
Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
Bab 33
Malam itu suasana tegang di Kediaman Keluarga Duns berangsur-angsur mencair manakala melihat Virani yang turun dari mobil Ketua Ganster Elang Hitam. Saat itu sesosok tubuh berlari menubruk Virani Duns. Itu adalah ibunya yang sudah tidak bisa menahan kerinduannya kepada anak.
“Virani, ini benar-benar kamu nak!”
“Kamu tidak apa-apa sayang?” Terlihat Fanny Wen memeluk anak satu-satunya itu dengan penuh kasih sayang dan air mata yang berlelehan di pipinya.
“Ibu, aku baik-baik saja” Virani juga memeluk ibunya dengan penuh perasaan. Saat itu Pieter Duns juga sudah berada di tempat ibu dan anak itu yang sedang melepaskan perasaan khawatir mereka.
Pintu mobil bagian pengemudi terbuka dan keluarlah sesosok pria gembel dengan pakaian lusuh penuh debu dan robek-robek disertai dengan rambut awut-awutan dan wajah yang ditutupi debu. Pieter yang melirik kearah orang itu sedikit tersentak namun kembali biasa karena ternyata itu bukan Grudul Hiko Ketua Gangster Elang Hitam yang menakutkan.
Sementara itu Gingger hanya diam tanpa melakukan apa, sedangkan Alex dan Genol tampak mengerutkan kening tidak mengerti. Siapa Gembel ini, mengapa menjadi sopir mengantarkan Virani?. Demikian yang menjadi pertanyaan dalam hati mereka berdua. Berbeda dengan Pieter yang justru tidak mau ambil pusing tentang siapa Gembel itu, yang penting Putrinya selamat tanpa kurang sesuatu apapun juga.
Setelah Ibu dan anak kemudian ayahnya melepas rindu kepada Virani Duns, mereka akhirnya berjalan menuju ke Villa Keluarga Duns untuk selanjutnya menuju ruang rapat utama keluarga.
__ADS_1
Gusmon melirik kearah Virani, terlihat Virani begitu bahagia bertemu dengan kedua orang tuanya. Gadis ini memang baik, ia tampak sangat menghormati kedua orang tuanya.
Sementara Anggota keluarga Duns menuju Ruang Pertemuan Utama Keluarga, para ahli beladiri Keluarga Duns menjaga tempak itu dengan ketat. Terutama sekali di pintu Gerbang utama jalan masuk menuju Villa.
Pintu ruang Pertemuan Utama Keluarga di Villa itu tampak terbuka lebar, anggota Keluarga Duns seketika menyebar di tempat duduk yang ada. Tampaknya mereka sudah tahu bahwa akan ada rapat darurat menyangkut kembalinya Virani. Situasinya sudah berubah dan tidak mungkin lagi untuk meneruskan rencana awal untuk pergi ke tempat kediaman Keluarga Bene.
Saat ini di Ruang Utama Pertemuan Keluarga, semua orang sudah berkumpul dan Kepala Keluarga akan memulai penyampaiannya. Namun sebelum itu berlaku, Gusmon berdiri dan tampil untuk mengutarakan sesuatu.
“Mohon maaf bagi semua anggota keluarga ini, saya di sini hanya ingin menyampaikan bahwa saya dan terutama sekali Virani saat ini sangat lelah. Mohon kiranya sudi untuk memberikan waktu kepada kami untuk beristirahat. Terutama sekali saya yang tidak punya tempat untuk beristirahat, jika Kepala Keluarga di sini sudi, izinkanlah saya menginap di sini barang dua atau tiga hari dan beri makan, jika gratis itu akan sangat membuat saya berterima kasih. Mohon maaf atas kelancangan saya tampil di depan keluarga ini, dan terima kasih.” Gusmon mengutarakan pemikirannya tanpa malu-malu. Kemudian melirik kearah Virani yang tersenyum di kulum karena mendengar pernyataan dari Gusmon yang menurutnya lucu.
Walaupun Kepala Keluarga Duns dan Kedua Tetua Gingger serta Genol bersama Alex demikian juga Fitria dan Wirda cukup penasaran dengan siapa gembel yang berani berbicara di depan mereka semua. Namun mereka tidak mempertanyakan itu. Mereka tampaknya menunggu kelanjutan dari Kepala Keluarga mereka.
“Oh ya... kalian memang kelihatan lelah. Untuk saat ini silahkan kalian berdua beristirahat dahulu. Dan rapat ini biar kami lanjutkan tanpa kalian berdua. Tapi sebelum itu tolong perkenalkan siapa kamu. Dan apa hubungannya dengan Virani” Pieter menjawab pernyataan dari Gusmon tadi dengan cepat.
“Baiklah, perkenalkan nama saya adalah Gusmon Sopordoy berasal dari Dalam Sumur Tua yang ada di pabrik terbengkalai tempat Virani di Sekap. Dan secara kebetulan saya menyelamatkan Virani” Gusmon berkata dengan santai, mungkin dikarenakan dia memang lelah atau mungkin sengaja ingin menyembunyikan dari mana asalnya sebenarnya. Namun memang yang disampaikannya itu sebenarnya adalah kenyataan.
Lagi-lagi penyampaian Gusmon yang polos membuat Virani sedikit menahan tawanya, “ini cowok benar-benar lugu. Masa bilangnya berasal dari sumur tua, pasti mereka semua merasa seperti dipermainkan” Demikian kata hati dari Virani akan jawaban dari Gusmon tadi.
__ADS_1
Memang benar beberapa orang yang berada di tempat itu sebenarnya merasa tersinggung dan merasa seolah-olah mereka dipermainkan oleh gembel ini. Mentang-mentang secara kebetulan menyelamatkan Virani saja sudah sok seperti ini.
“Sudahlah berapa yang kamu inginkan?” Alex Duns bertanya tanpa basa-basi, tampak sekali bahwa ia kesal dengan orang ini. Kepala Keluarga hanya menatap Alex dan Gusmon bergantian. Akan halnya dengan Virani yang merasa tidak enak dengan pernyataan dari Alex.
“Aku tidak menginginkan apa-apa, hanya numpang tinggal agak 2 atau 3 hari saja” kata Gusmon jujur, memang ia saat ini butuh tempat tinggal sementara. Di bumi yang sama sekali tidak di kenalnya ini, ia secara bertahap akan menyesuaikan diri dan berencana membeli sebuah hunian sederhana jika ia memilki uang. Namun menyangkut soal penyelamatan Virani ia sama sekali tidak mengharap imbalan, di sini ia benar-benar ikhlas.
“Cih sok keren. Kalau gembel bilang aja gembel jangan malu. Udah untung di tawarin uang sok-sok an nggak mau segala!” kali ini Fitria yang melontarkan kata-kata menohok.
“udah-udah kalian tidak tahu berterima kasih. Pemuda ini telah mempertaruhkan nyawanya demi untuk menyelamat kan aku” Virani yang tidak tahan calon suaminya di hina di depan hidungnya langsung memberikan pembelaan.
“Aku capek dan ingin istirahat, mohon maaf aku harus meninggalkan ruangan ini bersama Gusmon” setelah berkata demikian Virani menarik tangan Gusmon untuk segera meninggalkan ruangan itu. Semua orang yang berada di tempat itu terpaku. Sejak kapan Virani jadi berani berbicara seperti itu demi seorang gembel. Bahkan di hadapan Kepala Keluarga.
Virani yang menarik tangan Gusmon segera berlalu dari ruangan itu tanpa ada yang mencegah, mereka berharap kepala keluarga mencegahnya. Tetapi Kepala Keluarga hanya diam, ia maklum akan kelelahan dari Virani, dan rapat yang melibatkan Virani sebaiknya dilakukan esok hari tatkala kondisi putri semata wayangnya itu sudah pulih. Namun pertemuan kali ini juga penting mengingat situasi yang sudah berubah.
“Baiklah semuanya, biarkan Virani dan pemuda itu untuk beristirahat. Istriku kamu temani anak kita dan urus kamar tamu untuk pemuda itu” Pieter memerintahkan isterinya untuk menemani Virani sekaligus meminta isterinya memerintahkan pelayan untuk mempersiapkan kamar tamu yang akan dipergunakan oleh Gusmon beristirahat. Fanny Wen bergegas menyusul anaknya dan Gembel itu keluar dari Ruangan Pertemuan Keluarga setelah terlebih dahulu membungkuk kepada suaminya sebagai Kepala Keluarga.
“Pertemuan kita kali ini, adalah untuk membahas perubahan rencana atas keputusan ku terakhir kali” Pieter melanjutkan pembicaraannya setelah punggung Fanny Wen menghilang di balik pintu. Orang-orang mulai mendengarkan penuturan dari Kepala Keluarga dengan seksama. Karena bagaimana pun hal ini berkaitan dengan keluarga Bene. Apa langkah selanjutnya dalam menghadapi keluarga Bene. Apakah harus melawan dengan kekerasan? ataukah membuat suatu perjanjian?, menyerah?, ataukah harus lari dari kota ini?
__ADS_1