
Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
Bab 53
Saat ini Gusmon dan Virani bersembunyi di salah satu gang sempit yang ada diantara dua toko. Gusmon tampak terengah-engah ia menurunkan Virani dengan maksud beristirahat agak sejenak. Virani tampak tertunduk malu.
“Lain kali kamu harus memakai masker kalau ingin bejalan di keramaian” kata Gusmon sambil mengelap keringatnya yang bercucuran. Virani hanya mengangguk dan masih menundukkan wajah karena malu. Gusmon saat ini sempat berpikiran untuk memutar File Video Kemampuan Terbang Superman dari Sistem Edit Video miliknya. Namun itu akan membakar Koin Sistemnya yang berharga sebanyak 700 Koin karena Video itu adalah berdurasi selama 7 menit. Demi untuk keluar dari situasi ini. ia akan menyia-nyiakan Koin yang berharga ini. Gusmon akhirnya menolak. Itu terlalu berlebihan bila dilihat oleh orang-orang. Manusia terbang!, bisa-bisa akan menjadi trending berita di South Coast ini. selain itu ia masih belum tahu bagaimana menambah koin sistemnya. Hanya tugas dari sistem yang terpicu, mampu menghasilkan Koin berharga tersebut. Saat ini dengan melenyapkan Jhon Karabau maka Koin Sistem akan bertambah!.
Saat itu serombongan penggemar bergerak melintasi gang sempit tempat mereka bersembunyi.
“Hai aku merasa melihat orang di celah sempit itu” berkata salah seorang penggemar fanatik Virani
“Benarkah” Jawab rekan lainnya
“iya aku benar-benar melihat ada orang di sana”
“Tidak biasanya ada orang di celah sempit”
“jangan-jangan itu mereka”
Gusmon dan Virani mendengarkan percakapan dari penggemar itu. Gusmon segera berjongkok membelakangi Virani, Virani terpana sesaat.
__ADS_1
“Naik ke punggungku, aku akan menggendongmu di punggungku” Kata Gusmon dengan sikap seolah-olah ksatria. Dengan menggendong di punggung maka Gusmon memiliki akselerasi yang fleksibel dalam berlari sehingga bisa menghindari para penggemar yang di luar kendali itu. Virani ragu sejenak demi melihat Gusmon yang rela menggendongnya, sebenarnya ia lebih kepada rasa malu di gendong oleh seorang laki-laki. Tapi Gusmon adalah calon Suaminya!
Terdengar banyak langkah dari satu sisi yang mendatangi celah sempit tempat mereka beristirahat. Itu adalah Langkah-langkah kaki banyak orang yang berderap. Tanpa ragu lagi akhirnya Virani nemplok ke punggung Gusmon, meskipun dengan wajah yang merona merah. Tangan Virani melingkar di leher Gusmon untuk menstabilkan gendongan. Dengan cekatan Gusmon menahan pinggul Virani dengan dua tangannya agar posisi Virani semakin stabil dalam gendongan, kemudian dengan cepat ia berdiri. Tatkala di satu sisi telah dipenuhi oleh penggemar fanatik, ia segera berlari menggendong Virani ke arah sisi satunya yang kosong. Melihat hal demikian, para penggemar itu berusaha mengejar dengan berdesak-desakan. Justru di situlah kesalahan mereka, dengan berdesakan seperti itu di celah sempit, membuat mereka susah untuk bergerak dan tentu saja menjadi lambat.
“Huh penggemar yang menyeramkan, bisa-bisanya kita diburu seperti penjahat” Gerutu Gusmon.
“Aku rasa mereka hanya ingin bertemu dengan ku” Kata Virani, sedikit membela penggemar fanatiknya.
“Ya memang ingin bertemu dengan mu, namun situasinya tidak tepat dan bisa-bisa membahayakan dirimu. Apalagi dengan manusia sebanyak itu. Siapa mengira ada saja yang iseng ataupun jahat!” Gusmon menerangkan analisanya kepada Virani, yang tentu saja dibenarkan oleh Virani.
Tampaknya Gusmon cukup jauh meninggalkan para pengemar itu, lagi pula mereka banyak yang berpencar-pencar. Dengan kata lain yang mengejar Virani dan Gusmon hanyalah sebagian kecil dari mereka. Dan saat mereka melewati gang sempit itu, keadaannya jelas cukup berdesakan sehingga menyulitkan mereka dalam bergerak. Ini merupakan sedikit keuntungan bagi Gusmon dalam membawa lari Virani.
Virani menyandarkan kepalanya ke pundak Gusmon, ini cukup membuat Gusmon menahan nafas. Rambut Virani yang panjang juga menyentuh telinganya dan bau harum dari rambut Virani juga tercium membuat jantung Gusmon jadi berdetak lebih kencang.
“Nggak kenapa-napa hanya sedikit lelah" Kata Virani, tidak mempedulikan kegugupan Gusmon. Gusmon hanya membiarkan Virani. Ia tetap berlari hingga di depannya ada pintu Elevator yang sedang terbuka. Secepat kilat ia masuk dan langsung menekan tombol tutup. Dengan cepat pula ia menekan tombol yang mengarahkan elevator ke basement. Gusmon benar-benar merasa lega saat ini. ia menghirup nafas panjang, sementara Virani masih tetap dalam gendongannya di punggung.
Setibanya di basement dengan cepat Gusmon menuju ke mobil Kijang Innovanya yang terparkir di pelataran Parkir Basement Pusat Perbelanjaan Kota South Coast itu. Gusmon menurunkan Virani. Virani kemudian duduk di kursi sebelah pengemudi, Gusmon menyusul masuk ke kursi pengemudi.
Mereka berdua telah masuk ke dalam mobil, Gusmon yang berada di kursi pengemudi akhirnya bisa bernafas lega. Ia tersenyum senang saat melihat keluar kaca, ternyata kondisi di pelataran parkir, tidak ada para penggemar yang mengejar. Agaknya mereka benar-benar kehilangan jejak. Gusmon mengambil air mineral yang tersampir di sisi pintu. Ia membuka tutup botol dan meminum isinya separuh.
“Kamu haus?” Kata Gusmon kepada Virani , Virani mengangguk. Gusmon mencari-cari air mineral yang ada di dalam mobil itu. Ia melihat kesamping pintu dan ketengah dekat tuas transmisi mobil. tidak ada botol air mineral lagi. Kemudian ia memandang tangannya yang memegang botol berisi air mineral yang hanya tinggal separuh
__ADS_1
“I .... ini aku tadi meminumnya sedikit” kata Gusmon ragu-ragu, takut Virani tidak mau menerima air mineral itu, karena bekas diminum oleh Gusmon. Namun Virani dengan senang hati menerimanya dan meminumnya sampai habis. Ia bahkan menempelkan bibirnya di tepi botol tempat Gusmon minum tadi. Gusmon tertegun melihat Virani minum. “Hanya melihatnya minum kenapa itu begitu menyenangkan, lagian ia mau-maunya minum di bekas aku minum tadi. Benar-benar menyentuh perasaan ku” Gusmon berbicara dalam hati sambil terus melihat Virani.
“Kamu kenapa menatapku seperti itu?” Tanya Virani sambil memandang Gusmon. Gusmon gelagapan tatkala mengetahui bahwa ia kepergok menatap Virani dengan dalam. Ia pun memalingkan wajahnya.
“Ngg nganu, terus terang kamu terlalu cantik. Aku tidak bisa berhenti untuk memandangmu” Gusmon jujur dengan kata-katanya saat itu. Walaupun ia berbicara sambil menggaruk kepalanya.
‘Oh.. benarkah?” Virani terpana ia merasa Gusmon mencurahkan sedikit perasaannya kepada dirinya.
“Itu....benar” Kata Gusmon sambil menghidupkan kontak mobilnya.
“Aku percaya itu” Kata Virani lagi.
“Ya.. kamu memang harus percaya padaku” Jawab Gusmon tanpa ragu.
“Kamu tahu? Ada satu hal yang ingin aku tanyakan?” Kali ini Virani ingin mengajukan pertanyaan kepada Gusmon.
“Apapun itu. Kalau bisa, aku jawab” Kata Gusmon ringan.
“Ini serius” Kata Virani lagi, dan mendadak wajahnya menjadi serius.
“Silahkan” Gusmon urung menekan pedal gas di kakinya. Ia ingin mendengarkan pertanyaan Virani.
__ADS_1
“Kenapa kamu setuju untuk bertaruh dengan Tuan Muda itu, dan aku tidak menyangka bahwa kamu tega bertaruh untuk meninggalkan diri ku demi toko dan arena catur itu. Apakah toko itu lebih berharga dari aku. Terus terang Itu benar-benar membuat ku sedih” ia menatap Gusmon dengan mata berkaca-kaca. Gusmon terkejut manakala melihat ada air mata menitik di sudut mata Virani.
“A..a..aku” Gusmon tergagap, kali ini ia benar-benar mati kutu, ia tidak tahu harus menjawab apa. Lagi pula ia tidak tega melihat gadis secantik itu bersedih dihadapannya. Kenapa suasananya bisa mendadak berubah begini? Maki Gusmon dalam hatinya.