Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video

Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
BAB 83


__ADS_3

Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video


Bab 83


Suasana menjadi hening setelah kepergian Dokter Ero, para Satpam tidak berani bergerak. Mereka bingung dengan keadaan yang serba aneh. Perawat yang ada di tempat itu juga terdiam, terlebih lagi Pria yang kecelakaan itu. Mereka semua tidak menyangka bahwa Dokter Ero Mex bisa di usir semudah itu oleh Pemuda miskin ini. apakah Pemuda in benar-benar miskin? Kelihatannya ia sedikit misterius. Lantas kenapa anggota Gangster ini begitu menghormatinya. Perawat 40 tahun yang cerewet tadi terlihat berdiri lemas. Ia sedikit terpukul dengan kejadian tadi.


“Aku akan merawatnya” Perawat cantik itu tiba-tiba saja bersuara. Ia menghampiri pria yang terluka itu. Saat ia melewati Gusmon, tercium wangi tubuhnya yang laksana mawar. Beberapa orang perawat lagi mengikutinya di belakang.


Dengan cekatan perawat cantik dan rekannya membersihkan luka-luka di tubuh pria itu, mereka bekerja dengan sangat baik. Gusmon hanya memperhatikan. Tidak jauh dari tempatnya berdiri, Tukang Parkir dengan lencana plastik juga terlihat memperhatikannya. Tukang Parkir ini bernama Saeg Lao, ia pemimpin dari rekan-rekannya di Rumah Sakit ini, sebagai tukang parkir. Tentunya mereka juga sekaligus sebagai anggota Gangster Elang Hitam.


Para Satpam terlihat memapah beberapa anggotanya yang terluka, kemudian mereka juga membaringkannya di beberapa tempat tidur yang ada di Ruang UGD ini. beberapa tenaga medis yang ada di tempat itu mulai bergerak. Mereka juga membantu mengobati para satpam yang terluka, dan membangunkan mereka yang pingsan.


Dua orang terlihat berjalan dari pintu belakang Ruang UGD. Seorang dengan setelan jas putih, Ia adalah Rislu Vello, Direktur Rumah Sakit Umum South Coast ini. dan seorang lagi adalah sesosok pria dengan badan kekar, kelihatannya ia adalah Bodyguardnya. Rumah Sakit Umum Kota South Coast ini sebenarnya adalah milik Keluarga Vello, Salah satu keluarga peringkat satu di South Coast.


Tempramen Rislu cukup stabil, tidak seperti Ero yang angkuh dan sombong. Rislu menatap Gusmon sejenak, kemudian melangkah kembali, mendekati pasien. Ia sudah tahu apa yang terjadi di ruang UGD ini, karena seseorang tenaga medis telah melaporkan hal itu kepadanya.


“Bagaimana kondisinya” Tanya Rislu kepada perawat cantik yang masih merawat luka. 


“Saya hanya membersihkan luka-lukanya, dan memberikan obat luar” kata perawat cantik dengan sopan.

__ADS_1


Seorang dokter muda, datang dari pintu belakang UGD. Ia memberi hormat kepada Rislu Sang Direktur Rumah Sakit, kemudian pergi ke tempat pasien yang terluka membantu kerja sang perawat. Sebelumnya Rislu telah memanggil Dokter tersebut untuk membantu di UGD dikarenakan adanya kejadian tadi.


“Hanya luka ringan, tidak ada tulang yang patah. Setelah proses perawatan saya rasa tidak ada masalah” Kali ini Dokter muda itu yang memberikan keterangan, memang Dokter lebih paham mengenai kondisi pasien dibandingkan dengan perawat.


Kemudian dokter muda itu menuliskan resep obat dan memberikannya kepada Gusmon. 


“Tebus obat ini di apotik dan berikan tiga kali sehari, kondisinya tidak perlu dikhawatirkan lagi” kata dokter muda itu. Kemudian ia beranjak membantu perawat yang merawat satpam-satpam yang cedera akibat pertarungan dengan Gusmon. 


“Ia sudah boleh pulang, tidak perlu rawat inap. Kali ini tidak perlu membayar biaya perawatan. Anggap saja sebagai bentuk permintaan maaf dari Rumah Sakit ini” Rislu Vello, Tuan Muda dari Keluarga Vello sang Direktur Rumah Sakit memberikan kompensasi akibat ulah Ero Mex tadi. Ia berbicara dengan penuh wibawa.


“Terima kasih, anda memang pengertian sebagai pimpinan Rumah Sakit ini” Gusmon sedikitnya tahu bahwa orang di hadapannya adalah petinggi rumah sakit ini, terbukti bahwa orang-orang sekitar tampak hormat kepadanya, termasuk perawat berumur 40 tahun yang cerewet tadi.  


“Namun mengenai Dokter Ero tadi, aku merasa ia tidak pantas bekerja di rumah sakit ini. jangan tersinggung, aku hanya mengutarakan pendapat ku” Gusmon menyampaikan unek-uneknya


Bukannya Rislu tidak mau mengusir Ero, ia hanya menghargai ayahnya sendiri. Faktanya, ayahnya sendiri lah, yang telah merekomendasikan Ero untuk bekerja di Rumah Sakit milik Keluarganya ini. 


Pengendara itu dipapah oleh Gusmon untuk berdiri.


“Aku sudah agak mending” Kata pengendara itu. Kakinya sudah di beri salep pengompres pembengkakan. Sehingga kakinya yang terkilir sedikit banyak sudah bisa digerakkan. Ia melepaskan pegangan Gusmon dan berjalan mandiri meskipun terpincang-pincang. 

__ADS_1


Gusmon dan pengendara itu berjalan Keluar Ruang UGD menuju pelataran parkir Rumah Sakit. Tapi perawat cantik, ternyata masih mengikuti di belakang. Gusmon melirik kearah perawat cantik itu, yang membuat perawat itu sedikit memerah mukanya. Ia sebetulnya tanpa sadar mengikuti Gusmon keluar, karena penasaran dengan identitas pria ini. siapa Pria yang di anggap Tuan Muda Ero Mex sebagai Orang Miskin ini?. ia merasa sosok Gusmon tidak sesederhana itu. buktinya ia mampu menampar Ero seolah-olah ia memang tidak lebih rendah dari Tuan Muda itu. Dan para Tukang Parkir itu yang begitu hormat padanya, meskipun hanya Tukang Parkir, bukankah mereka semua adalah Anggota Gangster Elang Hitam?


“Aku.. Namaku Nocha, Lengkapnya Nocha Daen” Kata Perawat cantik itu, memperkenalkan diri.


“Gusmon” Kata Gusmon singkat.


“Aku kagum, kamu mau membela nasib pasien dari kesewenangan Tuan Muda Ero Mex” Kata Nocha.


“Jadi kamu tidak mendukung Dokter Angkuh itu” Tanya Gusmon


“Tidak” Jawab Nocha 


“Bukannya tadi kamu malah cekikikan waktu di rayu oleh Dokter Angkuh itu” Gusmon Heran.


“Ya... itu memang, terpaksa untuk menyenangkan hatinya, lagi pula aku membutuhkan pekerjaan ini. semua orang tahu siapa itu Dokter Ero Mex, Tuan Muda dari Keluarga Peringkat Tiga Mex. Atau jangan-jangan kamu tidak tahu siapa itu Ero Mex?.” Nocha memandang Gusmon dengan menyelidik.


“Bagi ku tidak peduli, mau Keluarga Peringkat Tiga, Peringkat Dua atau bahkan Peringkat Akhir, jika ia seorang dokter maka harus mengutamakan pasiennya” Kata Gusmon lagi.


“Iya itu benar” Nocha membenarkan. Ia pun berbalik, kembali menuju ke Ruang UGD. 

__ADS_1


Gusmon dan Pengendara Motor itu sampai di pelataran parkir.


Segera Gusmon mengajak Pengendara itu masuk ke mobilnya. Ia ingin mengantarkan pengendara ke rumahnya agar upaya pertolongan darinya bisa selesai dengan tuntas. Gusmon tentu saja ingat dengan janjinya dengan Virani. Dan ini sudah hampir sore, pastinya Virani sudah menunggunya untuk pergi menikmati malam tahun baru di Taman Bintang, lagi pula ia belum memiliki tiket untuk masuk kedalam taman, karena malam ini ada konser dalam menyambut tahun baru dengan tiket atau karcis masuk seharga 33 dolar.


__ADS_2