
Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
Bab 115
Di Timur South Coast
Pantai Nyiur Biru adalah salah satu pantai yang terkenal dengan keindahan panoramanya apalagi kala menjelang senja, entah kenapa dinamakan Nyiur Biru padahal pucuk-pucuk daun kelapa masih tetap hijau sebagaimana layaknya di bumi asli. Tidak ada perbedaan perihal tanaman di Bumi Super bagian satu ini.
Pantai ini terletak tidak berapa jauh dari jalan raya sehingga memudahkan dalam akses transportasi menuju pantai ini. itulah sebabnya banyak yang menjadikan favorit wisata di South Coast, terutama sekali di South Coast timur ini.
Ombak tidak besar dan juga tidak kecil, sehingga orang-orang yang gemar berselancar banyak juga yang ingin mencoba sensasi berselancar di laut tepi pantai nyiur biru ini. di beberapa tempat tidak jauh dari tepi pantai ada beberapa cafe kecil yang di bangun dengan sedikit sederhana. Dan ada juga tempat-tempat hiburan kecil yang beroperasi namun sedikit jauh dari pantai ini.
Gusmon dan dua orang gadis cantik telah sampai di pantai ini, tepatnya di tepi jalan raya. Ada area parkir liar di tempat itu, parkir liar ini dikelola oleh preman sekitar.
Gusmon sengaja memarkir kendaraan di tempat parkir liar tersebut disebabkan lokasinya yang dekat dengan pantai. Saat ini tampaknya tidak ada seorangpun tukang parkir. Namun Gusmon paham bahwa di bangunan seberang tempat parkir itu ada beberapa orang tukang Parkir yang akan muncul tiba-tiba seperti ninja, bila ada seseorang yang akan mengambil kendaraannya. Tentunya mereka hanya akan meminta uang parkir tanpa perlu bertanggung jawab terhadap keselamatan kendaraan yang terparkir.
“Apa ini pantai yang kamu bilang cukup bagus itu?” Tanya Gusmon kepada Virani. Sebelumnya Gusmon sudah bertanya-tanya kepada dua orang gadis ini perihal pantai yang akan dikunjungi, mengingat ia sama sekali tidak paham dengan daerah ini. Virani mengusulkan Pantai Nyiur Biru ini. sewaktu Virani masih SMA, ia dan Mirandea pernah ke pantai ini untuk menikmati suasana liburan pada masa itu.
__ADS_1
“Ya... tampaknya sedikit banyak berubah, terutama dengan tempat-tempat hiburan dan karaoke itu” Kata Virani menjelaskan. Sementara Niya hanya diam dan mendengarkan percakapan dua orang itu.
“Oke mari kita turun” Kata Gusmon seraya merapikan dokumen-dokumen kepemilikan dua asetnya di Pusat Perbelanjaan Kota South Coast. Dokumen itu dirapikan di dalam map dan diletakkan di samping kursi pengemudi. Kemudian ia teringat dengan undangan yang ada di saku celananya, undangan itu belum pernah di bacanya. Namun sekarang tampaknya ia memang tidak bisa juga untuk membaca, karena ada acara dengan dua gadis cantik.
“Brmmm!”
Sebuah mobil Off Road berhenti di hadapan mereka. dan empat orang turun dari atas mobil tersebut. seorang lelaki berkumis tipis tampak melirik kearah Virani dan Niya. Orang ini mendatangi tempat Gusmon dan dua orang gadis berada. Sementara tiga orang rekannya menurunkan papan selancar yang terikat di bagian atas mobil Off Road itu.
“Hai cantik kalian tampaknya ingin ke pantai juga, bagaimana kalau aku ajarkan cara berselancar kebetulan aku membawa lebih papan selancar”. Pria berkumis tipis itu tampak terpana kearah Virani dan Niya, terlihat hasrat yang dalam dari matanya. Lelaki berkumis tipis itu sama sekali tidak memperhatikan Gusmon, seolah-olah Gusmon tidak ada di tempat itu.
Virani dan Niya tidak mempedulikan orang itu, Virani justru berjalan menuju ke arah Gusmon.
Lelaki berkumis tipis itu tersenyum sinis demi mendengar pernyataan dari Gusmon. Ia sama sekali tidak peduli dengan Gusmon, pemuda itu sama sekali tidak di anggap di matanya dengan baju kaos dan celana training. Pastinya orang ini hanyalah sopir nona-nona ini. demikian anggapan dari lelaki berkumis tipis itu.
“Aku memang tidak berasal dari South Coast, memangnya kenapa!” Ketus terdengar suara lelaki itu kepada Gusmon. Gusmon jelas menebak dengan tepat, dikarenakan jika orang itu berasal dari South Coast pastilah mereka mengenali Niya Noune sebagai sosok Jendral Perang Gangster Elang Hitam wilayah tengah. Adapun elit keluarga teratas tidak ada yang tidak kenal dengan Niya Noune, mungkin hanya beberapa kalangan bawah yang tidak tahu siapa itu Niya. Namun meskipun mereka tidak tahu rata-rata orang kalangan bawah mereka pasti tidak akan berani menggoda perempuan dengan status seperti ini. orang-orang kalangan bawah biasanya lebih berhati-hati.
Adapun Pria berkumis tipis ini terlihat seperti dari kalangan atas, maka adalah mengherankan jika ia tidak kenal dengan Niya Noune apalagi Virani sebagai penyanyi papan atas, hanya ada satu kemungkinan, pastilah orang ini tidak datang dari South Coast.
__ADS_1
“Aku Frohukit Palindang dari Battlefield” orang itu memperkenalkan diri. Tidak seperti Field Sword yang hanya kota besar dan South Coast yang hanya kota kecil. Battlefield adalah Kota Metropolitan di Archipelagos. Jelas ia memperkenalkan dirinya dengan sangat sombong.
“Nona-nona harap pertimbangkan usulan ku tadi” Kata Frohukit Palindang Pria dengan kumis tipis di atas bibirnya.
Gusmon mengernyit, sepertinya Pantai Nyiur Biru ini memang memiliki daya tarik tersendiri, sampai-sampai orang dari Kota lain dengan status Metropolitan, tertarik untuk berlibur di pantai ini.
“Kami tidak tertarik dengan selancar, kami hanya ingin menikmati panorama pantai ini, jangan ganggu kami” Niya Noune menyahut dengan ekspresi datar. Kemudian ia mengajak Gusmon dan Virani berjalan mengikutinya. Mereka bertiga berlalu dari hadapan Frohukit Palindang. Gusmon hanya acuh tak acuh sambil mengiringi langkah dua gadis di sisinya.
“Wow, perempuan tinggi yang dingin, aku suka itu!” Frohukit Palindang tersenyum sinis. Baru kali ini ia di tolak oleh gadis-gadis. Melihat Gusmon berjalan diapit oleh dua gadis cantik terlihat sekali ia sangat tidak senang. Ingin ia membuat keributan namun masih ditahan, mengingat ini bukanlah daerahnya. Tentunya orang-orang ini tidak tahu siapa dirinya, mereka tidak tahu siapa Frohukit Palindang ini.
Pria berkumis tipis melihat ketiga orang berjalan menjauh. Kemudian ia bergerak menuju ke mobil Off Road Nya kembali. Membawa perlengkapan selancar dibantu oleh ketiga orang-orangnya. Dan merekapun pergi menyusul menuju pantai.
Saat ini sore dan masih lama menjelang senja, ketiga orang itu yakni Gusmon, Virani dan Niya menyusuri jalan yang menuju Pantai Nyiur Biru.
“Oh..iya, sepertinya ada yang berubah dengan mobil mu.” Virani bertanya sekilas, sewaktu pertama ia masuk ke mobil Gusmon tadi ia sudah merasakan mobilnya tidak seperti biasa.
“Benar aku sengaja menukarnya, dan kamu adalah orang kedua yang menanyakan hal itu” Jawab Gusmon sambil melirik Niya. Virani melihat sejenak, ia paham bahwa orang pertama pastilah Niya Noune.
__ADS_1
Tidak berapa lama menyusuri jalan, akhirnya mereka bertiga memasuki pantai, terlihat cukup ramai orang-orang di tempat ini. banyak orang membawa keluarga, termasuk anak-anak. Dan beberapa anak tampak asyik bermain pasir.
Di laut, beberapa orang tampak menikmati gelombang laut yang tidak terlalu besar namun juga tidak kecil. Mereka menikmatinya dengan mengendarai papan surfing demi untuk berselancar ria di atas air laut. Sementara itu gelombang yang silih berganti menghempas ke tepi pantai menjadikan keinginan para peselancar semakin menguat.