
Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
Bab 12
Virani Duns langsung terhenyak seketika ketika ikatan itu dilepaskan, kedua tangannya sekarang ini terasa sakit dan kebas. Dan bahkan ada bekas jejak ikatan tali yang dalam di kedua pergelangan tangannya, dan juga ada beberapa bagian kulitnya yang lecet. Bukan hanya kedua tangannya yang sakit, bahkan sekujur tubuhnya sekarang ini terasa sakit dan lemas.
Grudul Hiko membukakan tutup air mineral dan mengulurkan air mineral itu kepadanya. Dengan mengerenyit menahan sakit Virani Duns mengambil botol air mineral itu dan meneguk isinya sampai habis, tampaknya ia memang sangat kehausan. Setelah meminum air itu tampak wajahnya sedikit cerah.
Tuan Muda Bene tampak tertawa terbahak-bahak melihat itu, ia begitu senang melihat Virani Duns yang meminum air seolah-olah musafir kehausan yang bertemu dengan Oase. Entah kenapa ia sangat bahagia dan bersemangat melihat ekspresi dari Virani Duns sang Penyanyi terkenal dari South Coast itu. Sementara itu lelaki berdagu kukuh yang berada disampingnya hanya diam saja dengan kedua tangan bersidekap didepan dada.
Tuan Muda Bene memiliki sejarah yang panjang dalam mengejar Virani Duns, bahkan ketika ia masih keluarga biasa yang hanya bisa menghayalkan Virani Duns ia masih berfikir suatu saat nanti ia akan memilki sang penyanyi terkenal itu namun saat itu ia tidak berani berbuat apa-apa dan memendam segala hasratnya. Ketika ia meningkat kepada Keluarga Terhormat kelas dua dan didukung oleh sosok kuat Jhon Karabau ia secara terang-terangan mengatakan bahwa ia menginginkan Virani Duns.
Hal ini membuat semua orang terkejut namun juga bungkam tidak berani memprotes apalagi memprovokasi. Namun semua orang secara perlahan mulai menjaga jarak dari Keluarga Duns dengan tujuan tidak ingin memprovokasi keluarga Bene. Termasuk itu keluarga Ken, salah satu Keluarga kelas Satu di South Coast. Yang mana antara keluarga Ken dan Keluarga Duns rupanya sudah terikat tali perjodohan antara Putra Keluarga Ken yakni Handre Ken dengan Virani Duns.
__ADS_1
Keluarga Ken tiba-tiba saja pergi keluar kota untuk beberapa lamanya dengan alasan yang tidak jelas, dan tidak tahu entah kemana, hal ini tentu saja membuat keluarga Duns kecewa. Karena disaat masalah besar yang sedang datang kepada keluarganya malah calon Besannya seolah seperti melarikan diri dan tidak ingin membantu sama sekali, padahal calon Besannya itu adalah termasuk Keluarga Kelas satu di Kota South Coast ini. Ini menunjukkan bahwa meskipun Kelurga kelas satu mereka tetap enggan bermusuhan dengan Keluarga Bene. Mungkin juga mereka tidak takut dengan Keluarga Bene, hanya saja takut dengan Sosok Kuat dibelakang keluarga Bene.
Meskipun Begitu Keluarga Duns tetap menyerahkan keputusan ini kepada Putri Mereka Virani Duns. Mereka tidak mau memaksa putri mereka dengan alasan ketakutan akan keluarga Bene. Yang mana Virani tentu saja menolak dengan tegas Putra Ketiga Keluarga Bene itu, karena ia tahu tentang seberapa bejatnya putra ketiga keluarga Bene Sorto Bene itu, bahkan seluruh keluarga Bene tidak memiliki kualifikasi untuk menjadi keluarga yang sedikit baik sekalipun. Dan bila ia menerima Sorto Bene dalam kehidupannya maka sama saja dengan menerima kehancuran untuk keseluruhan hidupnya. Itulah sebabnya Virani Duns tidak ingin keluarganya terlibat dalam keputusannya dalam menolak Sorto Bene
Dan inilah hasil dari keputusannya karena telah Menolak Tuan Muda yang terhormat itu, dan ia pun diculik.
Virani Duns menghela nafas sejenak, setelah seluruh dahaganya hilang ia bisa berfikir sedikit jernih. Tampaknya tidak ada yang bisa menolong dirinya saat ini, terbayang hal yang mengerikan yang akan terjadi kedepannya. Sebagaimana ia ketahui bahwa perempuan-perempuan yang menjadi mainan Tuan Muda Bene ini akhirnya tidak ada yang bahagia. Setelah Tuan Muda brengsek ini bosan maka perempuan-perempuan itu akhirnya akan dikirim ketempat pelacuran, yang mana juga temasuk kedalam bisnis kelam dari keluarga Bene. Baik itu siksaan fisik dan siksaan batin pasti akan dirasakan, sehingga menjadikannya hidup segan mati tak mau.
Merinding bulu kuduk Virani memikirkan hal tersebut. Ia tidak memilki harapan lagi kecuali..... kecuali .. sumur tua itu. Tiba-tiba saja sekelumit pikiran yang tidak waras terbersit di benaknya, sumur tua itu!. Menaruh harapan kepada sumur tua yang dicor itu, benar-benar suatu harapan yang tidak waras. Apakah ia benar-benar sudah gila karena stress dan tekanan perasaan dari Tuan Muda Bene yang sadis itu?. Ataukah ia depresi dan menjadi sedikit gila?. Entahlah yang jelas tiba-tiba saja perasaannya menaruh harapan kepada sumur tua yang menurut mitos memiliki penunggu itu.
Tidak peduli bagaimana pengawalan dari ahli beladiri keluarga Duns, sang Tiran Lokal ini membawa seluruh anggota Gengnya yang berjumlah lima ratus orang untuk menghadapi ahli beladiri sekaligus pengawal Virani Duns. Tanpa ampun pengawal yang hanya berjumlah tiga puluhan itu langsung hancur lebur. Dan kejamnya mereka langsung membunuh para pengawal itu di tempat dan itu terjadi di depan mata Virani Duns!
Itulah yang membuat Virani Duns trauma melihat darah dari pengawalnya yang berceceran dimana-mana. Karena itu dia tidak terlalu berharap dengan keluarganya dan berharap agar keluarganya menjauh dari masalah ini karena ia juga tidak ingin keluarganya dihancurkan oleh Tuan Muda Sorto Bene ini. Terlebih Tuan Muda Bene ini selalu di kawal oleh Pujin Hento pria separuh baya yang merupakan murid langsung dari Jhon Karabau yang sangat menakutkan. Maka jelaslah tidak ada harapan bagi Virani Duns kecuali harapan yang tidak rasional, yakni Sumur Batu Tua yang bagian atasnya di cor.
__ADS_1
“Apakah kau sudah bisa berdiri. Kalau begitu ayo kita pergi, Tuan Muda ini sudah menyiapkan mobil khusus yang sebentar lagi akan datang untuk menjemputmu” Sorto Bene berkata lagi masih dengan raut muka bahagia. Ia segera mengulurkan tangannya untuk membantu Virani berdiri. Namun Virani menepisnya.
“Sudahlah!. dihadapan ku, tidak ada yang bisa menolong mu” Tuan Muda Bene merasa sedkit tidak senang atas sikap Virani. Virani tersenyum misterius.
“Tuan Muda Bene bolehkah aku meminta sesuatu” kata Virani dengan senyum misterius.
“Oh silahkan, apasih yang tidak untuk nona yang cantik ini” kata Tuan muda Bene yang tidak curiga sedikitpun.
“sebelum kamu membawaku pergi, izinkan aku memohon di tepi sumur tua itu” Kata Virani lagi. Tuan Muda Sorto Bene hanya melongo dengan permintaan aneh dari Virani Duns ini.
“Oh itu, silahkan silahkan” kata tuan Muda Bene, Kemudian tiba-tiba saja tawanya pecah karena telah mendengar sesuatu hal yang lucu dari orang yang selama ini dikejar-kejarnya itu. Seorang Virani Duns meminta permohonan kepada sumur tua yang di atasnya di cor karena sudah putus asa. Tampaknya seperti orang yang kurang waras.
“Hahaha.. ya silahkan, aku ingin mendengar apa permohonanmu kepada sumur tua itu, hahaha ini lucu sekali apakah kamu percaya dengan mitos bahwa sumur itu ada penunggunya.... hahahaha, ini.. ini benar-benar lucu sekali.” Tawa Tuan muda Bene tidak bisa ditahan, dan itu juga di ikuti oleh tawa dari Grudul Hiko, sementara itu Pujin Hento Hanya diam saja dengan sikap jumawa.
__ADS_1
“Diam..!, kenapa kamu ikut ikutan tertawa!“ Bentak Tuan Muda Sorto Bene kepada Grudul Hiko, Sontak Grudul Hiko langsung menutup mulut menelan tawanya.