Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video

Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
BAB 67


__ADS_3

Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video


Bab 67


Dalam hati orang-orang mengutuk, semboyan itu memang benar, namun sikap kamu sebagai seorang pemain catur dan sekaligus komentator, sama sekali tidak mencerminkan makna dari semboyan catur itu. Kamu telah menghkianati semboyan catur itu!. Demikian pendapat banyak pemain catur yang ada di bangku penonton di Arena Catur itu.


Beberapa orang ada yang hendak berdiri dan pergi dari tempat itu karena tidak tahan dan kasihan dengan pemuda yang bertanding dengan Tuan Muda Sentung Yolk itu. Seolah-olah pemuda yang katanya gembel itu adalah bahan lelucon yang sangat empuk. Lagi pula penonton sedikit bertanya-tanya, bukankah pemuda itu memakai pakaian berkelas?, kenapa masih dikatakan gembel oleh Tuan Muda itu.


Niya memalingkan wajah kearah kursi di belakangnya demi mendengar ada isakan tangis di belakangnya itu. Ia melihat Perempuan dengan Cadar Masker yang kali ini sudah dilengkapi dengan kaca mata hitam dan topi kecil imut di kepalanya. Ia sudah bisa menebak bahwa orang ini adalah Virani Duns, dari hasil pengolahan pikirannya. Ia beranjak ke belakang dan duduk di samping Virani. Kayla dan Kiuna yang menyadari Niya sudah tidak berada di samping mereka segera menoleh dan bertanya.


“Nona Noune, kenapa anda pindah kebelakang?” Tanya Kiuna heran.


“Kalian berdua terlalu berisik!” Kata Niya acuh tak acuh.


Kiuna dan Kayla saat ini melihat bahwa Niya sudah bersama dengan seseorang yang memakai Masker dan kaca mata. Mereka tidak mengenali orang ini, karena penyamaran dari Virani tampaknya cukup membuat pangling mereka berdua.


“Ya udah, kalau itu membuat Nona Noune nyaman, teh nya aku tutup pakai piring dulu ya” Kiuna berbicara dengan sopan atas keputusan Niya ini. ia menutup teh Niya dengan piring tadah yang ada di tempat itu. Ada tiga cangkir teh di atas kursi kosong itu, mereka menggunakan kursi sebagai pengganti meja. 

__ADS_1


Niya mengamati Virani sebentar, sementara Virani tahu bahwa perempuan ini adalah orang yang ditemuinya di pelataran parkir tadi. ia juga tahu siapa orang ini, Jendral Perang Gangster Elang Hitam Wilayah Tengah Niya Noune. Orang ini juga berpartisipasi dalam penyerangan terhadap para pengawal pribadinya beberapa hari yang lewat, sehingga menyebabkan ia kehilangan banyak pengawal. 


Namun Virani sedikit heran, karena sikap Niya yang tidak seperti biasa. Niya tampak tersenyum ke arah Virani. Mau tidak mau Virani ikut tersenyum demi menjaga kesopanan. tapi Virani tentunya tersenyum di balik masker. namun Niya tahu bahwa Virani ikut tersenyum kepadanya, ini terlihat dari mimik kelopak mata Virani yang menyipit dan sedikit melengkung bagai bulan sabit nan indah.


Apakah orang ini tahu jika ia adalah calon istri dari Ketua Besar mereka yang baru?. Virani merasa inilah faktor penyebabnya, bahwa Gusmon adalah Ketua Besar Gangster Elang Hitam. Tentu saja ia tidak perlu khawatir lagi terhadap Niya. Bukankah itu berarti bahwa Niya adalah anak buah Calon Suaminya?


“Kamu terlihat sangat menghawatirkannya” Niya bertanya dengan lembut.


“Itu... benar, karena aku sama sekali tidak ingin ia meninggalkan aku begitu saja, akibat kalah pertandingan ini” Kata Virani sendu. Niya hanya manggut-manggut sejenak, ternyata perempuan ini sudah mencintai Ketua Besarnya dengan sepenuh perasaan.  


Di meja Petandingan Catur. Terlihat waktu Gusmon yang sudah kurang dari empat menit. Sementara waktu Tuan Muda sentung Yolk masih 8 Menit lebih. 


[Ding!]


[Memutar File Video ‘Karpov sang Fenomen Catur’]


[Koin Sistem di kurangi 500, Koin sistem menjadi 94.700] 

__ADS_1


Sesaat kemudian Gusmon memasuki mode berfikir ala Anatoly Karpov sang Fenomen, Tombak Utama Soviet dalam catur kala itu. Dengan sisa waktu kurang dari empat menit dan posisi tertekan apalagi kekurangan dua perwira ringan. Ia sengaja memilih mode pertahanan ala Karpov di banding serangan ala Bobby Fischer sang Mesin Catur. Ia memiliki alasan-alasannya tersendiri.


Saat ini untuk menahan gempuran Baterai Turton lawan, ia melakukan teknik susur menyusur ala Mokagonov-Bondarevsky yang kerap menjadi andalan Karpov dalam bertahan. Beberapa langkah berlalu dengan cepat. Adalah hal yang sangat mengejutkan bagi Sang Juara Nasional sekaligus Komentator acara ini, bahwa ‘Mat’ tidak dapat di buat dengan seketika. Padahal posisi lawan sudah terdesak hebat.


Semua penonton juga terlihat heran, bagaimana mungkin dengan empat langkah tadi posisi raja Gusmon telah berhasil diamankan dengan cara yang ajaib. Ini tidak masuk akal bagi para pecatur yang menonton. Kontan para penonton menjadi bersemangat dan terdengar suara sedikit gaduh. Master Nasional Sunu Prayindos terpana “Bagaimana Mungkin Anak itu menemukan beberapa langkah yang sangat briliant, ini sulit untuk dipercaya!!”


Virani yang tidak mengerti permainan catur, demi mendengar bisik-bisik para penonton segera membersihkan sisa-sisa air mata di wajahnya. Tiba-tiba hatinya menjadi penuh dengan harapan. Niya Noune justru tetap tenang dan menjadi semakin yakin bahwa Ketua Besarnya itu pasti tidak akan melakukan pertandingan ini dengan sia-sia. Di sisi lain Kayla dan Kiuna terlihat heran, manakala melihat wajah Tuan Muda mereka yang terlihat menggelap. Mereka memang tidak mengerti permainan catur namun mereka tahu arti raut wajah Tuan Muda mereka itu.


“Jahanam, bagaimana ini bisa terjadi. Sasano Mangarontos itu, apa sengaja bermain-main!!” Terlihat wajah Tuan Muda sentung Yolk menjadi merah padam, karena ternyata Juara Nasional itu tak kunjung menemukan langkah terbaik demi me mat kan raja lawan. Justru Sasano Mangarontos saat ini terlihat berpikir keras. Bahkan suaranya sebagai komentator telah menghilang, hal itu tentu saja membuat penonton acara televisi di rumah masing-masing menjadi heran. Kenapa sang komentator tidak melanjutkan komentarnya namun malah terlihat berpikir keras seolah-olah dialah yang bermain catur di meja tersebut.  


“I...ini tidak mungkin”  Kata Sasano Mangarontos dalam hatinya. Ia tentu saja masih melihat harapan, mengingat waktu Gusmon yang kasip dan ia memiliki kelebihan dalam hal material. Untuk itu ia ingin menukar seluruh buah catur sehingga di babak akhir yang memiliki kelebihan material akan memiliki kesempatan menang yang besar. 


Tuan Muda Sentung Yolk tampak menoleh kearah Sasano Mangarontos yang terlihat  masih berpikir dengan keras. Terlihat sekali bahwa Tuan Muda itu menunggu langkah-langkah selanjutnya dari Sang Grandmaster Catur sekaligus Juara Nasional itu.


Gusmon yang menunggu sedikit lama, mengkhawatirkan durasi video yang diputar oleh sistemnya terus berjalan. 


“Pause!” Akhirnya Gusmon melakukan perintah untuk memberhentikan sebentar penayangan Video di sistemnya, agar ia tidak kehabisan durasi yang hanya lima menit dalam Video ‘Karpov sang Fenomen Catur’ itu. Sehingga ia tidak perlu memutar ulang lagi Video yang sama yang tentu saja akan memakan Koin Sistem yang berharga.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Sasano Mangarontos sudah mendapatkan ide, ia kembali berceloteh sebagai seorang komentator yang tentu saja sambil menunjukkan langkah-langkah catur kepada Tuan Muda Sentung Yolk. Namun dengan cekatan Gusmon terus membalas langkah itu, ia juga mengontrol durasi sistemnya dengan kombinasi perintah ‘Pause’ dan ‘Play’ demi menghemat durasi penayangan video di sistemnya.


__ADS_2