
Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
Bab 42
Disebuah Club Tempat Permainan terkenal di Kota South Coast, Black Club!. Dimana aneka kesenangan duniawi tersaji dengan apik dan tentu saja dengan bayaran yang mahal juga. Di lantai paling bawah Basement yang ada di dalam tanah.
Di basement itu sudah berkumpul lebih dari lima ratus orang rata-rata berperawakan garang layaknya preman. Memang orang-orang itu adalah merupakan para anggota Gangster Elang Hitam yang menakutkan. Di dinding ruangan bawah tanah itu terlihat sebuah lambang elang berwarna hitam sedang menyambar, dengan kaki berkuku tajam dan sayap terbuka yang gagah.
Black Club ini merupakan tempat hiburan yang berpengaruh di Kota South Coast karena yang memilikinya adalah Gangster Elang Hitam dan dikelola oleh para anggota Gangster Tersebut, selain Club ini Gangster Elang Hitam juga memiliki beberapa bisnis lain di Kota South Coast ini.
Ruangan Basement yang di penuhi oleh anggota Gangster Elang Hitam itu sangat besar sehingga sanggup menampung ratusan orang, sementara itu kursi-kursi yang disediakan sudah terisi penuh. Hanya kursi bagian atas panggung sama sekali belum terisi. Kursi-kursi yang ada di bawah panggung juga di lengkapi dengan meja di masing-masing barisnya, yang mana meja tersebut berisi beraneka makanan termasuk bir dan juga anggur yang lumayan mahal.
Hari ini adalah Pertemuan dengan Ketua Gangster yaitu Grudul Hiko, mereka semua juga heran kenapa ada pertemuan mendadak seperti ini. Masing-masing Gangster mendapat pesan dari teman mereka ataupun Telepon Rumah dan juga telepon yang ada di Club mereka.
Biasanya Gangster ini mengadakan pertemuan rutin sekali dalam tiga bulan namun entah kenapa sekarang Ketua Gengster mengadakan pertemuan hari ini. Pasti ada sesuatu yang penting.
__ADS_1
Kursi di barisan panggung itu adalah Kursi untuk para ketua-ketua Gangster. Ada dua Kursi di tengah dengan Kursi di samping kanan yang besar dan mewah. Orang-orang tahu bahwa Kursi ini untuk Ketua Besar Gangster. Namun ketua itu sudah tewas di tangan Jhon Karabau sehingga saat ini baik ketua Besar maupun Ketua Gangster dijabat oleh Grudul Hiko. Selain itu ada dua kursi lagi di kiri dan kanan kursi Ketua Besar dan Ketua Gangster. Kursi ini tentu saja lebih kecil dari Kursi Ketua. Kursi ini nantinya ditempati oleh dua orang tangan kanan Grudul Hiko yakni Asno Maropo dan Kinu Bula dua orang berbadan Athletis dan bertato.
Agak kebawah sedikit ada sebarisan kursi lagi yang berjumlah lima buah, ini adalah kursi untuk masing-masing Jendral Perang Gangster Elang Hitam. Yang mana masing-masing dari mereka memiliki 100 orang Pasukan yang semuanya adalah anggota Gangster ini.
“Rombongan Ketua Gangster Datang..!!” Seseorang berseru dengan lantang tatkala pintu basement terbuka dengan membagi dua ke kiri dan ke kanan, kemudian serombongan Pria yang besar-besar dan tidak kalah garang tampangnya tampak memasuki Ruangan ini. Namun di antara mereka ternyata ada 2 orang perempuan.
Para Anggota Gangster yang duduk di kursi segera berdiri dan memberi hormat dengan membungkukkan badan.
“Memberi Hormat Kepada Ketua Gangster” Suara nyaring yang serentak berkumandang di ruangan itu.” Grudul Hiko berhenti sejenak dan menganggukkan kepalanya. Kemudian ia bergerak diikuti oleh rombongan menuju ke atas panggung.
Masing-masing dari rombongan segera menduduki kursi mereka masing-masing. Lima orang Jendral duduk di barisan lima kursi sebelah bawah ketua Gengster. Asno Maropo dan Kinu Bula mengambil Kursi di kiri dan kanan yang lebih kecil dari Kursi Ketua. Sementara Grudul Hiko sendiri mengambil Kursi Ketua Gangster. Hal ini membuat beberapa Anggota cukup heran, sebab biasanya Grudul Hiko memilih duduk di Kursi Ketua Besar karena setelah kematian Ketua Besar yang lama ia tentunya memegang dua jabatan sekaligus. Jadi wajar jika ia bisa duduk di Kursi Ketua Besar, namun sekarang kenapa ia tidak duduk di sana?
Dua orang perempuan ternyata duduk di Kursi Jendral Perang, kedua Jendral ini juga cukup heran dengan Grudul Hiko namun tidak bertanya kepada Ketua mereka. Masing-masing perempuan memakai pakaian seksi ketat dan dibalut baju tanpa lengan.
Mereka berdua memiliki tampang yang manis namun jangan salah sangka, penampilan manis seringkali membawa kematian bagi semut. Karena kedua perempuan itu memiliki Kemampuan beladiri tingkat dua dan tenaga yang kuat, serta mahir memainkan berbagai senjata. Perempuan dengan Baju hitam ketat adalah Niya Noune dan Perempuan dengan Baju Merah Menyala adalah Yarti Buonce. Sosok Niya Noune langsing dan tinggi sementara Yarti Buonce sedikit gemuk dan ada tahi lalat di pipinya.
__ADS_1
Suasana Hening sejenak setelah Grudul Hiko Mengangkat tangannya.
“Saudara-saudaraku sekalian, hari ini pasti banyak yang bertanya-tanya kenapa kita dikumpulkan secara mendadak dengan tidak terjadwal. Pada hari ini saya akan berbicara mengenai hal itu dan kondisi terkini dari Gangster Elang Hitam yang terhormat ini, maka dari itu sebelum memulai pertemuan ini, mari gaungkan semangat Gangster kita”. Grudul Hiko berbicara dengan berwibawa sambil mengepalkan tangannya.
Serentak semua orang mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi sambil mengucapkan
“Semangat Gangster Elang Hitam, Pantang di tendang demi Kehormatan, Pantang mundur walaupun Gugur!” Mereka mengucapkan itu beberapa kali sambil mengangkat kedua tangan tinggi-tinggi. Beberapa Jendral Perang Gangster yang laki-laki tidak sengaja melihat ke arah Yarti Buonce yang sedang mengangkat tangannya dengan bangga, para Jendral itu sontak tertegun melihat ternyata bulu-bulu ketiak Yarti Buonce yang keriting menghias di ketiaknya, ini bisa kelihatan karena Yarti Buonce memakai baju ketat tanpa lengan.
Yarti Buonce yang heran melihat tatapan dari para pria di atas panggung menjadi bingung. Kemudian ia melihat kearah ketiaknya dan terkejut. Ternyata ia lupa mencukur ketiaknya.
“Sialan kenapa aku lupa mencukurnya ya?” Kata Yarti Buonce dengan malu dan wajahnya seketika memerah jengah. Ia pun menoleh kearah Niya Noune yang tersenyum elegan, berharap bahwa Nia Noune juga memiliki hal yang sama seperti dirinya karena sama-sama memakai baju tanpa lengan. ternyata ketiak Niya Noune terlihat mulus dan kinclong.
Memang terlihat perbedaan cukup signifikan antara Niya Noune dan Yarti Buonce dimana Niya lebih cantik dan tinggi jenjang di tambah dengan mamakai High Heels apalagi sekarang ia memakai rok pendek sedikit di atas lutut, membuat orang-orang tidak percaya bahwa ia adalah Ahli Beladiri dan juga salah satu Jendral Perang Gangster Elang Hitam yang menakutkan. Memang Niya selain aktif sebagai bagian dari Gangster Elang Hitam, ia juga memiliki bisnis alat kecantikan, dan tentunya ia sangat rajin merawat diri terutama sekali kulitnya.
Para Anggota Gangster kemudian duduk dengan tenang setelah mengucapkan Semangat Gangster Elang Hitam yang selalu di gaungkan setiap kali ada pertemuan.
__ADS_1
Salah seorang Jendral Perang Gangster yang laki-laki masih mencuri-curi pandang berharap masih dapat melihat ketiak Yarti walaupun bulu ketiaknya terjepit. Namun seketika ia menjadi pucat tatkala Yarti memelototinya.
“Apa lihat-lihat, belum pernah lihat ketiak perempuan ya!” kata Yarti Buonce dengan menggembungkan kedua pipinya seakan-akan ingin memakan sosok laki-laki itu. Dengan cepat laki-laki itu menunduk tidak berani menatap ketiak Yarti lagi. Tampaknya ia takut nantinya dijepit dengan kepitan ketiak melalui jurus pitingan Yarti yang sudah terkenal di kalangan Gangster ini.