
Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
Bab 69
Wasit memutuskan permainan itu remis, karena ia tidak bisa membuat kecurangan dalam hal skor. Disebabkan, sedemikian banyaknya orang yang menonton melihat bahwa itu memang remis. Apalagi Dwi Tarung ini juga disiarkan secara langsung di stasiun televisi.
Kedua orang itu segera beristirahat untuk mempersiapkan diri dalam pertandingan babak kedua. Tuan Muda Sentung Yolk menghampiri Sasano Mangarontos dengan muka yang marah.
“Apa yang kau lakukan, apa kau marah karena aku menamparmu tadi?” Sentung Yolk menatap dengan tajam, tampak sekali raut muka yang mengandung ancaman diperlihatkannya. Sasano Mangarotos nampak mengelap keringatnya yang mengalir cukup deras.
“Itu benar-benar tidak dapat ku mengerti, orang itu mendapatkan beberapa kali langkah briliant. Aku rasa dia adalah seorang Master Gelap dalam permainan catur” Kata Sasano Mangarontos, entah kenapa ia merasa situasi sekarang ini tidak terlalu berpihak padanya. Ia merasa bahwa permainan catur itu sulit!.
“Kali ini aku tidak mau tahu, aku ingin ia dikalahkan dengan telak!!” Bentak Sentung Yolk berang. Ia kemudian memanggil wasit dan memberi beberapa nasehat yang jahat.
“Kali ini aku ingin pengurangan waktu menjadi dua kali lipat jika Gembel itu melakukan pelanggaran” Sentung Yolk berkata dengan muka masam. Beberapa orang yang berada di tempat itu sempat mendengar percakapan antara Tuan Muda Sentung Yolk dengan Grandmaster Sasano Mangarontos dan para wasit yang memimpin Dwi Tarung Catur ini, hanya dapat menggelengkan Kepala. Tampaknya kecurangan demi kecurangan masih akan terus terjadi di pihak Tuan Muda itu.
Di sisi lain, orang-orang yang datang hanya untuk melihat kelanjutan dari drama siang tadi, satu persatu sudah mulai pulang. Tampaknya banyak di antara mereka yang sudah tidak antusias lagi karena di samping tidak paham dengan catur, mereka juga tidak melihat Virani Duns, bintang terkenal dari Kota South Coast.
Waktu istirahat yang diberikan hanya lima menit. Saat ini kedua Pemain Catur yakni Gusmon dan Tuan Muda Sentung Yolk, sudah berada di meja utama. Mereka bersiap melakukan Dwi Tarung Catur babak ke dua. Sementara itu Virani yang berada di bangku penonton deretan belakang, diam-diam berdoa agar Gusmon dapat memenangkan permainan ini. hal itu tidak luput dari perhatian Niya, dalam hati ia mengagumi kekhawatiran Virani yang tidak ingin kehilangan Gusmon.
__ADS_1
“Dwi Tarung Catur Babak kedua di mulai!” Wasit menekan jam catur di sisi Tuan Muda Sentung Yolk karena ia memegang Biji Catur Putih.
“Baiklah saudara-saudara sekalian kali ini Tuan Muda kita akan menyerang di babak kedua ini untuk membalas remis di babak pertama tadi. Ia pasti menjalankan pion d4 dengan pembukaan Queen Gambit !!” Tanpa basa-basi Juara Nasional Grandmaster Sasano Mangarontos langsung mengarahkan langkah-langkah Tuan Muda Sentung Yolk memasuki opening dari Queen Gambit.
Gusmon yang sudah tidak bersimpati lagi, berniat untuk menggempur habis-habisan dua orang ini. ia berniat menggunakan Sistem langsung dari awal game, “Kita lihat siapa yang akan menyerang sebenarnya!!”
“Sistem!, Putar Video Mesin Catur Fischer!!” Gusmon berencana, akan menyerang habis-habisan dengan demikian dapat menyelesaikan pertandingan ini dengan segera karena ia sudah muak.
[Ding!]
[Memutar File Video Mesin Catur Fischer]
[Koin Sistem tersisa 94.200]
Saat itu juga Gusmon memasuki mode berpikir ala Robert James Fischer sang Mesin Catur yang juga biasa di panggil Bobby Fischer. Saat ini permainan memasuki opening Queen Gambit namun beberapa langkah kemudian Gusmon mendikte dengan langkah-langkah yang merepertoire opening sehingga berbalik menjadi King Indian Defense.
“Ini adalah hal yang di luar dugaan, tampaknya lawan kali ini memang master gelap, bagaimana bisa ia membalikkan Queen Gambit ku menjadi King Indian Defense, ini benar-benar sulit di percaya!!” Sasano Mangarontos tampak tertegun dan dengan tidak berdaya tepaksa berpikir keras kembali.
“Pause” Gusmon segera memberi perintah Pause untuk menghemat durasi Video yang diPutar di sistemnya, kala ia menyadari Sasano Mangarontos mulai berpikir panjang dan tidak bersuara untuk melanjutkan komentarnya sebagai komentator. Sementara penonton di rumah yang menyaksikan siaran langsung tampak mengutuk sang Komentator dan mengumpati pihak stasiun televisi Handresiar yang mereka nilai asal-asalan dalam mempekerjakan seorang komentator. Bahkan mereka menduga bahwa sang komentator berpihak kepada Tuan Muda Sentung Yolk.
__ADS_1
“Saudara-saudara sekalian!, kali ini Tuan Muda kita tampaknya harus menyerang dari sayap raja dan mulai fianchetto di petak g2. Maka ia harus melangkah pion g3” Sasano Mangarontos kembali bersuara untuk menunjukkan langkah-langkah kepada Tuan Muda Sentung Yolk, kali ini ia sedikit berhati-hati.
“Play!” Gusmon menjalankan Video di sistem yang sebelumnya di pause. Begitu terus berlanjut jika Sasano Mangarontos mulai berpikir dengan lama. Sekarang yang terlihat adalah bahwa waktu di jam Tuan Muda Sentung Yolk tampak lebih sedikit di banding Gusmon.
Setelah beberapa saat berlalu terlihat bahwa Sentung Yolk sudah sangat terdesak dan Gusmon memiliki ruang yang lebih leluasa bagi biji-biji caturnya. Wajah Sasano Mangarontos tiba-tiba saja menjadi pucat pasi, apalagi Gusmon juga sudah menang waku yang banyak. Gusmon masih 9 menit lagi, sedangkan Sentung Yolk tinggal 5 menit lagi.
“Kamu pasti curang, kamu pasti telah melakukan langkah tidak sah” tiba-tiba saja Tuan Muda Sentung Yolk membentak Gusmon, dengan tuduhan melakukan illegal move.
“Acara ini di lihat oleh banyak orang, dan ada siaran langsungnya. Apalagi di sini ada wasit yang selalu berjaga. Bagaimana mungkin aku melakukan hal itu, sementara mereka tidak melihat?” Gusmon menjawab dengan acuh tak acuh tidak ingin terpancing dari tuduhan aneh itu. Justru hal itulah yang diharapkan oleh Sentung Yolk untuk melancarkan aksinya.
“Wasit!!, orang ini berbicara ketika permainan sedang berlangsung!! Ini mengganggu kosentrasi saya!” Sentung Yolk mengangkat tangannya dan memanggil wasit. Gusmon sedikit kesal karena telah masuk kedalam siasat licik orang itu.
“Karena kamu bersuara maka waktu dikurangi sebanyak 4 menit” Wasit tersebut ingat pesan Sentung Yolk untuk hukuman pengurangan waktu yang 2 kali lipat. Hingga waktu Gusmon dipotong dan tinggal 5 menit.
“Bukannya kamu yang berbicara terlebih dahulu, dan kenapa tiba-tiba pengurangan waktunya menjadi 2 kali lipat. Wasit kamu harus adil dia juga harus mendapat pengurangan waktu” Gusmon protes dan berusaha mendapatkan keadilan dari wasit yang jelas-jelas memihak Tuan Muda Sentung Yolk.
“Sudah dikatakan bahwa keputusan wasit adalah mutlak tidak bisa di ganggu gugat, waktu kamu di kurangi 4 menit lagi!” Sang wasit kali ini menjadi garang dan dengan gagah mengurangi waktu Gusmon kembali, hingga menjadi tersisa hanya 1 menit.
Gusmon hanya duduk diam, tidak berani bicara lagi. Ia berniat menghabisi orang-orang ini dengan segera. Lagi pula ia sudah melihat suatu kombinasi yang sangat akurat dan menjaminnya menang. Ia hanya butuh waktu 3 detik untuk melakukan kombinasi tersebut. waktu 1 menit masih terlalu banyak baginya.
__ADS_1
“Kita lihat, apakah kalian masih bisa sombong setelah ini!!” Geram Gusmon dari dalam hatinya, sementara sorot matanya terlihat membara.