
Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
Bab 70
Virani terlihat sedih, dengan keadaan Gusmon yang lagi-lagi diperlakukan dengan tidak adil, namun entah kenapa ia percaya kepada Gusmon demi melihat sikap tenangnya. Niya sebenarnya juga membenci kecurangan itu apalagi ini dilakukan kepada Ketua Besarnya. Namun ia ingin melihat tindakan apa yang akan dilakukan oleh ketua besarnya itu. Dari awal permainan ini dimulai ia sebenarnya cukup takjub dengan ketua besarnya ia cukup terkesan dengan pria itu yang memilki kemampuan catur yang cukup baik sehingga bisa mengimbangi Sentung Yolk yang di bantu Oleh Sasano Mangarontos bukankah Ketua Besarnya itu cukup cerdas. Berpikir demikian ia merasa sedikit terpesona.
Pertarungan catur itu sudah memasuki akhir dari middle, dimana putih benar-benar terdesak. Gusmon seolah-olah tanpa berpikir dalam menjalankan langkah-langkah caturnya. Hal ini membuat Sasano mangarontos mengerutkan keningnya. Sedangkan sang wasit hanya menggelengkan kepala. Sebenarnya siapa anak muda ini?. sang wasit merasa sudah berbuat maksimal dalam upaya untuk menumbangkan lawan dari Tuan Mudanya itu.
Dalam langkah berikutnya Gusmon beraksi dengan mengorbankan dua benteng sekaligus, di petak f2 kemudian melanjutkan dengan skak dengan kuda yang menempati petak f2. Sementara mentrinya menguasai diagonal a7-g8 dengan mutlak.
“Saudara-saudara sekalian. Tampaknya hasil kali inipun akan berakhir dengan remis karena skak abadi” Sasano Mangarontos tampak sedikit puas dengan hasilnya karena posisi buah Tuan Mudanya sudah sangat terdesak. Tahu-tahu lawan berinisiatif untuk korban dua benteng sekaligus hanya untuk mengambil remis, benar-benar lega. Ini mungkin karena waktu lawan yang sudah kritis. Demikian membatin Juara Nasional itu.
Penontonpun kembali kecewa dengan melihat layar yang menampilkan diagram catur tersebut.
Sentung Yolk menjalankan Raja ke petak g1 sesuai petunjuk dari Sasano Mangarontos wajahnya masih terlihat jutek karena kali ini pun remis dengan skak abadi. Gusmon menarik kuda ke petak h3 sekaligus melakukan double skak dengan mentri dan kuda. Raja lawan terpaksa di tarik ke petak h1 kembali untuk menghindari skak mat di petak f2, dan harapannya adalah skak abadi yang akan terjadi.
Namun satu langkah yang memiliki tanda seru sampai dua buah terjadi, dan mengejutkan semua orang Qg1+, ini adalah langkah mentri ke petak g1 yang terpaksa harus dimakan oleh benteng lawan!. Sementara posisi waktu mereka berdua adalah, 3 menit lebih untuk Sentung yolk dan Gusmon hanya tinggal 34 detik lagi.
Pengorbanan yang sangat indah. Inilah kombinasi yang sudah dilihat oleh Gusmon melalui mode berfikir ala Mesin Catur Fischer yang telah di putar di balik layar melalui sistem edit Video miliknya.
__ADS_1
Keringat dingin mengalir dengan deras di leher Sasano Mangarontos, padahal waktu lawan hanya tinggal beberapa detik lagi. Kenapa masih sempat melihat kombinasi yang sangat gemilang itu!, dengan mengorbankan dua buah benteng sekaligus sehingga tercipta mat dengan posisi mencekik.
“Aa papapap....akkkcckk” Sasano Mangarontos mengeluarkan suara seperti tercekik. Lidahnya terasa kelu. Orang-orang yang menonton acara televisi di rumah, merasa jengkel dengan komentator seperti ini. ada apa dengan komentator ini, seperti kambing yang tercekik rumput. Demikian pemikiran orang-orang. “Sangat disayangkan pihak Handresiar dalam mempekerjakan seorang komentator yang seperti ini, mending saya yang jadi komentatornya” berkata salah seorang penonton siaran langsung yang jengkel dengan ulah komentator yang tidak jelas ini.
Akan hal nya di arena catur penonton sudah bersorak di dalam hati masing-masing. Master Nasional Catur Sunu Prayindos tertegun. “Ini langkah luar biasa, orang ini benar-benar master gelap!!”
Melihat Sasano Mangarontos yang gemetaran dan tidak bisa memberikan langkah lanjutan, membuat Tuan Muda Sentung Yolk menjadi marah. Ia masih menjalankan langkahnya sendiri yang jelas-jelas langkah paksaan Rxg1 dan kemudian disambut oleh Gusmon dengan langkah Nf2 #. Posisi Tuan Muda Sentung Yolk kalah merana, dengan raja putih yang mati lemas akibat garpuan kuda yang tidak ada obatnya sama sekali. Waktu masih bersisa 3 menit untuk Sentung Yolk dan Gusmon 33 detik.
Gusmon memenangkan babak kedua, sekaligus memenangkan Dwi Tarung, ini dikarenakan babak pertama tadi remis. Tiba-tiba saja tempat itu dipenuhi oleh kehebohan.
Wasit terpana dengan skak mat yang bergitu indah. Penonton bersorak dalam hati, tentu mereka tidak mau menunjukkan perasaan puas mereka dengan terang-terangan, lantaran takut dengan Tuan Muda Sentung Yolk itu.
Sentung Yolk melangkah dengan besar-besar.
“Akhiri siaran langsungnya!” Bentak Tuan Muda itu dengan raut wajah yang sangat marah.
“Tapi Tuan Muda......anda belum menutup acara siaran langsungnya” Berseru Kru Televisi itu.
“Persetan dengan penutupan acara, aku bilang hentikan siaran langsungnya maka cepat hentikan!!” Bentakkan menggelegar terdengar dari mulut Sentung Yolk, membuat kru televisi itu terpaksa menghentikan siaran langsung. Hal ini tentu saja membuat skenario acara bertambah kacau, sudahlah komentatornya seperti itu, ditambah lagi siaran langsung dihentikan tanpa adanya penutup. Benar-benar siaran langsung yang tidak karuan untuk ditayangkan.
__ADS_1
“Ada apa....! apakah sudah berakhir...? lalu siapa yang menang? “ Tanya Kayla Ridz kepada Kiuna Eham.
“Sepertinya Tuan Muda Sentung Yolk Kalah!” Kata Kiuna dengan cemas.
“Apa.!!” Kayla menjadi pucat wajahnya, bukankah ide untuk Dwi Tarung Catur ini adalah merupakan idenya?. Kayla menghenyakkan pantatnya dengan keras di kursi penonton itu, wajahnya benar-benar pucat tidak tahu lagi apa yang akan dilakukannya.
Saat ini Sentung Yolk berjalan menuju Sasano Mangarontos yang sudah pucat pasi wajahnya. Siapa pemuda yang sudah ia lawan ini?. tidak pernah dalam hidupnya selama menjadi Grandmaster Catur menemui lawan yang begini kuat dan penuh dengan langkah-langkah yang briliant.
“Bagus....! Ternyata kamu memang dendam karena aku telah menampar mu tadi!” Bentak Sentung Yolk ia manarik kerah baju Sasano Mangarontos.
“Kamu tahu, aku menamparmu untuk menyelamatkan mu dari Jendral Perang Gangster terkuat di South Coast!. Sekarang, ini balasan mu!” Teriakan marah Tuan Muda Sentung Yolk di depan wajah Sasano Mangarontos menyemburkan air liur yang bercipratan.
“Am..ampun Tuan Muda, aku sama sekali tidak bermaksud seperti itu, hanya saja pemuda itu memang benar-benar kuat!” Sasano Mangarontos jelas berbicara jujur tentang permainan catur tadi.
“Jahanam!, Berani menyangkal!!” Teriakan Tuan Muda Sentung Yolk semakin keras, dengan geram di tariknya kerah Juara Nasional Catur itu. Dan pukulannya melayang berkali-kali ke wajah Sasano Mangarontos. Terlihat sekali tidak ada yang berani melerai tindakan itu. Hingga Grandmaster Sasano Mangarontos terkapar tidak sadarkan diri.
Beberapa orang panitia mendekat kearah Tuan Muda Sentung Yolk, salah satu memberikan tisu untuk mengelap tangan Tuan Muda yang berlumuran darah dari Sasano Mangarontos.
Puas dengan pukulannya kepada sang Komentator siaran langsung itu. Tuan Muda Sentung Yolk berbalik dan menghadap ke arah Gusmon. Saat ini orang-orang sudah banyak yang pulang demi melihat keadaan Tuan Muda Sentung Yolk yang sudah tidak kondusif. Mereka takut akan terkena getah dari kejadian ini, di mana mereka tentu tidak akan mampu berurusan dengan anak dari keluarga peringkat dua di South Coast ini.
__ADS_1