
Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
Bab 44
Lain halnya jika pertarungan Jhon karabau dan Ketua Besar terdahulu Gangster Elang Hitam itu sudah usai, dan tentu saja Jhon Karabau yang akan menang. Maka keluarga Bene itu tentunya akan punya pikiran lain. Karena Itulah Grudul dengan cerdik mengajukan kontrak itu sebelum pertarungan, lagipula keluarga Bene saat itu memang butuh banyak kaki tangan ditambah yang mengajukan kontrak ini adalah Gangster yang cukup punya nama.
Itulah sebabnya Keluarga Bene memberitahukan taruhan itu yang menghentikan Jhon Karabau dalam membantai besar-besaran Gangster Elang Hitam. Jhon Karabau memang kuat namun dari segi pemikiran ia masih sedikit di bawah manusia normal sehingga gampang dibujuk, namun jika ia menghendaki sesuatu maka itu harus terlaksana.
Saat ini Grudul masih sedikit kepikiran mengenai Virani jika ia ingin menjalankan rencananya. Sebab Virani adalah orang yang juga mengetahui tentang Gusmon adalah Ketua Besar organisasi ini. Apakah ia harus memberitahu Gusmon tentang rencananya?. Kemudian Grudul hanya menggelengkan kepalanya. Sekarang ia sudah memiliki Ketua Besar, ia juga harus percaya kepada Ketua besarnya. Lagi pula Virani berada dibawah pengawasan Ketua Besarnya itu. Dan ia tahu bahwa Ketua Besarnya adalah seseorang yang cerdas!
“Ada pertanyaan lain...?” Grudul Hiko, memberikan kesempatan kepada anggota untuk bertanya.
“Ada Ketua...., kapan bisa menghadirkan Ketua Besar kita walaupun secara rahasia. Takutnya kita tidak bisa bertemu setelah pertempurannya dengan Jhon Karabau!”. Bertanya salah satu Jendral Perang Laki-Laki, kali ini yang berada di sebelah Niya Noune. Orang ini bernama Komprit Noss Perawakannya terlihat Gemulai dengan pakaian rapi digosok setrika. Dari kelima Jendral Perang, orang inilah yang memiliki wajah paling gagah.
__ADS_1
“Suatu saat nanti kalian pasti akan bertemu dengannya. Jikalau tidak!, aku pasti akan menghadirkannya secara remi agar kita semua bisa melihatnya dan Tuan Hantu juga bisa mengenal organisasi kita”. Grudul menjawab pertanyaan demi pertanyaan bawahannya itu dengan tenang. Sementara itu Anggota Gangster tidak ada yang bertanya, memang mereka menggantungkan pertanyaan kepada para Jendral Perang mereka yang berada di tribun kehormatan. Mereka diam tapi dengan seksama mendengarkan apa yang menjadi pokok pembahasan dari para pembesar di atas panggung sana.
“Sekali lagi saya ingatkan, bahwa Ketua Besar kita adalah Tuan Hantu, bila kalian bertemu dengannya jangan memprovokasinya, jika ada hal-hal yang berakibat atas ulah kalian sendiri maka tanggung masing-masing akibatnya” Grudul Hiko memberikan penekanan dari kata-katanya.
“Ketua... adakah nama lain dari Ketua Besar ini agar kami tidak salah orang kedepannya atau adakah sedikit ciri-cirinya. Mengingat tidak ada photo di sini”. Kali ini yang bertanya adalah Jendral yang berada di sisi paling kiri tepatnya di samping Komprit Noss, orang ini berkulit gelap dengan muka angker penuh cambang, dan kepala plontos ia bernama Cober Btui.
“Nama aslinya adalah Gusmon, ciri-cirinya sedikit kurus dan memiliki wajah yang menawan!” Grudul menerangkan nama asli dari Tuan Hantunya itu, sebelum akhirnya menutup Rapat itu, dikarenakan sudah tidak ada lagi yang bertanya terlebih para anggotanya yang hanya diam mendengar.
Di antara para anggota yang laki-laki itu ternyata ada juga beberapa orang perempuan. Ini menunjukkan bahwa dunia bawah tanah ini tidak hanya digeluti oleh kaum adam, bahkan kaum hawa juga mulai merambah dunia Gangster. Mereka tentunya perempuan-perempuan dengan kemampuan beladiri yang cukup mumpuni.
Tatkala dalam acara bebas ini mereka menemukan rekan sejawat mereka sesama perempuan dan merekapun saling berpelukan kemudian ada juga yang cipika cipiki, sebagai tanda pertemuan mereka yang cukup hangat, dan mulailah mereka bercerita mengenai perjalanan sebagai anggota Gangster sampai kepada urusan asmara. Ada juga yang bercerita tentang Ketua Besar atau Ketua Tertinggi mereka yang baru, yang menurut Ketua mereka bahwa ia adalah seorang pria yang menawan. Membuat mereka menjadi semakin penasaran dan ingin tahu.
Hari sudah tidak begitu pagi, dan waktu sudah mencapai pukul sepuluh, Di kota South Coast itu agak ke Selatan Kota tepatnya Kediaman Keluarga Bene berada. Tiga Buah truk besar berbaris di halaman rumah itu dan itu juga tidak luput dari pantauan beberapa orang yang menggunakan mobil van. Mobil van yang berjalan dengan tidak terlalu cepat namun tidak pernah berhenti hanya sekedar lewat di jalan depan Kediaman Keluarga Bene. Mobil Van itu berjalan menjauh dari Villa Bene, seolah-olah memang mobil itu mobil biasa yang selalu lalu lalang di jalan raya itu.
__ADS_1
Truk besar yang berbaris itu, dengan teratur masuk ke pekarangan Villa Bene, beberapa orang Penjaga keamanan Villa Bene yang terdiri dari ahli beladiri dengan kemampuan mumpuni mengarahkan truk-truk besar itu menuju halaman belakang Villa, melalui halaman samping yang sudah diaspal dan didekorasikan sedemikan rupa sehingga seperti kebun dan jalan raya. Padahal itu adalah jalan milik pribadi yang menghubungkan halaman depan dengan halaman belakang karena berada di dalam pagar Villa itu.
Dengan tertib truk-truk itu berjalan beriringan menuju halaman belakang Villa sesuai dengan arahan orang-orang dari Keluarga Bene ini.
“Drrrn, Sssyyahhh”
Mobil truk paling depan berhenti dan mengambil posisi memarkir dengan memundurkan ekor truk tersebut memasuki bagian dari halaman belakang Villa yang ternyata terdiri dari padang rumput hijau yang luas. Padang rumput itu ditumbuhi rumput berkualitas tinggi dan terawat dengan baik. Tempat ini juga di keliingi oleh waring kawat kasar yang kuat, seolah-olah itu adalah area peternakan!.
Ekor dari truk pertama sudah sampai pada pintu kawat yang dengan sigap dibuka oleh petugas keamanan Villa Bene itu. Pintu kawat itu sedikit lebih besar dari ukuran truk sehingga ekor truk bisa terus masuk sedikit melewati pintu kawat. Dengan sigap kenek truk yang sudah turun dari Mobil Besar itu menuju ke ekor truk untuk membuka pintu Gerobak Truk tersebut.
Terlihatlah pemandangan di dalam Gerobak Truk tersebut yang ternyata dipenuhi dengan Kerbau Jantan yang hidungnya dicolokin dengan tali berpilin. Tali itu juga diikatkan masing-masing ke sisi Gerobak Truk sehingga kerbau tidak meronta ketika diangkut. Di dalam truk pertama itu ada sekitar sepuluh ekor kerbau jantan.
Kenek Truk pertama segera bertindak dengan membuka ikatan salah satu dari kerbau jantan itu dan menuntunnya menurunkan dari truk. Dua orang kenek dari truk lainnya segera membantu menurunkan kerbau-kerbau itu memasuki padang rumput yang sudah dikelilingi waring kawat itu. Kerbau-kerbau itu merasa gembira seketika melihat di hadapan mereka ada padang rumput luas, mereka seperti tidak sabar untuk segera mencicipi rumput bermutu tinggi itu.
__ADS_1