Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video

Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
BAB 117


__ADS_3

Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video


Bab 117


Benar saja Frohukit Palindang dan ketiga rekannya muncul di hadapan Gusmon.


“Aku tahu itu pasti kamu kan!!” bentakan menggeledek terdengar di sekitar tempat itu, sontak mereka melihat ke arah sumber suara.


Terlihat Frohukit Palindang bersama ketiga rekannya telah berada di tempat itu. tempat berbatu antara pantai dan jalan raya.


Frohukit Palindang menatap dengan arogan dan kemarahan yang sengit.


Virani melihat kening orang itu bengkak sebesar telur ayam, namun ia sedikit takut dengan bentakan pria itu. jelas bahwa dengan kejadian dirinya diculik beberapa hari yang lalu itu menyisakan trauma, dan itu membekas manakala orang asing ini membentak dengan beringas. Tanpa sadar ia merapat ke arah Gusmon. 


Gusmon menghela nafas sesaat.


“Iya itu memang salahku, aku tidak sengaja melemparnya ke arah mu. Dan aku minta maaf, maka maafkanlah aku” Gusmon berkata perlahan, dan itu dilakukannya dengan terpaksa merendahkan diri. Menurutnya apa yang dilakukannya telah sesuai dengan harapan Virani tadi.


“Kamu pikir persoalan ini akan selesai hanya dengan kamu meminta maaf!!” Berang Frohukit sambil mendelikkan matanya, jelas sekali terdengar bahwa gerahamnya bergemeletakkan.

__ADS_1


“Tolong dimaafkan ya pak?. Soalnya tadi dia hanya mengikuti aku memantulkan kerikil di air laut” Kali ini Virani yang berinisiatif meminta maaf. Paling tidak ia menunjukkan bahwa ia sebenarnya hanya ingin membela Gusmon.


“Heh hanya kerikil katamu?, itu jelas-jelas batu besar yang dilemparkannya.” Frohukit melirik Virani dengan jelalatan.


“Begini saja, aku bisa memaafkannya dengan satu syarat” Frohukit berkata dengan nada yang ditekan dan seolah-olah dia adalah orang yang baik. Gusmon hanya memandangi dengan tajam, ia melihat gelagat orang itu cukup mencurigakan. Ia sama sekali tidak yakin dengan solusi dari Frohukit.


“Terima kasih jika anda sudi memaafkan” Virani terlihat lega dengan sikap orang di hadapannya ini. Gusmon melirik Virani sesaat, Gadis ini benar-benar lugu. Mendadak Gusmon semakin ingin melindunginya. Gadis ini sangat lugu ia akan mudah dijebak oleh orang-orang licik, terutama sekali seperti lelaki yang ada di hadapannya ini. 


“Tentu...tentu saja nona yang cantik, saya hanya punya satu Syarat” Frohukit tersenyum penuh gairah.


“Apa syaratnya” Tanya Virani.


“Kamu dan temanmu yang tinggi itu harus melayani ku selama sepuluh bulan, hanya dengan cara itu pemuda bau itu boleh pergi” Kata Frohukit dengan tawa lebar yang menjijikkan. Gusmon menengadahkan wajahnya mendengar kata-kata Frohukit itu, sebelumnya ia sudah bisa menebak sifat buruk orang ini, namun ia tidak menyangka bahwa Frohukit sangat tidak beradab dan tentu saja biadab. 


Niya tampak tersenyum sinis kepada Frohukit, ia maju beberapa langkah ke depan bersiap menampar mulut kurang ajar dari Frohukit. Frohukit tampak tertawa ketika Niya melangkah ke hadapannya.


“Nona, sepertinya anda sudah tidak sabar ingin tidur dengan Ku” Kata-kata dari Frohukit semakin kurang ajar, sepertinya orang-orang dari Battle Field memang terlalu Vulgar dalam berbicara. Tidak hanya itu dari tabiatnya sepertinya orang ini memang memandang rendah orang-orang yang berasal dari Kota yang lebih kecil dari Kota Battle Field.


“Syut!!”

__ADS_1


“Tap!!” 


Niya mengayunkan tangannya ke pipi orang itu, namun dengan sigap Frohukit menangkapnya. Terlihat pergelangan tangan Niya yang mulus namun kuat telah digenggam dengan erat oleh tangan Frohukit. Niya terkesiap dengan kemampuan orang ini. bagaimanapun yang dilakukannya tadi adalah menggunakan gerakan seni beladiri namun Frohukit masih mampu untuk menangkapnya.


“Hahaha... ternyata tanganmu memang lembut, meski kamu sebenarnya seorang Ahli Beladiri. Aku bisa menebak kamu pasti ahli beladiri Tingkat 2” kata-kata dari Frohukit semakin mengagetkan Niya, pantas saja orang ini berani bertindak semena-mena, ternyata ia memiliki sedikit kemampuan.


“Kamu ahli beladiri....!!” Niya menyipitkan matanya, ia berusaha melepaskan cengkraman di tangannya namun tidak berhasil.


“Kamu benar nona, peringkatku adalah peringkat 4 dari level Ahli Beladiri” Berkata Frohukit dengan bangga. Ia tahu bahwa di South Coast paling tinggi tingkatan beladiri adalah tingkat 3 , adapun peringkat 4 seperti dirinya, ia sama sekali belum pernah mendengarnya.


Niya melebarkan matanya demi mendengar kata-kata dari Frohukit, bahkan Ketua Gangster Elang Hitam paling tinggi hanya peringkat 3, begitu pemikiran dari Niya. Meskipun ia sama sekali tidak mengetahui ada di tingkat berapa Grudul Hiko.


Niya berpaling ke arah Gusmon, Gusmon hanya menghela napas. 


Gusmon melihat ke arah Virani maksudnya adalah untuk melihat penyesalan di mata Virani, karena telah menyalahkan niat baiknya untuk melindungi mereka berdua. Ia sama sekali bukan seorang pengecut, ia hanya ingin melindungi mereka berdua. Virani juga melihat kearah Gusmon namun ada ketakutan di matanya. Gusmon paham, pasti Gadis ini masih trauma dengan penculikan dirinya.


“Saudara Perahukit kan, lepaskan gadis itu dan kamu bisa pergi dengan aman, namun aku sekarang tidak lagi berniat mengobati benjolmu itu” Gusmon akhirnya berbicara. Niya tampak tenang, dengan ketua besarnya telah bicara maka orang di hadapannya ini hanya orang yang menyedihkan. Virani juga gembira dengan ucapan Gusmon, meskipun ia sebenarnya sudah tahu bahwa Gusmon pasti akan mati-matian membela mereka berdua. 


“Kampret, kau kira aku perahu hah!!, biar aku jelaskan lagi, nama ku adalah Frohukit Palindang. Aku adalah salah satu orang kepercayaannya dari Papi Culo. Orang terkenal di Battle Field!!. Apa kamu tidak takut, kalau kamu takut pergilah dari sini sekarang juga dan tinggalkan kedua gadis cantik ini!!” menggeledek bentakan dari Frohukit Palindang. Papi Culo adalah salah satu Tiran di Kota Battle Field. Papi Culo memiliki tempat prostitusi terbesar di Battle Field melebihi dari kota-kota lain di Archipelagos. 

__ADS_1


Memang Battle Filed tidak senyaman South Coast, karena South Coast hanya dikuasai oleh satu Gangster Besar yakni Gangster Elang Hitam. Namun di Battle Field keadaannya kacau, ada banyak Gangster besar yang beroperasi di Kota itu, meski berstatus Metropolitan. Setiap hari ada saja pertempuran mematikan antar Gangster sehingga menimbulkan ketidak amanan di Kota itu. apalagi banyak bisnis-bisnis ilegal dan hitam di tempat itu, seperti prostitusi dan perdagangan manusia. Mengenai penjualan obat-obat terlarang di tempat itu sepertinya adalah hal yang tampaknya biasa bagi warga kota itu.


Informasi itu tentu saja di ketahui sedikit banyak oleh Niya Noune. Namun Virani tidak mengetahuinya apalagi Gusmon yang bisa dikatakan sebagai alien yang tersesat di Bumi Lain ini. Virani dibesarkan dalam lingkungan yang kondusif sehingga hal-hal kekerasan seperti di Battle Field sama sekali tidak pernah dirasakannya. Apalagi ini South Coast yang dari segi keamanan memang lebih aman tentram dari kota lain, di samping hanya dikuasai satu Gangster tempat ini juga memiliki perekonomian yang cukup baik, sehingga para keluarga teratas cukup mengarahkan pandangan ke arah ekonomi ketimbang persaingan dengan kekerasan.


__ADS_2