Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video

Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
BAB 97


__ADS_3

Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video


Bab 97


Dua orang itu terus berlari mereka membawa Nona Muda mereka seperti dikejar setan. Namun karena mereka merasa tegang, mereka tidak berlari kearah orang ramai atau masuk kembali kearah taman. Mereka berlari tidak tentu arah, di sebuah tempat mereka berhenti demi melihat ada dua orang yang berdiri menghalangi jalan lari mereka.


Tempat itu remang-remang mereka tidak tahu siapa yang menghadang. Dua siluet bayangan keluar dari penumbra keremangan ternyata dua sosok itu berkepala botak


Kepala Pengawal Keluarga Hwaken terkesiap, ini benar-benar di luar jangkauan akalnya. Apakah kedua botak ini masih manusia?. Mendadak Kepala Pengawal ini merasa ngeri, ia sudah memastikan nasib ke empat anak buahnya yang bertindak menghadang dua botak sebelumnya. 


Ia masih berusaha melarikan nona mudanya dengan berbalik dan seorang pengawal tersisa mencoba menghadang. 


Namun ketika ia berbalik ia melihat satu orang botak tiba-tiba sudah berada di belakang itu. tidak ada jalan lari. Ia menghadap ke depan lagi, hanya untuk melihat satu anak buahnya yang tersisa sudah terkapar di bantai satu orang botak. Cepat sekali ia bahkan tidak melihat para botak bergerak.


Sekarang di depan dan belakangnya sudah terkepung oleh dua orang botak. Kepala Pengawal merasa nyawanya sudah putus, keringat dingin menetes dari dahinya. Jelas ia sudah gagal dalam menjalankan misinya demi untuk melindungi Nona Muda Hwaken.


Sementara Mirandea saat ini terlihat ketakutan. Jelas saja, selama ini ia berada dalam keluarga Peringkat tiga dan selalu dilindungi oleh para pengawal kemanapun ia berada. Belum pernah ia mengalami dengan mata dan kepalanya sendiri situasi seperti saat ini, dimana ia bisa melihat satu demi pengawalnya berguguran demi untuk mempertahankannya.

__ADS_1


“Hahahaha.. sekarang hanya tinggal satu pengawal!” Botak di depannya mulai bersuara. Kepala Pengawal merasa tidak berdaya.


“Kamu ...le.. lepaskan kami, aku berjanji akan memberikan mu uang yang banyak. aku.. aku adalah generasi muda dari Keluarga Peringkat Tiga di South Coast” Mirandea terlihat gemetar dan wajahnya memucat. Ia benar-benar takut. Dapat di bayangkan bagaimana nasib dirinya jika ia jatuh ke tangan dua botak mesum ini.


Namun melihat Mirandea yang ketakutan seperti itu kedua botak tampak semakin bergairah menurut  mereka gadis pirang ini tampak semakin cantik dalam keadaan ketakutan.


“Hahaha, ini terlihat sangat indah untuk dilewatkan, kami tidak butuh uang mu, yang kami butuhkan adalah tubuhmu” Gandal Rong kali ini yang berucap.


Kepala pengawal dengan sisa-sisa keberaniannya terlihat mengkertakkan giginya, ia merasa sangat terhina karena telah gagal dalam melindungi nona mudanya itu. namun saat ini matanya menangkap satu lagi siluet bayangan manusia di penumbra keremangan sebelah kanannya. 


Dua botak sontak menghentikan tawanya. Mereka ingat bahwa tidak ada lagi anggota mereka ataupun orang Tuan Muda Sorto Bene yang ikut andil dalam urusan ini selain mereka berdua, sedangkan ahli startegi sudah lama kembali ke tempat Tuan Muda mereka berada. Lalu siapa orang ini?


Mirandea melirik kearah siluet, ia sepertinya memiliki harapan.


Orang dari dalam penumbra bayangan itu keluar ke sisi terang dan terlihatlah sosok pemuda kurus yang terlihat lemah namun berwajah cukup tampan, pria ini adalah Gusmon.


Tiba-tiba Mirandea kembali merasa putus asa demikian juga dengan Kepala Pengawal itu. jelas mereka mengharapkan keajaiban akan terjadi. tapi malah pemuda kurus lemah yang datang. Mereka tentu saja ingat ini adalah pemuda yang rela menjatuhkan diri demi menyelamatkan Mirandea dari tersandung oleh kursi beberapa waktu yang lewat. Namun satu hal yang mengherankan kenapa ia bisa sampai ke sini?

__ADS_1


Dua botak tampak mengernyit, mereka tahu orang ini. Tuan Muda mereka telah menyebutkan sewaktu berbincang di mejanya di taman itu. orang ini adalah si Hantu Penunggu Sumur.


Gusmon menjaga jarak dengan dua botak, ia tidak berani terlalu dekat. Ia tahu betapa berbahayanya mereka berdua. Ia ingat sewaktu kejadian di pabrik terbengkalai tatkala melawan Pujin Hento. Kecepatan Pujin Hento sukar di prediksi, untung ia waktu itu memiliki reflek yang cukup akurat. 


Satu Botak ini jelas memiliki kekuatan setara Pujin Hento, Dua Botak tentu saja dua kali lipat Pujin Hento. Jika dua lawan menyerang dari dua arah berbeda Gusmon meragukan refleknya dalam menangkis dua serangan sekaligus. namun saat ini ia sudah bersiap memanggil file video Kekuatan Hulk jika diperlukan.


Gusmon menyadari ia masih kekurangan beberapa file video lagi sehingga membuatnya menjadi lebih ideal dalam pertahanan diri. yakni kecepatan, insting, daya tangkap mata dan daya tahan tubuh super, terutama daya tahan tubuh ia merasa masih terlalu lemah sebagai manusia biasa dalam menghadapi dua sosok yang memiliki kekuatan supra natural ini. apalagi jika dibandingkan dengan guru mereka Jhon Karabau. Namun Gusmon sangat menyadari Koin Sistem yang sangat berharga miliknya tampaknya terbatas. Untuk itulah ia selalu memikirkan ketepatan dalam penggunaan Koin Sistem tersebut.


“Ternyata Si Hantu Penunggu Sumur, ada apa malam-malam begini datang ke tempat sepi” Gundul Rong masih berbasa basi, ia sama sekali paham dengan situasi. Tentunya ia tidak ingin menyeret Gusmon dalam situasi ini. dapat dibayangkan dampaknya, apalagi Gurunya Jhon Karabau sudah mengingatkan bahwa Si Hantu ini akan menjadi lawan tanding gurunya. Dan juga Tuan Muda Sorto Bene sudah mengingatkan dengan mengambil contoh yang terjadi pada Pujin Hento.


“Kalian kira kenapa aku kesini, tentunya untuk mengunjungi teman ku yang cantik itu” Gusmon bicara asalan-asalan. Jelas ia tahu betapa gentingnya situasi ini, dan Gadis cantik rambut pirang yang ketakutan itu sungguh sangat membutuhkan pertolongannya.


“Hanya teman....? hohoho, Tuan Hantu Penunggu Sumur ternyata punya teman perempuan yang cantik ini, aku kira apa.... kalau begitu sudilah Tuan Hantu Penunggu Sumur untuk berbagi teman barang seketika, karena kami juga ada keperluan sedikit dengan teman mu ini” Gundul Rong tentu saja tidak akan mau melepaskan buruannya seketika.


Mirandea Hwaken merasa aneh dengan sikap orang botak di hadapannya ini, tampaknya botak ini sedikit menghormati pemuda kurus itu. 


“Begini..... ia bukan sekedar teman biasa, ia sebenarnya teman spesial” Mirandea memotong pembicaraan mereka. ia melihat ada peluang untuk melepaskan diri, mengingat si botak yang ganas cukup jinak dengan pemuda ini. sebenarnya Mirandea tidak mengetahui bahwa kedua pihak menahan kekuatan masing-masing dan saling menjaga jarak.

__ADS_1


Gusmon melongo mendengar pernyataan berani dari Mirandea. Sementara Dua Botak terkejut. Apa-apaan ini, bukannya Si Hantu ini sudah punya Calon Istri. Kenapa malah sekarang sudah punya teman spesial lagi, apa maksudnya itu adalah pacar?. Kedua botak tampak saling pandang.


Sementara itu Kepala Pengawal Keluarga Hwaken tampak meneliti penampilan Gusmon. Orang ini adalah yang menyelamatkan nona mudanya sewaktu tergelincir tadi. Perawakan kurus dan terlihat lemah. Namun dua botak sepertinya segan apalagi dua botak cukup mengenal dengan menyebut Hantu Penunggu Sumur. Barangkali orang ini bisa menjadi penyelamat mereka. namun Kepala Pengawal saat ini tetap diam tidak ingin bertindak dan mengacaukan suasana. Tetapi ia cukup terkejut dengan ucapan nona mudanya yang cepat tanggap dengan situasi untuk penyelamatan diri.


__ADS_2