
Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
Bab 102
“Tuan, apakah Tuan tidak ingin melihat bagaimana bebek-bebek di sini diberi vaksin untuk kesehatannya?, dan juga tata cara pemberian makanan dengan membuat pelet untuk bebek?” Mukmar Kede, ingin memberikan pengetahuan kepada Gusmon sekaligus perlakuan hormatnya kepada Gusmon.
“Iya Tuan Gusmon, sebentar lagi tim vaksin yang dipimpin langsung oleh dokter hewan akan datang ke sini, sayang kalau dilewatkan” Menambahkan rekan Mukmar Kede dengan semangat.
“Sebenarnya itu memang suatu momen untuk menambah pengetahuan tapi aku ada keperluan saat ini” Gusmon tidak bisa dicegah. Seseorang pekerja peternakan bebek itu membawa sebuah bungkusan kantong plastik sesuai dengan kode dari Mukmar Kede sang pimpinan peternakan.
“Tuan Gusmon, setidaknya terima ini sebagai tanda bahwa anda pernah berkunjung ke sini” kata pekerja peternakan bebek itu.
Gusmon sebenarnya enggan menerima, namun ia merasa tidak sopan bila tidak menerimanya. Maklum tuan rumah sudah bersusah-susah hanya untuk menyenangkan dirinya.
“Baiklah” Gusmon menerima bingkisan kantong plastik itu, kemudian ia berlalu dari tempat itu menuju mobilnya. Sesaat kemudian Kijang Innova silver itu melesat menjauh dari peternakan bebek itu. ternyata daerah ini adalah wilayah utara kota dimana selain peternakan bebek, terdapat juga rumah sakit umum South Coast. Di sini juga berdiri kediaman Keluarga Duns dan Keluarga Hwaken.
Gusmon memegang bungkusan plastik yang diberikan oleh pekerja peternakan itu memeriksa dengan rabaan tangannya, apa isi dari plastik berwarna hitam itu. sesaat ia merasakan ada benjolan-benjolan sedikit besar di dalam kantong plastik itu. ia sudah menaruh wasangka, pasti ini adalah telur bebek satu kantong besar.
Gusmon melirik sejenak ke arah Indikator Bensin di mobilnya. Demi melihat indikator bensin yang sudah menuju ke huruf E, atau dalam artian Emergency. Tampaknya ia harus segera mengisi bensin mobilnya.
__ADS_1
Di sebelah kiri jalan terlihat pom bensin, sepertinya ia perlu merasakan Pom Bensin di bumi ini. seperti apa bentuk dan rasanya.
“SPBU Duns” Gusmon membaca tulisan yang ada di plang merek besar dengan tiang tinggi di depan SPBU itu.
“Kebetulan sekali, pas lagi butuh bensin, pas pula ketemu pom bensin. Benar-benar makyus” Gusmon merasakan seolah-olah ia dinaungi oleh dewi keberuntungan. Segera ia memasuki antrian, untunglah antrian itu tidak panjang. Sambil bersiul-siul ia maju perlahan-lahan ke depan.
Gusmon melirik sekilas kearah tuas transmisi. Selain dari bungkusan kantong plastik hitam berisi telur bebek, ia melihat ada undangan yang tergeletak di dekat tuas itu. undangan apa ini, apa ini undangan pernikahan?
Gusmon ingat undangan ini diberikan oleh Virani pada saat ia akan menonton konser di malam tahun baru. Gusmon cukup penasaran siapa yang mengiriminya undangan ini?
Saat ini antrian di depan Gusmon sudah habis dan saatnya ia mengisi minyak mobilnya. Maka ditahan sedikit rasa penasarannya atas undangan tersebut. waktu ia menerima undangan itu, ia sedikit mengabaikannya, entah mengapa. Mungkin saat itu ia tidak mau merusak suasananya bersama Virani di dalam mobil. Gusmon tersenyum sedikit, memang menyenangkan apabila ditemani oleh perempuan lembut seperti Virani. Ia memang gadis yang baik.
Gusmon sudah membelanjakan uangnya sebanyak 2 dolar untuk teh di kedai teh Safari dan sekarang 20 dolar lagi di Pom Bensin Keluarga Duns, sekarang sisa uangnya adalah 2978 Dolar.
Gusmon sekarang paham kenapa Keluarga Duns berada dalam kelompok 2 keluarga atas di South Coast. Itu karena bisnis keluarga Duns ada di bidang perminyakan. Di bumi asli, bisnis yang berkaitan dengan minyak selalu mendapat keuntungan yang besar. Bahkan negara seperti Qatar dan Brunei Darussalam mengandalkan minyak dan turunannya, seumpama gas dan sebagainya, untuk memajukan ekonomi mereka.
Terlepas dari SPBU Duns, Gusmon memacu kendaraannya Lebih jauh di Utara Kota South Coast itu, ia masih belum melihat undangan karena masih menyetir mobil.
Gusmon berhenti di sebuah apotek. Ia menyempatkan diri untuk menebus obat untuk Hakmit Miu yang diresepkan kemarin oleh dokter Rumah Sakit Umum South Coast.
__ADS_1
Di tempat ini tidak ada antrian sehingga Gusmon dengan lancar dapat menebus obat itu. rencananya ia akan segera mengantarkan obat itu kepada Hakmit dan memberikannya sepeda motor seperti yang telah dijanjikannya kepada Hakmit kemarin.
Setelah mendapatkan obatnya Gusmon segera menuju mobilnya, bermaksud segera menemui Hakmit. Namun di sudut trotoar dekat pohon samping apotek, ia melihat ada kerumunan orang-orang. Gusmon mengamati sesaat, sepertinya ada seseorang yang pingsan di tempat itu.
“Ada apa” Gusmon bertanya kepada salah seorang laki-laki muda yang berkerumun di sekitar tempat itu.
“Ah .. perempuan ini tiba-tiba saja pingsan. Aku semenjak tadi mengamatinya, sepertinya ia kelelahan dan mungkin juga kelaparan” Orang itu menjelaskan sedikit rinci.
Gusmon menyeruak sedikit kearah kerumunan. Ia menyipitkan mata demi melihat wajah perempuan yang terbaring di atas trotoar itu. bukankah ini Kayla Ridz, Perempuan teman Kiuna Eham yang telah sering memprovokasi dirinya. kenapa ia bisa sampai pingsan di atas trotoar seperti ini?
Seseorang tampak sedang menuangkan air sedikit-demi sedikit dengan gelas plastik ke bibir kering Kayla. Tampak bibirnya bergerak-gerak seolah ingin meminta air lebih banyak lagi. Orang-orang menampilkan wajah gembira tatkala melihat bahwa perempuan ini merespon. Memang orang-orang kalangan bawah cukup memiliki hati nurani menurut Gusmon, mereka justru mau membantu orang-orang yang tidak mereka kenal bila dalam kesulitan. Ia juga telah pernah melihat kejadian lain. Yakni saat Hakmit Miu kecelakaan.
Bagi orang-orang itu wajah Kayla memang terlihat cukup cantik. Sebagai teman Kiuna, Kayla memang seringkali mendapatkan perawatan kecantikan gratis dari Kiuna, manakala Kiuna melakukan perawatan kulit ataupun pijat wajah yang mahal.
Tentunya orang-orang itu menduga Kayla adalah salah satu dari generasi muda kaya yang kebetulan bernasib sial. Namun Gusmon sedikit banyak tahu seperti apa sebenarnya Kayla ini.
Gusmon menduga bahwa Kayla benar-benar melakukan jalan kaki yang jauh dari Taman Bintang Pusat Kota South Coast ke arah Utara Kota ini demi kembali pulang ke kediamannya. Perkiraan Gusmon itu memang tepat, namun satu hal yang ekstrim adalah bahwa Kayla sama sekali tidak membawa uang saat itu. segala pengeluarannya sebenarnya bergantung pada kebaikan temannya yakni Kiuna Eham.
Malam itu setelah lama menunggu, Kayla sadar bahwa Kiuna telah meninggalkannya. Dan ia baru menyadari bahwa ia tidak membawa apa-apa termasuk uang. Akhirnya ia hanya memandangi orang-orang berharap ada yang dikenalnya untuk meminta tumpangan. Setelah demikian lama ia sama sekali tidak menemukan seseorang yang dikenal selain Gusmon yang lewat bersama Virani pada waktu itu.
__ADS_1