
Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
Bab 107
Jadi siapa yang berani menguntit dan tidak peduli dengan identitas Grudul Hiko sebagai Ketua Gangster Elang Hitam?. Gusmon sedikit banyak bisa menebak. Apakah itu orang-orang dari Keluarga Bene?. Atau lebih spesifiknya murid-murid Jhon Karabau? Karena setelah konflik di malam tahun baru, demi membela Mirandea Hwaken. Ada kemungkinan mereka tidak senang, dan mencari cara untuk membalas. Apakah itu memang demikian?.
Gusmon paham, mau tidak mau mobil ini harus ditukar, demi kenyamanan dalam perjalanan.
Tepat di sebuah tikungan Gusmon melaju dengan kecepatan tinggi tanpa sedikit mengerem. Umumnya para sopir akan melambat jika itu melintasi tikungan meskipun bukan tikungan tajam. Gusmon saat ini justru menambah kecepatan entah apa maksudnya. Apakah ia ingin mobil itu terbalik?.
Gusmon hanya ingin menghindari penguntit sambil mengganti mobil.
Saat ia hilang dengan cepat di balik tikungan dari pandangan mata para penguntit. Ia sedikit kaget karena mobil oleng dan susah di kendalikan. Mobil menuju kearah jurang.
“Saatnya sekarang” Gusmon membatin dalam hati.
“Buka Ruang Dimensi” Gusmon mengucapkan Password untuk membuka ruang dimensi miliknya.
Saat mobil itu akan jatuh ke jurang, segera di depannya disambut oleh portal menuju keruang dimensi. Itu adalah portal hitam pekat dengan bintik-bintik ungu.
Meskipun portal ke Ruang Dimensi itu berukuran 1 meter lebar, dan 2 meter tinggi. Namun siapa sangka bahwa mobil Kijang Innova itu berhasil masuk keruang dimensi dengan mantap. Gusmon tampaknya paham bahwa Portal ruang dimensi itu fleksibel. Dalam arti kata ia akan menyesuaikan terhadap benda yang bahkan lebih besar untuk melewatinya. Jangankan Kijang Innova, Bus bertingkat saja akan muat untuk masuk melewati portal itu karena sifatnya yang fleksibel.
__ADS_1
“Ciitt !”
Gusmon mengerem mobilnya saat tiba di Ruang Dimensi berbentuk Supermarket miliknya. Ia segera memarkir mobilnya di ruang parkir basement Supermarket itu. sebelum ia turun ia menyambar Undangan yang belum sempat dibacanya. Menatap sesaat dan memasukkan ke dalam saku celana training nya.
Di luar ruang dimensi, tepatnya di tikungan tepi jurang. Sebuah mobil sport mewah berhenti dengan mendadak. Dua orang berkepala botak keluar dari mobil tersebut. mereka adalah Gandal Rong dan adiknya, Gendel Rong.
Terlihat mereka berdua celingukan kesana kemari, seolah-olah kehilangan sesuatu yang sangat berharga.
“Kemana larinya mobil pemuda itu” menggeram Gandal Rong, terlihat sekali ia sedikit putus asa.
“Tadi di tikungan ini terlihat ia melaju dengan sangat kencang. Atau jangan-jangan ia sudah jatuh ke dalam jurang” Jawab Gendel Rong, dingin.
“ini aneh, aku sama sekali tidak melihat sebuah mobil pun di bawah sana. Tidak mungkin bajingann itu akan bergerak dengan sangat cepat dan menghilang begitu saja” Gandal Rong menatap adiknya sambil mengepalkan kedua tangannya.
Kedua orang botak ini memang berniat untuk menghabisi Gusmon. Mereka mencari kesempatan terutama sekali tempat yang sepi, agar tidak ada saksi yang akan menyebabkan berita itu sampai ke guru mereka. tentunya mereka tidak ingin dicap sebagai orang yang mengganggu kesenangan guru mereka. sebagaimana diketahui, bahwa tujuan dari jhon Karabau datang ke South Coast adalah hanya untuk bertarung dengan Gusmon, tidak ada yang lain. Jika hal itu ketahuan dirusak oleh mereka, maka dapat dibayangkan kemarahan dari guru mereka ini.
Gandal Rong mengamati jalan sekeliling, namun ia sama sekali tidak melihat ada tanda-tanda pengereman mendadak. Jelas bahwa mobil itu sama sekali tidak menyadari akan tikungan pinggir jurang ini. saat ini matanya menangkap ada jejak roda mobil di tanah berbatu pinggir jurang, tadi ia sama sekali tidak memperhatikan hal-hal seperti itu. Kemudian Gandal Rong kembali memeriksa dasar jurang tersebut namun ia tetap tidak menemukan apa-apa.
“Sepertinya memang ada jejak roda mobil di pinggir jurang, namun aku sama sekali tidak melihat ada sebuah mobil pun di dasar jurang. Jurangnya tidak terlalu dalam jadi tidak mungkin mobil itu lolos dari pengamatanku jika memang ia masuk ke dalam jurang” Gandal Rong Akhirnya mengambil keputusan.
“ini memang sedikit aneh, kalau begitu baiknya kita kembali saja ke kediaman Bene. biarkan saja guru menyelesaikan skor dengan pemuda itu. toh pemuda itu tidak akan selamat di tangan guru kita” Gendel Rong menasehati. Ia memang diajak oleh Gandal Rong dalam rencana menguntit dan membunuh Gusmon ini.
__ADS_1
Setelah hasratnya tempo hari gagal oleh Gusmon. Gandal Rong sama sekali tidak bisa tidur, ia harus menyelesaikan akun dengan Gusmon. Namun kakaknya, Gundul Rong, sama sekali tidak bisa diajak kompromi. Kakaknya jelas lebih tenang dan berpikiran sedikit terbuka, sehingga tidak bisa diajak dengan dendam konyol semacam ini.
Dikarenakan kakaknya yang teguh pendirian, maka Gandal Rong terpaksa mengajak adiknya yang memiliki kumis rapi itu. adiknya, Gendel Rong, memang gampang untuk diajak terhadap hal-hal semacam itu.
Sementara itu di kediaman Bene, Gundul Rong terlihat marah. Ia sama sekali tidak menemukan dua orang adik botaknya tersebut. secara sadar ia tahu apa yang direncanakan oleh Gandal Rong, ia paham akan sifat adik pertamanya itu. Gundul Rong tidak ingin rencana gurunya untuk bersenang-senang menjadi berantakan. Bukankah Gurunya sudah memberikan surat tantangan kepada Gusmon melalui seseorang.
Namun Gundul Rong juga tidak ingin memberitahukan hal ini kepada gurunya. Ia juga tidak ingin kedua adik botaknya itu terkena hukuman dari sang guru. Tentunya hukuman dari Jhon Karabau akan sangat mengerikan.
“Ada apa” Seseorang bertanya di belakangnya. Gundul Rong berpaling ke belakang, saat ia melihat wajah Tuan Muda Sorto Bene ia tersenyum kecut.
“Tidak ada apa-apa” Gundul Rong menjawab dengan helaan nafas.
“Aku tahu, kamu pasti mencemaskan sesuatu. Ayo bicara kepada ku” Tuan Muda Sorto Bene terlihat mendominasi dalam menyampaikan keinginannya.
“Baik lah” Gundul Rong tidak mungkin mengelak dari Tuan Muda ini. ia melirik ke kiri dan ke kanan. Kemudian membawa Tuan Muda Sorto Bene ke sudut ruangan.
“Dua Orang adikku tidak ada di tempat, sepertinya mereka merencanakan sesuatu yang akan mengganggu kesenangan dari guru.” Gundul Rong menjelaskan. Tuan Muda Sorto mengernyitkan kening mendengar itu. ia ingat dengan kejadian malam tadi. Rencana yang telah disusun untuk mendapatkan Mirandea Hwaken gagal begitu saja dengan kemunculan Gusmon.
Sebenarnya Tuan Muda ini sedikit kesal dengan hal itu, namun ia tidak banyak memikirkan. Karena yang menggagalkan adalah Gusmon, seorang yang akan menjadi tumbal kesenangan dari Jhon Karabau nantinya. Tentunya setelah Gusmon berhasil dihancurkan oleh Jhon Karabau, maka akan ada banyak keuntungan yang didapatkannya.
Misalnya Virani Duns tentunya akan menjadi miliknya dengan mutlak dan soal Mirandea Hwaken yang gagal diraih malam tadi, tentu saja tidak akan sulit lagi untuk di dapatkan. Dan yang terpenting satu-satunya halangan untuk berkembang di South Coast, akan hilang. Ia bisa melakukan tindakan semena-mena tanpa takut ada sosok kuat yang berani mencegah.
__ADS_1