
Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
Bab 111
Masih di Timur South Coast. Kali ini di tempat kedua, tepatnya di Kediaman keluarga Yolk. Lawet Yolk terlihat marah kepada putranya Sentung Yolk. ia telah mengetahui apa yang terjadi pada anaknya. Baik itu dari keterangan Tubang Yolk paman Sentung Yolk yang saat itu menonton siaran langsung antara Sentung Yolk yang menantang Gusmon bermain catur di Televisi. Ataupun keterangan dari Niya Noune dan Gusmon kemarin di Taman Kota dalam acara konser tahun baru.
“Sekarang apa yang ingin kamu katakan?!” Tatapan mata Lawet Yolk terlihat mengerikan menatap putranya itu.
“Ini semua kesalahan Kiuna, atau lebih tepatnya temannya yang bernama Kayla itu. Ide Dwi Tarung Catur itu berasal darinya. Ia merasa hebat sehingga menantang pemuda itu” Sentung Yolk membela diri di hadapan ayahnya.
“Kenapa kamu mau menuruti kata perempuan yang sama sekali tidak jelas kedudukannya dalam masyarakat itu. apakah kamu memang bodoh!” Terdengar bentakan menggelegar dari Tuan Yolk. memang Lawet Yolk adalah Kepala Keluarga Yolk.
Tuan Muda Sentung terdiam. Ia sebenarnya juga menyadari kesalahannya yang mau begitu saja menuruti kata-kata Kayla. Sekarang nasi telah menjadi bubur dan dua asetnya benar-benar jatuh ke tangan Gusmon. Sentung Yolk benar-benar kesal dengan Kayla, bukan hanya asetnya yang jatuh ke tangan Gusmon tapi terakhir kali ia juga di paksa untuk membayar uang hadiah atas acara yang memang di sponsori nya dengan tajuk Pertandingan Catur Malam Tahun Baru. Dan ia membayar total hadiah sebanyak 200.000 dolar.
Di bandingkan dengan dua asetnya hadiah 200 ribu dolar itu memang bukan apa-apa, namun ini sama saja dengan sudah jatuh tertimpa tangga.
“sepertinya Nona Muda Eham tidak cocok dengan mu. Kamu harus memutuskannya karena terlalu banyak masalah yang ditimbulkan. Aku akan mencarikan gadis yang sesuai dengan mu” Lawet Yolk menasehati putranya.
“Tapi itu bukan karena Kiuna, itu hanya karena temannya si Kayla” Sentung Yolk masih membela pacarnya.
__ADS_1
“Itu sama saja, mereka berteman namun tidak tahu apa yang seharusnya baik untuk dirimu. Sebagai pacar harusnya ia bisa menjadi saringan untukmu ketika temannya mencoba untuk merusak pikiran mu” Lawet Yolk tidak mau tahu dengan pemikiran putranya.
“Sekarang ini aku hanya bisa berharap dengan salah satu panglima perang Gangster Elang Hitam. Untuk menekan Jendral Perang Wilayah tengah mereka” Lawet Yolk mengenal salah satu dari dua orang Panglima Perang Gangster ini.
“Siapa ?” Sentung Yolk ingin tahu, siapa pendukung ayahnya ini.
“Kinu Bula!” Lawet Yolk menjelaskan.
Jelas bahwa Lawet Yolk masih berharap agar Gusmon mengembalikan semua aset yang sudah dimenangkannya dalam Dwi Tarung Catur itu. Kinu Bula adalah kenalan Lawet Yolk. sebelum Kinu Bula menjadi Panglima Perang ia adalah Jendral Wilayah tengah, ia kerap kali menjalankan misi berbahaya dari Keluarga Yolk dengan imbalan hingga jutaan dolar. Sekarang Ia sebagai Panglima Perang, dan posisi sebelumnya digantikan oleh Niya Noune.
Jelaslah bahwa Lawet Yolk atau lebih tepatnya Keluarga Yolk sangat mengenal Kinu Bula.
Saat itu Lawet Yolk memberitahukan kepada Tubang Yolk yang merupakan paman dari Sentung Yolk, untuk menemui Kinu Bula. Setidak nya memberitahukan melalui saluran telepon rumah ke telepon tempat dimana Kinu Bula Berada. Tentunya Tubang Yolk tahu, itu adalah nomor telepon Black Club!. Markas Gangster Elang Hitam.
“Kerugian kita saat ini terlalu besar, aku harap secepatnya kamu mendapatkan Kinu Bula” Lawet Yolk menatap Tubang Yolk dengan tajam.
“Baik aku akan segera menjalankan” tubang Yolk mohon izin untuk melaksanakan apa keinginan Kepala Keluarga.
Saat ini Gusmon sedang melaju dengan mobil karimunnya menuju Pusat Perbelanjaan Kota South Coast. Ia harus mendapatkan 2 asetnya yakni Toko Peralatan Olahraga dan Arena Catur atas namanya. Ia percaya dengan anak buahnya yakni para anggota gangster Elang Hitam yang di tugaskan waktu itu. setelah itu selesai, dirinya bisa sedikit bersantai dengan makan malam bersama Niya dan Virani. Ia juga bisa melakukan hal-hal lain, misalnya membaca undangan yang ada dalam sakunya.
__ADS_1
Ya undangan itu kenapa ia belum sempat-sempatnya membaca undangan, apakah dirinya terlalu sibuk?. Tapi ia merasa dirinya tidak sibuk sibuk amat. Kemungkinan memang ia sedikit menyepelekan soal undangan itu.
Mobil Karimun segera memasuki pelataran parkir Pusat Perbelajaan South Coast dengan cepat. Gusmon turun dan masuk kedalam elevator menuju lantai dua. Ia menuju Toko Yolk Sport yang dulunya adalah milik Tuan Muda Sentung Yolk.
Saat ini seorang wanita pelayan toko datang mendekati Gusmon, itu adalah Pelayan Wanita yang pada waktu itu hendak menarik perhatian Gusmon. Namun urung karena Kiuna Eham pada waktu itu memprovokasi Gusmon sehingga Pelayan Wanita ini menyangka Gusmon adalah benar-benar seorang Gembel.
“Hei ternyata itu adalah kamu lagi” Pelayan wanita itu berkata dengan sinis. Matanya menjelajahi pakaian Gusmon. Ia mengernyit jijik, pada waktu itu Gusmon memakai pakaian berkelas dengan rompi yang membalut kemeja putih. Namun saat ini Gusmon hanya memakai kaos dan training. Itupun belum di cuci semenjak kemarin. Sepertinya perempuan ini belum mengetahui siapa tuan barunya.
Gusmon tidak menghiraukan pandangan menghina dari pelayan toko wanita itu. ia memandang berkeliling dan mendapatkan beberapa anggota Gangster yang berdiri di sekitar tempat itu.
“Hei kamu jangan sok keren, kalau kamu kesini tidak akan berbelanja sebaiknya kamu segera pergi dari tempat ini. toko-toko di sini memiliki harga yang mahal, kamu tidak akan sanggup untuk membelinya” Wanita pelayan toko itu tampak berceloteh dengan nada sarkasme kepada Gusmon. Namun yang di cemooh tampaknya acuh tak acuh. Sepertinya wanita ini tidak tahu kejadian di lantai tujuh bangunan ini tempo hari.
Beberapa anggota gangster melihat kearah Gusmon demi mendengar provokasi dari wanita pelayan toko itu. sontak wajah mereka menjadi pucat. Ini adalah Ketua Besar Gangster yang telah datang ketempat itu.
“Ket.. Tu .. Tuan Hantu” beberapa orang anggota Gangster tergopoh-gopoh menghadap Gusmon. Wanita Pelayan Toko itu membeku demi melihat banyak anggota Gangster yang berlari mendatangi tempatnya dan Gusmon berada.
Salah seorang memberikan dokumen kepada Gusmon. Dengan santai Gusmon menerima dokumen itu dan membolak-balik nya. Terlihat bahwa Toko Yolk Sport dan Arena Catur lantai tujuh telah beralih kepemilikan kepada Gusmon. Gusmon tersenyum sedikit ia mengapresiasi pekerjaan dari anak buahnya. Ia melirik bahwa ada beberapa lembaran yang membutuhkan tanda tangannya.
“Berikan pena nya” Gusmon melirik salah satu anggota Gangster yang memiliki pena di saku bajunya. Spontan anggota gangster itu memberikan pena yang ada di sakunya. Gusmon menerima pena itu dan dengan cekatan menandatangani dokumen itu.
__ADS_1