Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video

Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
BAB 78


__ADS_3

Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video


Bab 78


“Bruk”


Sopir dari BMW Hitam itu tampak Turun dan menutupkan pintu mobilnya, ia adalah seorang pria kekar. Sopir itu sekaligus sebagai Bodyguard dari Fitria dan ibunya. Sebagai Keluarga peringkat Dua mereka memang sudah terbiasa membawa minimal 1 orang Bodyguard dari ahli beladiri keluarga mereka yang terampil.  


“Nona, orang ini....” Orang tua yang sedang menolong pengendara motor yang terluka itu tampak tidak meneruskan ucapannya, demi melihat Pria kekar sopir BMW itu berdiri di samping dua orang wanita sambil mengkeretekkan jari-jari tangannya.


Tampaknya orang tua itu tahu apa konsekuensi dalam menyinggung keluarga-keluarga  peringkat atas South Coast ini. mereka sebagai masyarakat biasa hanya bisa pasrah dan menanggung kesewenangan dari keluarga-keluarga ini.


Gusmon yang ada di kerumunan itu, hanya menghela nafas melihat kelakuan dari Fitria. Memang luka pengendara itu tidak parah dan termasuk luka ringan, namun sudah sepantasnya Fitria membawanya ke rumah sakit terdekat demi kemanusiaan. 


Tapi Gusmon juga cukup tertarik dengan bagaimana kultur masyarakat Bumi Super bagian satu ini.


Tiga orang polisi berkendara moge terlihat melintas di jalan itu, setelah melihat ada kecelakaan mereka berhenti sejenak dan bertanya.


"Apa lukanya parah” Salah satu polisi bertanya saat melihat pemuda yang terluka itu tampak duduk sambil mengurut-urut kakinya.


“Ini tidak terlalu parah pak” Katanya dengan kecut.


“Ooo” Polisi itu manggut-manggut dan melihat ke arah Fitria dan ibunya.

__ADS_1


“Nona Fitria dari keluarga Duns kan” Tanya Polisi itu lagi, Fitria hanya mengangguk dengan angkuh.


“Ya..sepertinya tidak ada masalah, mari lanjutkan patroli” Petugas polisi itu berlalu begitu saja dari hadapan orang-orang itu. Hal ini tentu saja membuat Gusmon menjadi heran, sangat berbeda dengan polisi yang ada di buminya dulu.


“Kenapa Polisinya malah pergi, tidak mengusut kasus kecelakaan ini” Gumaman Gusmon yang sedikit pelan terdengar juga oleh beberapa orang di sebelahnya.


“Harusnya menurutmu mereka harus bagaimana” Tanya orang yang di samping Gusmon, ia merasa heran dengan pernyataan Gusmon.


“Harusnya mereka mengayomi dengan mengusut kasus kecelakaan ini sampai tuntas tanpa pandang bulu” Gusmon menegaskan pendapatnya.


“Oh ya.. aku justru baru dengar hal yang semacam itu.” Orang itu menyipitkan mata kearah Gusmon, ia tidak mengerti. Gusmon menoleh kepada orang itu. Ia sadar  ini tentunya tidak bisa di bandingkan dengan polisi yang ada di bumi asli.


“Aku ingin tahu saja, coba kamu cerita” Gusmon akhirnya menyampaikan keingintahuannya. Orang itu menggeleng pelan.


Mendengar hal tersebut tentu saja Gusmon terkesiap sejenak. ternyata Polisi di Bumi Super Bagian Satu ini memang sangat berbeda dengan polisi yang selama ini dikenalnya di bumi asli. Jelas saja mereka akan lebih memihak kepada para Keluarga Besar yang telah membentuknya. Benar-benar aneh, pikir Gusmon.


“Lalu bagaimana dengan tentara” Gusmon tidak pernah melihat tentara selama dirinya berada di South Coast, karena itu ia ingin tahu.


“Tentara ya... di sini tidak ada yang namanya tentara. Mereka hanya ada di ibu kota negara. Mereka bahkan hanya di bentuk oleh Keluarga-Keluarga Besar Ibu Kota” Orang itu menjelaskan, kali ini ia memandang Gusmon dengan aneh. Terus terang orang itu tidak yakin kenapa Gusmon bertanya hal seperti itu, seolah-olah Gusmon tidak mengenal tempat ini.


Gusmon mengangguk-angguk mendengar informasi tersebut. pantas saja Keluarga-Keluarga Besar memegang kekuasaan yang tinggi dan mereka juga mempekerjakan para ahli bela diri sehingga bisa saja mereka berbuat semena-mena kepada orang-orang yang dianggap lemah.


Pengendara yang mengalami kecelakaan itu meminum seteguk air yang di berikan oleh warga sekitar dan berusaha untuk berdiri namun tampaknya ia masih pusing. Orang-orang sekitar menyuruhnya untuk duduk kembali. 

__ADS_1


Fitria terlihat acuh tak acuh, bemper mobilnya sudah penyok sedikit, tentu saja ia kesal.


“Sekarang kamu kan sudah bisa duduk, apa kamu berniat untuk mengganti bemper mobil saya” Fitria mulai memperlihatan keangkuhan sebagai salah satu dari keluarga teratas South Coast.


Orang-orang yang ada di sekitar tempat itu tampak marah, namun sama sekali tidak berani mengungkapkan kemarahan itu. Mereka tahu apa konsekwensi dari menyinggung keluarga teratas South Coast.


“Maaf nona, tapi aku tidak punya uang. Kalau nona mau, bisa ambil sepeda motor ku” Kata  Pria itu tampak putus asa.


“Sepeda motor murahan itu, lagi pula sudah hancur. Siapa yang mau!” Fitria tampak mendominasi. Terhadap orang-orang lemah ini, memang sudah sepantasnya ia menunjukkan kekuasaannya.


“Aku tidak punya apa-apa untuk di berikan, bahkan aku sekarang tidak punya uang” Pria itu tampak memelas. Namun Fitria tampak tidak mempedulikan. Hal ini tentu saja membuat Gusmon yang sejak tadi hanya menonton di kerumunan orang ikut-ikutan menjadi kesal karena ulah Fitria ini.


“Hei ... Sepeda motor orang itu kan juga rusak, bagaimana kalau kamu juga menggantinya” Gusmon berteriak dari dalam kerumunan itu. 


Orang-orang yang mendengar teriakan itu, mendadak menjadi panik. Mereka serentak menjauh dari kerumunan tidak ingin ikut terlibat dalam masalah yang melibatkan seorang dari Keluarga teratas ini. siapa yang tidak tahu dengan Keluarga Duns, Keluarga Peringkat Dua di South Coast. Mendengar nama keluarga ini saja orang-orang sudah merasa segan, apalagi bagi orang-orang biasa tentunya mereka sudah ketakutan. Dan sekarang, seseorang berteriak dari kerumunan. Benar-benar cari mati, berani menyinggung salah seorang anggota Keluarga Duns.


Kerumunan itu dengan cepat bubar dan menjauh. Tinggal Gusmon seorang yang berdiri dengan menyeringai, ia menatap orang-orang yang menjauh sambil menggaruk kepalanya. Ada apa dengan orang-orang ini, sedemikian takutnya dengan orang kaya. Sebenarnya mereka tidak begitu takut dengan orang kaya. Akan tetapi yang mereka takutkan adalah Para Keluarga Peringkat atas di Kota ini. yakni mulai dari Keluarga Peringkat Satu sampai Keluarga Peringkat Tiga, merekalah penguasa sesungguhnya di kota South Coast ini.    


“Wah ternyata kamu lagi” Fitria dan Ibunya Emery terkejut dan sekaligus merasa heran kenapa mereka bisa bertemu lagi dengan pemuda Gembel ini.


“Kalau kamu tidak mau membawa orang kerumah sakit ya sudah. Tapi jangan tambah lagi penderitaannya dengan minta ganti-ganti rugi segala. Sekarang mari sama-sama bayar ganti rugi biar adil” Gusmon menggertak dengan berani. Orang-orang yang ada di tempat itu terpukau sejenak. pria ini begitu berani, apa ia tidak tahu latar belakang orang-orang yang mengendarai BMW ini?.


Namun diam-diam mereka merasa kagum dengan keberanian pemuda ini, sekaligus juga merasa kasihan. Dapat di bayangkan apa yang akan terjadi nantinya.

__ADS_1


“Apa yang kamu lakukan, kenapa membela orang itu?. Lebih baik menyingkir, ini bukan urusan kamu” Fitria yang mendengar Gusmon membela pengendara motor itu tentu saja menjadi marah. Namun ia tentu saja tidak berani konfrontasi dengan Gusmon, mengingat hubungan Gusmon dengan Virani, ditambah Fitria juga curiga bahwa Gusmon ini ada hubungannya dengan Gangster Elang Hitam. Atau ia juga menduga bahwa Gusmon sebenarnya adalah Tuan Muda yang tersembunyi.  


__ADS_2