
Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
Bab 17
Virani Duns sama sekali tidak menyadari bahwa Gusmon tidak mendengarkan permohonannya ketika ia menangis tersedu-sedu di tepi Sumur Batu Tua yang saat tu masih di cor di atasnya. Itulah bahwa sikap Gusmon biasa saja terhadapnya, namun lain halnya dengan Virani yang menganggapnya sebagai Calon Suami yang mana ia berhutang banyak kepada Gusmon yang telah menyelamatkan seluruh harapan hidupnya. Meskipun bila sebelumnya Gusmon Hantu ia tetap akan mau menikahinya dikarenakan janjinya itu, namun sekarang ia tahu bahwa Gusmon sama sekali bukan Hantu meskipun ia tidak tahu bagaimana Gusmon bisa berada di dalam Sumur Batu yang tertutup di atasnya itu.
Mungkin bila nanti hubungannya sudah memasuki tahap yang serius Gusmon akan mau memberi tahunya akan hal itu. Dikarenakan Gusmon adalah manusia biasa seperti halnya dirinya dan bukanlah Hantu seperti yang selama ini dipikirkannya, tentu saja membuat Virani Duns semakin senang akan janjinya itu. Ternyata keputusannya tidaklah buruk dengan mendapatkan suami seperti Gusmon ini. Meskipun bila dilihatnya Gusmon ini dekil dan tampaknya bukan merupakan keturunan keluarga peringkat atas, namun bila dilihat-lihat wajah Gusmon memang terlihat tampan. Apalagi kalau nanti sudah membersihkan diri mungkin akan terlihat lebih tampan.
Akan halnya Gusmon sedikit terkejut melihat Virani Duns yang terus memandanginya dengan wajah yang bersemu merah. Ia menatap Virani Duns dan ingin tahu kenapa Virani menatapnya seperti itu. Namun ia tertegun melihat perempuan yang begitu cantik di hadapannya itu, pantas saja Tuan Muda Brengsek itu sampai tergila-gila pada gadis ini dan merencanakan hal yang bejat. Karena ternyata memang gadis ini memiliki kualitas kecantikan di atas rata-rata, dengan keadaan yang acak-acakan dan penuh debu seperti sekarang ditambah belum mandi seharian ia masih sangat cantik dan menarik apalagi hidung Gusmon masih mencium keharuman parfum di tubuh Virani Duns. Sungguh parfum berkualitas dan tahan lama serta harumnya natural.
__ADS_1
"Belum mandi saja ia sudah begini" Pikir Gusmon. “apalagi nanti kalau sudah mandi, tak tuntuang, pasti cantik sekali.... yeaaah!”. Tiba-tiba saja bait lagu Upiak Isil melintas di pikiran Gusmon. Gusmon Pun segera memalingkan wajahnya dari saling tatap dengan Virani Duns. “kampret kenapa tiba-tiba muncul lagu Upiak Isil disaat seperti ini” Gumam Gusmon sedikit kesal.
Akan halnya ketiga orang gangster yang ada di hadapan Gusmon dan Virani Duns. Melihat mereka saling tatap dalam hati berkata “wah tampaknya mereka memang serasi, kisah cinta antara Hantu dan Manusia.” Ketiganya sepakat tidak akan lagi mengusik Nona Muda Duns ini dan Keluarga Duns kalau tidak ingin melihat Tuan Hantu menjadi marah.
“Hm... aku adalah sosok yang tidak suka dikhianati, maka sekarang kalian harus memilih. Setia dan jadi pengikut ku atau tetap jadi pengikut Tuan Muda Sorto Bene itu dan aku akan memusnahkan kalian!”. Gusmon langsung dengan pernyataan yang mengganjal di dalam hatinya dan dengan tegas memberikan pilihan kepada ketiga gangster yang berada di hadapannya itu.
Ketiga Gangster itu tampak menggigil ketakutan, bila ia memilih Gusmon maka tentunya ia telah berkhianat dari Tuan Muda Sorto Bene dan resikonya bisa jadi ia akan dihancurkan dengan bantuan Jhon Karabau. Lain halnya jika memilih Tuan Muda Sorto Bene maka Tuan Hantulah yang akan memusnahkan mereka. Sungguh pilihan yang pelik dan ibarat makan buah simalakama.
“Begitu ..!” Gusmon mengangguk perlahan. Sementara ketiga orang itu tampak berkeringat dingin.
__ADS_1
“Aku menawarkan hanya sekali. Silahkan kalian berpikir agak beberapa menit. Aku hanya mengingatkan bahwa kalian terikat kontrak perjanjian dengan Keluarga Bene sebagai Kaki Tangan dan Pendukung Keluarga itu, tapi apa kalian sadar bahwa kalian sebenarnya tidak dianggap sebagai manusia oleh Tuan Muda itu. Menurut cerita yang kalian sampaikan aku mengira bahwa sebenarnya kalian hanya di anggap sebagai anjing oleh keluarga itu untuk memuluskan jalan mereka. Namun kalian senang dengan perlakuan seperti itu. Pikirkan kembali bahwa kontrak itu bisa dibatalkan, dan itu bukanlah pengkhianatan. Karena disini sebenarnya kalian hanya bekerja untuk keluarga itu bukan menjadi anjing dan menghamba di keluarga itu karena takut akan Jhon Karabau itu.” Gusmon menyampaikan apa yang menurutnya benar dari dalam hatinya.
Mereka bertiga terdiam dan saling pandang.
“Baiklah aku memberi kalian waktu 20 menit untuk berfikir. Ayo Virani ikut aku” Gusmon meninggalkan mereka bertiga untuk memberi kesempatan agar berfikir tentang tawaran yang dilontarkannya. Ia sebenarnya berfikir jalan untuk menaklukkan bagian demi bagian dari Bumi Super ini maka ia juga memerlukan pengikut yang setia dan kuat. Itulah sebabnya ia memberikan opsi kepada Grudul Hiko dan kroninya.
Gusmon berjalan keluar dari pabrik terbengkalai itu diikuti oleh Virani Duns yang berjalan dengan malu-malu untuk menyusul Gusmon.
Sementara itu ketiga orang itu berdiskusi untuk memutuskan pilihan dari Gusmon itu. Jika mereka memutuskan untuk mengikuti Gusmon berarti mereka secara tidak langsung menyerahkan posisi ketua Gengster kepada Gusmon karena ditilik dari kata-kata Gusmon yang menginginkan mereka menjadi pengikut Gusmon, itu berarti bahwa mereka dan seluruh anggota Gengster mereka harus tunduk dan patuh kepada Gusmon. Lain halnya bila mereka menolak mereka tentu bisa tetap bekerja sama dengan Keluarga Bene meski dianggap sebagai anjing, namun Grudul Hiko tetaplah Pemimpin dari Geng itu. Tetapi mereka tentu saja akan dimusnahkan oleh Tuan Hantu karena itu merupakan bagian dari pilihan yang diucapkan oleh Gusmon tadi!.
__ADS_1
Gusmon tiba di bagian luar yang merupakan halaman dari Pabrik Terbengkalai ini, ia meregangkan tangannya dan menghirup nafas dalam-dalam merasakan sensasi udara yang segar di luar pabrik itu, karena ternyata di tempat itu dikelilingi oleh pepohonan berdaun lebat. Pohon-pohon di sana diatur sedemikian rupa sehingga menyerupai taman dan ada jalan jalan di seputar halaman ini di samping tempat parkir kendaraan. Sementara Virani Duns masih mengikuti di belakangnya dengan menundukkan kepalanya.
Gusmon beranjak kebagian samping dari pabrik dan melihat ke sisi kiri ternyata disana ada satu mobil yakni Kijang Innova, kemungkinan itu adalah mobil milik ketiga gangster yang sedang berdiskusi di dalam pabrik itu. Mobil ini sebelumnya tidak kelihatan jika dilihat dari dalam pabrik. karena ia berada di sisi kiri dari pabrik terbengkalai ini dan bukan berada di tempat parkir yang ada di halaman depan pabrik tersebut .