Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video

Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
BAB 14


__ADS_3

Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video


Bab 14


Disebuah pabrik yang terbengkalai, di halaman pabrik tersebut sebuah mobil sport mewah terparkir di sana. Dan pada saat ini sebuah mobil van mewah telah datang, itu adalah mobil khusus yang dipersiapkan oleh Tuan Muda Bene untuk menjemput Virani Duns. Beberapa orang turun dari dalam mobil van mewah tersebut. 


Tiga orang tampak turun dari dalam mobil van mewah tersebut. Satu orang laki-laki yang merupakan sopir mobil van mewah tersebut dan 2 orang perempuan separuh baya berpakaian pelayan yang jelas merupakan pelayan perempuan di keluarga Bene.


Mereka bertiga lantas masuk kedalam bangunan pabrik terbengkalai tersebut. Saat tiba didalam mereka melihat semua orang  yang terpana dan melihat kearah dua orang yang sedang berpelukan. Dan ketiga orang itu berhenti setelah melewati sedikit pintu masuk pabrik yang sudah tidak utuh lagi, disana juga ada dua orang bertato yang merupakan tangan kanan dari Grudul Hiko. 


Saat ini Virani Duns yang sudah merasa lebih baik segera melepaskan pelukannya dengan wajah yang bersemu merah, seakan tersadar akan kelakuannya yang sudah memeluk sosok yang belum dikenalnya bahkan bila orang itu adalah Hantu Penunggu Sumur Batu Tua sekalipun. 


Saat ini semua orang sudah lepas dari perasaan terkejutnya. Pujin Hento mengisyaratkan Tuan Muda Bene untuk mundur beberapa langkah demi melihat ketidak beresan sosok orang yang keluar dari dalam sumur batu tua. Pujin Hento sama sekali tidak percaya bahwa sosok yang berdiri di hadapannya ini adalah Hantu ataupun penunggu sumur tua yang sebelumnya telah di cor itu.


Lain halnya dengan Grudul Hiko, ia sedikit yakin bahwa yang keluar dari sumur tua itu memang Penunggu Sumur Tua yang telah menjadi mitos dari beberapa kalangan masyarakat, disekitar pabrik terbengkalai ini, melihat dari pakaian yang kotor dan compang camping demikian juga celana yang sudah robek-robek dan ada noda darah dari pakaian sosok itu. Demikian juga dengan dua orang kepecayaannya yang melihat kejadian itu dari jauh di dekat pintu pabrik terbengkalai itu. Mereka berdua bahkan yakin bahwa sosok itu benar-benar Hantu!. Sementara 3 orang yang baru masuk hanya bertanya-tanya dalam hati apa yang sedang terjadi, sebab mereka memang tidak mengikuti drama itu dari awal.


Tuan Muda Bene yang melihat isyarat dari Pujin Hento Segera menyingkir agak menjauh kebelakang dari tempat itu, sebab disamping terkejut ia juga sedikit takut dengan sosok tersebut jangan-jangan benar-benar Hantu. Sebab sosok itu keluar ketika permohonan dari Virani Duns telah di ucapkan. Apakah benar makhluk ini mendengar permohonan dari Virani Duns dan keluar karena memang ingin melindunginya sebab ingin dijadikan suami oleh Virani Duns?

__ADS_1


Di satu sisi Tuan Muda Bene merasa sangat marah dan cemburu dengan makhluk itu enak saja di peluk oleh perempuan yang selama ini di kejar-kejarnya. Sedangkan ia yang terhormat begini masih belum ada menyentuh Virani Duns, ini sosok Hantu yang compang camping dan kotor serta memakai sandal jepit malah enak saja dipeluk, di depan semua orang lagi. Sungguh menghancurkan wibawa dan martabatnya sebagai Tuan Muda Sorto Bene yang terhormat.


“Pujin Hento, aku ingin kamu membuat Hantu ini kembali ke alamnya!” Demikian perintah dari Tuan Muda Sorto Bene, meskipun pelan namun terdengar sangat jelas.


Gusmon yang masih belum mengerti keadaan, samar-samar menangkap sedikit ketegangan dan ketidak wajaran di matanya. Ia melirik Virani Duns yang saat ini menunduk dengan wajah merah menahan malu dan kedua telapak tangan disatukan. Kemudian Gusman melihat orang di depannya yang tampaknya sedang melakukan ancang-ancang serangan. 


“Tunggu dulu, coba jelaskan apa yang terjadi!”. Gusmon berusaha mencegah, agar orang itu tidak gegabah dan main hakim sendiri dengan persoalan yang dirinya sama sekali tidak memahami. Namun meskipun begitu ia tetap waspada mumpung dua video masih diputar di balik layar dan durasinya masih belum habis.


“Aku ingin melihat, apakah Hantu bisa menahan satu pukulan dari ku!!” Dingin suara dari Pujin Hento, tidak tanggung-tanggng dia segera merapal pukulan terkuat darinya, yang telah dipelajarinya dengan sangat meyakinkan dari sosok menakutkan Jhon Karabau. Walaupun tentu saja tidak sekuat bila di gunakan oleh Jhon Karabau sendiri.


Pujin Hento memasang kuda-kuda pukulan, mulutnya komat-kamit sangat tidak biasa dibandingkan dengan ahli beladiri yang ada di Kota South Coast ini bahkan di seluruh wilayah bagian satu dari Bumi Super ini.


Di tinju kanan Pujin Hento saat ini tergambar siluet bayangan kepala kerbau dengan tanduk runcing. Tampaknya Pujin Hento telah selesai memusatkan seluruh kekuatannya, ia berniat segera menghasilkan serangan yang dahsyat dan mengahancurkan sosok Hantu itu dengan sekali pukul. Grudul Hiko yang terduduk di lantai akibat tekanan aura, ternganga disaat melihat kekuatan Pujin Hento yang tidak biasa. Ini benar-benar sangat berbeda dengan ahli beladiri kebanyakan, dan iapun kagum dengan Pujin Hento.


Tekanan Aura pun lenyap tatkala Pujin Hento selesai memusatkan kekuatan, maka dengan teriakan keras dia melabrak kedepan dengan tinju kanan diselimuti siluet kepala kerbau dengan tanduk runcing.


Gusmon terkejut tatkala Pujin Hento melesat kearahnya ia sama sekali tidak melihat Pujin Hento bergerak tahu-tahu sudah berada tepat di depan matanya. Terlihat betapa sangat cepat gerakannya sehingga Gusmon tidak mampu mengikuti dengan matanya.

__ADS_1


Tetapi Gusmon sudah waspada semenjak tadi, dengan reflek ia segera membentuk Double Cover dengan kedua tangannya tepat ketika tinju dahsyat itu mengarah kewajahnya.


“Brughh!” 


“akh!”


Terdengar  bunyi renyah tatkala tinju berisi kekuatan kepala kerbau itu menghantam Double Cover dari Gusmon, saat itu juga pekikan tertahan terdengar dari mulut Pujin Hento. Sebatas pergelangan tangan hingga siku Pujin Hento ternyata telah remuk. Gusmon mendorong kedua Double Cover yang yang di bentuk oleh tangannya dengan kuat kedepan dan suara raungan Hulk terdengar menggema dengan menakutkan di tempat itu.


“Groaarrkk!"


Sesosok tubuh melayang terbang menuju dinding yang ada barisan Drum Kosong, tepatnya di samping Asno Maropo dan Kinu Bula. 


“Duar!”


“Klunggng!”


Tubuh Pujin Hento terpental dengan kuat dan menyapu deretan drum kosong, sehingga drum itu berserakan disertai bunyi yang heboh. Tapi tidak berhenti sampai disitu, ia juga menghantam dinding pabrik yang lapuk. Kontan dinding pabrik itu runtuh disertai bunyi yang bergemuruh dan menimpa sosok Pujin Hento tersebut.    

__ADS_1


Tubuh Pujin Hento tertimbun oleh reruntuhan dinding pabrik yang telah lapuk itu disertai dengan kepulan debu beberapa saat. Asno Maropo dan Kinu Bula ternganga tidak percaya namun segera sadar dan dengan cepat berlari ketempat Pujin Hento terkubur. Sementara itu Supir mobil van mewah dan kedua Perempuan Paruh Baya Pelayan keluarga Bene, segera menyingkir keluar pabrik berdiri di samping mobil van mewah mereka. Tampak bahwa wajah mereka pucat dengan apa yang mereka saksikan baru-baru ini.


__ADS_2