
Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
Bab 112
Secara resmi bahwa kedua aset itu sekarang telah berpindah atas nama Gusmon. Gusmon memeriksa bahwa dokumen itu ada tiga rangkap. Gusmon mengambil satu rangkap dan menyerahkan dua rangkap lainnya kepada anak buahnya.
Anggota Gangster itu menerima dengan sigap ia paham apa yang akan dilakukan dengan dua rangkap berkas ini, yang jelas satu rangkap akan diserahkan kepada kantor pengacara dan satu rangkap lagi akan diberikan kepada pihak keluarga Yolk. sebelumnya para anggota gangster telah memaksa Tuan Muda Sentung Yolk untuk menandatangani berkas penyerahan aset itu.
“Sekarang aku meminta kalian untuk menukar merek toko itu menjadi Sopordoy Sport” Gusmon memerintahkan anggotanya untuk menukar nama Toko Yolk Sport menjadi Sopordoy Sport sesuai dengan nama belakangnya. Sementara perempuan pelayan toko itu terlihat bingung dengan apa yang telah berlaku di hadapannya ini. ada apa dengan orang-orang ini?
“Dan kamu, aku memberikan kamu kesempatan. Jika masih mau bekerja di toko ini maka kamu harus merubah sikap mu menjadi lebih baik.” Gusmon menatap perempuan pelayan toko itu dengan tatapan tajam. Aura yang keluar dari sosok Gusmon mendadak membuat wanita pelayan toko itu menjadi bergidik. Tiba-tiba saja ia menjadi ingin berlutut di hadapan pria ini. benar-benar tekanan yang sangat tidak bisa dimengerti nya.
“Se .. Sebenarnya apa yang telah terjadi?” Perempuan pelayan toko itu tampak bertanya dengan bingung, saat ini wajahnya terlihat pucat. Jelas sekali bahwa ia sangat mengenal para anggota gangster elang hitam yang ada di sekitar tempat ini. namun ia sangat heran dengan kelakuan mereka yang sangat hormat kepada Gusmon, kemudian dengan Gusmon yang sangat santai dalam menanda tangani berkas, sebenarnya berkas apa itu?. ia terlihat sangat takut jika berkas itu sesuatu seperti yang ada di dalam pikirannya. Karena ia memang ada di lokasi tatkala peristiwa Tuan Muda Sentung Yolk menantang Gusmon dan ia masih ingat ketika Tuan Mudanya tersungkur sewaktu menentang Gusmon. Dan itu sedikit lucu.
“Baiklah aku tidak akan menyembunyikan sesuatu dari pegawai ku. Mulai saat ini aku adalah bos di toko ini dan kamu sebagai bawahan ku harus menjadi orang yang bersikap baik. Aku memberimu waktu uji coba selama dua minggu. Jika kamu masih bersikap seperti ini maka jangan salahkan aku memecat mu. Ingat aku sudah memberi kesempatan” Gusmon berbicara dengan aura seorang pemimpin.
__ADS_1
Perempuan pelayan toko itu menggigil mendengarkan apa yang diucapkan oleh Gusmon. Kedua kakinya menjadi lemas tidak terkendali. Pemuda di hadapannya yang sempat ia hina ternyata sekarang adalah pemilik dari toko perlengkapan olahraga tempatnya bekerja sekarang ini. ia sama sekali tidak mengerti bagaimana itu terjadi. Sungguh sesuatu yang tidak bisa dipercaya olehnya.
Namun apa yang dilihatnya sekarang dan apa yang telah dilewatinya peristiwa-peristiwa itu terhubung dengan sangat benar. Bahwa Tuan Mudanya dahulu yakni Sentung Yolk telah bertaruh dengan pemuda ini. itulah hal yang tidak dapat di sangkalnya.
“TU.. Tuan maafkan saya. Saya sama sekali tidak tahu jika itu.... jika anda adalah pemilik toko ini sekarang. Mulai saat ini saya tidak akan berperilaku yang tidak pantas, saya berjanji akan menjadi seseorang yang lebih baik” Perempuan pelayan toko itu berlutut dengan tidak berdaya. Terhadap seseorang yang seharusnya tidak ia singgung ia jelas-jelas sangat putus asa.
“Pegang kata-kata mu, ingat masa percobaanmu adalah dua minggu” Gusmon bicara dengan acuh tak acuh.
“Tuan aku benar-benar minta maaf atas apa yang telah aku lakukan, mulai saat ini aku hanya akan mematuhi apa yang anda perintahkan, aku Maisma Tan akan menjadi kuda mu mulai sekarang” Perempuan Pelayan Toko itu bernama Maisma Tan, ia membenturkan kepalanya ke lantai demi meminta maaf dengan ketakutan. Jelas saja orang yang semula dikira adalah gembel rendah ternyata adalah pemilik toko barunya.
“Mulai sekarang kalian semua mengawasi tindak tanduk orang itu selama dua minggu, jika ada hal-hal yang tidak baik yang dilakukan oleh perempuan itu, maka laporkan saja kepadaku bila aku mengunjungi tempat ini” Gusmon menatap para pegawai toko itu satu-persatu mulai dari kasir dan kepala toko serta pelayan-pelayan toko yang ada.
Gusmon beranjak menuju lantai tujuh dari pusat perbelanjaan gedung ini. ia telah berada di arena catur yang cukup luas di lantai tujuh itu. seluruh berkas peralihan kepemilikan sudah berada di tangan nya.
Gusmon memandang berkeliling dari arena catur itu. di suatu sudut arena terlihat papan catur raksasa dan bidak-bidak caturnya sebagai ornamen di ruangan itu. jika dilihat dapat dipastikan bahwa arena catur itu cukup besar juga.
__ADS_1
“Pindahkan papan catur raksasa beserta bidaknya ke bagian depan arena ini” Gusmon memerintahkan anggota Gangster itu, dikarenakan papan catur raksasa yang terletak di sudut ruangan sangat tidak enak di pandang mata. Justru dengan meletakkannya di depan arena akan menjadi hal yang menarik bagi orang-orang yang melihat area catur ini.
Beberapa anggota gangster bergegas untuk memindahkan papan dan bidak catur raksasa itu.
Sementara para anggota gangster memindahkan atribut catur raksasa itu. Gusmon beranjak keluar arena, untuk melihat-lihat situasi di lantai atas Gedung Pusat Perbelanjaan South Coast City itu. ia sebenarnya juga ingin mencicipi beberapa makanan ringan yang ada di tempat itu.
Lantai tujuh pusat perbelanjaan ini memang memiliki aneka penganan yang memanjakan lidah, mulai dari makanan ringan hingga makanan utama.
Gusmon memasuki salah satu gerai toko makanan ringan, di gerai itu juga ada menjual minuman kaleng. Gusmon memang sedikit haus, kemudian diambilnya salah satu minuman di dalam lemari es. Segera ia membayar minuman itu dengan harga hanya 1 dolar. Namun sudut matanya saat itu menangkap sosok yang dikenalnya sedang asik menyeruput kopi hangat di sebuah meja.
Orang itu adalah sosok lelaki yang berumur tiga puluh tahunan, Gusmon kenal orang itu. karena bebarapa hari ini ia selalu bertemu dengan orang itu di Gedung ini. orang itu adalah Sunu Prayindos sosok master catur nasional dan baru-baru ini ia juga telah memenangkan hadiah utama dari pertandingan catur menyambut tahun baru yang diadakan oleh Tuan Muda Yolk.
Sunu Prayindos tersenyum tatkala matanya tak sengaja menemukan Gusmon yang juga sedang menatapnya.
“Saudara Gusmon, mampir minum kopi dulu” Sunu Prayindos berbasa basi dengan sopan, ia menawarkan kopi tanpa malu-malu.
__ADS_1
“Oh. Anda adalah master nasional catur itu. bukankah anda yang menjuarai kejuaraan kemarin?” Gusmon menghampiri sang master catur nasional itu. terus terang ia sepertinya memikirkan sesuatu untuk orang ini.