
Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
Bab 31
Meskipun dua kakek tua Gingger Duns dan Genol Duns ada di tempat itu, mereka bukanlah termasuk kepada rombongan yang akan pergi ke Villa keluarga Bene untuk membahas masalah Virani. Namun mereka berdiri di sini hanya untuk memberikan semangat dan mensupport mental mereka untuk menegakkan apa yang telah diputuskan oleh Kepala Keluarga Duns pada saat rapat anggota keluarga Duns tadi siang.
Sementara itu Fitria Duns yang berdiri di samping ayahnya terlihat sedikit gugup, tampaknya ada sesuatu yang dipendamnya. Ayahnya Alex Duns melihat gelagat aneh dari putrinya. iapun bertanya.
“Apa yang kamu sembunyikan Fitria” Alex Duns tidak suka basa-basi ia langsung ke inti pertanyaan.
“A...Ayah....!” Fitria Duns ragu sejenak, kemudian ia membisikkan sesuatu ke telinga Alex Duns, ayahnya. Mata Alex Duns seketika membesar. Ia tidak menyangka bahwa apa yang telah didengarnya dari anaknya adalah sesuatu yang sulit untuk di percaya.
“Kamu yakin bahwa itu dia?” Kata Alex Duns seolah-olah meragukan pernyataan dari anaknya.
“Yakin sekali ayah itu memang dia!” Fitria Duns menegaskan dengan pasti. Namun Gingger yang melihat gelagat ayah dan anak itu menjadi sedikit tertarik. Saat itu orang-orang yang akan pergi ke Villa Keluarga Bene telah memasuki Mobil yang ada di pelataran parkir, namun tidak dengan Alex Duns dan anaknya Fitria Duns. Tampaknya Alex Duns sedang memikirkan suatu strategi yang akan membuatnya tidak jadi pergi ke rumah keluarga Bene.
Alex Duns tampaknya seperti berpikir keras. kenapa Virani bisa menelepon?, menurut keterangan dari Fitria yang berbisik kepadanya tadi, bahwa Firani menyampaikan melalui telepon bahwa ia baik-baik saja. Ini berarti bahwa ia telah lolos dari penculikan. Tapi kenapa? Apakah ada sesuatu yang menolongnya. Ataukah ini rencana tersembunyi dari Tuan Muda Sorto Bene yang terkenal licik itu?. Ia tetap tidak mengerti, tapi satu hal adalah pasti Virani Duns sudah bebas.
Melihat Saudara sepupunya yang tidak kunjung masuk kedalam mobil yang tersedia, Pieter Duns segera membuka pintu mobilnya dan perlahan menghampiri saudara sepupunya itu. Sambil menepuk bahunya ia bertanya
“Ada apa Sepupu?” Tanya Pieter
__ADS_1
“Haa tidak ada apa-apa, hanya saja saya merasa sedikiti kurang enak badan. Saya rasa tidak bisa ikut dengan Kepala Keluarga sekarang ini. Harap maafkan” kata Alex Duns dengan sedikit memijat-mijat kepalanya. Menurut prediksinya Virani Duns akan kembali ke Villa ini pada tengah malam nanti. Atau mungkin juga besok pagi, Ini adalah karena tempat penyekapan pada kejadian penculikan itu pasti lokasi terpencil dimana tidak ada alat transportasi ataupun alat komunikasi namun di mana Virani menemukan telepon?. Demikian pemikiran dari Alex Duns.
Jadi sebelum itu terjadi maka ia harus bertindak dengan cepat. Jelas bahwa situasi telah berubah, ketika saat sekarang ini pergi ke Villa Keluarga Bene maka itu berarti hanya akan ada kehancuran. Biarkan Kepala Keluarga Duns pergi dan mendapatkan pengalaman pahitnya, kemudian ia akan menjalin kerjasama dengan Keluarga Bene nantinya dengan menangkap Virani Duns dan menyerahkannya kepada Tuan Muda Sorto Bene.
“Oh ya, jika memang kamu tidak enak badan tidak usah dipaksakan, biarkan Wirda yang menggantikannya bersama Fitria, sementara kamu istirahat” kata Pieter tanpa memandang curiga sedikit pun sepupunya itu.
“Oh ini sebenarnya aku membutuhkan Fitria dan Wirda menemaniku untuk berobat” Alex menjawab dengan enteng. Pieter tampak tertegun sejenak, sejak kapan Alex menderita penyakit sehingga harus ditemani oleh adik kandung dan anaknya?. Apakah sudah sedemikian parah penyakit Alex ini?
“Begitu ya..” Pieter Duns melepaskan tangannya dari bahu adik sepupunya ini. Kemudian melirik kearah Ayahnya Gingger Duns. Gingger yang dari tadi melihat gelagat aneh dari Alex terlihat manggut-manggut sejenak.
“Sediakan satu mobil lagi, aku dan Genol akan ikut kali ini!” Gingger yang paham akan lirikan dari anaknya mengambil keputusan untuk ikut bersama adiknya Genol. Sekalian untuk melihat bagaimana reaksi dari Alex Duns.
“Sebentar! Sebelum pergi, aku ingin memberikan jimat keberuntungan ku untuk ayah ku!” Alex masih berusaha untuk memberitahukan ayahnya perihal bahaya yang mengancam bila pergi ke Villa Keluarga Bene.
“Ayah ikut aku ke dalam aku akan memberikan jimat keberuntungan yang aku simpan untuk perjalanan ayah” kata Alex seraya melangkahkan kakinya masuk kedalam Villa untuk menuju ke kamarnya. Genol sedikit bingung, sementara itu Gingger menyipitkan matanya. Pieter tampak mengerutkan kening, sejak kapan Alex memiliki jimat keberuntungan?. Bukankah selama ini ia tidak percaya dengan hal-hal yang berbau mistik?
“Alex ... Berhenti!” Gingger berkata sambil menoleh kepada Alex Duns.
“Ya tetua..” Alex pun terpaksa menghentikan langkahnya.
“Apa yang kamu sembunyikan dari kami?” Gingger bertanya terhadap apa yang dicurigainya.
__ADS_1
“Itu.... maksud tetua apa, aku hanya ingin memberikan jimat keberuntungan yang selama ini aku simpan” Kata Alex mencoba untuk mengelak dari tuduhan yang dilancarkan oleh Gingger.
“Kakak sudahlah, lagi pula Alex hanya ingin memberikan jimat yang selama ini di simpannya, ia hanya mengkhawatirkan keselamatan ku. Setelah aku mengambilnya aku akan ikut bersamamu ke Villa Bene”. Genol ikut berkata dalam artian membela anaknya Alex Duns. Terlihat Alex tersenyum mendapat pembelaan dari ayahnya.
Melihat Gingger hanya diam, Genol mengikuti anaknya masuk ke Villa keluarga Duns ke kamar pribadi Alex!. Perjalanan menuju Villa itu cukup memakan waktu dikarenakan halaman depan yang luas, dan perjalanan menuju kamar Alex juga memakan waktu karena Villa itu juga luas. Sesampainya mereka berdua di kamar Alex, Alex segera menutup pintu kamarnya yang membuat Genol menjadi heran.
Setelah itu Alex mulai berbicara degan suara pelan kepada ayahnya.
“Ayah sebenarnya Virani sudah bebas” kata Alex
“Apa !, dari mana kamu mengetahuinya, dan kenapa tidak memberitahukannya!” Genol tampak terkejut dengan pernyataan dari Alex.
“itu dari Fitria yang menerima telepon dari Virani” Alex menjelaskan kepada ayahnya.
“kenapa tidak di beritahukan kepada semua orang, ini jelas membahayakan bagi yang pergi ke Villa Bene” Genol mengutarakan bahaya tersembunyi bagi anggota kelurga Duns yang akan pergi ke Villa Bene.
“Kamu pasti tahu alasan ku ayah!” Alex Duns menjawab dengan suara pelan.
“Hmm. meski demikian, tidak seharusnya kamu mengorbankan sekian banyak nyawa keluarga Duns demi ambisi mu itu. Masih banyak waktu, dan pikirkan cara yang sedikit lebih baik ”. Genol Duns memberikan nasihat, meskipun ia paham maksud dari anaknya. Dan tentu saja ia mendukung sepenuhnya ambisi anaknya itu untuk menguasai seluruh keluarga Duns ini. Tapi tidak harus dengan mengorbankan banyak nyawa anggota keluarga Duns.
Genol Duns berpikir sambil mondar mandir sejenak di kamar Alex. Sementara itu di luar Villa di pelataran parkir, orang-orang masih menunggu. Terutama sekali Pieter Duns yang tampak keruh raut wajahnya. Apa yang sebenarnya disembunyikan oleh Alex Duns?.
__ADS_1