Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video

Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
BAB 57


__ADS_3

Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video


Bab 57


Murdi Bene ingin pergi kerumahnya dan menyelimuti diri demi menghilangkan seluruh ketakutan yang ada di dalam dirinya. Makhluk apa ini, baru kali ini ia melihat makhluk sedahsyat ini. 


Tetapi ia memberanikan diri, dikarenakan kata-kata dari makhluk itu yang mengatakan akan membuatnya menjadi kaya. Sesaat ia tercenung “kamu akan lemah jika tidak memilki uang, namun kamu akan menjadi kuat disaat memiliki uang” Begitu kata-kata yang pernah terngiang di telinganya. Itu adalah kata-kata dari almarhum isterinya. lagipula ia ingin membalas dendam kepada orang kaya yang telah memperlakukan dirinya dengan buruk disaat meminta pertolongan untuk mengobati istrinya beberapa bulan yang lalu. Tidak!, Ia ingin setiap orang kaya di Kota ini merasakan kemarahannya!.


“Apa yang bisa aku bantu” Kata Murdi Bene, akhirnya ia siap mengambil keputusan dan resiko.


“Aku samar-samar mencium bau kerbau jantan di sekitar sini. Aku harap kamu membawaku ke sana” Kata makhluk dengan bentuk dahsyat itu.


“Itu kerbau yang aku pelihara, sebenarnya milik tetanggaku” Kata Murdi Bene, ia tidak menyangka makhluk itu mampu mendeteksi kerbau dari jarak yang cukup jauh dari rumahnya.

__ADS_1


“Bawa aku kesana!, apakah kamu tidak menginginkan kekayaan?!” Makhluk itu terlihat menggeram. Murdi Bene pucat pasi wajahnya.


“Ba ba .. ik, tapi aku tidak memiliki gerobak, pastinya tubuhmu itu berat karena sangat besar, bagaimana jika aku menyeret mu. Apakah kamu tidak keberatan” Murdi Bene meminta izin untuk menyeret tubuh makhluk itu.


“Lakukan cepat!!” Makhluk itu menyetujui. Karena waktunya sudah tidak lama lagi, jika ia tidak segera mendapatkan jiwa kehidupan dan enersi dari kerbau jantan yang ia deteksi. Makhluk itu adalah wujud asli dari Jhon Karabau. Karena ia nekat menerobos pembatas bagian Bumi untuk masuk ke belahan Bumi lainnya. Ini sangat mengagumkan karena makhluk lain, apapun itu pasti sudah tewas tanpa bekas. 


Tapi Jhon Karabau berbeda, ia masih hidup bahkan tubuhnya masih utuh meski dalam keadaan hancur-hancuran. Apakah ini karena kekuatannya yang sudah melampaui langit saat melewati pembatas elemental dari bagian Bumi Super ini? Yang jelas Jhon Karabau sudah berpetualang dalam menjelajah di beberapa bagian Bumi!, tentu saja ia sukses membuat kehancuran di beberapa bagian Bumi tersebut. hingga akhirnya ia sampai di Bumi Bagian Satu ini!. 


Dengan gemetaran Murdi Bene membalikkan tubuh Jhon Karabau, terlihat wajah Jhon Karabau yang menakutkan. Wajah itu lebih mirip seperti kerbau dengan gigi taring panjang. Dan tanduk besar. Jika dilihat-lihat secara keseluruhan, ini tidak lebih dari sesosok Manusia Kerbau dengan gigi taring!.


Dengan Susah payah Murdi Bene akhirnya menyeret sosok mengerikan itu kerumahnya, ia bahkan meninggalkan karung berisi rumput yang sudah di sabitnya beserta sabitnya sekalian di lokasi penemuan Jhon Karabau semula.


Murdi Bene yang basah kuyup akibat air hujan bersama Jhon Karabau yang tubuhnya kali ini ditutupi tanah berlumpur akibat diseret dalam hujan deras tiba di rumah gubuk reyot Murdi Bene. Murdi Bene memanggil ketiga anak-laki-lakinya. Ketika anak-anak Murdi Bene Keluar mereka terkejut melihat sosok raksasa yang dibawa oleh Murdi Bene. Murdi Bene bercerita secara singkat tentang penemuan ini dan harapan untuk menjadi orang kaya. Alih-alih merasa takut, anak-anak laki-laki Murdi Bene yang sudah berumur dua puluh tahunan dan atau lebih itu, malah gembira dengan harapan dan impian untuk menjadi orang kaya.

__ADS_1


Dengan semangat mereka membantu ayahnya berhujan-hujan untuk menyeret tubuh raksasa tujuh meter itu ke kandang Kerbau yang ada di belakang rumah gubuk mereka. 


Setelah tiba di kandang kerbau. Mereka memperhatikan Jhon Karabau yang dengan sisa tenaganya merangkak dengan satu tangan dan meraih salah satu kepala kerbau jantan yang ada di dekatnya. Kontan ada udara menekan yang membuat Murdi Bene dan ketiga anaknya terlempar ke luar kandang. 


Beberapa saat berlalu. Murdi Bene dan Ketiga anak lelakinya penasaran dengan yang terjadi di dalam kandang. Meskipun hari hujan lebat disertai halilintar. dan penglihatan agak buram karena sore sudah beranjak malam. Mereka masih bisa melihat di celah-celah kandang yang tidak tertutup sepenuhnya, Bahwa sosok raksasa tujuh meter itu sudah berdiri sepenuhnya. Jhon Karabau berdiri menjulang menerobos atap kandang.


Saat itu udara menekan sudah tidak ada lagi. Jhon Karabau sudah sepenuhnya berjalan keluar dari kandang. Sosoknya terlihat sangat angker dengan taring panjang menyembul di bibir kanannya. Kali ini mereka berempat beranak terkejut melihat sosok yang penuh luka dan meleleh itu telah bangkit dengan anggota tubuh yang lengkap. Sosok itu puluh dengan sempurna. Sepasang tangan yang kuat dan berbulu. Sepasang kaki yang kuat dan tanduk yang panjang di kedua keningnya. Badan kekar dan besar. Batu kristal mustika di dada kirinya kali ini bercahaya berwarna merah cerah tanpa retakan, yang sebelumnya banyak retakan dan warnanya saat itu agak menghitam. 


Jhon Karabau melihat Batu Kristal Mustika sebesar Kepalan tangan yang memancarkan cahaya merah cerah di dada kirinya. Ia paham bahwa kekuatannya belum sepenuhnya pulih. Warna batu kristal mustika itu dengan kekuatan terkuatnya adalah Hijau. Ia harus menggunakan banyak metode untuk meningkatkan kekuatannya hingga menjadi seratus persen seperti sedia kala. Salah satunya dengan menyerap jiwa dan enersi tubuh kerbau jantan.


Tatkala keempat orang itu yakni ayah dan anak melihat ke kandang Kerbau, mereka semua terkejut dan bergidik ngeri, demi melihat kelima kerbau yang ada di kandang mereka telah berubah menjadi tulang-belulang kering tanpa ada sedikitpun daging yang menempel. 


“Arrrgggjh!!” Jhon Karabau meraung dahsyat menunjukkan superiornya. Kontan daerah di sekitar tempat itu di selimuti oleh guncangan dahsyat. sesaat kemudian Batu Kristal Mustika di dada kiri Jhon Karabau perlahan ditutupi oleh daging dan tulang dadanya, masuk kedalam tubuh Jhon karabau kembali. 

__ADS_1


Kemudian perlahan tubuhnya mengecil hingga tingginya hanya menjadi sekitar dua meter dengan struktur tubuh kompak dan kekar. Secara perlahan sepasang tanduk di kepalanya juga lenyap menyisakan sepasang lingkaran merah di keningnya, termasuk gigi taring mengerikan di mulutnya juga menghilang. Inilah sosok manusia dari Jhon Karabau seperti yang kita kenal sekarang.


Semenjak saat itu Jhon Karabau membantu Keluarga Bene dalam hal membalas dendam terhadap Keluarga kaya yang mempermalukan Murdi Bene dulu, sewaktu hendak minta tolong mengobati isterinya. Keluarga Kaya itu dalam sekejap Hilang dari daftar Golongan Orang Kaya di Kota South Coast, bahkan mayat mereka pun tidak diketemukan. Seluruh harta kekayaannya berikut bisnis-bisnisnya di ambil alih oleh Keluarga Bene.


__ADS_2