
Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
Bab 30
Di Cafe Purnama di lantai Lima ini, ada tiga ruangan khusus di bagian belakang Gedung. Yakni satu Ruangan Emas Kelas VVIP, dua Ruangan Perak untuk Kelas VIP. Terlihat di salah satu ruangan perak rombongan dari Sentung Yolk telah duduk di meja yang mewah Khusus untuk tamu VIP di sana. Ternyata mereka telah memesan Ruangan Perak ini untuk makan menjelang malam. Itu memang lumrah mengingat Sentung Yolk adalah merupakan Tuan Muda dari Keluarga Yolk, Keluarga Peringkat Dua dari segi Kekayaan di Kota South Coast ini.
Sementara itu keadaan di meja Virani berada, terlihat Gusmon dan Ike Nuran yang masih berada di tempat itu hanya mendengarkan Pemilik Cafe berbasa-basi kepada Virani Duns. Namun akan halnya Ike Nuran merasa sedikit tidak enak, karena yang berada di sampingnya itu adalah Disen Jiujan Pemilik Cafe Purnama ini, yang berarti adalah orang yang memberikannya pekerjaan sebagai penyanyi seriosa di Cafe ini. Ia tampak gugup dan sedikit canggung, namun tetap bertahan di tempat itu dengan senyum yang dipaksakan.
“Terima kasih Tuan Jiujan, kami sebenarnya sudah hampir selesai makan. Bila ada hal yang diperlukan tentunya kami akan menghubungi Tuan Jiujan” Virani sengaja menolak ajakan dari Disen Jiujan dengan halus. Disamping ia sudah selesai makan, tentunya ia ingin cepat pulang dan membersihkan dirinya yang sudah gerah dengan keadaan kotor ini, setelah itu ia ingin cepat istirahat tidur untuk mengembalikan seluruh kekuatannya yang sudah sangat terkuras hari ini.
Disen Jiujan membungkuk hormat ia tahu bahwa Virani sangat lelah dari raut wajahnya, kemudian ia menyerahkan kartu namanya kepada Virani.
“Nona Duns ini kartu nama saya ada nomor teleponnya juga, bila anda membutuhkan sesuatu menyangkut pelayanan Cafe ini di masa mendatang silahkan hubungi saya” Disen Jiujan menyatakan kesediaannya untuk pelayanan Cafe jika Virani membutuhkannya di masa yang akan datang. Namun jelas bahwa ia menyatakan itu sekaligus untuk menunjukkan bahwa ia sebenarnya ingin menjalin suatu hubungan dengan keluarga Duns. Di Bumi bagian satu ini, hubungan ataupun relasi sangat diperlukan bahkan melebihi dari pada uang. Dengan relasi itu maka seseorang bisa meningkatkan popularitas ataupun keuntungan dalam hal berbisnis untuk kedepannya. Disini dapat dilihat bahwa Disen Jiujan membidik keluarga-keluarga kelas atas untuk meningkatkan bisnisnya.
Virani hanya mengangguk perlahan dan menerima Kartu Nama dari Disen Jiujan sang pemilik Purnama Cafe. Sesaat kemudian Disen Jiujan berlalu dari tempat itu namun sudut matanya melirik kearah Gusmon yang masih asyik melakukan suapan demi suapan melanjutkan makannya seolah tanpa terganggu oleh kehadiran dari Disen Jiujan itu.
__ADS_1
“Tuan Disen“ Ike Nuran tampak membungkuk hormat kepada majikannya, sementara Disen Jiujan meneruskan langkah meninggalkan meja itu diikuti oleh bawahan dan pengawalnya.
“Mana pena aku tadi?” Kata salah seorang Pelayan Cafe yang tiba-tiba saja sudah ada di samping Ike Nuran, Ia menagih penanya yang disambar Ike Nuran sewaktu hendak meminta tanda tangan dari Virani tadi.
“Eh ... i.. ini” Ike Nuran tergagap, kenapa tiba-tiba saja Pelayan Cafe ini sudah ada di sampingnya. Namun ia dengan cekatan segera mengambil pena yang tergeletak di atas meja di hadapan Virani Duns. Pena itu segera dikembalikan kepada Pelayan Cafe laki-laki itu. Pelayan itu dengan sigap menerimanya dan segera berlalu dari tempat itu sambil mengedipkan matanya ke arah Ike Nuran. Ike Nuran langsung cemberut melihat hal itu.
“Gimana, jadi nggak minum jusnya?” Tanya Gusmon kepada Ike Nuran. Ike Nuran tampaknya masih ragu-ragu, namun sesaat kemudian ia menggeleng karena melihat bahwa Virani yang tidak dapat menyembunyikan kelelahannya.
“Kapan-kapan aja ya, aku sekarang lagi ada sedikit pekerjaan di sana. Permisi” Ike Nuran kemudian membuat alasan untuk memberikan kesempatan kepada Virani Duns dan Pemuda Kumal misterius itu beristirahat. Ia membungkuk di hadapan Virani Duns dan berlalu dari tempat itu.
Gusmon segera memanggil Pelayan terdekat di meja itu, kebetulan Pelayan Cafe yang memiliki pena yang di sambar Ike Nuran tadi. Pelayan Cafe laki-laki itu segera mendatangi Meja Gusmon dan Virani.
“Ya Tuan?” Pelayan itu bertanya
“Hitung, berapa tagihannya?” Kata Gusmon sok keren di hadapan Virani Duns.
__ADS_1
“Oh anu Tuan... ini tidak perlu dibayar, begitu kata Pemilik Cafe ini tadi” Pelayan itu berkata dengan sedikit tergagap, Gusmon tampak melongo. Walah banyak sekali rejekinya hari ini. Kalau di hitung-hitung mulai dari mendapat sistem, ketemu cewek cantik, dapat uang 3000 dolar dan sekarang makan gratis di Cafe yang cukup ternama di Kota South Coast. Terima kasih Tuhan, kata Gusmon di dalam hatinya.
Sebegitu berpengaruh kah Virani Duns sampai-sampai makan di Cafe pun gratis atas namanya?. Gusmon menatap Virani dengan takjub, Virani hanya tersenyum dan mengangkat bahunya. Gusmon pun manggut-manggut sesaat.
"Oh begitu ya...Sampaikan terima kasih kami kepada tuan mu itu" Gusmon segera beranjak dari meja itu diikuti oleh Virani.
Hari sudah beranjak menjadi semakin sore dan sore pun beranjak menjadi magrib kemudian magrib menjadi malam, detik demi detik tidak berasa, menit demi menit terasa sedikit, jam demi jam menjadi perlahan. Jalan-jalan di sekitar Kota South Coast itu menjadi sedikit ramai karena ternyata pada saat ini adalah malam minggu, terlebih pada pusat perbelanjaan dan Cafe-Cafe termasuk juga hotel. Dan kabar baiknya bagi warga kota South Coast adalah sekitar dua hari lagi adalah tahun baru.
Biasanya pada menjelang tahun baru akan semakin banyak acara-acara dan keramaian yang digelar di Kota South Coast ini, dan pusat keramaian biasanya adalah di Taman Bintang yang terletak di Pusat Kota. Biasanya ada-ada saja penyanyi terkenal yang diundang pada malam pergantian tahun untuk bernyanyi di taman kota. Demikian juga pada pergantian tahun dua hari mendatang, entah siapa penyanyinya masih menjadi misteri sampai saat sekarang ini dan memang pihak panitia di taman bintang setiap tahun selalu merahasiakan penyanyi yang akan tampil pada malam pergantian tahun.
Malam itu beberapa mobil di rumah keluarga Duns sudah dipersiapkan untuk memenuhi keputusan dari Kepala Keluarga Duns, yakni untuk menemui Kepala Keluarga Bene dalam hal penyelesaian permasalahan Putri dari Kepala Keluarga Duns yakni Virani Duns.
Saat ini lima mobil mewah sudah siap di pelataran parkir keluarga Duns. Dan anggota keluarga Duns yang akan pergi juga sudah bersiap diikuti oleh beberapa ahli beladiri pilihan termasuk Leopol Brass dan Singapol Brass.
Di tempat itu juga terlihat Alex Duns dengan setelan Jas Hitam, di sampingnya ada Fitria Duns satu-satunya anaknya. Di tempat itu juga ada Dua Tetua Duns Bersaudara Gingger dan Genol Duns walaupun sudah berumur tua namun tetap tegap seolah mereka adalah ahli bela diri yang melatih fisik.
__ADS_1