
Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
Bab 109
Gusmon segera memilihkan salah satu sepeda motor yang ada di halaman parkir Supermarket itu. di sini ada bermacam varian motor. Mulai dari Motor Gede hingga mesin-mesin 250 cc, 150 cc dan bahkan yang terbanyak adalah 110 cc. cc sendiri merupakan singkatan dari cubicle centimeter atau cm3, bisa diartikan sebagai volume ruang silinder yang terletak di dalam mesin pembakaran.
Gusmon merasa bahwa motor matic adalah hal yang cocok untuk Hakmit berkaitan dengan profesinya sebagai kurir. Saat ini mata Gusmon melihat Spin 125 SR Night Rider, tampaknya ini motor yang bagus namun mesinnya masih karburator, jelas ini motor lama tapi kuat. Meski karburator namun irit di zamannya. lalu matanya jatuh pada motor sejuta umat, beat 110 cc dan mesinnya sudah injeksi.
“Sepertinya ini saja” Kata Gusmon dalam hati. Tidak ingin berlama-lama, Gusmon segera memboyong motor beat itu keluar dari Ruang Dimensi berbentuk Supermarket miliknya.
Hakmit masih berdiri di halaman rumahnya dengan heran, menatap lurus kearah mana Gusmon menghilang tadi. sesekali matanya melirik kearah mobil karimun di tepi jalan. sepertinya Gusmon memang cukup mampu, terbukti ia sudah bertukar mobil dengan yang lain lagi. Demikian pemikiran Hakmit saat melihat mobil Gusmon yang terparkir di tepi jalan.
Tak lama kemudian sesosok mengendarai sepeda motor melesat keluar dari semak-semak di ujung jalan. Hakmit mengernyitkan kening saat melihat Gusmon mengendarai sepeda motor itu. dari mana Gusmon mendapatkan motor itu. atau jangan-jangan ia sengaja meletakkan motor di dalam semak itu?. pertanyaan muncul di hati Hakmit.
__ADS_1
Gusmon berhenti dengan sepeda motornya di hadapan Hakmit. Dengan tenang ia turun dari motor beat itu. dan menyerahkan kuncinya kepada Hakmit.
Hakmit ternganga tidak percaya dengan pemberian Gusmon ini. lalu ia ingat bahwa Gusmon berjanji padanya akan memberikan sepeda motor. Apakah motor ini sebelumnya telah dipersiapkan oleh Gusmon kepadanya?. Ia benar-benar terharu. Lalu matanya menatap ke arah plat nomor sepeda motor itu. ia heran dengan plat nomor yang asing itu. kenapa platnya aneh? Namun ia tidak bisa bingung terlalu lama ia harus berterima kasih atas pemberian Gusmon ini.
“Sa.. saudara Gusmon.. i... ini” Hakmit tergagap tidak percaya dengan apa yang ada di hadapannya ini. ini benar-benar tidak ada dalam harapannya. Sewaktu ia diantar oleh Gusmon kemarin, ia memang sempat mendengar bahwa Gusmon akan memberikannya motor. Dan sekarang Gusmon memang benar-benar melakukan itu. Orang ini terlalu baik, ia benar-benar tulus menganggap Hakmit sebagai temannya padahal Hakmit tidak lebih dari orang miskin yang berjuang untuk hidup.
“Aku ... Aku tidak pernah di perlakukan seperti ini sebelumnya oleh orang-orang. kamu lah yang pertama kali memperlakukan ku begitu baik. Mulai saat, ini aku menjadi teman mu... tidak mulai saat ini aku akan menjadi Saudara mu yang akan membantu apapun yang kamu butuhkan. Bahkan nyawapun aku tidak keberatan” Air mata Hakmit tidak terbendung lagi ia benar-benar terharu.
“Itu hanya motor, tidak usah berlebihan seperti ini” Gusmon sedikit cemas dengan perasaan haru Hakmit. Ia memiliki banyak Copy-an sepeda motor di Ruang Dimensi berbentuk Supermarket miliknya. Apa salahnya memberikan satu kepada Hakmit yang memang membutuhkan demi pekerjaannya.
Saat itu dua orang paruh baya mendatangi tempat itu dengan terheran-heran. Dua orang itu adalah dua orang paruh baya laki-laki dan perempuan, mereka adalah kedua orang tua dari Hakmit. Melihat dari pakaian mereka yang dipenuhi lumpur, sepertinya mereka baru pulang dari sawah.
“Ini ada apa“ Bertanya ibu Hakmit. Ufrah yang melihat kedua orang tuanya kembali dari sawah segera menghambur kearah mereka. sebenarnya kedua orang tua Hakmit baru selesai mengerjakan sawah orang. mereka adalah buruh tani dan tidak memiliki sawah sendiri. Saat ini mereka sedang istirahat dan setelah satu jam istirahat mereka harus kembali mengerjakan sawah orang itu kembali.
__ADS_1
“Ayah ibu, Kakak baru saja di beri motor oleh Kak Gusmon” Ufrah dengan cepat memberi tahu kedua orang tua nya. Kedua orang tua nya kontan membeku seakan tidak percaya. Siapa dermawan yang telah begitu baik terhadap keluarga mereka. seumur hidup baru kali ini ada orang yang sangat baik terhadap mereka,
Mata kedua orang tua ini terpaku kepada Gusmon. Gusmon hanya garuk-garuk kepalanya, siapa sangka dengan menghadiahi Hakmit sepeda motor yang tidak seberapa ini mereka sangat senang seperti ini.
“Kak Gusmon kapan kakak memberikanku hadiah, aku juga ingin diberi hadiah seperti Kak Hakmit” Ufrah berkata dengan tersipu ia sedikit berada di belakang ibunya. Melihat putri mereka yang berbicara dengan malu-malu, kedua orang tua mereka sedikit terkejut. Tampaknya putri mereka sudah dewasa, dan pria ini tampaknya cocok dengan anak gadis mereka. apalagi mereka merasa bahwa pria ini seperti seorang tuan muda yang kaya, apalagi mereka sudah melihat mobil karimun dengan plat yang sedikit aneh terparkir di tepi jalan depan rumah mereka.
Jika pemuda di hadapan mereka ini bisa menjadi menantu, alangkah senang hati mereka. itu sedikit banyak bisa meningkatkan status mereka untuk naik beberapa level menjadi keluarga terpandang.
“Oh iya... nanti kakak pasti akan memberikan kamu hadiah jika kita bertemu lagi, untuk saat ini biarkan kakakmu Hakmit yang menerima hadiah dulu ya” Gusmon menjawab sambil tersenyum. Ia sama sekali tidak tahu pemikiran dari kedua orang tua Ufrah yang mengharapkannya untuk menjadi menantu mereka.
“Oke Hakmit aku pamit dulu kapan-kapan aku akan mampir lagi jika ada waktu” Gusmon sebenarnya ingin sedikit lama di pinggiran Kota ini. terus terang ia merasa bahwa udara di tempat ini lebih segar dibandingkan arah ke dalam kota. Namun ia memiliki banyak urusan yang belum dikerjakan. Rencana pertama tentu saja mengunjungi Pusat Perbelanjaan South Coast City untuk melihat kedua aset pertamanya di Bumi Lain ini.
“Eh Nak Gusmon, kenapa cepat sekali perginya. Masuk ke dalam dulu kita berbincang bincang sambil makan goreng ubi. Kebetulan ibu ada menyimpan ubi kayu, biar ibu gorengkan sebentar ya” Ibu Hakmit jelas ingin menahan Gusmon lebih lama. Meskipun waktu istirahatnya hanya satu jam bersama suaminya, jelas ia bertekad untuk menjodohkan Ufrah dengan Gusmon. Meskipun jika ia dipecat dari buruh tani dari tempat sawah yang mereka garap. Tetap saja, bila berhasil mendapatkan Gusmon mereka tentu akan merasa kehilangan sawah garapan itu hanyalah hal sepele.
__ADS_1
“Hm... tapi aku memiliki satu pekerjaan yang mendesak. Mohon maaf aku harus pergi dulu” Gusmon mohon pamit, kepada semua orang, meski agak kecewa Ibu Ufrah berusaha tersenyum demi melihat Gusmon menuju ke mobilnya.