Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video

Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
BAB 104


__ADS_3

Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video


Bab 104


Gusmon terlihat garuk-garuk kepala demi melihat kejadian yang berlaku di depan matanya. Ini seperti drama sinetron yang biasa tayang di sebuah stasiun TV di buminya dulu. Namun satu hal ia cukup kasihan dengan perempuan yang hamil tersebut. Bagaimana pun perempuan itu adalah korban, meski ia tidak tahu siapa yang benar dan siapa yang salah dan apa sebenarnya kejadian yang berlaku.


Sementara orang-orang berkerubung semakin banyak, dan permasalahan menyangkut Gusmon yang difitnah oleh Kayla Ridz terlupakan begitu saja. Ini membuat Kayla memasang wajah kesal. Entah kenapa pemuda gembel itu selalu beruntung dengan beberapa trik yang ia gunakan untuk membully nya.


“Nona ceritakan apa permasalahan mu, barang kali kita bisa membantu”  Gusmon berkata


“Keparat kamu, jangan selalu ingin tahu. Ini urusan pribadi!” Robon Sin terlihat marah besar manakala urusannya dengan Syiti ingin didengarkan di depan banyak orang.


“tidak apa-apa aku ingin cerita, biar orang-orang tahu betapa pengecutnya kamu sebagai laki-laki” Syiti berkata dengan sedikit terisak.


“Ya biar kan dia bicara, kami juga ingin mendengarnya” beberapa orang emak-emak yang nyinyir juga ikut menimpali, tidak simpati sama sekali dengan sikap Robon Sin. Tadi sewaktu Robon Sin ingin membela Kayla mereka merasa Robon Sin adalah pahlawan bagi perempuan. Tapi setelah melihat anak gadis orang yang dihamilinya secara tidak bertanggung jawab, orang-orang itu justru sekarang menganggap bahwa Robon Sin tidak lebih dari lelaki mata keranjang yang mencoba menarik perhatian Kayla.

__ADS_1


“Perkenalkan namaku Syiti Molmet. Aku dan Robon Sin berasal dari pinggiran South Coast Timur. Aku dan Robon Sin dulunya sama-sama satu SMA, dan kami saling menyukai di sekolah itu. setelah tamat Robon Sin selalu mengejar-ngejar aku dan mengatakan bahwa ia mencintai aku. Ia terus merayuku untuk melakukan hubungan suami isteri. Sehingga suatu saat aku tidak dapat menolaknya lagi dan kami melakukannya” Syiti menarik napas sejenak, air mata menggantung di kelopak matanya. Sementara orang-orang mendengarkan dengan seksama. Namun Kayla tampak bermuka masam. Ia ingin pergi dari tempat itu, namun kondisinya masih lemah.


“Lambat laun kami jadi terbiasa melakukan hubungan itu, sehingga aku mulai hamil. Dan ia berjanji akan menikahi ku. Namun entah kenapa ia menghilang selama berbulan-bulan. Aku berusaha mencarinya dengan berbagai sumber daya. Hingga harus menjual tanah ladang warisan orang tua ku demi untuk menemukan dirinya” Syiti sudah tidak bisa menahan tangisannya lagi.


“Ternyata ia berada di tempat ini setelah setelah sekian lama aku cari-cari dan sekarang kandungan ku sudah berusia delapan bulan” Orang-orang banyak menaruh simpati dan mereka menatap Robon Sin dengan pandangan geram. Benar-benar pemuda yang tidak bertanggung jawab, pengecut!. Demikian rasa hati orang-orang yang mendengar penuturan Syiti.


“Kenapa kamu setega itu” Terdengar makian dari emak-emak. 


“Kamu lebih kejam dari pemeran sinetron!!” berkata emak-emak yang lain. Rupanya emak-emak itu adalah pecandu sinetron mellow. Robon Sin tampak membesi wajahnya di tengah cercaan banyak emak-emak.


“Buk ingat anak kita buk. Pemuda itu berbahaya, ntar bisa-bisa kamu yang dihamilin oleh pemuda itu” berkata suaminya sambil membawa instrinya menjauh, takut dibawa lari oleh Robon Sin.


Robon Sin terlihat pucat oleh hujatan orang-orang, kalau ia tahu akhirnya akan seperti ini, maka ia tidak akan keluar dari gudang tempatnya bekerja. Ia hanya akan beristirahat di gudang saja. Tapi semuanya sudah seperti ini. Maka ia berinisiatif menjelaskan untuk membela diri. 


“Dengarkan semua, waktu itu aku memang sangat ingin menikahinya. Tapi ibuku bilang ia tidak cocok dengan ku. Ia hanyalah anak yatim dan ibunya bekerja sebagai buruh cuci” Robon Sin berbicara sesaat. Perkataannya justru membuat Syiti semakin terisak, ingus dan air mata membasahi wajahnya. Sementara orang-orang semakin geram terutama ibu-ibu korban sinetron. Mereka tidak menyangka adegan yang biasa hadir di dalam sinetron malah muncul secara nyata di hadapan mereka.

__ADS_1


"Lalu perempuan seperti apa yang harusnya cocok dengan mu?. yang seperti dia hah?" emak-emak memakai kain tadi tampak menyeringai sambil menunjuk ke arah Kayla, ia berusaha melepaskan diri dari pegangan tangan suaminya.


Kayla tampak murung, namun saat ini ia hanya bisa diam, dari pada bicara bisa-bisa diremas oleh emak-emak yang pakai kain itu. kelihatannya emak-emak pakai kain itu sangat galak.


Robon Sin hanya meneguk ludahnya mendengar kata-kata dari emak-emak itu.


“Kenapa ibumu mengatakan ia tidak cocok dengan mu, memangnya apa pekerjaan orang tua mu” seorang emak-emak lainnya bertanya.


“orang tua ku bekerja sebagai buruh tani” Kata Robon Sin yang membuat orang-orang mencibir. Hanya buruh tani saja sudah sombong. Pada mulanya orang-orang memiliki pemikiran bahwa orang tua Robon Sin akan memiliki identitas yang sedikit banyak bisa dibanggakan, ternyata hanya buruh tani. Lalu dari segi mananya Syiti tidak cocok. jelas ini hanyalah alasan yang dibuat-buat.


“Tunggu-tunggu akan ku katakan. Sebenarnya orang tua ku juga mendapat bisikan dari tetangga kami. Tetangga kami mengatakan bahwa anaknya lah yang cocok dengan ku. Tapi beberapa tetangga lainnya malah mengatakan bahwa anak tetangga samping rumah ku itu juga tidak cocok dengan ku, yang cocok dengan ku justru anak petani gambir di tepi bukit. Namun setelah itu paman ku datang dari kampung dan mengatakan, ada seorang anak juragan tempe yang sedang mencari jodoh, namun ia seorang janda. paman ku mengatakan bahwa ia cocok dengan ku” mendengar penjelasan Robon Sin yang kemana-mana, membuat orang-orang menjadi tertegun. Apakah pemuda ini orang yang tampan?. Namun dilihat secara nyata tampangnya justru biasa-biasa saja malah agak di bawah standar.


“Terus terang aku dan ibu ku bingung, karena setelah mengikuti kata orang-orang itu. ada saja orang lain yang akan mengatakan bahwa itu salah, itu tidak cocok, yang cocok dengan yang ini, yang ini yang benar. Dan aku benar-benar bingung, itulah sebabnya aku lari hingga ke tempat ini. kebetulan aku menemukan pekerjaan yang cocok sebagai buruh gudang di samping sana” Robon Sin kembali menjelaskan.


Gusmon tampaknya sudah mengerti duduk persoalannya. Tampaknya pemuda ini tidak berpendirian, gampang termakan oleh pendapat orang-orang. terus terang ia kasihan dan bersimpati dengan perempuan hamil itu. walau sebenarnya perempuan itu juga salah karena memberikan barang terpentingnya bukan kepada suaminya kelak. Namun diberikan kepada orang yang belum menikahinya. 

__ADS_1


__ADS_2