Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video

Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
BAB 85


__ADS_3

Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video


Bab 85


“Apakah kita bisa kembali ke tempat kecelakaan, dan membawa kembali motorku?” Hakmit bertanya dengan suara pelan, takut bahwa Gusmon nantinya akan marah.


Gusmon menggaruk kepalanya


“Kamu kan sudah lihat, bahwa motormu sama sekali tidak bisa di pakai lagi. Sudahlah nanti akan aku kasih kamu motor yang lain” Gusmon menenangkan Hakmit. Lagi pula ia ingin buru-buru bertemu dengan virani, entah kenapa tidak sampai sehari saja ia sudah merasa kangen dengan perempuan itu. soal sepeda motor ia memiliki banyak di tempat parkiran di Ruang Dimensi berbentuk Supermarket miliknya. Nanti akan dicarikan satu yang cocok untuk Hakmit.


Hakmit terkesima, siapa sangka pemuda ini sangat baik kepada orang yang baru dikenalnya bahkan ingin membelikannya motor, padahal ia tadi hanya sekedar mengeluarkan perasaan sedihnya. Dengan tidak menahan perasaan sedih tersebut tentunya itu bisa membuat dirinya lebih lega. 


“Ke..kenapa kamu begitu baik terhadap ku. Padahal kamu baru mengenalku” Hakmit terharu dengan kebaikan hati Gusmon.


“Aku adalah orang baru di kota ini, Aku hanya ingin mencari teman, lagi pula aku rasa kamu memang membutuhkan motor itu untuk menghidupi keluarga mu. Tampaknya, kamu seorang pekerja keras”” Kata Gusmon.


Hakmit memandangi Pemuda itu, benar-benar orang yang baik. Zaman sekarang sangat susah mencari orang baik.


Mobil itu terus melaju, kali ini sudah memasuki pinggiran kota. akhirnya sampailah di sekelompok besar rumah. Dan di sebuah rumah,  mobil itu berhenti. 


Hakmit turun dari mobil Gusmon, ia mengajak Gusmon agar singgah sebentar di rumahnya yang terbuat dari kayu itu. namun Gusmon menolaknya ia harus segera menjemput Virani agar bisa melunasi janji untuk merayakan tahun baru bersamanya. 


“Kamu cuti dua hari ya, tunggu saja dalam jangka waktu itu aku akan datang kembali kesini. Dan aku akan membawakan mu sepeda motor sesuai janjiku” Ucap Gusmon buru-buru. Hakmit membungkuk dihadapan Gusmon. 


Kemudian mobil Kijang Innova Silver itu berlalu dari hadapan Hakmit. Gusmon agak mempercepat mobilnya agar tidak terlambat dalam menjemput Virani. Meskipun di Bumi Super ini Kota South Coast termasuk kota kecil, namun ini sebenarnya cukup besar bila di bandingkan dengan kota besar yang ada di bumi asli. Dapat dimaklumi, bahkan Bumi ini sepuluh kali lebih besar dan sepuluh kali lebih luas dari Bumi asli.


Gusmon terus melajukan kecepatan mobilnya, ia tidak sempat menikmati pemandangan kota yang cukup menarik, namun tentu saja tidak menarik celana. Ia hanya memikirkan Virani, ia tidak ingin mengecewakannya.

__ADS_1


Di depan gerbang Villa Duns, Virani tampak memegang sebuah undangan. Tadi Seseorang dengan menggunakan mobil mewah telah menitipkan undangan itu kepadanya. Undangan itu ditujukan untuk Gusmon, entah kenapa mereka memilih Virani untuk menitipkan undangan kepada Gusmon, agaknya seseorang tahu hubungannya dengan Gusmon.


Saat ia masih meneliti undangan sebuah mobil terangguk di sampingnya. Itu adalah Kijang Innova Silver, tentu saja pengemudinya adalah Gusmon. Segera Gusmon turun dari mobilnya, ditatapnya wajah Virani sejenak untuk menghilangkan sedikit rasa rindu. Sial! padahal belum sampai sehari tidak bertemu, ada apa sebenarnya dengan dirinya. 


Virani yang menyadari Gusmon sedang menatapnya dengan perasaan, sejenak menjadi malu. 


“Ada apa” tanya nya


“Eh ... nganu... tidak apa-apa, ayo naik” Gusmon menjawab dengan tergagap, segera di bukakan pintu untuk Virani.


Sesaat kemudian Mobil itu berlalu dari Villa Keluarga Duns. Pieter dan Fanny yang melihat dari balik pintu pagar, tersenyum penuh arti. Tentunya mereka memantau gerak-gerik anak gadis semata wayang mereka, dan mereka telah menemukan seorang pria yang tepat. Tidak apa-apa Virani pergi dengan calon suaminya sendiri. Mereka percaya dengan kemampuan Gusmon dalam melindungi putri mereka. untuk itu tidak perlu Bodyguard bila putri mereka berjalan bersama Gusmon.


”Kita mau kemana sekarang” Tanya Gusmon membuka percakapan 


“Bukannya ke taman Kota” Jawab Virani sedikit kesal


“Kamu jemputnya terlambat. Tadi orang dari Gita Entertainment Nelfon mau jemput aku. Namun karena ada janji dengan kamu makanya aku tolak. Eh kamunya malah terlambat datangnya” Virani memasang wajah cemberut. Gusmon tercenung sejenak.


“Apa penyanyi misteriusnya kamu!” Gusmon menebak demi mendengar pernyataan Virani tadi.


“Eh, Bukan begitu, itu karena... karena” Justru sekarang Virani yang gelagapan, karena keceplosan berbicara. Ia sudah berniat memberi Gusmon kejutan sewaktu menonton Konser Tahun baru malam ini di taman kota atau di kenal juga dengan nama Taman Bintang.


“Okey, sekarang kan masih belum magrib, bukannya mulai Konsernya nanti malam” Kata Gusmon mempercepat laju mobilnya, sepertinya rahasia Virani tentang kejutannya sudah ketahuan dan itu membuatnya sedikit tersenyum. Sepertinya perempuan cantik disampingnya ini tidak ahli dalam menutupi suatu rahasia.


“Ya sudahlah” Virani mendengus kesal, sadar bahwa kejutannya sudah ketahuan oleh Gusmon dan tidak bisa ngeles lagi.


“Kenapa mesti kesal. Baiklah aku sekarang pura-pura tidak tahu. Penyanyi misteriusnya pasti bukan kamu ya..?” Gusmon menggoda Virani 

__ADS_1


“Ih nggak lucu” Kata Virani, namun bibirnya mengulas senyum manja.


“Ayo cepat, lagi pula aku harus menjalani sedikit Gladi Resik untuk membiasakan diri di atas panggung” Kata Virani memelas. 


“Oke nona, pegangan yang erat” Gusmon kembali meningkatkan kecepatan mobilnya, lagi pula ini memang salahnya. Gara-gara menolong seorang teman sehingga sampai terlambat dalam menjemput Virani, untunglah gadis ini baik, kalau tidak mungkin ia sudah di tinggalkan dan Virani naik mobil lain.


“Oh ya, ini karcis masuknya” Virani mengambil karcis seharga 33 dolar dari dompetnya, kemudian memasukkannya kedalam saku celana training Gusmon. Membuat Gusmon sedikit kegelian berharap ada sesuatu yang ikut tersentuh.


“Bagaimana kamu bisa dapat karcisnya” Tanya Gusmon tanpa melihat. Karena ia harus fokus ke jalan.


“Aku artisnya, jelas saja bisa mendapatkan karcis” Kata Virani bangga.


“Oh ya, ini juga ada undangan dari seseorang, tidak tahu undangan apa. nanti kamu baca sendiri saja” Virani meletakkan undangan yang didapat dari seseorang dengan mobil mewah sewaktu ia menunggu Gusmon di gerbang Villanya tadi. Gusmon hanya melirik sebentar dan kembali fokus dengan pekerjaan menyetirnya.


Jarak dari Kediaman Keluarga Duns ke Taman Bintang di Pusat Kota memang sedikit jauh, sehingga sewaktu sampai benar-benar hari sudah lewat magrib. Dengan tergesa-gesa Virani berjalan menuju taman bintang Gusmon mengikuti.


Beberapa panitia menghampiri mereka, tentu saja panitia itu mengenal Virani. Mereka bergegas memberikan pengawalan khusus sehingga Gusmon menjadi terpisah dengan Virani. 


“Tunggu ia ikut dengan ku” Virani tidak tega melihat calon suaminya itu terpisah dari dirinya sehingga harus memasuki jalan masuk lain. Di taman bintang itu ada beberapa jalan masuk yang di jaga.


“Tapi nona...” Panitia itu sedikit heran.


“Tidak ada tapi, ia harus ikut dengan ku” Virani ngotot.


“Baiklah nona” mereka akhirnya pasrah.


Panitia terpaksa membiarkan Gusmon ikut Virani memasuki jalan masuk khusus yang disediakan untuk panitia, artis dan orang-orang penting lainnya.

__ADS_1


“Ini Karcis ku” kata Gusmon, sambil mengeluarkan karcis pemberian dari Virani dan menyerahkannya kepada petugas jaga di jalan masuk khusus itu. sementara Virani sama sekali tidak menggukan karcis saat masuk. Jelas ia menggunakan akses khususnya sebagai Penyanyi yang akan tampil di konser tersebut.


__ADS_2