Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video

Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
BAB 39


__ADS_3

Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video


Bab 39


“Begini ayah, mengenai perlindungan terhadap Putri ayah. kalau saya ada, maka saya pasti akan melindunginya” Gusmon menjawab pertanyaan Pieter. Pieter manggut-manggut namun ia sedikit kurang puas.


“Kenapa harus kalau ada, memangnya kamu tidak selalu ada untuk putriku?” Tanya Pieter lagi yang tampaknya agak kurang mantap dengan jawaban Gusmon tadi. Gusmon melirik Virani lagi ia merasa aneh dengan pertanyaan Ayah Virani ini. 


“Apa-apaan dengan pertanyaan ini!” Gusmon bergumam dalam hati, ia benar-benar tidak mengerti. Gusmon menggaruk Kepalanya yang tidak gatal, ia menoleh ke arah Virani dengan bingung.


“Gusmon pasti selalu ada untuk ku ayah, bukan begitu Gusmon?” Virani yang menyangka bahwa Gusmon meminta bantuannya segera menjawab pertanyaan ayahnya.


“Eh... i ..iya” Gusmon mengiyakan pernyataan Virani, dalam hatinya menjadi semakin bingung. “Sebenarnya apa yang sedang dibicarakan oleh mereka”. Demikian Gusmon berpikir sambil kembali menggaruk kepalanya.


“Baiklah untuk hari ini cukup, ayo kita sarapan bersama” Kepala Keluarga bersama isterinya kemudian berdiri dan meninggalkan Gusmon dan Virani. Mereka menuju Ruang Makan Keluarga di Villa itu.


Sementara itu Virani dan Gusmon yang ditinggal berduaan di dalam kamar, untuk  beberapa saat hanya diam. Virani justru menjadi salah tingkah ia hanya menunduk di samping Gusmon menunggu Gusmon bicara. Sedangkan Gusmon masih berpikir “ini apaan ya, kok Cuma nanya begituan kemudian pergi.”  Ia memikirkan tentang pertanyaan Ayah Virani, hanya bertanya sedikit dan pertanyaannya aneh, kemudian kedua orang tua Virani Pergi. 

__ADS_1


Apa yang tidak disadari oleh Gusmon sebenarnya adalah yang ingin diketahui oleh Pieter sudah terjawab oleh Virani sebelum Gusmon datang.


“Virani kamu tidak pergi sarapan?” Kata Gusmon akhirnya, tatkala menyadari bahwa Virani masih duduk di sampingnya. Virani hanya memandang kepada Gusmon tatkala mendengar pertanyaan Gusmon. “Ini cowok nggak ada romantis-romantisnya dari kemarin”. Virani kontan berdiri dengan bibir manyun dan segera melangkah meninggalkan tempat itu tanpa bicara sedikitpun dengan Gusmon.


Gusmon semakin bingung. “apa-apaan ini, kok tambah aneh ya. Emangnya salah ku apa?, kok tiba-tiba dia bersikap begini” Gusmon yang bingung kemudian bangkit berdiri dan menyusul Virani yang sudah melangkah meninggalkan Kamar Kepala Keluarga Duns.


Di Ruang Makan Keluarga, tampak beberapa Anggota Keluarga Duns Sedang Sarapan Pagi. Ini adalah Ruang makan Keluarga inti, ada beberapa Ruang Makan di Villa ini, salah satunya adalah Ruang Ini yang Khusus untuk Keluarga Inti. Tampak Koki Keluarga bersama pelayan berdiri berbaris rapi untuk melayani keperluan sarapan pagi ini.


Saat ini Kepala Keluarga Duns sudah duduk bersama isterinya sambil menikmati segelas teh hangat dan roti bakar dengan keju di atasnya. Di samping Pieter ada Gingger dan Genol kemudian di hadapan mereka dengan kursi yang lain ada Fitria Wirda dan Emery Kin. 


Saat itu mereka terpana, “Siapa pemuda ini?” Terlebih Fitria yang bertanya-tanya dalam hatinya. Mereka tampaknya lupa dengan sosok gembel hari kemarin manakala melihat Gusmon yang layaknya Putra Konglomerat dengan pakaian yang serasi.


Gusmon duduk di samping Fitria dan langsung mengambil Mie Goreng yang ada di hadapannya, namun telur dadarnya terlalu jauh, berada di seberang dekat Virani.


“Tolong Telur dadarnya” Gusmon meminta Virani mendekatkan piring yang berisi telur dadar, namun di sebelah kanan Fitria juga ada piring yang berisi hal serupa. Tanpa ragu Fitria segera menyuguhkannya kepada Gusmon. Gusmon yang dari tadi bingung, sempat terkejut karena perempuan ini kemarin justru ketus dan menghina dirinya dengan sebutan gembel. 


Virani yang melihat itu tanpa pikir panjang segera berdiri membawa piring yang berisi telur dadar di hadapannya. Dan berpindah tempat duduk di samping kiri Gusmon yang masih kosong. Jadilah Gusmon diapit oleh para gadis, di kanan adalah Fitria dan di kiri adalah Virani.

__ADS_1


“Sini aku ambilin makanan kamu,” kata Virani seraya mengambil piring Gusmon yang berisi mie goreng kemudian mengeluarkan telur dadar yang di isi oleh Fitria, setelah itu ia memasukkan telur dadar lainnya yang ada di piring lain yang di bawanya. Melihat itu Fitria terpana, “Apaan sih, emangnya siapa pemuda ini” . Fitria memaki dalam hati, kelihatan sekali ia sedikit tidak senang dengan ulah Virani.


“Hm ini siapa ya ...” Genol yang ada di tempat itu, dari tadi hanya memperhatikan tingkah polah anak-anak muda ini. Namun akhirnya ia bertanya tentang Gusmon. Tampaknya baik itu Genol, Fitria, Wirda dan Alex serta istrinya memang samar-samar tentang pemuda di hadapannya, padahal sudah pernah bertemu kemarin meskipun dengan singkat. Mungkin saja karena kemarin wajah Gusmon tertutup debu dan rambut acak-acakkan serta pakaian yang seperti pengemis. Namun sekarang dengan setelan hitam dan putih di tambah rompi hitam yang terlihat Luxury, ia tidak ubahnya seperti putra bangsawan. Apa lagi tampangnya yang memang sudah tampan dari dulu. Bahkan Fitria sama sekali tidak menyadarinya jika ia adalah orang yang pernah dihinanya.


“Bukannya tetua sudah pernah bertemu kemarin” kata Pieter acuh tak acuh. Disebabkan ia sudah paham dengan adanya persekongkolan antara garis keturunan Genol ke bawah. 


Mendengar kata Pieter beberapa orang berseru kaget. Mereka tidak menyangka ini adalah gembel yang kemarin di bawa oleh Virani ke Villa ini, benar-benar tidak menyangka!. Fitria akhirnya ingat, pantas saja ia tadinya merasa familiar dengan wajah pemuda disampingnya ini, namun ia sedikit banyak juga terkejut akan perawakan pemuda ini setelah ia berada sedekat itu. “sungguh pemuda yang tampan” kemarin ia hanya melihat dari jauh, apalagi yang bersangkutan datang dengan gaya gembel. 


Sekarang Fitria yang jadi bertanya-tanya siapa sebenarnya pemuda ini. Dari tampangnya sekarang tidak ada aura Gembel yang tersisa bahkan ia lebih tepatnya adalah Tuan Muda dari salah suatu Keluarga Kaya, ataukah Dia memang Tuan Muda yang menyamar?. Tiba-tiba saja Fitria sedikit menyesal telah menghina pemuda di sampingnya ini kemaren.


Akan halnya Gusmon yang dari tadi memang bingung jadi bertambah bingung dengan kejadian saling menukar telur dadar di hadapannya. Namun sekarang ia tidak ambil pusing, karena wajah Virani sudah tidak cemberut seperti tadi. Dan karena mie goreng dan telur dadar sudah ada di hadapannya, tunggu apalagi. Segera disantapnya dengan lahap makanan itu.


“Maaf pak Koki bisa sediakan Mocktail untuk saya?” Gusmon meminta sebuah minuman kepada koki untuk menemaninya makan mie goreng.


“Akan saya siapkan. Tamu yang terhormat cukup panggil saya Koki Salim, nama saya adalah Salim Asmoro” Koki tersebut memperkenalkan namanya kepada Gusmon. 


Sementara Koki Salim sedang menyiapkan Mocktail yaitu campuran minuman dan jus buah tanpa alkohol. Gusmon dan beberapa orang di meja itu masih terlihat menikmati makan pagi mereka. Tapi Fitria tampaknya tidak bersemangat lagi untuk makan, ia bahkan tidak menyentuh lagi makanan yang sudah diambilnya. Fitria hanya duduk diam dengan muka masam sambil melirik ke arah Gusmon dan Virani.

__ADS_1


__ADS_2