
Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
Bab 13
Virani Duns tampak berdiri dan berjalan tertatih-tatih di Pabrik terbengkalai itu, diiringi oleh tatapan beberapa pria.
Sesampainya di tepi Sumur Tua yang di cor di mulut sumurnya, Virani Duns Nona Muda dari keluarga Duns ini kemudian duduk bersimpuh di hadapan Sumur Tua itu. Perlahan air matanya lebih deras lagi mengalir tak terbendung, seakan dirinya ingin menumpahkan segala kesedihannya di sumur batu itu.
Tuan Muda Bene melihat itu semua dengan acuh tak acuh tak peduli yang dipedulikannya hanyalah tubuh gadis itu, sementara itu Pujin Hento masih tetap dengan sikap Jumawanya, hanya Grudul Hiko yang sedikit tertegun mendengar perempuan itu menangis dengan keras. Sementara itu dua pemuda bertato masih berdiri dan berjalan mondar mandir di sekitar drum kosong bekas tempat penyimpan minyak pabrik, di dekat pintu pabrik yang sudah tidak utuh lagi.
Saat Tuan Muda Sorto Bene memandang ke sisi kirinya dengan acuh tak acuh, saat itulah matanya menangkap telapak tangan Grudul Hiko yang di balut kain robekan alas meja, matanya sedikit mengernyit ada apa dengan tangan orang kepercayaannya itu. “Ah.. sudahlah mau tangannya yang luka mau kakinya yang luka, ataupun dalam celananya yang luka. Bukan urusan ku.” Demikian membatin Tuan Muda Sorto Bene ini.
Setelah beberapa saat menangis tersedu-sedu maka Virani Duns pun mulai berucap dengan putus asa.
“Wahai Hantu Penunggu Sumur Tua...., jika engkau benar ada ....maka tolonglah aku, selamatkan aku. Jika engkau perempuan maka ....akan aku jadikan sahabat seumur hidupku, jika engkau laki-laki maka.... akan..... ku jadikan .......Suami ku.” Dengan tersedu-sedu Virani mengucapkan kata-kata itu, baginya tidak ada jalan lain, mungkin Hantu Penunggu Sumur Tua ini lebih baik untuk menjadi suaminya dari pada Tuan Muda Sorto Bene yang tidak berakhlak itu.
“Duarrthh Grudungg Dung dung!!”
__ADS_1
Terdengar semacam bunyi halilintar, apakah itu bunyi halilintar sebagai pertanda sumpah itu berlaku? Semua orang di tempat itu terkejut.
“Eh maaf... aku tidak sengaja menyenggol drum minyak kosong ini!” Kata Kinu Bula Orang kepercayaan dari Grudul Hiko tiba-tiba bicara. Semua orang memalingkan kepala ke arah Pria berbadan atletis dan bertato itu. Tampak pria itu sedang berusaha mendirikan drum kosong itu kembali. Rupanya yang terdengar tadi itu bukanlah suara halilintar sebagai pertanda berlakunya sumpah itu, tapi bunyi drum minyak kosong yang tersenggol jatuh.
Tuan Muda Sorto Bene tampak menggelap wajahnya mendengar Virani Duns yang ingin menjadikan Sosok Hantu Sumur Tua sebagai suaminya. Ini berarti penghinaan baginya, itu berarti bahwa dirinya tidak lebih baik bahkan dari hantu sekalipun!. Dengan langkah yang besar-besar Tuan Muda bejat itu menuju ke Virani Duns berada. Dengan kasar ditariknya tangan Virani. Sementara itu Grudul Hiko hanya geleng-geleng kepala atas perbuatan orang kepercayaannya itu yang telah menjatuhkan drum kosong disaat suasana khusuk sehingga mirip bunyi halilintar.
“Ayo jalan.....waktumu sudah habis, aku sudah mulai kehilangan kesabaran!” Tuan Muda Sorto Bene kemudian mulai menghardik dengan berang sambil menyeret Virani dengan satu tangannya. Virani terpaksa berdiri dan berjalan tertatih tatih demi untuk mengimbangi tarikan tangan dari Tuan Muda Sorto Bene. Pujin Hento dan Grudul Hiko mengikutinya dari belakang, tetapi baru beberapa langkah dari sumur tua itu. Sesuatu yang mencengangkan terjadi.
“Grooarrrghht!”
“Booommmmm!!”
Mendadak saja cor tebal yang menutupi mulut sumur itu hancur meledak berantakan disertai dengan bunyi gemuruh dan anehnya terdengar suara seperti raungan monster yang menyeramkan. Sontak seluruh orang di tempat itu memalingkan wajahnya ke arah sumber ledakan yakni sumur batu tua itu. Kabut dari ledakan masih menutupi lokasi ledakan, dan orang-orang masih terpana dengan mulut menganga melihat ke arah tempat itu.
“Apa ini.... apakah Hantu Penunggu Sumur ini benar-benar ada..!!” demikian batin Tuan Muda Bene merasa tidak percaya. Sedangkan Grudul Hiko nampak terhenyak demi rasa terkejut yang bukan-bukan, sedangkan kedua orang kepercayaannya menatap tempat kejadian itu dari jauh dengan melongo. Namun ada satu orang yang tetap tenang walau sedikit terguncang yakni Pujin Hento Pengawal Pribadi Tuan Muda Sorto Bene. Sedangkan Virani Duns saat ini di amuk berbagai perasaan yaitu senang, takut, gugup dan pucat.
“Ternyata Hantu Penunggu Sumur Tua itu bukan mitos” Demikian ucapan Grudul Hiko antara kedengaran dan tidak.
__ADS_1
Sesosok makhluk terlihat melayang di udara, tidak begitu jelas apakah itu manusia ataukah hantu atau juga binatang. Karena penglihatan masih samar samar disebabkan kabut debu yang masih belum hilang dan menutupi pandangan mata. Tatkala kabut sirna sesosok tubuh benar-benar nampak melayang di hadapan semua orang yang ada di sana. Ternyata sosok itu adalah seorang pria tampan berumur masih 19 tahun dengan sandal jepit dan kaos oblong ketat sehingga memperlihatkan tubuhnya yang sedikit kurus orang itu juga memakai celana jeans berwarna hijau. Terlihat bahwa pakaian yang dipakainya kotor dan dipenuhi debu demikian juga mukanya dan rambutnya acak-acakan namun itu semua tidak mampu menutupi ketampanannya.
Pria yang melayang itu tampak terkejut tatkala melihat beberapa pasang mata menatapnya dengan berbagai variasi rasa, ada rasa takut, ada rasa terkejut ada rasa heran, aneh, gugup dan juga gembira. Karena terkejut ia segera turun dari terbangnya dan mendarat dengan mantap di tanah. Dan menggaruk garuk kepalanya yang gatal beneran karena sudah penuh debu baik debu material gempa maupun debu cor sumur yang dipukul hancur olehnya.
Pria itu adalah Gusmon Sopordoy yang telah berhasil keluar dari sumur batu dengan cara memutar dua buah video sekaligus dan menghancurkan cor beton yang menutupi mulut sumur itu. Ia memukul sambil terbang dengan pukulannya bertenaga Hulk dari file video Kekuatan Hulk dan kemampuan terbangnya dari file Kemampuan Terbang Superman hasil editannya memakai Sistem Edit Video yang terinstal di otaknya.
“Eh maaf itu tadi hanya sulap” kata Gusmon kemudian, ia tentu tidak ingin membuat orang-orang ini kaget dengan kemampuannya itu dan lebih lagi ia tidak ingin memberitahu rahasia dirinya tentang keberadaan Sistem Edit Video tersebut.
Satu hal Gusmon tentu saja tidak mengetahui persoalan apa dan kejadian apa yang tengah berlaku di tempat ini.
Virani yang pergelangan tangannya sudah terlepas dari cengkraman tangan Tuan Muda Bene, tanpa ragu segera berlari ke arah Gusmon. Beberapa saat berdiri di hadapannya, dan memandangi wajahnya seolah meneliti Gusmon apakah ini Hantu beneran ataukah Manusia?.
Perlahan kemudian air matanya kembali mengalir, dengan tersedak dia berkata
“kamu ... nyata..!, apakah kamu mendengarkan permohonan ku?, apakah kamu datang demi aku dan untuk menyelamatkan ...aku?” Virani berkata dengan perasaan yang senang dan tulus dia ingat dengan janji yang diucapkannya tadi.
“Kamu ...” Gusmon hendak berkata
__ADS_1
“Iya aku...” Kata Virani menjawab kata dari Gusmon, padahal Gusmon belum selesai berbicara. Tiba-tiba saja ia menjatuhkan dirinya memeluk Gusmon dan menangis sejadi-jadinya di dada kerempeng Gusmon. Padahal Gusmon tadi mau bertanya “Kamu kenapa bisa Bahasa Indonesia seperti aku”.
“I...ii...ini.....jt... jt....." Gusmon terbelalak dan tidak mengerti apa yang terjadi sehingga ia menjadi tergagap. Betapa tidak, setelah ia berhasil keluar dari Sumur batu tentunya ia merasa sangat gembira terlepas dari penderitaan dan keputusasaan, lagi pula ia mendapat Sistem yang hebat, dan sekarang ia tiba-tiba saja dipeluk oleh seorang gadis yang sangat cantik yang tidak ia kenal.