Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video

Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
BAB 80


__ADS_3

Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video


Bab 80


Sudah saatnya gangsternya berbisnis dengan benar. Meskipun ia tahu bahwa Anggota Gangster adalah orang-orang yang berbisnis di dunia bawah tanah, tidak kenal dengan yang namanya benar dan salah. Namun ia bertekad setidaknya Gangster yang ia pimpin harus sedikit banyak tidak merugikan orang lain. Dan setidaknya tidak bertindak sewenang-wenang.


“Aku ingin tahu mengenai lencana-lencana itu, bagaimana tingkatannya yang kalian ketahui?” Gusmon bertanya mengenai sesuatu yang cukup menarik menurutnya.


“Di dalam organisasi Gangster Elang Hitam, setiap jenis lencana memiliki tingkatan masing-masing, untuk anggota baru maka diberi lencana kayu, untuk yang sudah lama maka diberi lencana plastik bisa juga disebut anggota tingkat satu. Untuk anggota tingkat dua diberi lencana tembaga, anggota tingkat dua ini rata-rata memiliki kualifikasi beladiri tingkat 1”. menerangkan orang yang memakai lencana plastik itu.     


“Selanjutnya adalah jabatan Jendral Perang dengan lencana perunggu, jabatan Panglima Perang dengan lencana perak, Ketua Gangster dengan lencana emas dan Ketua Besar Gangster atau Ketua Tertinggi dengan Lencana dari Intan Hitam. Masing-masing lencana dilengkapi dengan hologram yang tidak bisa dipalsukan” Orang itu melanjutkan ceritanya.


Gusmon sedikit banyak paham dengan tingkatan Gangster tersebut. ia sendiri memiliki lencana Intan Hitam yang berarti ia lah pemegang jabatan tertinggi di gangster tersebut dan juga merupakan lencana satu-satunya dari lencana intan hitam.


“Ingat pesan ku tadi!” setelah mengatakan hal itu, Gusmon kemudian beranjak dari parkiran tersebut, menuju UGD tempat di mana Pria terluka tadi di turunkannya untuk dirawat.


Di ruang UGD rumah sakit itu, ternyata hanya ada sedikit orang yang berjaga. Dan tampaknya tidak ada orang yang dirawat selain pria pengendara motor yang kecelakaan itu. Namun sepertinya pria itu sama sekali tidak dirawat, malah dibiarkan terlentang di atas tempat tidur tanpa adanya tindakan dari perawat atau petugas medis lainnya.


“Ada apa, kenapa tidak ada yang mengurus mu” Tanya Gusmon kepada pria itu


“Aku tidak tahu tuan, dari tadi aku di biarkan seperti ini tanpa adanya tindakan” Kata pria itu dengan wajah kesakitan, sepertinya kaki yang terkilir membuatnya tidak tahan.

__ADS_1


Gusmon memandang berkeliling. Di sana memang ada beberapa orang dengan pakaian perawat ataupun juga dokter tetapi mereka terlihat acuh. Dan bahkan seorang pria dengan baju putih malah asyik menggoda seorang perawat yang memang berwajah cantik.


“Hei tidak adakah dokter di UGD ini?, teman ku kecelakaan tolong beri ia perawatan medis” Kata Gusmon. Suaranya cukup bisa didengar oleh seluruh orang yang ada di tempat itu. Orang-orang berpakaian putih-putih itu memandangnya sejenak, kemudian kembali asyik dengan aktifitasnya tadi, yaitu mengobrol. Dan pria dengan baju Putih justru semakin gencar menggoda perawat cantik itu bahkan sesekali tertawa terbahak-bahak sedangkan perawat itu cekikikan malu-malu.  


“Hei, begini kah sikap kamu sebagai dokter di rumah sakit ini?” Gusmon sengaja mengkhususkan dengan kalimat itu. Ia tahu pria yang sedang menggoda perawat itu adalah seorang dokter.


Dokter itu menghentikan kegiatan menggoda perawat itu, ia memandangi Gusmon dari atas kebawah. Kemudian ia menyeringai tidak senang.


“Orang itu tidak mengalami luka yang parah, biarkan saja ia tidur di sana agak satu jam. Setelah itu silahkan pulang tapi jangan lupa bayar” Kata Dokter itu dengan kesal. Gusmon tersentak mendengarkan kata-kata sang dokter yang terkesan seenaknya.


“Apa kamu dokter jaga di sini” tanya Gusmon datar


“tidak apa-apa,  hanya saja sepertinya kamu tidak pantas menjadi dokter” Kata Gusmon, jelas-jelas ia marah dengan dokter yang tidak bertanggung jawab seperti ini. jelas-jelas bahwa pasien ini memiliki luka-luka lecet di sekujur tubuhnya, lagi pula kaki kanannya memar dan juga terkilir. Malah sama sekali tidak diobati. Benar-benar mengherankan.


“Kamu tahu kalau ini UGD” Tanya dokter jaga itu


“Ya aku tahu ini UGD, Unit Gawat Darurat” Kata Gusmon


“UGD ini hanya untuk orang-orang yang kondisinya darurat, temanmu itu kondisinya sama sekali tidak darurat. Kenapa tidak kamu bawa ke dokter umum saja”. Dokter itu bicara dengan sinis, kelihatannya ia tersinggung dengan perkataan Gusmon tadi. 


“Bukankah fungsi rumah sakit ini untuk melayani orang yang sakit, lantas apakah orang ini tidak sakit?. Kalau memang kondisinya tidak darurat harusnya kalian lakukan prosedur yang semestinya membawanya keruang yang menangani cedera atau apalah itu” Gusmon paham apa fungsi dari rumah sakit, karena ia sebenarnya adalah orang yang cerdas, selain hobi nonton ia juga hobi membaca sehingga pengetahuannya cukup luas.

__ADS_1


Dokter jaga itu hanya menatap tajam ke arah Gusmon sesaat ia sepertinya kehilangan kata-kata. Dokter itu masih muda, sebenarnya ia baru lulus dan karena relasi orang tuanya ia bisa ditempatkan di rumah sakit ini.


“Brak !” 


Dokter jaga itu membanting Stetoskop yang semenjak tadi dipegangnya, hingga Bell dan Diaphragm stetoskop itu pecah. Perawat cantik tadi tampak segera menjauh dari sang dokter. Ia tahu konsekuensinya jika menyinggung dokter muda ini. sebenarnya perawat ini ingin merawat luka dari pria yang kecelakaan itu, namun dokter muda itu melarangnya dan bahkan terus menggodanya. Ia tahu siapa dokter ini karena itu ia tidak berani membantahnya dan terpaksa harus rela dirayu oleh dokter ini, namun di dalam hatinya sebenarnya ia tidak suka, apalagi ada pasien yang butuh perawatan. 


Dokter jaga ini sebenarnya seorang tuan muda, ia bernama Ero Mex, ia berasal dari keluarga Mex, keluarga peringkat ketiga di South Coast. Rumah sakit ini sebenarnya milik salah satu keluarga peringkat satu di kota ini, namun karena koneksi dari ayahnya, ia bisa bekerja di Rumah Sakit Umum South Coast ini. 


Perawat itu diam-diam memandang Gusmon dengan kasihan, ia tahu apa yang akan terjadi selanjutnya jika pemuda ini terus memprovokasi Ero Mex.


“Aku tidak suka dibantah, sekarang aku adalah dokternya, silahkan bawa temanmu sekarang juga, dan bayar tunai di hadapanku biaya sewa ruang UGD nya, sekarang juga!” Kata Ero dengan sinis, ia tidak habis pikir seorang pemuda miskin seperti ini berani-beraninya menasehati dirinya seorang tuan muda dari keluarga peringkat tiga. Benar-benar membuatnya menjadi marah.


Gusmon menggelengkan kepalanya, dokter seperti ini harusnya tidak dipekerjakan di rumah sakit, ini pasti karena koneksi orang tuanya. Benar-benar aneh, gara-gara koneksi, banyak orang yang sebenarnya berbakat dan baik yang tersingkir. Dan gara-gara koneksi juga, orang yang seharusnya tidak pantas menggeluti suatu jabatan, malah menjabat dengan nyaman.


“Berapa biayanya” Kata Gusmon, jelas ia hanya ingin tahu saja, berapa yang dipikirkan oleh dokter tidak tahu malu itu.


“sepuluh ribu dolar!” Kata Ero tanpa tedeng aling-aling.


Gusmon jelas terkejut dengan jumlah uang yang diminta oleh dokter itu. Padahal ia sama sekali tidak melakukan apa-apa terhadap pasien ini. apa ia mengira bahwa Gusmon adalah orang yang bodoh. 


Sementara Perawat cantik masih memandangi Gusmon dengan kasihan, darimana orang ini akan mendapatkan uang sebanyak itu, sedangkan dilihat dari pakaiannya saja jelas-jelas ia hanyalah orang miskin.

__ADS_1


__ADS_2