
Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
Bab 43
Grudul Hiko berdiri dari kursinya kemudian menuju Podium yang juga ada di atas panggung tersebut. Ia mengambil mikropon dan mengeceknya sebentar, dengan cara mengetuk mikropon tersebut.
“Saudara-saudara sekalian, saya tahu apa yang telah saudara-saudara pikirkan, kenapa saya tidak lagi duduk di Kursi Ketua Besar seperti biasanya” Grudul Hiko berbicara, kali ini terdengar lebih jelas dan lebih lantang bergaung di karenakan memakai peralatan audio. Jika dibanding dengan pembicaraannya saat memimpin Semangat Gangster Elang Hitam, yang antara kedengaran dan tidak. Karena saat itu ia tidak memakai mikropon.
Semua orang hening ingin mendengarkan penuturan lebih lanjut dari Ketua sekaligus Ketua Besar mereka ini.
“Mulai saat ini saya bukan lagi Ketua Besar Gangster ini tapi masih tetap sebagai Ketua Gangster sebagaimana biasa” Grudul Hiko menjelaskan, orang-orang masih menunggu dengan kejut yang terlihat di wajah mereka. Namun mereka tidak mempermasalahkan dikarenakan Grudul Hiko masih Ketua Gangster ini.
__ADS_1
“Maka hari ini kita telah memiliki Ketua Besar atau juga disebut Ketua Tertinggi Gangster kita yang baru, yaitu Tuan Hantu dari Sumur Tua.” Grudul menerangkan perihal Ketua Besar Gangster mereka dengan nama Tuan hantu, yang tentu saja membuat anggota Gangster ini menjadi heran. Nama yang aneh. Begitu kira-kira pemikiran dari orang-orang ini. namun orang-orang tetap serius mendengarkan. Lagi pula yang berbicara adalah Grudul Hiko sendiri, mengenai Kriteria Ketua Besar itu, semuanya paham, ia nya pastilah sosok yang memiliki kekuatan ataupun kemampuan di atas Grudul Hiko.
“Maaf Ketua, kami ingin tahu orangnya yang menjadi Ketua Besar kita kali ini” Niya Noune yang semenjak tadi hanya diam bertanya dengan elegan. Terlihat Niya memang sangat anggun saat duduk dengan kaki kanan disilangkan ke kaki kirinya. Akan hal nya Yarti yang masih cemberut justru duduk sambil melipat kedua kakinya di atas kursi, seolah-olah ia duduk di lantai.
“Hokeh!, mengenai Ketua Besar Baru kita ini, kali ini saya belum bisa menampilkannya kehadapan rekan-rekan sekalian” Kata Grudul, yang ditanggapi hanya dengan anggukan kepala oleh Niya. Namun dalam hatinya ia mengoreksi kata-kata Grudul, “Kenapa kalimatnya menampilkan seolah-olah mau memberi pertunjukkan atau semacam Slide Power Point yang mau ditampilkan?, harusnya kan menghadirkan saja” tapi ia tidak ambil pusing, suka-suka ketua lah.
“Inilah tujuan saya mengumpulkan teman-teman di sini, yang pertama sekali adalah untuk ,menyampaikan bahwa kita telah memiliki Ketua Besar yakni Tuan Hantu dari Sumur Tua, kemudian saya juga menyampaikan bahwa untuk saat ini kita harus banyak menahan diri dalam pergerakan, menghindari masalah, artinya kita sebaiknya tidak turut campur dalam segala hal yang berkaitan dengan politik terutama sekali persoalan antara Keluarga Bene dan Keluarga Duns. Kita harus menjauh dari kedua keluarga ini. Dan untuk Keluarga Duns saya berpesan jangan ada yang membuat persoalan ataupun menyinggung Keluarga ini”
“Karena Nona Muda Keluarga itu, yakni Virani Duns ialah orang yang telah membangkitkan Tuan Hantu dari Sumur Tua dan sekaligus menjadi calon Isteri Tuan Hantu Ketua Besar kita!” Demikian penjelasan dari Grudul yang tampaknya bisa dipahami oleh sebagian besar Anggota Gangster itu.
“Saat ini Pihak Sorto Bene pasti merasa tidak senang, dan saya memiliki keyakinan bahwa pertempuran antara Jhon Karabau melawan Tuan Hantu pasti tidak akan terelakkan suatu hari nanti. Salah satu pasti kalah, namun saya berharap bahwa Tuan Hantulah yang akan menang agar bisa membalas dendam akan kematian Ketua Besar kita yang terdahulu” Grudul mengemukakan alasannya, untuk sementara menahan pergerakan dan menghindari masalah menjauhi kedua keluarga hanya karena ia memilki prediksi kedepan bahwa pecahnya petempuran antara dua sosok yang tidak biasa.
__ADS_1
“Bagaimana jika Tuan Hantu kita kalah” Bertanya salah seorang Jendral Perang laki-laki yang berada di samping Yarti orang ini memiliki luka codet di pipi kiri memakai pakaian olah raga dan training. Dia bernama Bengsak Buir pria yang dari tadi memperhatikan ketiak Yarti.
“Kita tidak tahu apakah Tuan Hantu kalah atau menang, itulah sebabnya saya katakan bahwa kita menghindari politik dan menahan diri dari kegiatan-kegiatan yang berisiko, serta menghindari dua keluarga yang berseteru agar tidak dicurigai pro atau kontra kepada salah satu keluarga. Jika memang Tuan Hantu kalah maka kita harus bersikap sebiasa mungkin jangan sampai tercium bahwa Tuan Hantu adalah Ketua Besar kita, sampai Jhon Karabau hancur. Dan saya yakin bahwa Tuan Hantu pasti memaklumi apa yang kita rencanakan, karena saya dapat melihat sekilas bahwa Tuan Hantu adalah sosok yang bijaksana, ia pasti tahu ini semua demi ratusan nyawa anggota gangster” Grudul Hiko menjelaskan dengan panjang lebar, dan suara dari mikropon itu terdengar sampai kebelakang. Namun hanya sebatas ruangan itu tidak sampai merembes ke luar ruangan. Grudul sangat mempercayai anggotanya, jika salah satu berkhianat maka dapat dipastikan seluruh Gangster berikut keluarga mereka akan tinggal nama di tangan Jhon Karabau.
“Jika Tuan Hantu kalah maka Jhon Karabau Pasti akan membunuhnya” Begitu kata-kata dari Bengsak Buir, ingin memastikan pendapat Grudul Hiko, Ketuanya itu.
“Aku memiliki firasat bahwa Tuan Hantu tidak akan mati semudah itu jikalaupun ia kalah. Namun jika seandainya ia mati maka kita sudah bertindak sesuai rencana, yang penting untuk saat ini jangan ada yang mengumumkan keluar bahwa Tuan Hantu adalah Ketua Besar kita cukup hanya kita yang tahu.” Grudul menjelaskan kembali pendapannya kepada seluruh anggotanya itu. Memang kelebihan Grudul adalah pertimbangannya yang cukup matang, kemudian ia memiliki semacam firasat yang selama ini selalu terbukti kebenarannya.
Memang pantas ia menyandang gelar Ketua Gangster Elang Hitam, karena berkat firasat-firasatnya itu sering kali membawa Gangster ini terhindar dari hal-hal buruk. Seperti pada waktu pertempuran Ketua Besar mereka yang lama dengan Jhon Karabau, ia telah menyelidiki bahwa Jhon Karabau bertindak atas nama Keluarga Bene dan ia memilki firasat bahwa Katua Besar mereka yang lama akan tewas di tangan orang itu. Maka ia memutuskan untuk berdiskusi dengan ketua besarnya bahwa ia memiliki firasat itu dan ia tidak akan melibatkan seluruh anggota Gangster karena ini adalah pertempuran adil satu lawan satu. Meskipun ia melibatkan seluruh anggota gangster maka yang terjadi nantinya pastilah kematian bagi seluruh anggota Gangster Elang Hitam ini.
Ketua Besar mereka yang lama menyetujuinya, kemudian Grudul menemui Keluarga Bene dengan sedikit taruhan bahwa jika Ketua Besar mereka kalah maka mereka akan bekerja sama dan mendukung Keluarga Bene dengan penandatanganan kontrak tersebut dan tentu saja Keluarga Bene juga harus membayar mereka meskipun sedikit, karena di dalam kontrak disebutkan bahwa Gangster Elang Hitam sebagai mitra Keluarga Bene. Ini dilakukan sebelum Pertarungan dimulai sehingga sedikit banyak mempengaruhi Keluarga bene, dan merekapun menyetujuinya.
__ADS_1