
Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
Bab 32
Genol Duns yang berjalan mondar-mandir sejak tadi di Kamar Pribadi milik Alex Duns, akhirnya berhenti mondar-mandir. Ia menatap Putranya itu lurus-lurus.
“Alex kali ini kita harus bicara jujur dengan Kapala Keluarga, aku merasa bahwa persoalan ini tidak sesederhana kelihatannya. Percayalah pada ayah, semuanya akan baik-baik saja. Dan mengenai keinginan mu itu suatu saat pasti akan terwujud dengan kesempatan yang nyata” Demikian keputusan dari Genol akhirnya ia mengutarakan pendapatnya dengan sedikit lebih bijaksana. Dibandingkan mengorbankan banyak nyawa dari anggota keluarga Duns. Bila hanya satu nyawa, yakni hanya Virani Duns yang dikorbankan maka Genol sudah sangat setuju dari semula. Dan bahkan menurut pemikirannya bahwa segala persoalan dari Keluarga Duns ini semuanya hanyalah berawal dari Virani.
Mendengar penuturan dari ayahnya Alex Duns tampak sedikit kecewa, kenapa harus menunda keberhasilan yang sudah didepan mata?. Bagi Alex Duns yang memang sedikit tidak berprikemanusiaan. Mengorbankan nyawa sebagian anggota keluarga Duns itu, tidak berarti apa-apa, asalkan maksudnya untuk menguasai seluruh Keluarga ini menjadi kenyataan. Ia tidak peduli apapun itu, mau dengan cara halal maupun cara haram ia tidak akan menyesalinya.
“Terserah ayah saja!” Akhirnya Alex Duns buka suara dengan berat hati.
Mereka berdua akhirnya keluar dari kamar itu, tapi sebelum itu Alex segera mengambil sebuah cincin giok kuno yang sudah lama menjadi koleksinya. Dan memberikannya kepada ayahnya, sebagai pelaksanaan dari alasannya yang menyatakan bahwa ia akan memberikan jimat keberuntungannya kepada ayahnya di hadapan anggota keluarga Duns tadi.
Keadaan di luar Villa mulai menjadi tidak enak dikarenakan kedua orang itu tidak kunjung muncul. Bahkan Pieter Duns sudah tampak kesal dan akan meneruskan rencana mendatangani Villa Keluarga Bene meskipun tanpa seorangpun keluarga dari bagian sepupunya itu.
__ADS_1
“Ayah...ayo kita pergi” Akhirnya Pieter Duns, mengambil keputusannya dengan mengikut sertakan ayahnya dalam misi menentukan nasib Putri tunggalnya itu. Gingger hanya mengangguk sejenak kemudian berjalan kearah mobil lain yang sudah disiapkan oleh pelayan keluarga Duns sewaktu ia memerintahkan untuk menambah mobil dalam rangka keikutsertaannya tadi.
Beberapa langkah ia berjalan dari Villa besar keluarga Duns di belakangnya, dua sosok tubuh keluar. Itu adalah Genol dan Alex Duns. Sontak Mereka berpaling kearah dua orang itu. Beberapa langkah kedua orang itu sudah berada di hadapan Gingger dan Pieter.
Sambil tersenyum Genol ingin menyatakan sesuatu hal menyangkut Virani kepada kedua orang ini.
“Kepala Keluarga dan Kakak Gingger ada hal......” Genol ingin berbasa-basi sejenak terkait hal yang ingin ia sampaikan namun saat itu sebuah mobil Kijang Innova berwarna silver berusaha menerobos masuk menuju pekarangan dari Villa Keluarga Duns.
“Semuanya cepat bersiap, Ketua Gangster Elang Hitam menerobos masuk!!” Seseorang yang tampaknya menjadi pemimpin dari Body Guard yang berada di pagar halaman luar Villa tampak berseru dengan panik. Jelas mereka mengira mobil Kijang Innova berwarna perak itu adalah di tumpangi oleh Ketua Gangster Elang Hitam, Grudul Hiko yang selama ini mereka kenal. Karena mobil itu sangat khas dan plat nomornya yang lekat dalam ingatan.
Otak Alex segera berputar cepat ia akan segera melakukan manuver untuk bekerjasama dengan keluarga Bene nantinya bila diperlukan. Hal ini jelas akan menguntungkannya, dengan dukungan keluarga Bene maka dalam mencapai hasil yang selama ini diimpikannya bukanlah lagi menjadi suatu masalah.
Saat ini seluruh ahli beladiri sekaligus Body Guard Keluarga Duns sudah di mobilisasi ke arah pagar di gerbang utama pintu masuk Villa Keluarga Duns. Ada sekitar 100 ahli beladiri yang ada di Villa keluarga Duns saat ini. Kekuatan ini memang sedikit melemah, setelah para pengawal yang melindungi Virani sebelumnya di habisi oleh Gangster Elang Hitam sewaktu menculik Virani Duns.
Pieter dan Gingger saling pandang sejenak kemudian ia dengan langkah tegap menuju ke gerbang itu diikuti oleh dua kaki tangan yang paling diandalkan yakni Leopol dan Singapol Brass. Tentunya Pieter sebagai Kepala Keluarga Duns bertanggung jawab terhadap keselamatan seluruh Anggota Keluarga Duns. Ia terlebih dahulu akan mengambil jalan negosiasi apa yang di inginkan oleh kaki tangan Keluarga Bene itu. Bukankah Virani sudah berada di tangan mereka?.
__ADS_1
Pieter Duns di ikuti oleh dua Brass bersaudara dan di belakang nya ada Gingger kemudian dua orang lagi Alex dan Genol membuntuti di belakang nya. Sementara itu keluarga yang lain berdiri di barisan belakang dari pagar hidup yang dibangun oleh para ahli beladiri. Mereka adalah Fanny Wen ibu dari Virani, Emery Kin dan anaknya Fitria kemudian termasuk di sana Wirda Duns dan kerabat jauh dari keluarga Duns.
Kemudian Anggota Keluarga Duns dari garis keturunan terdekat yang masih berada di dalam mobil-mobil mewah tersebut, segera keluar dari mobil tersebut, bergabung dengan kerabat mereka di belakang barisan ahli beladiri.
Malam itu terasa sedikit dingin, kegelapan malam ternyata tidak mampu menyembunyikan rona dari paras masing-masing orang yang ada di tempat itu. Mereka tahu seberapa berbahayanya Gangster Elang Hitam ini, dan sekarang ini mereka berhadapan dengan Pimpinan Gangster ini.
Saat itu di pintu gerbang kediaman Keluarga Duns sebuah Mobil Kijang Innova Silver telah berhenti dan di hadapannya ada begitu banyak kerumunan ahli beladiri dari Keluarga Duns. Kemudian dari tengah kerumunan itu berpisah ke kiri dan ke kanan seolah memberi lewat orang penting dari Keluarga Duns itu. Beberapa orang tampak menyeruak dari celah kerumunan itu. Itu adalah Kepala Keluarga Duns Pieter Duns, diikuti dua pengawal terkuatnya Leopol dan Singapol Brass, di belakangnya berturut-turut Gingger, Genol dan Alex Duns.
Tampak saat ini Pieter berdiri dengan gagah di depan barisan para ahli beladiri yang membentuk pagar hidup. Pintu mobil sebelah kiri nampak terbuka, dan turunlah sosok ramping yang selama ini mereka kenal dengan baju compang camping dan kumal serta rambut yang awut-awutan di tambah muka yang kusam terkena debu.
“Virani!”
“Nona Muda!”
Semua orang berteriak hampir berbarengan. Pieter dan Gingger kembali terkejut melihat hal yang diluar pemikiran itu. Akan halnya dengan Alex dan Genol Duns tampaknya mereka sudah tidak terkejut lagi. Namun Alex tetap tidak menyangka bahwa Virani akan datang secepat itu yang tentu saja di luar perkiraannya. Ia tadinya memperkirakan bahwa Virani akan kembali pada tengah malam atau paling lambat esok pagi.
__ADS_1
Di sisi lain, tatkala mendengar teriakan orang-orang bahwa itu adalah Virani. Fanny Wen segera menghambur menuju keluar barisan ahli beladiri disertai dengan deraian air mata. Sedangkan keadaan Fitria Duns hanya ternganga tidak percaya dan tidak tahu apa yang akan dia lakukan selanjutnya. Lain halnya dengan Wirda Duns ia hanya menghela nafas pendek sesaat. Sedangkan beberapa anggota keluarga, baik kerabat dekat dan jauh dari keluarga bermarga Duns ini tersenyum senang namun beberapa memasang wajah tidak suka. tentunya yang tidak suka adalah mereka yang mendukung rumah tangga Alex dan keturunannya.