Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video

Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
BAB 98


__ADS_3

Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video


Bab 98


Gandal Rong bergerak memutari guna untuk mendekati kakaknya, Gundul Rong. Setelah dekat ia berbisik.


“Kakak... Kita dua orang, jelas kekuatan kita dua kali lipat Pujin Hento. Aku tidak yakin kita akan kalah dengan orang ini. mari kita serang bersama-sama” Gandal Rong merasa yakin dengan kekuatan mereka berdua.


“Itu... sebaiknya jangan. Kita harus menahan diri dulu. Bukankah Guru dan Tuan Muda sudah memperingatkan kita. Aku tidak ingin gara-gara hal sepele merusak rencana besar Guru kita. Lagi pula aku sudah melihat tangan Pujin Hento yang hancur sebelum disembuhkan oleh Guru” Gundul Rong memberikan pendapatnya.


“Apa yang kalian bicarakan?, aku tidak dengar. Bisakah bicara lebih keras sedikit agar kita bisa sama-sama mendengar” Gusmon menyela bisik-bisik kedua botak ini.


Dua botak terlihat marah atas aksi Gusmon yang asal-asalan ini. satu hal yang di sadari oleh Gundul Rong bahwa menculik Gadis pirang ini sudah tidak mudah lagi. Bukankah gadis itu mengatakan bahwa ia teman spesial dari Si Hantu itu.


“Hoi hantu, katakan apa sebenarnya hubungan mu dengan gadis pirang ini?” Gundul Rong ajukan pertanyaan kepada Gusmon.


“Ya.. itu seperti yang di katakannya tadi” Gusmon menjawab cepat sambil menaikkan alisnya.


“Apakah itu berarti pacarmu?” Gundul Rong terus menyelidiki.

__ADS_1


“Kalau iya kenapa?!” Gusmon menaikkan nada suaranya sedikit.


“Kalau iya, maka kami terpaksa harus pergi” Gundul Rong manarik tangan adiknya yang gemuk berdaging, dan berlalu dari tempat itu. jelas ia sadar jika Gadis pirang ini adalah pacar si Hantu, maka sangat tidak mungkin membawa Gadis itu tanpa menyebabkan bentrokan. Ia memang ingin menghindari bentrokan. Dan tunggu saja sampai pertarungan antara Gurunya dan Si Hantu terjadi. Setelah ia cukup bersabar menjelang itu, maka ia bisa melancarkan kembali aksinya kepada Gadis Pirang ini.


Gandal Rong menghentakkan kaki dengan kesal karena keputusan dari kakaknya. Rezeki yang sudah di depan mata menjadi hilang. Gandal Rong tidak seperti kakaknya. Jelas sekali bahwa Gandal Rong adalah tipikal orang yang tidak banyak pikir, ia sangat percaya diri dengan kemampuannya dan kakaknya.


“Sebaiknya kita sedikit bersabar, setelah pertarungan guru dan hantu itu selesai, maka kita punya banyak waktu untuk bersenang-senang dengan gadis itu.” Gundul Rong menghibur adiknya dengan mengemukakan pendapatnya. Namun Gandal Rong menanggapinya dengan cemberut. Akan tetapi dalam hati sebenarnya ia mengerti maksud dari kakaknya.


“Hanya seperti itu... dan semuanya selesai?” Kepala pengawal Keluarga Hwaken mengerutkan keningnya, tidak paham dengan apa yang terjadi. Bukankah kedua botak sangat kuat?, kenapa hanya dengan beberapa kata konyol yang menyatakan Mirandea Pacar bocah kurus yang berjuluk si hantu ini malah membuat dua botak itu meninggalkan mereka, seolah-olah tidak ada kejadian yang terjadi?. Ia sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi.


Namun terlepas dari itu Kepala pengawal bersyukur ia masih selamat dan terpenting Nona mudanya tidak kurang sesuatu apapun di tubuhnya. Dengan demikian kehormatannya sebagai pengawal masih terjaga, karena Mirandea terselamatkan.


Kedua botak sudah berlalu dari tempat itu, namun mereka bertiga masih tidak berbicara seolah-olah ada kecanggungan di antara mereka bertiga.


“iya... itu kata si gundul tadi, tapi sebenarnya nama ku Gusmon” Kata Gusmon memperkenalkan diri.


“Aku Mirandea Hwaken” Mirandea mengulurkan tangan memperkenalkan diri, Gusmon menyambutnya sambil tersenyum.


“Apa benar kita pacaran seperti kata mu tadi” Gusmon bertanya dengan ekspresi pura-pura bingung. Jelas ia hanya ingin menggoda Mirandea semata.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan itu Mirandea menjadi jengah, kulit wajahnya yang laksana giok itu langsung memerah menahan malu.


“A..aku tadi hanya bilang teman spesial bukan pacar. Dan itu aku lakukan agar bisa lepas dari bandit itu. bu bukan maksudku untuk me...... ta tapi bagaimana mereka bisa pergi tiba-tiba setelah melihat mu ya..?” Mirandea terbata-bata dalam menjawab pernyataan Gusmon, kata-katanya antara kedengaran dan tidak. Dalam hati ia merasa penasaran dengan pria ini.


“Oh itu karena aku ini adalah Tuan Hantu seperti yang di katakan oleh dua botak tadi, namun aku sedikit memberikan saran di sini. Berapapun banyaknya pengawal yang kamu miliki sebatas itu hanya manusia biasa orang-orang botak itu tidak akan bisa dihentikan” Gusmon berbicara dengan yakin. Mirandea tertegun demikian juga Kepala Pengawal yang sama sekali tidak berbicara semenjak tadi. Namun mereka memang membenarkan setelah melihat kejadian tadi.


“Jadi apa seharusnya yang kami lakukan” Mirandea terlihat panik. Apakah ia perlu mengajak serta pria ini untuk menjadi pengawal pribadinya?


“Itu gampang saja, ketika bertemu dengan orang-orang dari Keluarga Bene, katakan saja bahwa kamu adalah pacarnya Tuan Hantu Penunggu Sumur. Hanya nama itu yang sanggup melindungi mu, harta dan kekuasaanmu sebagai Keluarga Peringkat atas tidak akan berpengaruh kepada mereka saat ini” Mirandea tersentak mendengar kata-kata Gusmon ini, demikian juga dengan Kepala Pengawal itu.


Baru saat ini mereka sadar bahwa orang di balik semua ini adalah Keluarga Bene, pantas saja mereka tidak akan mampu untuk melawan. Secara kekayaan saat ini keluarga Bene memang setara Keluarga Peringkat Dua. Namun bukan berarti mereka tidak mampu berperang melawan Keluarga yang lebih tinggi. Bahkan itu jika keluarga besar dari kota lain ataupun ibu kota sekalipun mereka tidak akan ragu. Mirandea dan Kepala Pengawal itu paham siapa yang berada di belakang Keluarga Bene ini. ialah sesosok yang menakutkan Jhon Karabau yang telah mengacak-acak susunan pemerintahan dan apapun itu dari Keluarga-Keluarga Besar yang kurang beruntung, karena berhadapan dengan dirinya.


Mirandea sedikit memerah wajahnya demi mendengar ucapan Gusmon. Bukankah tadinya ia hanya bilang teman spesial dan bukan pacar, lagipula ia hanya mengatakan itu karena ketakutan dan hanya untuk melepaskan diri dari dua botak cabul yang membuatnya sangat takut. Namun apa yang dikatakan Gusmon adalah masuk akal, hanya dengan cara itu ia bisa menghindari niat jahat dua botak dan tentunya dalang utama dari Keluarga Bene.


Sebenarnya mirandea tidak paham kenapa Keluarga Bene mengincar dirinya, namun mengingat Tuan Muda mereka sangat tergila-gila dengan perempuan cantik, sepertinya ia tahu duduk persoalannya.


“Terima kasih sebelumnya karena telah menyelamatkan ku, dan mohon maaf atas tamparan tadi” Mirandea bersikap sopan kepada penolongnya ini.


“Bukankah kamu sudah minta maaf sewaktu kamu menamparku tadi” Gusmon menjawab sambil tersenyum. Mau tak mau Mirandea menjadi malu, hal ini sudah dua kali ia meminta maaf dan wajahnya semakin merona. Gusmon melihatnya cukup tertarik, gadis ini terlihat semakin cantik apabila wajahnya merona seperti itu.

__ADS_1


Akhirnya mereka memutuskan untuk berjalan kembali menuju taman bintang. Namun Mirandea tidak akan masuk kembali ke dalam taman tersebut. dengan satu pengawalnya itu Mirandea pulang kembali ke kediaman keluarga Hwaken. Kejadian hari ini cukup membuat metalnya terguncang. Bahwa Keluarga Bene menargetkannya, ini adalah masalah serius tentunya ia akan melaporkannya kepada Kepala Keluarga Hwaken.


Mobil Mirandea beranjak dari taman bintang, Kepala Pengawal saat ini yang sekaligus menjadi sopirnya, membawa mobil dengan kencang. Gusmon memandangi sesaat dan kemudian melangkah ke dalam Taman Bintang untuk melanjutkan menonton konser karena sesaat lagi jam akan menunjukkan pukul dua belas malam pertanda pertunjukan spertakuler akan berlangsung.


__ADS_2