
🌷🌷🌷🌷🌷
Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.
Semoga tetap bisa menghibur.
🌷🌷🌷
Selamat membaca
...........
Dan ucapan Aster pun di setujui oleh Hendra dan kedua orang tuanya Andi. Andi pun semakin tak berdaya, karena dengan menikahi Sita meski hanya sebagai cara menutup Aib. Otomatis musnah sudah harapan Andi untuk bisa kembali dengan Asih, gadis yang sebenarnya dia cintai dari lubuk hati terdalam. Sebelum Andi terjerumus kedalam pergaulan bebasnya. Namun semua itu harus Andi jalani karena tak ada lagi pilihan lain yang bisa jadi Alternatif.
“Baiklah…. Andi akan hadapi semuanya sekarang. Andi harus bagaimana Andi ikut saja asal Andi bisa kembali hidup tenang…!!!” ucap Andi.
“Nah begitu dong Andi. Jadi laki laki itu harus berani tanggung jawab. Bagaimana kamu nanti bisa mendidik anak anak kamu kalo kamu sendiri tidak berani hadapi resiko.” Sahut Hendra.
“Iya mas Andi ngerti.” Jawab Andi.
“Harus lah, semua orang pasti pernah berbuat salah yang penting mau mempertanggung jawabkan kesalahan.” Lanjut Hendra.
“Lalu bagaimana dengan Asih, pasti dia benci sekali dengan Andi.” Kata Andi dalam hati.
Sebenarnya Asih berada di depan rumah Andi mendengarkan semua percakapan mereka. Namun Asih tidak mau mendekat, Asih menahan pedih di hatinya mendengar semua percakapan itu. meski sudah tahu tentang kelakuan Andi selama ini. namun masih merasakan pedih hatinya ketika mendengar langsung pengakuan dari Andi kepada keluarga Andi.
Asih tak sanggup lagi mendengar semua yang di bicarakan oleh keluarga Andi itu. asih memilih untuk kembali ke kamarnya dan masuk kamar, menumpahkan kesedihan hatinya lewat tetesan air mata. Asih berpikir lebih baik tidak usah menemui Andi saja. Di samping Asih sendiri merasa tidak akan kuat tentunya juga gak tega melihat Andi yang pasti salah tingkah melihatnya.
Asih hanya  mencari cara bagaimana agar tidak bertemu dengan Andi, bagaimana cara menghindari pertemuan dengan Andi. Waktu Asih masih semalam disitu sebelum berangkat kembali ke Jakarta.
…..
…..
…..
Kembali ke rumah Andi
Setelah Aster dan Hendra menasehati Andi, kemudian Aster dan Hendra mengantarkan Syifa kembali ke rumahnya. Dalam perjalanan Aster melihat Syifa tampak berkaca kaca, kemudian bertanya pada Syifa.
“Kenapa kamu menangis Syifa ?” Tanya Aster.
“Aku merasa sangat bersalah, sampai Andi seperti itu mungkin karena Syifa.” Ucap Syifa.
“Terus. Kalo sudah tahu kamu bersalah mau gimana sekarang ?” Tanya lanjut Aster.
__ADS_1
“Aku gak tahu harus bagaimana, sedih melihat Andi seperti itu. jujur saja Syifa gak tega ketika Andi harus menikahi SIta, karena Syifa tahu bagaiman Sita itu.” ucap Syifa.
“Maksutnya bagaimana Syifa, bukankah dia juga teman kamu bersenang senang ?” ucap Aster.
“Memang Syifa akui itu, tapi kalo Syifa murni cari kesenangan sedang Sita mencari kesenangan dan uang.” Jawab Syifa.
“Maksutnya mencari uang bagaimana ?” Tanya Aster.
Kemudian Syifa menceritakan profesi Sita dan motivasi Sita ingin memiliki Andi. Syifa menjelaskan jika Sita akan memanfaatkan Andi demi uang. Dan Sita lah yang menyebarkan video Andi dengan Syasya sampai ke Asih.
“Kalo cewek itu hanya mengejar uang baiknya kita temui saja, dan kita kasih berapa dia minta uang asal mau meninggalkan Andi dan keluarganya.” Kata Hendra.
“Gak bisa begitu juga bang, kalo ternyata anak yang di kandungnya beneran anak Andi bagaimana ?” jawab Aster.
“Paling tidak sebelum ada bukti jika anak itu adalah anak Andi kita gak usah menuruti keinginan dia. Gak usah dinikahkan dulu, sampai terbukti anak itu lahir dan terbukti itu keturunan Andi.” Sahut Hendra.
“Apa perlu kita samperin sekarang juga ?” Tanya Aster.
“Kasihan Syifa nanti kelamaan meninggalkan rumahnya.” Jawab Hendra.
“Gak papa kalo memang itu bisa membantu menyelesaikan masalah.” Ucap Syifa.
Akhirnya mereka sepakat menemui Sita dan hendak menanyakan apa kemauan Sita sebenarnya.
Hendra kemudian memutar arah laju mobilnya menuju ke tempat Sita. Di rumah milik orang tua Andi,
sampai di tempat Sita Hendra mengajak Aster dan Syifa masuk ke rumah yang di tempati Sita. Aster mengetuk pintu rumah tersebut karena posisi pintu terkunci dari dalam. Beberapa saat kemudian pintu rumah itupun dibuka oleh Sita. Sita kaget melihat dalam rombongan itu juga ada Syifa, orang yang pernah sama sama melakukan hubungan dengan Andi bersama Syasya.
“Kamu….?” Kata Sita kaget.
“Iya, aku Syifa kenapa kaget, apakah kamu masih kurang puasa sehingga mau menghancurkan keluarga Andi ?” Tanya balik Syifa. Sita yang tidak mengetahui siapa yang bersama Sita itu pun balas membentak Syifa.
“Apa urusan kamu, paling kamu hanya iri aku bakalan mendapatkan harta Andi gak hanya tubuh Andi.” jawab Sita pada Syifa.
Hampir saja tangan Aster mau menampar pipi Sita, namun masih di tahan juga. Lantaran pingin tahu sejauh mana Sita akan memperalat Andi.
“Aku gak iri sama kamu, karena aku punya kehidupan sendiri punya penghasilan dari jerih payahku sendiri. Tidak seperti kamu yang selalu memanfaatkan orang lain.” Jawab Syifa.
“Terus kenapa kamu ikut campur urusanku, kalo kamu gak iri dengan aku sekarang ?” Tanya Sita sambil melotot ke Syifa tanpa mempedulikan keberadaan Aster dan Hendra.
“Heeh…. Kamu tahu gak kalo aku ni kakaknya Andi ?” ucap Aster tak tahan mendengar ucapan sita dan langsung membuka kartu siapa dirinya.
Sita yang mendengar itu pun adi kaget dan menyesali mulutnya yang sudah terlanjur bilang begitu.
“Jadi kamu kakak nya Andi…?” Tanya Sita.
__ADS_1
Plaaaak…..
Tamparan Aster mendarat di muka Sita.
“Kamu keterlaluan, kalo kamu hanya pingin uang kenapa harus menghancurkan keluarga Andi ?!?”  kata Aster marah kepada Sita.
Sita hanya tertunduk tidak berani menjawab apa lagi menatap Aster.
“Ayo Jawab sekarang….!” Bentak Aster.
“Maaf… Sita gak bermaksud begitu, hanya minta Andi tanggung jawab terhadap kandungan Sita.” Jawab Sita ketakutan. Karena teringat akan kehadiran Jhoni dan Armando yang membuat kekacauan dirumah yang dia pakai untuk pesta.
“Soal itu, kami baru bisa mempercayai jika anak kamu sudah lahir dan hasil tes DNA menunjukan kalo itu anak Andi. baru anak itu jadi tanggung jawab kami, tapi jika bukan maka jangan harap kamu dapat apapun dari kami. Saat ini kamu kami biarkan tinggal di rumah ini, tapi sekali lagi kamu bikin masalah aku terpaksa usir kamu nanti.” Kata Aster kepada Sita.
Sita yang ketakutan pun hanya tertunduk lesu, gagal sudah semua rencana yang sudah dia susun. Karena ternyata Andi mempunyai saudara yang kuat dan berani seperti Aster. Kuat pendiriannya juga di dukung dengan kemampuan finansial suaminya. Membuat Sita menjadi semakin ciut nyalinya untuk bersuara.
“Begini saja, aku akan pantau semua aktifitas kamu tanpa kamu ketahui. Dan sekali kamu berniat buruk kepada Andi maka orang orang ku akan langsung mencari kamu.” Sahut Hendra yang membuat Sita semakin gemetar. Dan akhirnya hanya bisa menuruti kemauan Aster dan Hendra, sambil mencari cara bisa lepas dari pengamatan mereka.
...Dan Sita berpikir bagaimana bisa membalas sakit hatinya pada Aster, Hendra juga Syifa. Samapi terlintas di benak Sita akan membuat sebuah scenario yang bisa menjatuhkan Hendra, dan akan di manfaatkan untuk memeras hartanya. Entah bagaimana nanti cara dan resiko yang akan diterima jika rencananya gagal, pikir Sita...!!!...
...Bersambung...
Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.
Komentar readers semangat Author
Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.
Semoga dapat menghibur Readers semua.
...Jangan lupa dukungan berupa :...
...Like...
...Komen...
...&...
...Vote nya...
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...
Â
__ADS_1
Â