Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video

Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
BAB 52


__ADS_3

Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video


Bab 52


Ketika Virani masih dilindungi oleh para pengawal pribadinya maka Virani akan selalu menyapa penggemarnya dari jarak yang dekat, memang perempuan ini adalah perempuan yang baik sehingga tidak ingin mengecewakan para penggemarnya itu. Namun situasi sekarang berbeda, karena hanya Gusmon yang mengawalnya, jauh berbeda pada saat Virani masih memiliki banyak pengawal.


Rombongan penggemar semakin banyak, semakin membludak. Sehingga ada yang mengepung dari depan dan samping apalagi yang mengikuti dari belakang sangat banyak. 


“Virani......!, Virani......!” Terdengar teriakan-teriakan histeris para penggemar dari Virani Duns. Gusmon bertindak dengan sigap, ia menarik tangan Virani dan membawanya kabur. Melihat hal itu membuat banyak penggemar semakin menggila.


“Lihat dia membawa Idola kita kabur, cepat kejar!” berteriak seorang penggemar, sehingga memancing suasana menjadi sedikit kacau. Gusmon membawa Virani berlari menyelinap di antara toko-toko. Tatkala mereka akan menuju lantai satu melalui eskalator ternyata dari bawah ada beberapa penggemar yang memenuhi tangga berjalan tersebut. Segera ia memutar balik, menarik tangan Virani kembali. Kali ini menyelinap kembali di toko-toko lantai 2. 


Terpaksa Gusmon mengajak Virani ke lantai 3 karena lantai dua ternyata banyak penggemar Virani yang mengepung. Ini sedikit menakutkan, Virani sendiri tidak menyangka bahwa kehadiran dirinya ke Pusat Perbelanjaan ini akan menarik begitu banyak masyarakat dan membuat heboh. Jelas bahwa ia memang butuh pengawalan jika ingin pergi ke tempat keramaian. Satu pengawal seperti Gusmon jelas tidak efektif dalam memblokir masa yang sangat banyak itu.


Saat ini mereka berdua sudah berada di lantai ketiga Pusat perbelanjaan di Pusat Kota South Coast itu. Gusmon kali ini membawa Virani menyelinap kedalam toko pakaian, ia membawa Virani ngumpet di balik pakaian yang berjejer di dalam salah satu Toko di lantai tiga itu. Beberapa penggemar yang mengejar Virani ada yang melihatnya masuk ke Toko Pakaian di bagian tengah. Beberapa penggemar itu segera manyerbu kedalam toko dengan nafas ngos-ngosan.


Beberapa pelayan toko melihat orang-orang itu dengan heran.


“Maaf nyonya, mau beli pakaian?” pelayan toko itu bertanya dengan ramah, Kepada salah satu penggemar yang seorang emak-emak.

__ADS_1


“Eh, anu tadi ada Virani Duns datang ke sini kalian lihat nggak!” Kata emak-emak itu yang rupanya seorang pengemar fanatik dari Virani. Pelayan toko itu tampak mengerutkan kening mereka.


“Virani Duns?, Penyanyi terkenal itu ya?” Tanya mereka dengan heran, sebab mereka dari tadi tidak melihat satupun orang terkenal yang datang ke toko mereka. Kalau benar ada Bintang tenar sekelas Virani Duns akan datang ke toko mereka, tentunya mereka akan mendapat kabar dari atasan mereka dan tentunya ini baik untuk promosi penjualan di toko ini.


“Iya barusan kami melihatnya masuk ke toko ini” Kali ini seorang remaja pria yang baru kelas dua SMA yang menjawab. Tampaknya penggemar Virani terdiri dari banyak kalangan, mulai dari emak-emak, bapak bapak, orang dewasa dan remaja. Bahkan bocil juga ada di tempat itu demi untuk mengejar Idola mereka itu.


Para pelayan toko saling berpandangan, mereka merasa heran sebab mereka tidak melihat Virani Duns di toko mereka ini. maklum Gusmon masuk secara diam-diam dan menyelinap, serta ngumpet bersama Virani di balik deretan pakaian di toko itu.


Seorang bocil perempuan yang dibawa oleh ibunya berbelanja tampak sedang menarik-narik beberapa pakaian dari deretan pakaian jadi yang tergantung di bagian agak kebelakang toko. Tatkala ia menyibakkan pakaian itu tampak dua kepala menyembul dari balik pakaian yang terpajang itu.


“Sssttt!” Gusmon memberi tanda kepada bocil perempuan itu dengan menempelkan telunjuk kanannya di depan bibirnya, agar bocil itu diam dan tidak memberitahukan keberadaan mereka kepada orang-orang. Namun bocil itu malah terkejut dan berlari kearah mamanya.


“Huss, bicara apa sih” Ibunya segera merespon celotehan anaknya tersebut, dan sedikit malu kepada pelanggan toko ini.


“Maaf ya... anak saya memang suka begitu” Kata ibu anak itu dengan senyum malu.


Seorang pelayan toko segera merespon meskipun ini hanya teriakan seorang anak kecil. Ia menuju kearah deretan pakaian yang tergantung di arah yang di tunjuk bocah perempuan kecil tadi. Dua orang segera keluar dari balik kumpulan kain itu.


“Maaf ya, kami cuma numpang ngumpet” Kata Gusmon karena sudah ketahuan posisi ngumpetnya gara-gara bocil perempuan tadi. Pelayan toko itu sontak terkejut karena memang ada laki-laki dan perempuan yang berada di balik pakaian itu. Apakah mereka pacaran di toko ini, seperti kata bocah perempuan tadi?. Namun demi melihat wajah Virani orang itu tampak berbinar. 

__ADS_1


“ini.... Virani Duns, benar ini adalah Bintang terkenal itu” Pelayan itu tanpa sadar berteriak, membuat suasana di toko itu menjadi geger. Terlebih penggemar Virani yang dari tadi uring-uringan, mendengar teriakan itu kontan berpaling kearah Gusmon dan Virani berada.


“Itu mereka, dan itu pria yang telah melarikan Idola kita” Kata salah seorang dari penggemar Virani dengan penuh semangat. Mereka sontak bergerak menyerbu ke arah Gusmon dan Virani berada. 


“Saatnya berlari tahap ke dua” Kata Gusmon lagi, sambil menggenggam tangan Virani berusaha mengajaknya kabur kembali.


“Aduh!, tapi kaki ku sakit Gusmon” Kata Virani meringis kesakitan karena kakinya yang memakai High Hill sudah tidak sanggup di bawa berlari.  Demi melihat orang-orang yang menuju kearah mereka, Gusmon mengambil tindakan cepat. Dengan cekatan digendongnya Virani seperti membawa seorang putri. Ia melarikan Virani semakin masuk kedalam toko. Dan benar saja di bagian belakang toko ada pintu lain, ia pun segera membuka pintu tersebut ternyata pintu itu mengarah ke sisi lain di  Pusat perbelanjaan lantai tiga itu.


Pelayan yang berteriak itu terbengong tatkala mendapati banyak orang menyerbu masuk kedalam toko mereka. Demikian juga para pelayan lain terlebih yang bertanya kepada emak-emak tadi.


“Itu memang Virani” Kata mereka dengan heran.


“Tampaknya ada skandal dengan pria yang membawanya itu!” Kata Pelayan toko lainnya, menyebarkan gosip. 


“Mungkin saja itu hanya pengawalnya yang berusaha menyelamatkan Virani dari penggemarnya yang brutal” Kata pelayan lain lagi.


“Oke benahi barang-barang yang berserakan karena keributan ini, jika ketahuan oleh tuan, kita bisa kena marah” Pelayan lainnya berbicara dengan bijaksana, dari pada kena marah dan berujung hal-hal yang tidak diinginkan, mending mereka merapikan toko yang sedikit berantakan karena kejar-kejaran dengan penggemar fanatik. Demikianlah, para pelayan toko dengan sekejap segera merapikan toko tersebut. 


Sementara Gusmon terus berlari sambil menggendong Virani walaupun nafasnya kian tersengal, karena Virani ternyata cukup berat juga. Atau mungkin karena badan Gusmon yang sedikit kurus sehingga kekuatannya sedikit menurun manakala berlari sambil membawa beban. Sementara Virani saat ini hanya memandangi Gusmon dengan wajah yang memerah. Seumur hidup baru kali ini ia digendong seorang pria dengan cara seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2