
Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
Bab 77
Di belakang Gusmon rombongan Alex sama sekali tidak menyadari keberadaan Gusmon yang menguping pembicaraan mereka. mereka terus berbincang-bincang seolah-olah tidak ada yang mendengarkan.
“Tampaknya mereka memang tidak peduli dengan kaburnya Virani dari sekapan mereka” Alex tampak berpikir keras. Kemudian yang menjadi pertanyan baginya adalah tiga buah truk besar yang masuk kedalam kediaman Keluarga Bene, apa itu sebenarnya.
Ataukah Keluarga Bene ini memang takut dengan sesuatu?. Lalu sesuatu ini apakah itu pemuda Gembel yang bersama Virani?. Mendadak Alex sepertinya paham dengan situasi ini.
“Apakah ada yang lain” Alex masih bertanya
“Hasil pantauan terbaru, kelihatannya ada 3 buah Super Car mewah yang sangat mahal memasuki Kediaman Bene” Berkata salah seorang anak buah Alex dengan yakin. Itu merupakan pantauan terakhir mereka sebelum menghadap kepada Alex Duns.
“Apa kalian tahu mobil milik siapa itu?” Alex mulai menduga-duga
“Kami hanya bisa melihat sebatas di pintu masuk” Anak buahnya menjawab.
Alex manggut-manggut sejenak, ia telah menduga mobil-mobil mewah itu milik siapa. Perkiraannya adalah Jhon Karabau dan pengikutnya. Kemudian pikirannya terus menerawang dan ia pun tersentak. kalau memang itu adalah Jhon Karabau lantas untuk apa ia datang?, tidak mungkin hanya gara-gara Virani, Keluarga Bene sampai memanggil Jhon Karabau segala. Alex paham bahwa Keluarga Bene memiliki ahli beladiri yang lumayan, di samping itu ia masih memiliki koneksi dengan Ketua Gangster Elang Hitam. Alex sama sekali tidak mengetahui bahwa Ketua Gangster Elang Hitam Grudul Hiko Sudah menjadi bawahan Gusmon.
Alex merasa jikalau ini berhubungan dengan Virani maka dengan mengandalkan Ahli Beladiri Mereka dan Gangster Elang Hitam maka Keluarga Duns dirasa sudah tidak bisa berkutik. Namun kenapa sampai harus memanggil orang itu. Apakah ini menyangkut pemuda Gembel itu?
__ADS_1
Tiba-tiba saja Alex merasa bahwa Pemuda Gembel itu memang tidak biasa. Untuk itu Alex memikirkan untuk menunda Konspirasinya dalam menjatuhkan Kepala Keluarga Duns yang sekarang. Ia masih ingin melihat apa yang akan terjadi selanjutnya, tampaknya situasi sama sekali tidak bisa di prediksi.
Tetapi meski demikian, ia masih berpikir bagaimana menjalin relasi dengan Keluarga Bene atau jikalau bisa dengan Jhon Karabau. Ia paham siapapun lawan Jhon Karabau pasti akan hancur. Andaipun pemuda gembel itu yang menyebabkan Tuan Muda Sorto Bene ketakutan hingga harus memanggil Jhon Karabau, maka pasti Jhon Karabau akan menghancurkan gembel itu. Karena itu Alex tidak ragu untuk rencana menjalin relasi dengan Keluarga Bene itu. Betapapun kuat si gembel sehingga mampu membebaskan Virani, di hadapan Jhon Karabau pasti mati!. Demikian pemikiran dari Alex.
Cukup lama Alex bercengkrama dengan anak buahnya, hingga akhirnya ia pun keluar dari kedai teh itu bersama anak buahnya. Ia tampak puas dengan kinerja anak buahnya. Dan tampaknya Alex sudah mulai membayangkan kejatuhan dari Kepala Keluarga Duns.
Gusmon yang mengetahui bahwa Alex dan rombongannya sudah meninggalkan kedai teh ini, tampak masih tepana ke arah hilangnya mobil mereka. ia masih tidak mengerti kenapa dalam satu keluarga masih ada hal-hal perebutan kekuasaan hingga harus seperti itu. Ia menjadi kasihan kepada Virani. Bagaimanapun dengan dua tekanan dari Keluarga Bene dan dari dalam keluarganya sendiri Virani pasti menderita. Diam-diam Gusmon berjanji bahwa ia akan melindungi Virani semaksimal mungkin.
Tiba-tiba saja ia merasa bahwa kalimat Pieter yang mengatakan ia harus selalu ada untuk Virani menjadi sedikit jelas, apakah orang tua itu menjodohkan anaknya dengan dirinya?. tiba-tiba saja jantung Gusmon berdetak dengan lebih kencang. Wajah Virani sontak terbayang di pelupuk matanya.
“Virani, aku pasti melindungi mu” Gusmon bangkit dan membayar tehnya. Harga tehnya hanya 2 dolar, Gusmon membayar dengan uang tunai yang didapatnya sewaktu di parkiran Pabrik terbengkalai 2 hari yang lewat. Dengan demikian ia merasa bahwa uang tunainya masih banyak.
Kemudian ia juga ingat bahwa kelanjutan pertandingan catur untuk khalayak ramai dalam rangka menyambut malam tahun baru. Ia juga telah memerintahkan anak buahnya untuk memaksa Tuan Muda Sentung Yolk agar melanjutkan pertandingan itu dan memaksa Tuan Muda itu untuk membayarkan uang hadiah bagi pemenang nantinya. Dan acara itu akan berlangsung malam ini.
Gusmon ingin melihatnya, namun ia juga ingat bahwa Virani mengajaknya untuk menikmati malam tahun baru di Taman Bintang Pusat Kota, sambil menikmati konser musik yang akan menampilkan penyanyi misterius.
Untuk itu ia memilih mengikuti ajakan Virani. Kapan lagi bisa menikmati malam tahun baru berdua dengan perempuan cantik. Tapi ia sama sekali tidak memiliki tiketnya. Ia ingin memesan tiket tersebut. namun setelah di pikir-pikir, lebih baik mengajak Virani nantinya dalam membeli tiket dan memanfaatkan koneksi dari Virani. Gusmon juga berharap bahwa tiketnya tidak habis.
Saat ini Gusmon sudah mengendarai mobilnya, selepas keluar dari Kedai Teh Safari. Hari masih siang, ia berencana menjemput Virani saat hari sudah memasuki sore. Untuk itu masih banyak waktu, ia berencana menghabiskan waktu yang tersisa itu untuk berkeliling kota di beberapa jalan. ini masih wilayah utara Kota South Coast.
Saat ini didepannya terlihat ada sedikit keramaian, segera ia menghentikan mobilnya untuk melihat apa gerangan yang terjadi.
__ADS_1
“Ada apa pak” Tanya Gusmon kepada salah seorang yang kebetulan lewat di tempat itu.
“Ada kecelakaan” Jawab orang itu singkat.
Mendengar itu Gusmon segera menghentikan mobilnya di tepi jalan. ia mendekati kerumunan orang itu. Terlihat sepeda motor yang terguling dengan kondisi memprihatinkan dan sebuah BMW hitam tampak bemper depannya sedikit penyok.
Seorang pria tampak terkapar sambil memegangi kakinya, beberapa orang tampak membantu mengangkatnya ketepi jalan.
Dua orang perempuan tampak turun dari mobil tersebut, satu orang masih sangat muda dan seorang lagi sudah empat puluh tahunan lebih. Namun terlihat masih seperti anak muda. Dari dandanan mereka kelihatannya dari keluarga berada.
Gusmon sedikit mengernyit tatkala menyadari siapa kedua wanita ini. mereka adalah Fitria Duns dan ibunya Emery Kin.
“Kelihatannya mereka terlibat kecelakaan” Batin Gusmon. Ia hanya berdiri di dalam kerumunan orang-orang.
“Hei hati-hati berkendara, lihat bemper mobilku sampai rusak begini” Fitria tampak berteriak kepada pria yang mengalami lecet itu.
Orang-orang mulai berbisik-bisik, kelihatanya mereka orang kaya. Namun apakah memang semua orang kaya harus terlihat galak seperti ini?. begitu bunyi bisikan dari orang-orang.
“Nona kamu lihat orang ini sedang terluka, setidaknya kamu bawa dulu orang ini kerumah sakit” terdengar seseorang lebih tua di antara mereka yang menolong, berbicara kepada Fitria.
“Cih. Bukannya dia hanya terluka sedikit saja, buktinya ia tidak mati” Kata Fitria masih tetap dengan nada yang tinggi.
__ADS_1