
Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
Bab 21
Melihat Gusmon yang berdiri mematung menatap ke arahnya dengan linglung dan wajah yang tegang, Virani perlahan menundukkan wajahnya dan kemudian menghirup nafas dalam-dalam.
“Sudahlah kemungkinan kamu memang tidak mengerti tentang wanita, bukannya kamu itu Hantu yang keluar dari sumur tua!”. Kata Virani akhirnya sikapnya menjadi biasa terhadap Gusmon, meskipun ia mengatakan Gusmon hantu namun sepenuhnya ia yakin bahwa Gusmon adalah manusia biasa sama seperti dirinya. Akan halnya Gusmon masih tetap dengan wajah linglungnya yang lucu, dan itu tentu saja membuat Virani menjadi tertawa.
“Sebenarnya kamu ingin aku melakukan apa?” kata Gusmon lagi, sambil menggaruk kepalanya.
“Tidak apa-apa tadinya aku hanya ingin kamu mengejarku!” kata Virani tanpa ragu
“Maksudnya mengejarmu untuk apa?, apakah aku ada melakukan kesalahan?” kata Gusmon masih tidak mengerti.
“Tidak ada, aku hanya ingin saja kamu mengejar ku, hanya itu tidak ada alasan lain!” Kata Virani dengan ringan.
__ADS_1
“Oh iya. Tadi kamu menemukan apa, kenapa kamu berhenti di tempat parkir itu” Virani bertanya menyangkut Gusmon yang mengamati sesuatu di tangannya di Tempat Parkir Pabrik Terbengkalai itu. Namun saat itu juga terdengar suara krucuk-krucuk dari perut Virani. Wajah Virani sontak menjadi malu.
“Aku...lapar” katanya kemudian, sambil menundukkan wajahnya menahan malu.
“Itu..., mmm. Baiklah” kata Gusmon sambil mengeluarkan Gulungan uang dari saku celananya.
“Aku tadi mendapatkan ini!, setelah ini aku janji akan mentraktir mu. Kita akan makan sepuasnya” kata Gusmon dengan bersemangat, sekaligus sebagai simpatinya karena telah membuat Virani menjadi sedih karena ia tidak mengejarnya tadi. Walaupun sebenarnya ia tidak mengerti namun mentraktir perempuan secantik bidadari seperti Virani ini adalah merupakan suatu hal yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata.
“Wo... benarkah!” Seru Virani senang, dia sebenarnya tidak kekurangan uang dan tentu saja memiliki beragam Kartu Bank sebagai alat pembayarannya. Namun traktiran dari Gusmon sebagai calon suaminya tentu saja membuatnya menjadi bahagia. Apakah sebenarnya perasaannya terhadap Gusmon benar-benar dipenuhi dengan cinta?, ia sebenarnya tidak mengerti tentang perasaan itu terhadap orang yang baru dikenalnya ini. Ataukah ini muncul karena pengaruh rasa terselamatkan dan terlindungi dari pemuda itu?. Ah sudahlah yang jelas sekarang ia benar-benar menikmati segala perasaan ini kepada Gusmon. Ia sebelumnya adalah seorang perempuan yang baik dan tidak pernah memiliki seorang pria yang spesial di hatinya. Namun saat ini perasaannya menjadi senang setiap kali berada di dekat Gusmon. Ia hanya ingin menyelami perasaan ini dan menikmatinya.
Tentunya Gusmon akan menjadi Pucat dan tidak berdarah wajahnya kemudian mimisan akan keluar terus-terusan jika ia tahu bahwa Virani Duns sudah menganggapnya sebagai calon Suaminya. Dan pantas saja jika Virani bersikap manja dan menginginkan perhatian darinya. Tentunya tidak terbayangkan oleh Gusmon jika ia akan mendapatkan istri secantik bidadari seperti perempuan yang ada di hadapannya ini.
“Ya....kita akan makan di hotel yang paling mewah di tempat ini” Kata Gusmon dengan penuh percaya diri.
“Tidak usah di hotel mewah, di tempat yang sederhana saja sudah cukup” Kata Virani lagi dengan sedikit tersenyum simpul. Ia tahu dengan uang yang di dapat oleh Gusmon tidak akan cukup untuk makan-makanan mewah di Hotel berkelas tinggi di South Coast ini. Untuk sewa ruangannya saja bisa mencapai sepuluh ribu dolar ditambah menu spesial dan anggur yang memiliki kualitas terbaik. Maka pasti uang yang didapat Gusmon itu tidak cukup. Virani sudah menaksir berapa uang yang di dapat oleh Gusmon itu menurut perkiraannya paling banyak adalah lima ribu dolar, dan itu tidak sepenuhnya salah, karena Virani mengambil perkiraan tertinggi. sedangkan uang yang di dapat oleh Gusmon hanya tiga ribu dolar dan itu tentu saja lebih tidak cukup lagi untuk makan di hotel mewah Kota South Coast. Tampaknya Virani ini benar-benar perempuan yang baik.
__ADS_1
Gusmon kembali memandangi wajah Virani Duns, tampaknya ia tidak pernah bosan memandangi wanita yang ada di hadapannya ini. Apa lagi saat ini Virani tampak tersenyum simpul, entah kenapa hatinya menjadi berseri-seri melihat senyum yang menawan ini. Sepertinya ia menyukai perempuan yang ada di hadapannya ini. Tapi mendadak wajah Aini dengan senyumnya yang menawan muncul di benak Gusmon menghalangi senyuman Virani, tapi dengan cepat Gusmon menghapus bayangan wajah Aini. “Kenapa di saat seperti ini!” Gerutu Gusmon dalam hati sambil menggelengkan kepalanya.
Menurut penilaian Gusmon bahwa Gadis dihadapannya ini adalah tipe Gadis yang baik. Buktinya diajak makan ke hotel yang mewah malah maunya makan di tempat yang sederhana. Gusmon tidak tahu bahwa sebenarnya uang yang didapatkannya tidak cukup untuk makan di Hotel Kelas Atas di Kota South Coast ini, ia hanya terlalu bersemangat karena uang yang didapatkannya berupa dolar dan tidak tanggung-tanggung itu adalah 3000 dolar. Tentu saja Gusmon merasa bahwa ia memiliki uang yang banyak. Karena di Buminya dulu ia hanya memegang Rupiah, itu pun paling banyak hanya ratusan ribu.
“Oke terserah kamulah”. Kata Gusmon lagi kemudian beranjak menuju ke dalam Pabrik, untuk segera mendapatkan jawaban dari Ketiga Gangster itu. Virani hanya mengikuti dari belakang, kemudian berusaha mengiringi Gusmon di sampingnya.
Pada saat itu di dalam Pabrik terlihat tiga orang Gengster sedang berdiskusi, mereka sekarang terlihat lebih rileks. Agaknya waktu dua puluh menit yang diberikan oleh Gusmon sudah hampir habis. Dan mereka pun tampaknya sudah memiliki sebuah keputusan.
Saat ini mereka semua memalingkan wajahnya ke arah pintu Pabrik yang terbuka lebar karena beberapa waktu yang lalu dibuka selebar-lebarnya oleh Tuan Muda Sorto Bene. Di pintu itu tampak dua orang sedang berjalan beriringan, itu adalah Tuan Hantu dan calon Istrinya!
Beberapa saat kemudian Gusmon dan Virani Duns yang mengiringinya telah sampai di hadapan ketiga Gangster itu yakni, Grudul Hiko, Asno Maropo dan Kinu Bula. Mereka tampak membungkuk dengan sangat hormat kepada Gusmon. Gusmon hanya menganggukkan kepalanya sebentar, dan kemudian bertanya.
“Bagaimana hasil diskusinya?” Gusmon langsung bertanya dengan cepat, karena ia ingin segera membawa Virani untuk makan. Ia sadar betapa laparnya Virani yang telah diikat hampir seharian, oleh karena itu ia ingin segera membawanya makan di tempat terdekat dari sini. Gusmon juga sedikit menyesal karena ketidaktahuannya sehingga ia menghabiskan seluruh makanan ringan yang ada di meja kayu di ruangan pabrik saat itu.
Saat ini Grudul Hiko tampak berbicara
__ADS_1
“Oh iya Tuan Hantu... jadi keputusan kami adalah...!”