
Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
Bab 74
Gusmon begitu menikmati jalan-jalannya di Ruang Dimensi berbentuk Super Market tersebut. adakalanya ia berhenti di sebuah toko yang menjual makanan ringan, ia mengambil beberapa makanan tersebut dan memakannya. Tidak heran, toko ini bahkan seluruh dimensi ruang ini adalah miliknya.
Super market itu terdiri dari 8 lantai, itu termasuk salah satu yang terkenal di kota Jakarta. Dua lantai teratas merupakan kamar-kamar hotel, memang Super Market itu dibangun sekaligus sebagai hotel di dua tingkatan teratasnya. Jika ditambahkan dengan lantai dasarnya, maka seluruh bangunan hotel adalah 9 tingkat.
Gusmon berhenti di sebuah toko DVD, ini sangat mirip dengan toko DVD terakhir kali di lihatnya dulu. Disinilah ia bertemu dengan Aini, pegawai toko yang cantik. Secara tidak langsung Aini lah yang menyebabkan dia terlempar ke Bumi yang lain ini. Namun memang Aini adalah kecantikan yang mematikan. Tapi ia melihat bahwa Virani bahkan lebih cantik.
Gusmon menggelengkan kepala, kenapa tiba-tiba wajah Virani membayang di hadapannya?, apakah sebenarnya ia mencintai gadis itu?.
Gusmon ingin menyusuri segenap inci dari supermarket ini termasuk kamar-kamar hotel yang ada di dua lantai teratas. Namun ia sadar di luar Ruang Dimensi waktu sudah menuju subuh, ia sangat mengantuk tidak mungkin ia harus tidur di sini, bisa-bisa orang yang ada di kediaman keluarga Duns panik karena tidak menemukan dirinya saat waktu pagi nantinya.
Untuk itu Gusmon berniat pergi ke lantai dasar yang berfungsi sebagai tempat parkiran, ia ingin melihat-lihat mobil apa yang terparkir di lantai bawah. Gusmon segera memasuki Elevator dan menuju lantai dasar.
__ADS_1
Di lantai dasar terlihat deretan kendaraan yang terparkir. Parkiran ini di bagi menjadi 2 bagian yakni parkiran mobil dan parkiran motor. Ada begitu banyak mobil yang terparkir, dengan santai ia melihat-lihat meski dengan mata yang mengantuk. Ini semua adalah hasil copyan dari sistem. namun semuanya benar-benar asli. Perlahan matanya terbelalak, tatkala melihat sejumlah mobil mewah juga terparkir di sana. Ternyata di parkiran ini ada Lamborghini dan Ferrari, sungguh mengejutkannya. Ini keberuntungan baginya. Adalah jarang di Indonesia orang yang memakai jenis mobil ini. Ternyata pada saat sistem mengcopy Super Market itu, ada juga para sultan yang sedang berbelanja di sana, benar-benar menggembirakan baginya.
Mendadak saja ia merasa kaya. Dengan seluruh yang ada di ruang dimensi ini, bukankah ia juga termasuk sultan? Sudahlah, sekarang ia mengantuk besok-besok bila ada kesempatan ia akan mengarungi ruang dimensi miliknya demi lebih memuaskan hasrat kepemilikannya.
Gusmon Keluar dari ruang dimensi dengan puas, ia melewati portal dan muncul kembali di Kamar Tamu VIP Villa Keluarga Duns. Jam di dinding kamar sudah menunjukkan pukul 5 lewat. Ternyata ia cukup lama dalam menelusuri Ruang Dimensi tersebut. ia lelah dan akhirnya tertidur.
Pagi hari Virani sama sekali tidak melihat Gusmon di Ruang Makan Keluarga, ia menuju ke Kamar Tamu di mana Gusmon berada. Virani berniat mengetuk pintu kamar Gusmon, namun sesaat wajahnya memerah, ia teringat kejadian terakhir kali ia menghampiri kamar Gusmon, malah disuguhkan dengan pemandangan yang membuatnya menjadi jengah. Ia mondar mandir sejenak di depan pintu kamar tamu VIP tersebut. Sesekali tangannya terangkat berniat mengetuk pintu namun tidak jadi.
Sebenarnya Virani hanya ingin mengingatkan Gusmon untuk datang ke Taman Kota malam nanti, malam hari ini adalah malam tahun baru. Ia ingin merayakannya bersama dengan Gusmon, terlebih lagi ia ingin memberikan kejutan yang spesial. Ia adalah penyanyi misterius yang telah di kontrak oleh pihak penyelenggara dalam hal perayaan tahun baru di Taman Kota itu. Sengaja Virani tidak memberi tahu Gusmon, karena ini merupakan kejutan dari dirinya.
Penyelenggara dalam hal ini adalah Pejabat Kota South Coast yang menggandeng Gita Entertainment sebagai penyedia seluruh peralatan dan menyediakan artis yang akan beraksi di pentas malam tahun baru tersebut. mereka juga menugaskan pengelola taman dalam hal penjagaan pintu-pintu masuk dan pembelian karcis. Gerai-gerai yang menjual karcis sudah di buka dalam tiga hari yang lampau oleh karena itu tidak ada penumpukan saat pembelian karcis berlangsung.
Beberapa anggota keluarga Duns melihat Virani sendirian tanpa ditemani oleh Gusmon. Fitria hanya menatap sesaat kemudian melanjutkan makannya, saat ini ia hanya ingin menikmati waktu makannya tanpa ingin ribet dan terganggu dengan hal-hal seperti kejadian kemaren, dimana ia jengkel dengan ulah dua orang ini yang seolah-olah pamer kemesraan di depannya.
“Virani di mana pemuda gembel itu!” Wirda bertanya dengan acuh tak acuh
__ADS_1
“Dia masih tidur di kamarnya” Kata Virani sekenanya, ia sebenarnya kesal dengan bibinya ini yang masih saja seenaknya memanggil calon suaminya dengan sebutan gembel. Lagipula ayahnya sudah mendeteksi adanya konspirasi dalam keluarga Duns dan itu juga melibatkan bibinya ini.
“Aku harap ia tidak lupa dengan ucapannya yang mengatakan bahwa hanya akan menginap 2 atau 3 hari, dan seharusnya ini adalah hari terakhir baginya menginap di sini” Wirda mengatakan keberatannya akan keberadaan Gusmon yang terus menerus tinggal di Villa Keluarga Duns.
Virani berhenti menyedok makanannya.
“Jangan Khawatir, aku akan mengingatkannya” terlihat wajah Virani yang tidak senang dalam mengatakan hal itu. Bibinya seharusnya juga melihat dirinya sendiri, bukankah ia juga seharusnya berada di rumah keluarga Suaminya. Bukannya malah terus-terusan berada di rumah keluarga Duns, kecuali jika seandainya ia sudah cerai dari suaminya ataupun suaminya sudah meninggal. Ini malah seperti disengaja ia terus berada di sini, seolah memperkuat dugaan bahwa ia berkonspirasi dengan Pamannya untuk menumbangkan Ayahnya sebagai Kepala Keluarga Duns.
Alex yang mendengar pembicaraan itu hanya sedikit melirik, kemudian melanjutkan makannya. Sementara Pieter hanya mendesah perlahan, ia tahu perasaan putrinya. pastinya tidak rela melepas Gusmon dari rumah ini.
Di Kamar Tidur Tamu VIP, Gusmon saat ini menggeliat dan terbangun dengan pucat, ia meraba selangkangannya.
“Astaga!, Aku mimpi basah lagi!” Gusmon memanyunkan bibirnya, adegan dalam mimpinya terasa nyata. Ia kembali mimpi basah, lagi-lagi bersama Virani.
“Sialan, kenapa lagi-lagi mimpi basah ya? Jika tiap hari seperti ini, bisa-bisa teklok lutut ku” Gusmon menggaruk kepalanya. Ia tidak mengerti kenapa Virani bisa begitu lekat di dalam hatinya. Sebanarnya akhir-akhir ini ia memiliki perasaan yang aneh kepada Gadis cantik itu. Tapi ia selalu berusaha menepisnya. Sungguh konyol.
__ADS_1
“Apa aku ceritakan saja ya, kalau aku selalu mimpi basah kepadanya” Gerutu Gusmon, sambil menuju kamar mandi. Terpaksa hari ini ia harus mandi wajib kembali.
Di dalam kamar mandi, Gusmon mandi sepuasnya. Kebetulan air hangat yang mengguyur tubuhnya sedikit banyak menghilangkan pegal yang dirasakan setelah main catur malam tadi, di tambah lagi begadang di Ruang Dimensi berbentuk Super Market miliknya.