Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video

Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
BAB 15


__ADS_3

Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video


Bab 15


Grudul Hiko menganga mulutnya dengan tidak percaya, jika ia tidak melihat dengan mata kepala sendiri saat ini, maka ia tidak akan pernah mempercayainya. Seorang Pujin Hento, murid langsung dari Jhon Karabau yang Luar Biasa itu telah kalah ditangan Sosok Hantu Penunggu Sumur Batu yang tampak kurus dan lemah. Tapi meski begitu yang namanya Hantu tetap saja menakutkan.


Dulunya Grudul Hiko tidak pernah meragukan pukulan Pujin Hento yang luar biasa karena banyak ahli beladiri yang tumbang dengan kepala meledak ataupun dada jebol bila berhadapan dengan Tinju Kepala Kerbau milik Pujin Hento, meskipun Pujin Hento tidak mengeluarkan seluruh tenaganya. Bahkan Grudul Hiko sempat berasumsi bahwa dengan pukulan itu Pujin Hento bisa membunuh Hantu sekalipun.


Namun di hadapan Hantu Penunggu Sumur ini kekuatan Pujin Hento seakan tidak ada artinya. Hanya dengan menahannya dengan Double Cover Pujin Hento sudah terluka parah, hal mana jika itu dilakukan oleh ahli beladiri lain tentunya tangan yang menahan pukulan Pujin Hento tersebut akan hancur berantakan.


Pandangan Grudul Hiko seketika berubah, sekarang ia justru kagum dengan Hantu Penunggu Sumur ini. Mungkin Hantu Penunggu Sumur ini telah lama bertapa di dalam sumur dan memadat menjadi bentuk manusia, karena ingin beristri dengan sosok manusia. Mendadak tengkuk Grudul Hiko menjadi dingin.


Gusmon sendiri juga sedikit kaget dengan efek yang ditimbulkan oleh tenaga Hulk yang dihasilkan oleh File Video yang di editnya itu.


“Wah ... ini benar-benar luar biasa dan mengerikan. Aku tidak menyangka ternyata ini yang terjadi bila kekuatan Hulk ini ada di dunia nyata!”. Gusmon berbicara untuk dirinya sendiri sambil memandang kedua tangannya dengan takjub.

__ADS_1


Gusmon melangkah ke hadapan Grudul Hiko yang masih sibuk dengan pikirannya, Ia ingin bertanya tentang duduk perkara dan penyelesaian masalah. Perlahan ia melangkah dan saat itu juga wajah Grudul Hiko memucat tatkala menyadari Hantu itu melangkah ke arahnya. 


“A...am... ampret...eh, am amaput..... aduh ...a..aa ampun... Pak Hantu !!” Grudul Hiko tergagap dengan sangat kacau, terlihat sekali bahwa ia memang sangat ketakutan dengan sosok Hantu yang memiliki kekuatan yang sama sekali tidak dimengerti olehnya. Memang manusia akan takut bila melihat makhluk supranatural dengan kekuatan yang sama sekali tidak dimengerti nya, seperti yang saat ini dirasakan oleh Grudul Hiko. Ia menangkupkan kedua tangan di depan dada dan berlutut di lantai demi memohon agar diampuni oleh Hantu Penunggu Sumur itu. 


Gusmon berhenti sejenak.


“Hantu, mana Hantunya........ Apa memang ada Hantu siang-siang ya?” Gusmon menoleh berkeliling mencari Hantu yang disebutkan oleh Grudul Hiko, ia sudah lama penasaran dengan sosok Hantu. Mendengar bahwa di Bumi Lain ini ada Hantu ia jadi bersemangat dan ingin tahu apakah Hantu di tempat ini sama dengan Hantu di Buminya berada dulu. Seperti Kuntilanak, Tuyul, Genderuwo dan sebagainya.


“Mana  Hantunya.... Tuyul atau Genderuwo!” Kata Gusmon sedikit membentak karena ia sama sekali tidak melihat Hantu di sekelilingnya. Apa mungkin Hantunya lagi menyamar?. 


Sementara itu Tuan Muda Sorto Bene mundur sedikit demi sedikit melihat gelagat yang misterius ini. Grudul Hiko tampak sudah sangat ketakutan, tampaknya ia bermental tahu. Tidak ada lagi kekuatan


Grudul Hiko sebenarnya bukan penakut ia justru merupakan sosok yang sangat berani sehingga bisa menjadi Tiran Lokal seperti saat sekarang ini, namun memang terhadap kekuatan yang tidak bisa dicerna dengan akalnya apalagi sosok itu adalah Hantu yang merupakan sosok mistis dan tidak tahu apakah bisa mati kembali atau tidak, dia sama sekali menjadi ngeri dan timbul rasa takut. Dan ini adalah rasa takut pertamanya semenjak ia menjadi Tiran yang menguasai dunia bawah tanah di Kota South Coast selama beberapa tahun belakangan ini.


“Ampun Pak Hantu eh Tuan Hantu, ampun saya tidak tahu apa itu Gendoruwo atau Tuyul. Saya hanya tahu Hantu Penunggu Sumur Batu Tua dari Pabrik terbengkalai ini.” Grudul Hiko mencoba menenangkan Hantu itu yang menurutnya mulai kesal dengan dirinya.

__ADS_1


Gusmon jadi garuk-garuk kepala sendiri, jadi dia Hantunya. Sialan baru keluar dari nasib buruk dan mendapat nasib baik, tiba-tiba saja ada orang yang mengatakannya sebagai Hantu. Benar-benar tidak dapat ditolerir. 


Gusmon terus berjalan mendekati Grudul Hiko, Grudul Hiko semakin ketakutan.


“Ja...Jaja Jangan...... Tuan Hantu.... jangan bunuh saya..... saya bersedia melakukan apapun asal Tuan Hantu jangan membunuh saya.” Demikian saking takutnya Grudul Hiko tidak tahu lagi apa yang harus dikatakan.


Gusmon berhenti tepat di hadapan Grudul Hiko, sementara itu Kedua orang kepercayaan Grudul Hiko yakni Asno Maropo dan Kinu Bula telah berhasil mengeluarkan Pujin Hento dari serpihan dinding pabrik. Tampak keadaan Pujin Hento yang tidak baik-baik saja. 


Tangan kanan Pujin Hento sebatas siku tampak telah remuk dan sekujur tubuh dipenuhi luka-luka, serta debu mengotori tubuh dan pakaiannya. Disudut bibir mengalir darah pertanda luka dalam yang parah. Sedangkan Tuan Muda Sorto Bene sudah berada di Pintu Pabrik. 


“Bawa dia ke mobil ku!” Tuan Muda Sorto Bene memerintahkan kedua orang kepercayaan Grudul Hiko itu untuk membawa Pujin Hento yang keadaannya terluka sangat parah. Gusmon hanya memperhatikan kegiatan orang-orang itu tanpa berniat mencegah. Terutama sekali karena Gusmon sama sekali merasa tidak ada urusan dengan mereka. Dan ia baru pertama kali datang ke tempat ini dan tidak tahu duduk persoalannya dan lagi ia tidak ingin mencari permusuhan.


“Hantu Penunggu Sumur !, Kita belum selesai. Tunggu pembalasan ku!” Kata Tuan Muda Sorto Bene sambil membuka Pintu Pabrik yang tidak utuh lagi itu. Pintu pun terbuka selebar-lebarnya demi untuk memuluskan jalan orang-orang yang menggotong Pujin Hento menuju Mobil Supercar milik Tuan Muda Sorto Bene.


Karena pintu pabrik yang terbuka lebar maka bagian halaman luar dari pabrik itu terlihat jelas. Tampak dua buah mobil yang ada di halaman depan pabrik itu. Gusmon yang melihat itu dari jarak yang tidak terlalu jauh sedikit mengernyit.

__ADS_1


“itu... bukankah itu Koenigsegg one:1 yang berharga 2 Juta Dolar!!. Bagaimana mungkin di Bumi yang ini ada mobil seperti itu?” Gusmon berucap tanpa sadar. Gusmon adalah seorang anak yang cerdas dan rajin membaca, itu sebabnya ia bisa yakin bahwa mobil yang ada di halaman pabrik itu adalah supercar Koenigsegg one:1. Mobil itu ada di dunianya dulu, dan sekarang bagaimana mungkin bisa ada di Bumi Lain ini?. 


“Lalu yang disampingnya itu bukankah itu Land Rover....?” Gusmon pun sedikit bingung dengan fenomena itu. Kenapa ada Supercar Koenigsegg one:1 dan Land Rover yang merupakan Van dengan kualitas mewah karena berharga sekitar 6,52 Miliar Rupiah.


__ADS_2