Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video

Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
BAB 110


__ADS_3

Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video


Bab 110


Sementara itu Hakmit yang masih terharu sudah merasa tenang dan dengan cepat mengiringi Gusmon untuk melepas kepergiannya.


Saat itu mobil mini itu melesat meninggalkan rumah Keluarga Hakmit. Kali ini wajah Ufrah terlihat sedikit murung setelah kepergian Gusmon. Hal itu tidak lepas dari perhatian kedua orang tuanya.


“Sepertinya kamu menyukai kak Gusmon mu itu” bertanya ibunya dengan tersenyum


“I.. itu... “ Wajah Ufrah terlihat memerah.


“Itu tidak apa-apa, kamu memang harus mengejar orang-orang seperti itu. agar keluarga kita bisa bangkit dan naik level sedikit di atas orang-orang” Ibu Ufrah menasehati dengan semangat.


Hakmit membisu demi mendengar ceramah ibunya. Jelas sekali ia tidak suka dengan ambisi ibunya itu. baginya cinta adalah cinta dan tidak perlu mengharapkan seorang menantu hanya untuk meningkatkan level keluarga. Ini jelas menodai ketulusan Gusmon untuk membantu keluarga mereka.


Bila Ufrah memang menyukai dermawannya itu dan bila Gusmon memang juga menyukai Ufrah, itu adalah masalah lain. Soal perasaan mereka, maka hendaknya tidak ada hubungan dengan level keluarga, ini memang murni bicara cinta dan jodoh, dan mengenai level keluarga itu merupakan sebuah bonus jika mereka memang saling suka. Namun jika dermawannya tidak menyukai maka mereka tentu tidak bisa memaksa. Intinya biarkan saja semua itu berjalan. Lagipula bukankah Gusmon hanya orang yang baik hati, ia hanya membantu karena kasihan kepadanya. Apakah pantas kedua orang tuanya menodai kebaikan Gusmon demi menaikkan level Keluarga mereka?


Hakmit sangat menyadari bahwa Gusmon adalah orang baik ia juga humoris namun bila ia marah maka akan sangat mengerikan. ia sudah melihatnya sewaktu di rumah sakit.

__ADS_1


“Ayo kita kedalam dan makan” Ibu Hakmit mengajak suaminya untuk makan. Memang sistem upah yang mereka jalani dalam bekerja sebagai buruh tani adalah hanya diberi upah harian tanpa diberi makan. Maka mereka bisa makan sendiri di rumah atau membawa makanan ke sawah orang. karena sawah yang mereka garap dekat dengan rumah mereka, tidak ada salahnya mereka makan di rumah sendiri dan tidak perlu membawa makanan ke sawah. Itung-itung istirahat sambil melihat-lihat keadaan di rumah.


Hakmit hanya menarik nafas panjang. Ia melihat ketiga orang itu berjalan masuk ke dalam rumah. Namun tatkala ia melihat kepada adiknya yang terlihat murung ia sadar bahwa adiknya memang menyukai dermawannya pada pandangan pertama.


Hakmit mendorong motor pemberian Gusmon ke samping rumahnya. Ia mengunci stang dan mencabut kunci motor itu. kemudian melangkah masuk mengikuti orang tua dan adiknya tadi.


Saat ini di timur Kota South Coast di dua tempat berbeda. Tempat pertama yakni kediaman Keluarga Eham. Terlihat Lodong Eham berwajah murung, bahwa orang ini masih memikirkan menyangkut kerjasama nya dengan Niya Noune Jendral Perang Gangster Elang Hitam Wilayah Tengah. Di hadapannya Kiuna Eham tampak didampingi oleh ibunya.


Cukup lama Lodong Eham bermuram durja, sedangkan anak dan ibu itu sama sekali tidak berani menyapanya demi melihat betapa seriusnya wajah lelaki itu.


Lodong Eham mengambil cangkir kopi di hadapannya dan meneguk kopi hangat yang ada di dalamnya.


“Baiklah... kenapa sebelumnya kamu tidak mengatakan nya” Lodong Eham mengarahkan pandanganya kepada Kiuna. Jelas ini pertanyaan menyangkut pembatalan kerjasama itu.


“Aku tidak melihat hal itu permasalahannya. Ini adalah pemuda itu” Lodong Eham memang memiliki pandangan kedepan yang menakjubkan. Ia sedikit paham identitas pemuda yang ditemuinya pada malam tahun baru pastilah tidak biasa. Dan segala pembatalan kerjasama pastilah bersangkut dengan pemuda itu.


Kiuna tampak membisu, ia memang berpikir kearah situ. Dan ia sekarang mengerti betapa pentingnya kerja sama itu untuk Keluarga Eham. Bisa dikatakan dengan kerja sama maka status keluarga mereka bisa sedikit lebih baik karena dukungan Niya Noune.


“Kenapa kamu tidak mengingatkan tentang pria itu sebelumnya, aku bahkan tidak menyangka bahwa ia bisa sedemikian terhormatnya di mata Niya Noune. Bukankah kamu sebelumnya juga telah bertemu dengan pria itu?” Lodong Eham berbicara perlahan. Namun itu cukup mengejutkan Kiuna. Sesaat Kiuna menerawang ke masa lalu. Orang itu, ia telah memprovokasinya berulang-ulang. Namun semuanya bermula dari Kayla.

__ADS_1


“Semua ini adalah kesalahan Kayla!” Kiuna mengulangi pernyataannya disertai dengan tatapan tajam.


“Ceritakan!” Lodong Eham meminta anaknya bercerita. Mulailah Kiuna bercerita, Jika Kayla tidak sok memprovokasi pria yang diduganya gembel itu, maka semua ini tidak akan terjadi. Bukankah semua bermula dari insiden di Cafe Purnama, kemudian berlanjut ke Pusat Perbelanjaan South Coast. Bahkan pacarnya Tuan Muda Sentung Yolk kehilangan dua asetnya semua hanyalah gara-gara Kayla yang memberikan ide untuk menantang Pria itu bermain catur. mendadak tengkuk Kiuna menjadi dingin bila mengingat betapa kuatnya Gusmon.


Lodong Eham mengepalkan tangannya. Untungnya ia sudah mengusir Kayla malam itu. Orang seperti itu tidak layak bahkan untuk menjadi pelayan keluarga Eham. Dengan segera Lodong memanggil orangnya untuk menghadirkan ibu Kayla di hadapannya.


Ibu Kayla yang saat ini sedang asyik mengepel lantai ruang tengah keluarga Eham segera bergegas tatkala Kepala Pelayan Eham memanggilnya untuk menghadap Tuan Eham. Tentu saja ibu Kayla bertanya-tanya, sangat jarang tuannya memanggil pelayan sepertinya. Tapi ia datang kehadapan tuannya dengan semangat, bukankah anaknya berteman dengan Nona Muda Eham?


“Tuan memanggil saya?” Ibu Kayla Ridz membungkuk hormat di hadapan Tuan Lodong Eham.


Lodong Eham sama sekali tidak memandang perempuan tua itu. dengan ganas ditendangnya perempuan tua itu sehingga membuat Kiuna dan Ibunya terkejut.


“Aku tidak ingin melihat mu lagi di rumah ku, mulai sekarang kemasi barang-barang mu. Dan cepat tinggalkan tempat ini. kamu boleh mengambil gaji terakhirmu. pergi menghadap kepala pelayan segera...!!” Bentakan menggeledek mewarnai tempat itu. Ibu Kayla yang tersungkur terkejut dengan keputusan Tuan Eham yang memecat dirinya. apa kesalahannya?


“Tu....Tuan setidaknya tolong beri tahu, apa kesalahan ku” Ibu Kayla merangkak di bawah kaki Tuan Eham.


“Kamu... kesalahanmu karena melahirkan anak seperti Kayla, sekarang cepat berlalu dari hadapanku" Lodong Eham mendengus jijik.


Dengan berlinang air mata Ibu Kayla berlalu dari hadapan mantan majikannya itu. ia harus segera bertemu anaknya untuk meminta konfirmasi apa sebenarnya yang telah dilakukan oleh anaknya itu.

__ADS_1


Kiuna menghela nafas, setidaknya ia telah memberikan keputusan yang tepat dengan tidak mempedulikan Kayla lagi ketika di acara malam tahun baru itu. ia baru tahu bahwa Kayla bukanlah teman yang baik untuk dirinya, meskipun ia telah bersama dengan Kayla sejak SMA.


Kalau di pikir-pikir Kiuna sepertinya merasa bodoh telah memelihara teman seperti itu, bahkan uang kuliah Kayla, ia yang menanggungnya. Namun begini kah balasannya dari seorang teman yang sudah lama menghisap darahnya ini ?. bahwa kemana-mana untuk urusan keuangan dari Kayla, maka Kiuna akan menjadi dompetnya. Ia benar-benar terasa sangat bodoh bila memikirkan kebelakang.


__ADS_2