrimu?” Niya menyampakan apa yang di instruksikan oleh Gusmon Kemarin.


Lodong Eham terkejut bukan main seperti mendengar halilintar di musim kemarau. Ia melihat putrinya yang masih memainkan gelas berisi anggur. Kemudian ia melihat kepada Niya Noune. 


“Ke.. kenapa Nona Noune. Apakah selama ini ada yang salah?” bergetar suara Lodong Eham saat mengucapkan itu. jelas saja jika ia berhasil dalam kerja samanya dengan Niya Noune, maka selain dari keuntungan materi keuntungan lain berupa koneksi, nama besar dan keamanan akan terjamin dengan baik.


“Tanyakan kepada putrimu, ia lebih tahu perihal itu” Niya mengangkat bahu sedikit, kemudian tidak peduli lagi dengan keberadaan Lodong Eham. 


“Nona Noune, jika aku bersalah kepada mu aku mohon maaf. Namun tolong nona pertimbangkan lagi masalah kerja sama kita” Lodong Eham tidak dapat menyembunyikan perasaan cemasnya, betapa tidak keuntungan besar yang sudah di depan mata buyar seketika tanpa ia sama sekali tidak mengetahui penyebabnya. Lodong Eham bersimpuh demi untuk tetap membujuk Niya.


“Keputusan sudah diambil, kamu tidak berhak menanyakan masalah pertimbangan lagi.” Niya tidak bisa digoyahkan begitu saja hanya karena bersimpuh. Jelas sekali ia adalah gadis yang keras kepala dan teguh pada pendirian. Apalagi ini juga merupakan perintah langsung dari Gusmon pada saat itu.


Orang-orang menjadi tertegun melihat hal itu, termasuk itu Ero Mex yang sejak tadi melirik dengan tajam kearah Gusmon. Sedangkan di samping Ero Mex ada Rislu Vello, Tuan muda ini justru tidak acuh dengan hal yang terjadi tidak jauh dari tempatnya duduk tersebut.


Dengan langkah gontai Lodong Eham berbalik dan meninggalkan Niya Noune, ia menyadari bahwa tidak mungkin membujuk Niya Noune yang mempunyai pendirian bagai besi itu. ia mendekati putrinya ingin menanyakan perihal pembatalan kerja sama itu. namun putrinya masih asyik menenggak anggur yang ada di meja, anggur itu mulanya dipesan oleh Lodong Eham ke tenda Stand yang berdiri di sepanjang tepi taman.  

__ADS_1


Pikiran Lodong saat ini kacau. Melihat Kiuna seperti itu, ingin rasanya ia menyambar gelas itu dan melemparkannya ke wajah putrinya itu. namun ia masih menahannya, mengingat putrinya masih menjalin hubungan dengan Tuan Muda dari Keluarga Yolk. jangan sampai perbuatannya justru membuat konflik baru karena keluarga Yolk ada di hadapan mereka.  


Akhirnya Lodong pun ikut menuangkan anggur ke sebuah gelas dan meminumnya.


Lawet Yolk dan Tubang Yolk menghela nafas sejenak melihat Niya memperlakukan Lodong Eham sedemikian rupa. Tubang yang pernah melihat Kiuna juga masuk kedalam siaran langsung televisi saat Dwi Tarung Catur Sentung dengan Gusmon. Kini Tubang memiliki pemikiran bahwa pemutusan kerja sama secara sepihak ini erat kaitannya dengan Gusmon.


“Nah, kalian kenapa masih di sini, Sebaiknya kembali kebangku masing-masing, udah tua-tua masih saja keladi. Eh, Udah tua makin menjadi... Udah ayo cepat kembali duduk, apa kakinya tidak pegal dari tadi berdiri melulu” Gusmon menasehati dua orang yang masih berdiri di hadapannya.


“Bocah kamu terlalu berani, tunggu saja saatnya nanti kami akan membayar ini semua berikut dengan bunganya” Lawet Yolk berbicara sambil memendam amarahnya, kemudian ia membawa saudaranya Tubang Yolk untuk kembali. Dalam hati api membakar dadanya dengan hangus, pemuda itu berani karena di lindungi oleh Niya Noune. Saat ini memang ia masih mengkhawatirkan Perempuan itu, apalagi Niya membawa banyak anak buah. 


“Perempuan Binal ini”, maki Lawet Yolk dalam hati, lihat saja apa yang akan dilakukannya nanti. Ia masih memiliki satu kenalan Petinggi Gangster yang kedudukannya berada di atas Niya. Apakah jalangg itu masih akan tetap membela pengemis ini!!, nantikan saat itu nanti. Lawet Yolk memendam amarahnya, sedangkan Tubang Yolk terlihat sekali pelipisnya bergerak-gerak pertanda sangat marah. 


“Biarkan penyanyi misterius muncul dan mari kita nikmati konser ini” Ucap Tommy kemudian, dan kembali ia meminum sisa jus Alpukatnya itu, kali ini sampai habis. Gusmon terlihat garuk-garuk kepala melihat ulah Tommy ini.


“Kamu seolah-olah terlalu bersemangat tentang penyanyi misteriusnya” Tanya Gusmon sambil memijat keningnya.


“Aku memang sudah menebak siapa penyanyi misteriusnya” kata Tommy keren. Sementara itu musik masih bermain di atas panggung dengan seorang lagi dari penyanyi yang tidak terkenal yang tampil. Memang konser ini sangat mengandalkan penyanyi misterius untuk menjadi daya tarik. Sedangkan yang tampil di awal-awal ini adalah kebanyakan penyanyi yang tidak terkenal. Jikalau tidak ada daya tarik dari penyanyi misterius ini, niscaya konser menyambut tahun baru ini tidak akan ramai karena orang-orang dari kalangan kaya dan apalagi dari 3 keluarga peringkat atas pasti tidak akan datang.


Suara-suara musik yang terdengar dari atas panggung menyebabkan pembicaraan itu hanya orang sekitar meja Gusmon yang bisa mendengar karena terhimpit oleh gelombang suara yang ditimbulkan oleh pengeras suara musik di panggung.

__ADS_1


“Oh Ya, apakah kamu benar-benar bisa menebak siapa penyanyinya?” Tanya Gusmon datar.


“Tentu saja Virani Duns” Tommy menjawab sambil menyatukan telapak tangan dan mengkeretekkan jari-jari tangannya.


“Bagaimana kamu tahu?” Gusmon bertanya ia memalingkan wajahnya ke arah tommy ingin tahu analisa orang itu.


“Itu mudah saja, tadi aku melihat Virani datang bersamamu, namun sekarang Virani sama sekali tidak kelihatan di tempat ini. ditambah Virani saat datang tadi langsung berjalan menuju bangunan Backstage. Bukankah itu sangat jelas” dengan tenang Tommy menjelaskan analisanya kepada Gusmon. Gusmon manggut-manggut ia juga bisa menebak jalan pikiran Tommy.


“Dan aku juga bisa menebak siapa kamu sebenarnya” Kali ini Tommy tersenyum misterius


“Aku... memangnya siapa aku?” kali ini Gusmon benar-benar ingin tahu, beda dengan analisa Tommy soal penyanyi misterius yang memang mudah ditebak. Niya Noune yang mendengar penjelasan Tommy juga ikut tertarik dengan analisa Tommy.   


“Aku tahu kamu pastilah salah satu petinggi Gangster Elang Hitam” Tommy berbicara sambil memalingkan wajah ke arah Gusmon. 


“Eh benar, bagaimana kamu bisa menganalisanya. Gusmon kaget, demikian juga dengan Niya Noune.


“Itu pun persoalan gampang. Nona Noune membungkuk ke arahmu, sepanjang pengetahuan ku, Nona Noune tidak akan semudah itu membungkuk kepada seseorang siapapun itu, kecuali orang itu memiliki kedudukan lebih tinggi darinya dalam organisasi Gangster Elang Hitam” Tommy menerangkan analisanya seraya tersenyum ke arah Niya. Gusmon kagum dengan analisa orang ini demikian juga dengan Niya. Ternyata Tommy ini walaupun seolah-olah memiliki dua kepribadian dan tampak konyol, namun memiliki analisa lingkungan yang mumpuni.


“Tidak hanya itu, saat ini kamu sedang di awasi oleh seseorang. Dan kelihatannya orang itu sangat mewaspadai mu. Aku bisa menebak bahwa orang ini takut kepada mu, walaupun ia seseorang yang sangat berkuasa di tepat ini” Tommy menyampaikan lagi hasil pengamatan lingkungannya. Jelas Gusmon dan Niya terkejut mendengar penjelasan Tommy, sampai sebegitunya pengamatan lingkungan dari Tommy padahal ia terlihat santai dan seolah-olah tidak peduli dengan hal-hal yang ada di sekitarnya.

__ADS_1


__ADS_2