
Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
Bab 103
Saat itu, Kayla terpaksa menunggu hingga hari sedikit bercahaya, karena ia takut jika pulang sangat larut malam menuju dini hari. Setelah langit bercahaya, dengan gontai ia menyusuri jalan ke arah Utara Kota menuju kediamannya yang jauh.
Jelaslah bahwa perjalanan melelahkan yang menguras fisik, dan tentu saja ia membutuhkan air dan sedikit makanan, membuatnya pingsan. Untung saja ia tidak bertemu dengan orang jahat atau paling tidak preman yang mengganggu sepanjang perjalanannya pulang. Satu hal lagi, Kayla tentu saja tidak mau mengemis demi mendapatkan sedikit uang untuk mengantarkannya pulang.
Gusmon menggelengkan kepalanya melihat kondisi Kayla. Sebenarnya Gusmon adalah sosok yang baik, ia cukup prihatin dengan keadaan perempuan di hadapannya itu. namun sikap orang itu membuatnya jijik dan bisa menghapus rasa kemanusiaan di hatinya.
Beberapa saat kemudian Kayla mulai membuka kedua matanya, keberadaan orang-orang di sekelilingnya sedikit banyak membuatnya terkejut.
“A..apa yang terjadi” Kayla berucap, namun sudut matanya menangkap sosok Gusmon saat itu.
“Nona, kamu tadi pingsan. Mungkin karena kehausan dan kelelahan secara bersamaan” Kata Pemuda yang berbicara kepada Gusmon tadi. Kali ini terlihat bahwa ia ingin mengambil hati Kayla.
Kayla menatap kearah Gusmon sesaat. Gusmon terlihat acuh tak acuh dan hendak meninggalkan tempat itu segera.
“Orang itu... orang itu.... jahat.... dia... dia yang telah mencelakakan aku. Tolong .... semua orang... tolong tangkap orang itu!!” tiba-tiba Kayla berbicara dengan nada suara yang menghiba-hiba menatap orang-orang sekelilingnya. Sementara telunjuk tangan kirinya menunjuk Gusmon dengan mantap.
__ADS_1
Pemuda yang berbicara dengan Gusmon tadi terlihat membeku, perlahan wajahnya menunjukkan wajah geram. Orang di hadapannya ini beraninya ia tadi pura-pura bertanya tentang keadaan gadis ini, ternyata ia yang telah membuat gadis ini celaka. Demikian kata hati pemuda itu, tatapan matanya memancarkan sorot mata marah. Ia ingin menunjukkan kepada Kayla bahwa ia adalah pemuda hebat dan perhatian.
Gusmon jelas terkejut dengan tuduhan Kayla itu, ia tidak menyangka bahwa Kayla sungguh tidak tahu malu. Ini benar-benar perempuan binal dan jahat. Saat itu beberapa orang masih bingung. Bukankah pemuda itu tadinya hanya keluar dari apotek, lalu bagaimana mungkin ia mencelakai perempuan muda ini? begitu pandangan beberapa orang yang masih berpikir jernih.
Tapi beberapa orang laki-laki sudah tampak berdiri dengan sangar, seolah-olah ingin menjadi pahlawan di mata Kayla.
“Sebaiknya kalian tanyakan dulu, apa kejahatanku padanya. Aku kan baru keluar dari apotek, lalu kapan aku melakukan kejahatan kepadanya. Bukankah kamu bilang bahwa kamu dari tadi memperhatikan perempuan itu!’ Gusmon menatap pria muda yang tadi menerangkan kondisi Kayla kepadanya itu. justru sekarang pemuda itulah yang terlihat paling garang di antara orang-orang.
Beberapa pemuda itu tampak ragu-ragu, mereka berusaha mencerna kata-kata Gusmon.
“Kalian semua jangan ragu pemuda itu hanyalah seorang gembel. Lihat pakaian yang dipakainya. Apa yang kalian takutkan. Pemuda itu sebelumnya sudah merampok uang milikku” tanpa tedeng aling-aling Kayla kembali memasukkan bahan bakar, bahkan secara gamblang memfitnah Gusmon.
Terlihat sekarang hanya 5 orang laki-laki yang bergerak maju kehadapan gusmon.
“Aku harap kalian tidak menyesal mengikuti keinginan perempuan busuk ini, tanpa mengetahui duduk persolan yang sebenarnya” Gusmon menggeleng lemah, melihat para pemuda ini menjadi nekat karena hanya tergoda dengan fitnahan sesat dari Kayla. Namun Gusmon tentunya telah bersiap-siap jika memang kelima orang itu menyerangnya. Ia juga telah siap memanggil file Video ‘Teknik Tinju Si Leher Beton’ jika ada keroyokan dari para laki-laki pemuja Kayla ini.
Adapun para lelaki muda ini sebagian besar hanyalah pekerja kasar yang menerima upah, tentu saja mereka sangat jarang melihat perempuan seperti Kayla yang menurut mereka cukup cantik, namun bagi penilai standar kecantikan bahwa Kayla sama sekali hanya standar kecantikan yang biasa-biasa saja.
“Plak!”
__ADS_1
Tepat saat lima orang itu akan menerjang, seorang wanita muda dengan perut hamil tiba-tiba saja menghampiri pemuda yang sok jagoan itu, ia menampar wajah nya cukup keras. Semua orang melongo dan suasana menjadi hening sesaat. Keempat laki-laki yang mengikuti untuk menyerang Gusmon sontak menghentikan niat mereka.
“Robon Sin!, ternyata kamu di sini!” berteriak perempuan hamil itu dengan marah. Air matanya mengalir deras.
‘Syiti!” Seru pemuda yang bernama Robon Sin itu.
“Kamu jahat, kamu mencampakkan aku begitu saja setelah hamil seperti ini. lama aku mencari-cari dirimu. Ternyata kamu di sini. Dasar pemuda tidak bertanggung jawab, laknat!“ Syiti menumpahkan seluruh unek-uneknya, tangan kecilnya tampak memukul-mukul dada Robon Sin.
Robon Sin terlihat murung. Ia sama sekali tidak kesakitan dengan pukulan kecil milik Syiti. Ia murung karena ia harus menyingkir dari Syiti, namun sekarang malah ia bertemu kembali dengan Syiti.
“Kenapa kamu meninggalkan ku, apa kamu tidak ingin menikahi ku. Bukankah keperawananku sudah kamu renggut dengan bujuk rayu mu?, kamu berjanji akan menikahiku ternyata janjimu hanya palsu!” Syiti tidak mampu lagi menahan gejolak hatinya.
Baik Syiti maupun Robon Sin berasal dari ujung Kota South Coast Timur. Robon Sin, menjauhi Syiti atas permintaan orang tuanya. Ibunya merasa bahwa Syiti sama sekali tidak pantas untuk anak mereka.
Robon Sin terlihat bingung, tidak tahu apa yang akan dilakukannya saat ini, yang jelas keinginan untuk menggampar Gusmon hilang seketika. Kayla mengatakan bahwa pemuda di hadapannya ini sudah mencuri uangnya, lantas kenapa?. Persoalan pelik di depan matanya saat ini jauh lebih membuat stress.
“Syiti, sebaiknya kita bicarakan ini lain kali. Saat ini aku kebetulan sedang istirahat dari pekerjaan ku, sebentar lagi aku akan mulai kembali bekerja. Jika kamu menggangguku seperti ini aku tidak tahu akibatnya bagi ku. Bisa-bisa atasanku marah kepada ku” Robon Sin masih berusaha menghindari dari tuntutan Syiti.
Syiti menggelengkan kepalanya keras-keras pertanda ia sangat kecewa dengan sikap Robon Sin.
__ADS_1
“Robon aku mengira kamu dahulu adalah orang yang bertanggung jawab, sekarang aku sangat kecewa dengan mu. Ternyata kamu sama saja dengan lelaki yang lain. Kamu hanyalah tidak lebih dari perusak anak gadis orang!!” Syiti tampak menyala-nyala matanya. Setelah bersusah payah menemukan Robon Sin. Ternyata pemuda ini sama sekali tidak peduli dengan nya.