Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video

Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
BAB 22


__ADS_3

Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video


Bab 22


“Kami bersedia jadi Pengikut Tuan Hantu !” Grudul Hiko memberikan keputusannya dengan penuh percaya diri dihadapan Gusmon. Sementara kedua rekannya tampak menunduk dengan hormat.


“Baiklah !” Gusmon mengangguk dengan puas.


“Mulai sekarang Tuan Hantu adalah Ketua Besar dari Gangster Elang Hitam kami !, Grudul Hiko Memberi Hormat kepada Ketua Besar Gangster Elang Hitam”. Grudul Hiko menangkupkan kedua tangan didepan dada memberi Hormat kepada Tuan Hantu. Kedua rekannya juga melakukan sikap yang sama.


“Asno Maropo, memberi Hormat kepada Ketua Besar!”


“Kinu Bula memberi Hormat kepada Ketua Besar!”


Grudul Hiko mengeluarkan dua buah lencana kecil, yang satu berwarna hitam berkilat terbuat dari intan dan yang satu berwarna emas terbuat dari emas murni. Lencana itu bergambar burung elang yang sedang menukik, di bagian belakang lencana ada semacam logo hologram yang menunjukkan keaslian dari lencana tersebut.


Kemudian dengan saleh kedua lencana itu diberikan Grudul Hiko kepada Gusmon, seraya menerangkan


“Tuan Hantu, ini adalah Lencana sebagai tanda Ketua dan Ketua Tertinggi dari Gangster kami harap Tuan Hantu menerimanya”. Grudul Hiko menyerahkan kedua Lencana itu kepada Gusmon. 

__ADS_1


“Lencana Hitam itu adalah lambang dari Ketua Tertinggi dan yang emas adalah Ketua Gangster!” Grudul Hiko kembali menerangkan perihal Lencana tersebut, yang mana masing-masing warna mewakili tingkatan dari Ketua Gangster. Sebenarnya Grudul Hiko hanya memiliki lencana warna emas sebagai penanda ia adalah Ketua Gangster sedangkan Ketua Tertinggi dari Gangster Elang Hitam telah tewas beberapa bulan yang lalu di tangan jhon Karabau. 


Gusmon manggut-manggut sejenak


“Begini....., maksudku untuk urusan ketua biar tetap di pegang oleh Grudul Hiko. Namun secara keseluruhan kalian semua harus tunduk kepadaku!” Gusmon mengatakan maksud dari pernyataannya itu. Bahwa ia sama sekali tidak menginginkan posisi ketua ataupun segala macam jabatan. Yang diinginkannya  hanyalah para Gangster ini tunduk kepadanya sehingga ia bisa mengaturnya kearah yang lebih baik, tentunya juga demi mencapai tujuannya.


“Tapi .. Tuan Hantu, kami hanya akan tunduk dengan Ketua kami. Jika Tuan Hantu tidak menjadi Ketua Besar kami, maka kami jelas tidak akan tunduk kepada Tuan Hantu meskipun kami di musnahkan”. Grudul Hiko memberikan alasan sambil menundukkan kepalanya, ia takut jika pernyataan itu akan menyinggung Tuan Hantu yang ada di hadapannya ini. 


“Baiklah jika demikian, Aku sebagai Ketua Besar dan kau tetap sebagai Ketua Gangster Elang Hitam ini!” Gusmon kemudian menyetujui bahwa ia sebagai Pemimpin Tertinggi dari Gangster Elang Hitam namun ia tetap mempertahankan Grudul Hiko sebagai Ketua Gangster tersebut. Kemudian ia mengambil Lencana berwarna hitam yang terbuat dari intan sedangkan lencana berwarna emas di biarkan tetap di tangan Grudul Hiko.


“Terima kasih Tuan Hantu!” Grudul Hiko kembali menjura dengan hormat. Ada beberapa alasan mereka menyetujui untuk menerima bergabung dengan Gusmon. Yang pertama tentu saja untuk menghindari kehancuran mereka dari tangan Tuan Hantu. Yang kedua mereka otomatis akan meminta perlindungan kepada Gusmon. Itulah sebabnya mereka mau tidak mau harus mengangkat Gusmon sebagai Pimpinan tertinggi dari Gangster ini. Sehingga apapun halnya nanti yang berhubungan dengan Jhon Karabau tentu segalanya akan dilindungi oleh Gusmon sebagai Ketua tertinggi Gangster Elang Hitam. 


“Setelah ini kalian kumpulkan seluruh anggota Gangster Elang Hitam dan umumkan bahwa Tuan Hantu adalah Ketua Tertinggi kalian, biar tidak ada salah paham diantara kita nantinya!” Gusmon memberikan perintah kepada Grudul Hiko dan dua orang kroconya itu. Mereka bertiga mengangguk dengan cepat. 


Setelah itu Gusmon segera berlalu dari tempat itu sambil menarik tangan Virani Duns, ia akan segera merealisasikan janjinya yang akan mentraktir Virani untuk makan. Namun sesampainya dia di luar ia pun menjadi garuk-garuk kepala karena tidak tahu tempat yang akan dituju, lagi pula ia tidak punya mobil. 


Apakah akan mempergunakan kemampuan terbang Superman? Ataukah akan membuka Ruang Dimensi berbentuk Supermarket?, yang jelas saja pasti ada banyak mobil di sana di karenakan seluruh area di supermarket asli sudah tercopy di dalamnya kecuali makhluk hidup. Yang mana mobil-mobil di dalam Ruang Dimensi itu tentu saja adalah miliknya. 


Dalam keadaan bingung seperti itu tiba-tiba saja terdengar Grudul Hiko berbicara

__ADS_1


“Ketua Tertinggi silahkan memakai mobil saya untuk transportasi, jika tidak keberatan” Grudul Hiko yang mengamati kebingungan Tuan Hantunya itu, segera menyadari bahwa Gusmon tidak memiliki kendaraan dan juga calon istrinya itu jelas tidak membawa kendaraan karena sebelumnya ia diculik untuk berada di tempat itu.


“Oh .. ya..!” Gusmon melirik kebelakang ternyata mereka bertiga telah berada di belakang Gusmon dan Virani Duns. 


“Jangan Khawatir, Ketua Tertinggi. Saya memiliki banyak mobil sejenis, jika Ketua Tertinggi mau silahkan ambil mobil saya ini. Antarkan kami ke tempat telepon umum terdekat setelah itu kami akan meminta rekan kami untuk mengantar mobil untuk kami” Kata Grudul Hiko dengan sikap yang hormat layaknya anak buah kepada atasan. Bahkan kata-kata Tuan Hantu sudah berubah menjadi Ketua Tertinggi.


Akan halnya Gusmon mendengar ini, tanpa ragu-ragu segera saja menerima usul yang baik dari Grudul Hiko. Ini sebenarnya bukan hanya karena ia ingin segera membawa Virani dan mentraktirnya di tempat makan terdekat namun juga ia ingin menunjukkan ketegasannya sebagai seorang Ketua Tertinggi Gangster ternama di Kota South Coast ini.


“Baiklah siapkan mobil itu !“ kata Gusmon mempersilahkan Grudul Hiko mengurus mobil Kijang Innova yang terparkir di sisi pabrik sebelah kiri. Grudul Hiko memberi isyarat kepada Asno Maropo dan melemparkan kunci mobil kepada Pria kekar bertato itu.


Asno Maropo tanpa ragu menangkap kunci mobil itu dan bergegas menuju Mobil Kijang Innova Silver di samping kiri pabrik terbengkalai itu. Ia segera membawa mobil itu ke hadapan Gusmon dan rekannya.


Setelah orang-orang yang ada di tempat itu masuk kedalam mobil, Sesaat kemudian mobil Kijang Innova berwarna Silver itu melaju keluar dari komplek pabrik terbengkalai itu. 


“Vruummmmmm!”


Asno Maropo bertindak sebagai sopir, sedangkan di sampingnya adalah Grudul Hiko. Di kursi tengah ada Gusmon dan Virani Duns sedangkan di kursi paling belakang ada Kinu Bula yang duduk sambil menyandar. 


Ternyata jalanan di tempat itu sudah sangat mulus, sehingga mobil itu tidak kesulitan dalam menyusuri jalanan yang sudah di ambang sore tersebut. Beberapa saat mereka sudah keluar dari komplek Pabrik Terbengkalai yang ditumbuhi banyak pepohonan, bahkan di sisi kiri dan kanan jalan menuju keluar pun ada banyak sekali batang-batang pohon dan susunan pohon-pohon tersebut rapat.

__ADS_1


Tidak ada rumah penduduk disepanjang jalan keluar dari pabrik terbengkalai ini , pantas saja tempat itu menjadi lokasi tersembunyi bagi pekerjaan penculikan kali ini. Karena di samping sepi juga jauh dari rumah penduduk.


__ADS_2