
Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
Bab 71
“Kamu, Pasti sudah bermain curang!!” Tuan Muda Sentung Yolk berkata dengan lantang sambil menunjuk Gusmon dengan tangan kirinya.
“Terserah apa katamu, yang jelas aku sudah memenangkan Dwi Tarung Catur itu. Sekarang arena catur ini adalah milikkku, demikian juga dengan toko olahraga mu di lantai dua itu!!” Gusmon menegaskan taruhan itu dengan mengklaim aset Tuan Muda Sentung Yolk sebelumnya.
“Jahanam, kamu hanya ingin merampok apa yang menjadi milikku” Sentung Yolk menggeram marah, kelihatan sekali bahwa ia tidak rela memberikan kedua asetnya itu kepada Gusmon, meskipun ia kalah taruhan.
“Semua orang sudah mendengar perjanjian itu, apalagi kamu juga sudah mengumumkannya di siaran langsung tadi!” Gusmon terlihat tersenyum sambil melipat tangan di depan dada.
Tuan Muda Sentung Yolk, paham bahwa ia memang sudah membertahukan khalayak bahwa ia memang bertaruh dengan Gusmon menyangkut kedua asetnya itu. Namun mana mau ia memberikan kedua asetnya itu begitu saja. Dengan mengedipkan matanya kearah Domes Jikon sang Body Guardnya, ia bermaksud membantai Gusmon di tempat ini.
Niya yang melihat kode dari Tuan Muda Sentung Yolk tampak mengerutkan keningnya, ia ingin membantu, namun ia juga ingin melihat sejauh mana kekuatan dari Ketua Besarnya itu. Sekaligus untuk mengukuhkan keyakinannya tentang pemuda itu. Jika benar itu adalah Ketua Besarnya, maka Domes Jikon bukan berarti apa-apa di hadapannya.
Gusmon sudah memperkirakan hal ini akan terjadi, ia juga melihat kode dari Sentung. Saat ia mendengarkan langkah kaki Domes Jikon yang mendekat dari belakangnya, segera ia memutar Video yang telah dipersiapkannya yakni Teknik Tinju Si Leher Beton.
[Ding!]
__ADS_1
[Koin Sistem di Kurangi 500]
[Koin Sistem Tersisa adalah 93.700]
Saat ini Domes Jikon mendekat dari belakang dan menyerang dengan pukulan hook dengan kekuatan penuh, dapat di yakini bahwa Gusmon akan terkapar jika terkena pukulan itu. Orang-orang menahan nafas seketika, melihat tindakan dari Body Guard Sentung Yolk. Virani tercekat kala melihat kejadian itu.
“Gusmon awas!” Jerit Virani dari bangku penonton.
Dengan cepat Gusmon merunduk ala gerakan tinju Mike Tyson. Ini adalah Video yang telah di editnya dengan kumpulan pertarungan kala Mike Tyson dengan usia muda. Maka tak heran kelincahan si Leher Beton mengiringi setiap langkah dari Gusmon. Ia saat ini memasuki Mode Bertarung ala Mike Tyson muda, tentu ia juga menyelinginya dengan gerakannya sendiri.
Gusmon berbalik sambil merunduk dan dengan keras melakukan hook kiri disertai dengan dorongan tubuh keatas dan gerakan putaran dari pinggang sehingga menghasilkan ledakan tenaga pukulan yang kuat.
“Bukk!!”
Suasana tiba-tiba menjadi hening. Ahli Beladiri peringkat dua, tumbang hanya dengan satu pukulan!. Ini benar-benar tidak dapat dipercaya oleh orang-orang yang masih berada di tempat itu. Jika mereka tidak menyaksikan dengan mata sendiri, maka mereka pasti akan mengatakan orang yang menceritakan kejadian itu berbohong.
“Pause” Gusmon menghemat durasi pemutaran Video agar tidak cepat habis sebelum situasi dirasa aman. Di bangku penonton terlihat Niya Noune terpana, ia memang mengharapkan bahwa Gusmon dapat menumbangkan Domes Jikon, namun ia tidak menyangka bahwa Gusmon menumbangkannya hanya dengan satu pukulan. Sekarang Niya sangat yakin 100% bahwa pemuda yang ada di kancah pertarungan itu adalah Ketua Besarnya seperti yang diceritakan oleh Grudul Hiko.
Tiba-tiba saja Niya melihat Gusmon sangat mempesona, ia dulu pernah menghayalkan pria yang cocok dengannya, adalah yang memiliki kemampuan beladiri di atasnya, memiliki kecerdasan di atasnya, memiliki pengaruh dan tentu saja tampan. Dan semua itu ada pada diri Gusmon, Gusmon ahli beladiri, ia cerdas terbukti mampu mengalahkan Sentung yang dibantu Juara Nasional dalam bermain Catur, ia juga berpengaruh terbukti sebagai Ketua Besar Gangster Elang Hitam dan tentu saja ia tampan. Mendadak jantung Niya berpacu cepat wajahnya sedikit merona.
__ADS_1
Di samping Niya, Virani sedikit heran dengan wajah Niya yang tiba-tiba saja bersemu merah dan lagi ia tersenyum aneh saat melihat ke arah Gusmon. Namun ia tidak berpikir terlalu jauh, ia hanya senang bahwa Gusmon mampu menjatuhkan Domes Jikon seperti yang diharapkannya. Virani sama sekali tidak ragu dengan kemampuan Gusmon, ia sudah melihat sesuatu yang lebih manakjubkan dari yang dilakukan Gusmon sekarang.
Orang-orang masih terpana, termasuk Sunu Prayindos dan para Gangster anak buah dari Niya Noune.
“Apakah masih ada cecunguk mu yang akan maju, mari kita selesaikan sekalian!” Gusmon memandang Sentung Yolk dengan tatapan mata yang tajam. Sentung Yolk menelan ludahnya, ia tidak menyangka gembel ini dapat menumbangkan pengawal pribadinya bahkan dengan satu pukulan.
Kayla melirik kearah Kiuna, kemudian menghadap ke arah Niya di bangku bagian belakang.
“Nona Niya Noune, orang itu sudah mengacau di wilayah kekuasaanmu. Bukankah Pusat Perbelanjaan ini juga berada dalam pengamanan Gangster Elang Hitam mu, cepat bunuh gembel itu!!” Kayla mencoba meminta bantuan kepada Niya. Niya hanya melirik sekilas dengan wajah masam.
“Benar!!, tempat ini berada dibawah pengamanan Gangster Elang Hitam, beraninya Gembel ini mencari mati, cepat kalian selesaikan orang itu” mendengar kata-kata dari Kayla, Sentung Yolk menjadi terpacu. Ia berteriak ke arah para Gangster yang ada di sekitar tempat itu. Orang-orang sudah menyingkir menjauh dari tempat itu, namun beberapa orang masih ingin menyaksikan termasuk Sunu Prayindos yang penasaran dengan kelanjutan cerita mengenai Gusmon ini. apakah Gusmon masih akan hidup ataukah ia akan mati di tangan Gangster Elang Hitam?
Para Gangster saling pandang sejenak, ini memang wilayah kekuasaan mereka. namun mereka ragu, Domes Jikon yang Ahli Beladiri Peringkat Dua saja, hanya dengan satu pukulan sudah dibuat tidak berdaya, apalagi mereka yang hanya Ahli Peringkat Satu. Akan halnya Niya Noune wajahnya semakin kesal manakalah Sentung Yolk memerintah anak buahnya.
“Beraninya orang itu memerintah anak buah ku” Geram Niya di dalam hatinya. Virani sedikit menjauh dari Niya manakala melihat air muka Niya yang menggelap.
‘Seraaang!!” Seorang anggota Gangster berwajah sangar memberikan perintah serang kepada rekannya, ia adalah anggota Gangster yang berniat mengorek biji mata Gusmon sewaktu di parkiran tadi. Tampaknya orang ini masih menaruh dendam.
Sekitar tiga orang rekannya bergerak. Namun sisanya masih bingung, kenapa pula sesama anggota memerintah anggota lainnya?. Bukankah di sana masih ada pimpinan mereka?.
__ADS_1
Gusmon segera menjalankan video yang sempat di ‘pause’ tadi dengan perintah ‘play’ dan ia juga bersiap menjalankan video berikutnya demi menghadapi serbuan Anggota Gangster Elang Hitam. Namun belum sempat rencana itu dilaksanakan, sesosok tubuh tinggi ramping terlihat melesat dari deretan bangku penonton dari arah belakang.
Sosok itu sangat cepat, ia bergerak dengan melayangkan kakinya yang panjang beberapa kali dan empat orang penyerang dari anggota gangster itu seketika berkaparan dengan rintihan kesakitan keluar dari mulut mereka masing-masing.